
Perasaan mike tidak enak, ia seperti merasakan lala sedang tidak baik-baik saja.
"yo, ikut ga kekelas lala?" ujar mike sambil membawakan lala susu rasa stroberi kesukaan gadis itu.
"ikut lah, siapa tau kan lala jadi suka sama gue" jawab tio semangat.
"ngarap lo"
"setiap orang punya mimpi, dan mimpi gue jadi pacar nya lala" jawab tio berjalan mendahului mike.
"mimpi lo kejauhan, belum sampai langit udah jatuh ketanah lagi" kata mike santai tapi berdampak buruk untuk hati tio.
"lo kok ngomong nya gitu sih sama temen sendiri juga"
"gue ga mau lo patah hati, itu aja"
"najis kata-kata lo mike, amit-amit"
Mike menghiraukan tio, ia masuk duluan kedalam kelas lala.
"ya, lala mana?" tanya mike pada tia yang serius pada novel nya
"boker" jawab tia tanpa menoleh kearah mike.
"oh, udah lama?" tanya mike lagi
"lumayan, dari pas istirahat ganti baju"
"lala amat, biasa nya lala boker Cuma dua menitan" kata mike yang langsung dapat sahutan dari tio.
"lo kira boker kencing yang dua menit selesai"
"lala sama siapa?"
"sendiri"
"sendiri?" tanya mike memastikan membuat tia mengngguk.
"****!"
"lo cari samudera suruh dia kewc tempat lala boker!" perintah mike pada tio.
"lala kenapa?"
"PANGGIL AJA CEPAT!" teriak mike kesal lalu berlari ke wc dimana lala tadi boker, tia mengikuti lari nya mike.
"LA, LALA! LO DIDALAM?" tanya mike mengetuk pintu wc dengan khawatir.
"miki..hiks...."
Dada mike bergemuruh mendengar lala didalam.
__ADS_1
"lo mundur" ujar mike membuat lala dengan susah payah mundur kebelakang.
Dengan kekuatan tenaga mike mendobrak pintu wc hingga rusak.
"mi...ki..." ujar lala kesusahan, mike langsung mencari alat bantu pernafasan yang selalu ia bawa kemana-mana untuk berjaga-jaga jika asma lala kumat. Mike membantu lala untuk bernafas, dibelakang nya tia menangis, jika ia tahu sahabat nya bakal seperti ini mana mungkin tia meninggalkan lala sendiri.
"mike...hikss" setelah nafas nya mulai teratur lala memeluk mike erat, mike nya kembali menjadi pahlawan nya. Mike nya.
"la..lala" ujar mike cemas ketika lala diam tidak berbicara.
Samudera berlari seperti orang kesetanan, setelah diberi tau tio samudera langsung berlari ke wc perempuan.
"lala kenapa?" tanya nya cemas saat mike menggendong lala.
"dia dikerjain" jawab mike singkat, samudera melihat wajah pacar nya pucat pasih dengan bibir membiru, baju nya pun basah kuyup dengan air comberan. Samudera melepaskan jaket yang ia pakai lalu memakai kan nya kepada lala. Samudera menelpon kakek nya.
"kek, sam pinjam mobil"
"lo bawak lala kerumah sakit, pakai mobil kakek gue. Gue masih ada urusan, kalian duluan" ujar samudera membuat tia dan mike mennagguk.
"yo, tolong ambil kunci mobil kakek nya sam, cepat!" tio yang baru sampai setelah berlari pun langsung berlari lagi keruang kakek nya samudera.
Mike membawa lala kerumah sakit terdekat.
Bayu dan dodi membawa paksa kania sedangkan sasa dan carisa mengikuti mereka dari belakang.
"lepas, gue bilang lepas!" ujar kania memberontak membuat dodi menyahut.
Bayu dan dodi membawa kania ketengah lapangan dimana samudera sudah menunggu kania, carisa, dan sasa
.
"lo, lo, lo, lo, lo ambil air cuci piring dari semua penjual kantin!" ujar samudera menunjuk asal kerumunan anak-anak dilapangan.
"sam- samudera..." ujar kania bergetar hebat.
"lo, lo, lo, cari air comberan!"
"dod, ambilin gue parang mang asep. Gue mau motong tangan mereka" ujar samudera santai.
Samudera mendekat kearah mereka bertiga, dengan gerakan bruntal samudera melepaskan baju kania, sasa, carisa hingga kancing-kancing baju mereka bertebaran dilapangan. Semua menatap samudera tidak percaya, pemandangan yang mereka lihat mengerikan sekaligus membahagiakan bagi kaum adam.
Mereka mencoba menutupi baju mereka yang sudah dilepaskan paksa oleh samudera, jangan ditanya seberapa takut mereka sekarang. Mereka bahkan sudah menangis hebat, tapi samudera menulikan telinga nya.
Tidak lama kemudian orang yang disuruh samudera mengambilkan air cuci piring,air comberan, serta parang mang asep datang.
Samudera dengan santai nya menumpahkan air cucian piring kemereka bertinga, hingga dalaman mereka tertampak, percuma mereka menutupi nya karena sangat jelas dan nyata. Dibantu dengan bayu , samudera kembali menumpahkan air cuci piring ke atas kepala kania, sasa, dan carisa.
"sam, maafin gue... sama teman-teman gue" ujar kania memohon dikaki samudera, kania menjatuhkan harga diri nya.
Brukkk
__ADS_1
Samudera menendang kania hingga terpental.
"lo kira dengan minta maaf lala gue bakal baik-baik aja?! Ga, lala gue hampir mati kalau mike ga cepat datang tadi! Ga ada maaf untuk kalian!"
Lagi, samudera menyiram kania, sasa, carisa dengan air comberan.
Byurrr
"gimana rasa nya, em?"
"sam.. g-gue benar-benar minta maaf"
"GUE BILANG GA ADA MAAF BUAT KALIAN!" teriak samudera marah lalu melempar ember sehingga mengenai kepala kania.
"DO, MANA PARANG?" ujar samudera membuat dodi memberikan parang pada samudera.
"siapa tadi yang numpahin air comberan ke lala?" tanya samudera membuat ketiga nya mengesot mundur.
"gue lagi nanya, siapa yang numpahin air comberan ke lala!"
"GUE BILANG SIAPA?! SIALAN!"
"ah, masih ga ada yang mau buka mulut ternyata, em. Oke ini mau nya kalian gue bakal motong tangan kalian bergiliran, siapa yang mau duluan?" tanya samudera seperti seorang psycho membuat orang-orang yang melihat kejadian itu ngeri, termasuk para guru. Tidak ada yang berani menghentikan samudera apalagi kakek nya, Baskara.
"gue hitung sampai tiga"
"satu..... d..dua.....tigaaaa, oke kania duluan karena lo ketua dari mereka berdua"
"g-gue mohon jangan sam"
"APA LO BILANG! CK, GUE GA PUNYA HATI BUAT KASIAN SAMA ELO!"
"SAMUDERA!" teriak baskara ketika samudera akan benar-benar memotong tangan kania. Tapi, samudera menghiraukan teriakan kakek nya.
"ayo kita lihat keadaan lala sekarang" ujar baskara membuat pergerakan samudera terhenti.
"sam..." panggil baskara pelan, samudera mengangkat tangan nya tanda mengerti.
"minta maaf ke lala setelah itu cari sekolah yang mau nerima kalian bertiga. Ingat yang gue bilang yang MAU karna gue pastikan kalian ga bakal bisa sekolah dimana pun itu" ujar samudera dengan suara lantang lalu berbalik menghadap kedua sahabat nya.
"kak, tolong balikan ke mang asep ya" ujar dodi sopan pada kakak kelas nya itu, cantik. Hanya saja bukan saat nya dodi bermodus-modusan.
"kek, jadi apa engga?" tanya samudera kembali normal
"i-iya jadi" jawab baskara lalu berjalan kearah pak budi.
"saya boleh pinjam mobil pak budi?"
"boleh pak, ini kunci nya"
"SAM, BAY, DOD, AYO"
__ADS_1
S A M U D E R A – L A L A