
Lala meringis melihat tangan nya yang memerah karena terlalu keras menyervise bola tadi.
"lagian elo sih, sok-sokan udah tau ga bisa main. Pelan kan bisa" ujar tia sambil mengompres tangan lala dengan batu es teh nya.
"yee, elo kan tau ti gue bego sama olahraga" tia memutar bola mata nya malas.
"lo kan emang bego"
"siapa yang bilang gue bego?"
"gue"
"yang tanya, hahahaaa" lala tertawa kencang.
"ck, kena jebakan mulu gue"
"unyil!" panggil mike membuat tawa lala terhenti.
"apa?"
"tumben lo ga marah-marah dipanggil unyil?" tanya tio sambil meminum es teh milik tia.
"beli sana!" ujar tia mengambil es teh nya sebelum habis dimimum oleh tio.
"pelit amat sama abang sendiri juga"
"duit lo banyak, udah beli sana!" usir tia membuat tio merengut kesal lalu pergi membeli minum.
"nih" ujar mike meberika kotak makan milik lala yang sudah kosong, lala diam saja mengambil kotak makan nya.
"makasih ya, masakan mami selalu enak"
Mike manatap lala dalam-dalam, tumben sekali lala tidak berteriak kencang pada nya karena telah mencuri makan siang nya.
"lo kesambet ya" ujar mike cemas sambil menempelkan tangan nya pada jidat lala.
"enak aja" jawab lala dengan suara pelan.
"habis nya lo ga teriak-teriak ke gue karna makan siang lo gue ambil, atau lo lagi dalam masa jauhin gue ya?"
Tepat, tebakan mike 100% benar, tapi lala mengelak.
__ADS_1
"gue lagi ga dalam mood teriak-teriak hari ini, lagian ya miki gue mana bisa sih jauh dari lo"
"bagus deh, kalau sampai lo ngejauhin gue, gue bakal pastiin yang nyuruh gue jauhin lo bakal tinggal nama" kata mike serius lalu meninggalkan lala begitu saja.
"MIKI!" teriak lala namun dihiraukan oleh mike, lala terduduk lemas di kursi nya.
"lo benar jauhin mike?" tanya tia hati-hati membuat lala mengangguk
"ya ampun la, kenapa juga lo kayak gini? Samudera?"
"tau ah, pusing gue" ujar lala membenam kan diri diatas meja kantin.
"minum, biar jernih hati lo. Jangan lo pikir lo pacar sam lo harus jauhin mike yang udah ada sama lo dari lahir" pesan tia membuat lala kembali meminum minuman nya dalam diam.
"gue tanya sama lo, bisa jauh dari mike ga?"
Lala menggelengkan kepala nya, mana bisa. Tia menghela nafas lalu menepuk pundak sahabat nya karena itu yang hanya bisa ia lakukan.
Sementara mike sedang memendam kekesalan nya di atap sekolah, dimana hanya orang-orang tertentu saja yang bisa kesana.
Mike mengacak rambut nya frustasi, lala mulai menjaga jarak dengan nya hal ini lah yang membuat mike jadi ingin mengamuk. Dari dua hari yang lalu lala mike menyadri sikap aneh lala pada nya.
Apalagi semalam sewaktu mike main kerumah lala dan tidak biasa nya lala sudah tidur pukul 8 malam, karena penasaran dan ingin melihat langsung mike naik kekamar lala. Disana mike menemukan lala yang sedang dengan serius mengerjakan pr nya.
"hm, kebangun pas ingat pr" mike mengangguk-angukan kepala.
"mau gue tolong?"
"ga usah, udah kok" jawab lala menutup buku nya.
"udah sana lo pulang, gue mau tidur" usir lala.
"ck, biasa nya juga begadang nonton drakor lo"
"ih, besok gue ada ulangan"
Mike tidak berbicara lagi ia langsung kelar dari kamar lala.
"minum" ujar rachel memberikan minum pada mike.
"elo? Kok bisa kesini?"
__ADS_1
"gue punya kaki, lagian ini tempat favorit gue"
Mike mengangguk lalu meminum minuman yang diberikan oleh rachel.
"thanks"
"hm"
"dulu gue sempat pengen lompat dari sini" ujar rachel melihat kebawah membuat mike cepat-cepat menutup minum nya.
"kenapa ga jadi? Ga jadi makan daging dong ditempat elo" kata mike dengan nada becanda membuat rachel terkekeh.
"setelah gue pikir-pikir, kalau gue mati elo ga bakal makan daging dirumah gue"
"yah, kecewa gue"
"sialan"
"jadi apa alasan lo ga jadi lompat kebawah?" tanya mike dengan nada serius.
"masih ada yang harus gue lakuin buat mereka yang suka neremehin gue, gue harus bisa diatas mereka biar bisa ngelihat mereka menangis dari atas"
"kejam lo"
"kalau pun gue mati, semua orang dirumah bakal senang karena beban mereka hilang. Dan yang paling jelas gue bakal kalah dari mereka"
Mike paham dengan pemikiran rachel,
"bagus deh, asal lo tau mati bunuh diri itu ga bakal masuk surga"
"udah berubah lo" cibir rachel membuat mike terkekeh
"lo kira gue power renger"
"maksud gue berubah dari tukang gombal jadi pak ustad"
"eh, elo mah"
"hahaha"
Rachel menatap mike yang tertawa dihadapan nya sekarang, orang pertama yang berhasil membuat rasa sakit nya hilang dalam waktu sekejap saja.
__ADS_1
S A M U D E R A – L A L A