
Baskara, Samudera, dodi, dan bayu sampai ketika mike sedang meyuapi lala pizza. Lala tersedak makanan nya sendiri ketika melihat pemilik yayasan yang terkenal garang datang membesuk nya.
"mangka nya makan yang benar" ujar mike memberikan lala minum mike masih belum menyadari jika samudera dan yang lain nya datang.
"bagaimana keadaan mu?" tanya baskara barulah mike sadar jika samudera sudah datang.
"saya baik" jawab lala dengan suara pelan.
"baguslah, jangan terlalu formal. Aku baskara kakek nya samudera" ujar baskara yang mengerti lala pasti masih awam pada nya.
"salam kenal kakek, aku lala yang..eh lala pricilia" lala memperkenalkan diri sambil tersenyum.
Drt...drt...
Baskara melihat siapa yang menelpon nya.
"lala, saya permisi semoga kamu cepat sembuh" pamit baskara lalu pergi meninggalkan ruangan lala.
"biar gue aja yang nyuapin" ujar samudera membuat mike paham lalu bangkit dari duduk nya. Lala menahan tangan mike.
"mama ga kesini lagi?" tanya nya.
"nanti mama kesini"
Mike mengajak yang lain nya keluar membiarkan waktu berdua samudera dan lala, sekarang mike sudah sangat yakin jika samudera bisa menjaga lala.
Samudera menyuapi lala dengan telaten, samudera masih saja tidak terima pada kania, sasa, caris karena membuat lala seperti ini, apa lagi ketika melihat pelipis lala yang diperban. Emosi nya ingin meluap-luap seketika. Lala memegang tangan samudera yang sudah terkepal kuat, lala tau samudera sangat khawatir pada nya. Tadi tia cerita pada nya kalau samudera telah memberikan pelajaran pada kania, sasa, carisa dengan cara yang sangat jauh dari bayangan lala.
"lagi" pinta lala manja membuat samudera menyuapi lala potongan pizza terakhir.
"sammy, tadi itu benar kakek kamu?" tanya lala diselah kunyahan nya.
"iya"
Lala memeluk samudera ketika samudera ingin menyuapi nya pizza lagi.
"sammy tadi pasti khawatir, sekarang aku udah baik-baik aja. Sammy makasih ya, kata miki tadi dia ngatar aku kesini pake mobil kakek kamu"
"jangan pergi sendirian lagi, karna aku ga tau apa yang terjadi kalau kamu kenapa-napa" jawab samudera menepuk sayang bahu lala.
__ADS_1
"aku ga bakalan pergi sendiri, tapi kamu harus janji jangan pernah ningalin aku"
"tanpa kamu minta kau ga bakalan ninggalin kamu" jawab samudera merepaskan pelukan mereka lalu mencium pelipis lala yang diperban.
"biar cepat sembuh" ujar nya membuat lala tersenyum malu.
Sementara dikantin, mike, tio, tia, rachel, bayu, dan dido sedang berkumpul menikmati hidangan kantin rumah sakit.
"keadaan kania sama yang lain nya gimana?" tanya mike membuka suara.
"udah dibawa kerumah sakit, besok mereka minta maaf sama lala habis tu ditendang dari sekolah" jawab bayu santai.
"serius?" tanya tio tidak percaya, sebegitu berpengaruh nya kah samudera disekolah.
"hm, bahkan mereka ga bakal diterima disekolah mana pun. Samudera satu-satu nya cucu yang sekolah disana, jadi bukan masalah besar untuk menutupi kasus ini"
"bagus, gue lega dengar nya" ujar mike menghembuskan nafas lega nya.
"lo mau pulang sekarang?" tanya mike menghadap rachel.
"iya, tapi gue bisa pulang sendiri. Lo jagain lala aja" jawab rachel cepat. Mike bangkit dari duduk nya lalu menyerahkan uang 100.000 pada tio.
"ayo, biar gue antar" ujar mike menarik tangan rachel.
"gue duluan guys"
"pakai helm nya" ujar mike memberikan helm hello kitty milik lala.
"punya lala" ujar mike sebelum rachel menanyakan
"besok gue beliin khusus buat lo, cepat naik"
Jawaban mike membuat pipi rachel panas seketika, rachel dengan ragu memeluk pinggang mike membuat mike tersenyum sendiri.
"mau mampir bentar ga, bentar lagi malam. Gue tau tempat yang bagus buat lihat bintang" tanya mike membuat rachel mengangguk begitu saja. Lagian mau apa dia dirumah sekarang, tidak ada kerjaan selain tidur.
Mike menghentikan moge nya didepan hotel berbintang lima, membuat rachel menatap nya penuh tanya.
"awas ya lo apa-apain gue" ancam rachel membuat mike tertawa.
__ADS_1
"takut amat neng, gue ga kayak gitu kali chel" jawab mike mengajak rachel masuk kedalam lift. Mike menekan lantai terakhir.
Ting.
Mike menarik tangan rachel tidak sabar menaiki tangga ke atas atap hotel. Mike melepaskan tangan rachel lalu berbaring menatap langit yang semakin gelap. Rachel mengikuti jejak mike ia berbaring disebelah mike.
"lo orang pertama gue bawa kesini" ujar mike membuat rachel tertegun.
"lala?" tanya nya, mike menggeleng
"lala bahkan ga tau tempat ini"
"kenapa?"
"karena lala tau nya gue takut ketinggian" jawab mike menoleh kearah rachel.
"lo bohongi lala?"
"ga, gue ga bohong dulu gue emang phobia sama ketinggian tapi semenjak tiga tahun lalu gue menaklukan phobia gue. Dan ini tempat pertama yang gue datangi pas gue mencoba mengatasi phobia gue" jawab mike tersenyum
"lo ga ngasih tau lala kalau phobia lo udah hilang?"
"ga, kalau gue bilang nanti dia ga bisa ganggu gue lagi, ga bisa ngejek gue. Dalam kata lain gue suka lihat dia bertingkah jahil apalagi sambil tertawa kencang"
Rachel mengalihkan pandangan nya kelangit melihat bintang.
"lala beruntung punya sosok kayak lo" komentar rachel
"gue yang beruntung, lala itu 1001 bagi kami. Berkat ada nya lala nyokap ga sedih karena rahim nyokap diangkat, nyokap gue ga bisa punya anak lagi hal itu lah buat gue bersyukur ada lala. Nyokap jadi ga sedih lagi"
Rachel menikmati bintang yang sedang ia tatap sekarang, suatu saat orang yang menyia-nyiakan nya akan menyesal dengan sendiri nya, do'a itu yang selalu menguatkan rachel hingga saat ini.
"bagus tempat nya, gue suka"
"bagus kalau lo suka, berarti lo bakal sering ke sini bareng gue"
"hah?"
Mike tidak menjawab ia ikut menikmati pemandangan nya.
__ADS_1
S A M U D E R A – L A L A -