Cita Cinta Lala

Cita Cinta Lala
Lala -37


__ADS_3

Jeni memukul membabi buta mike ketika ia baru saja sampai kerumah sakit medengar kabar mengejutkan ini. Jeni bahkan melepaskan sepatu tinggi nya hingga mengenai kening mike, darah segar mengalir dari kening mike tapi mike tidak berlari dari pukulan bertubu-tubi mama nya. Jika bukan karena kai yang menarik istri nya menjauh pasti mike akan berakhir seperti lala, aka dirawat.


"Kamu bisa nya apa sih mike? Jagain lala aja ga bisa, kalau sampai ada apa-apa sama lala mama ga bakal maafin kamu!" ujar jeni marah besar pada putra nya karena tidak becus menjaga lala.


"maafin mike ma, mike..."


"ga usah ngomong apa-apa, mama ga mau ngomong sama kamu sebelum mama tau kalau lala baik-baik aja" potong jeni menahan tangis nya agar tidak pecah.


"sabar ma, sekarang lebih baik kita kasih tau lisa sama bambam" jeni mengangguk lalu menjauh dari mike.


Rachel, rachel tidak percaya dengan apa yang ia lihat mike dipukuli oleh ibu nya sendiri karena tidak menjaga lala dengan baik. Apa hubungan mama nya mike dengan lala.


Rachel pergi keapotek untuk mengobati mike, melihat darah di kening mike masih mengalir. Setelah itu rachel mendatangi mike yang sedang duduk sendirian menunggu dokter yang memeriksa lala.


"hai, lo kesini?" tanya mike mengembangkan senyum paksa pada rachel.


"iya, gue dengar lala pingsan mangka nya gue kesini" mike menganggukan kepala nya.


"thanks udah datang"


"hm, lagian gue emang harus datang. Lala teman pertama gue" jawab rachel membuat mike menoleh kearah rachel.


"sini biar gue obatin" ujar rachel membasahi sapu tangan nya dengan air mineral


"obatin?"


"jidat lo berdarah" jawab rachel mengompres luka mike lalu memberikan alkohol serta obat merah, terakhir rachel menempelkan handiplast.


"makasih"


Rachel mengangguk lalu berkata ragu,


"tadi gue lihat" mike mengerutkan kening lalu mengangguk paham, rachel melihat nya.


"oh, salah gue. Gue ga bisa jagain lala dengan benar mangka nya nyokap kalap" jawab mike tersenyum paksa


"nyokap lo..."


"nyokap sayang banget sama lala, lala kayak anak bungsu nya mama. Apalagi sekarang orang tua lala lagi keluar negri dan lala dititipin kerumah. Rumah gue jadi rame, nyokap senang, lala itu penting buat kami"


Rachel tertegun, beruntung sekali lala dikelilingin oleh orang-orang yang sangat menyanyangi nya dengan tulus, rachel dapat melihat raut kesedihan diwajah mama nya mike tadi.


"jidat lo kenapa?" tanya tia yang baru saja datang setelah memberikan nilai rangkapan pada pak burhan.


"ga apa-apa" jawab mike membuat tia mengangukan kepala nya lalu duduk disebelah rachel. Tio tidak ikut menanyakan karena ia sudah tau betul kenapa dan mengapa mike dapat luka itu.


Jeni menatap sedih lala yang terbaring lemas, rasa nya jeni ingin sekali menggantikan posisi lala sekarang. Lala yang sudah ia anggap sebagai bungsu dirumah nya, Ia tidak sanggup melihat putri bungsu nya begini.


"mama.." panggil lala membuat jeni dengan cepat menghapus air mata nya.

__ADS_1


"kamu mau apa sayang? Minum?" tanya jeni membuat lala menggelengkan kepala.


"mama jangan nangis" jeni menatap putri bungsu nya kemudian menggeleng.


"mama ga nangis sayang" jawab nya tersenyum membuat lala ikut tersenyum.


"mam, jangan kasih tau mami ya" mohon lala, jeni terdiam


"mam.."


"iya sayang"


"janji mam"


"iya mama janji sayang, mama panggilin mike ya. Mama mau nelpon papa ngabarin kalau kamu udah siuman" lala mengangguk lalu kemudian jeni keluar dari kamar inap lala.


"mike, lala udah sadar"


"aku boleh masuk mam?" tanya mike membuat rachel dan tia secara bersamaan melihat kearah mike.


"hm"


Setelah mike, rachel, dan tia masuk jeni menelpon lisa.


"gimana keadaan lala mbak? Aku sama bambam lagi jalan kebandara"


"kenapa mbak?"


"lala ga mau kalian pulang, dia ga mau kalian khawatir"


"tapi mbak..."


"mbak mohon, mbak janji bakal ngabarin kamu setiap saat. Mbak paham perasaan cemas kalian disana, tapi lala sangat takut jika kalian khawatir"


"mbak janji bakal ngasih kabar tentang keadaan lala?"


"iya mbak janji"


"makasih mbak, maaf karna udah ngerepotin mbak"


"iya, nanti mbak hubungi lagi. Mbak mau kekantor mas mu"


Tut...


Bambam memeluk lisa yang sudah terisak, ia tau seberapa besar kekhawatiran istri nya sekarang. Yang pasti lebih dari nya.


Lala melihat luka dijidat mike, mama nya. Mike pasti habis dimarahi oleh mama tadi sewaktu ia tidak sadarkan diri.


"mau peluk abang, pengen nangis" ujar lala manja sambil merentangkan kedua tangan nya. Mike menghela nafas, lalu naik keatas bangsal lala dan memeluk lala erat. Sudah lama sekali lala tidak memanggil nya abang.

__ADS_1


Didalam pelukan mike lala menumpahkan tangis nya, rasa sesal didada nya sangat banyak. Bisa-bisa nya ia berpikir menjauhi mike tapi kenyataan nya mike lah orang yang selalu ada disamping nya, betapa bodoh nya lala.


"maafin lala" ujar lala serak, mike melepaskan pelukan nya lalu menghapus air mata lala.


"jangan jauh dari gue, ga bakal ada orang yang bisa jagain lo lebih dari gue" lala kembali mengangguk lalu masuk lagi kedalam pelukan mike.


"miki, lapar" ujar lala pelan.


"ga denger"


"abang lala laper"


"yo, tolong belikan makan buat lala, sekalian permen lolipop" pinta mike membuat tio mengangguk.


"iya, kalian mau pesan apa?"


"gue minum aja" jawab tia dan rachel kompak


Rachel dan tia sama-sama menikmati pemandangan didepan mereka, sosok manja lala dan sosok keabangan mike.


Lala melepaskan pelukan nya lalu menyapa rachel dan tia.


"hai achel, ti" sapa nya sambil melambaikan tangan. Tia langsung menghampiri lala.


"maafin gue ya la, kalau gue tua bakal kayak gini gue ga bakal ninggalin lo sendiri"


"gue udah ga apa-apa ti, lagian bukan salah elo juga kok"


"tapi la..."


"tia, gue benar ga apa-apa" tia mengangguk walaupun rasa bersalah itu masih ada dihati nya.


"achel, kesini sendiri?" tanya lala pada rachel.


"iya"


"nanti pulang dianterin miki ya"


"gue bisa pulang sendiri kok"


"abang mau kan?"


"iya"


"Tuh, miki mau kok"


"oke"


S A M U D E R A – L A L A -

__ADS_1


__ADS_2