Cita Cinta Lala

Cita Cinta Lala
Lala -31


__ADS_3

Lala mendatangi rumah candra, dan meminta cowok itu untuk mengantar nya ke mini market. Ia sangat ingin permen lolipop.


"cacan ayo dong, gue janji lo cuma nganterin gue aja. Nanti pulang nya gue minta jemput bokap, yayyaa" pinta lala membuat candra menganggukan kepala nya.


"awas lo ya minta antar pulang juga, gue mau futsal soal nya" jawab candra sambil menunjuk wajah lala.


"iya gue janji" jawab lala senang lalu naik keatas motor candra.


Candra menghentika motor nya tepat didepan minimarket tempat yang diinginkan lala. Lala turun dari motor candra lalu mengalurkan tangan nya seperti orang yang ingin meminta sesuatu, candra mengerutkan kening.


"apaan?" tanya nya.


"bagi duit dong, gue lupa bawak duit. Hehehe"


Candra menghela nafas, tetangga nya ini memang seribu satu. Sudah tau pergi ke mini market tapu tidak membawa uang. Emang dasar akal-akalan lala saja ingin memalak nya.


Candra mengeluarkan uang 20.000 dari dompet nya.


"ini" kata nya yang langsung diterima oleh lala.


"makasih ya cacan" ujar nya senang.


"hm, gue berangkat"


"iya hati-hati ya cacan"


Dari dalam rachel mengerutkan dahi, itu candra dari SMA Nusa Bangsa. Dari mana lala mengenal cowok itu? Dan rachel bingung banyak sekali teman lala, entah dari mana ia dapatkan.


Lala masuk dengan perasaan senang, ia memang sengaja tidak membawa uang. Hehe.


Lala mengambil lolipop kesukaan nya lalu membayar pada rachel.


"buat lo" ujar lala memberikan satu permen lolipop nya.


Setelah memberikan satu lolipop nya untuk rachel lala keluar dari mini market, karena ayah nya masih belum menjemput lala duduk-duduk diteras mini market sambil menikmati lolipop nya dan menatap bintang-bintang dilangit.


"thanks permen nya" ujar rachel lalu duduk disebelah lala, lala menoleh kearah rachel sambil tersenyum.


"lo ga dimarahin sama boss lo?" tanya lala ketika rachel ikut menikmati lolipop nya.


"gue udah pulang" jawab rachel membuat lala mengut-mangutkan kepala.


"udah pulang?"


"hm, gue kerja dari jam 3 sampai jam 7"


"ooo"


"gue pernah mau jadi bintang" kata lala membuat rachel menoleh kearah nya.


"maksud gue, semua orang kalo natap bintang selalu takjub. Dan gue pengen jadi bintan, yang kalo orang lihat gue sama kayak orang lagi natap bintang dilangit" kata lala lagi, rachel menghentikan emutan lolipop nya, filosofi lala pada bintang sama seperti nya.


"tapi kata miki gue ga cocok jadi bintang, kata nya gue lebih cocok jadi matahari. Haha emang ada-ada aja sih miki"


"ngomong-ngomong lo emang cocok jadi matahari kali" sahut rachel setelah mengetahui kepribadian lala.


"engga la, gue cocok nya jadi bintang dan elo bulan nya"


"bulan?"


"iya, bintang kan selalu nemenin bulan nya, gue juga gitu ke elo jadi kalo elo butuh apa-apa atau lo mau minta tolong apa gue bakal ada buat elo" jawab lala membuat hati rachel sedikit bergetar.


"tapi gue mau jadi bintang, gimana?"


"yaudah elo jadi bintang gue bulan nya" jawab lala tersenyum.


"gue dong yang nemenin bulan"


"siapa yang menemani siapa ga penting, karna kalo bulan atau bintang mau mereka bisa saling nemenin tanpa harus ngomong dulu"


Lagi-lagi rachel menatap lala takjub.


"oh iya gue hampir lupa, makasih ya" ujar lala menepuk jidat nya.

__ADS_1


"makasih?"


"lo udah nolongin gue pas lagi dicegat sama preman, ngomong-omong lo hebat"


Rachel mengangguk paham.


"hm"


Drt...drt...


Lala mengecek ponsel nya nama papi nya tertera disana.


"bentar ya, bokap gue" rachel mengangguk


"hallo pi"


"papi ga bisa jemput kamu, papi masih ada rapat sekarang"


"yah papi"


"minta jemput mike atau mami kamu aja"


"iya iya"


"maaf ya sayang"


"iya papi, selamat mencari uang papi"


"main kerumah gue yuk" lala mengajak rachel main kerumah nya.


"ga deh, gue pulang aja" tolak rachel


"yaelah, kali-kali main rumah gue" ujar lala menyeret rachel berdiri, mau tidak mau rachel ikut dengan lala.


"naik angkot ya, lo ga apa-apa kan?"


"gue biasa nya juga naik angkot, murah"


"MAMI LALA PULANG" teriak lala membuat lisa balas berteriak


.


"MASUK UCAPIN SALAM LALA"


Lala mengajak rachel keluar lagi lalu baru masuk dengan memngucapkan salam.


"ASALAMUALAIKUM MAMI, LALA PULANG NIH BAWAK TEMEN" teriak nya membuat rachel geleng-geleng kepala, lucu.


"siapa lagi yang kamu bawak pulang la?" tanya lisa keluar dari dapur.


"eh, siapa ini cantik sekali" lisa meghampiri rachel.


"rachel tante"


"panggil mami dong"


"iya mam-mami"


"yuk kita makan, kebetulan mami baru aja udah masak" ajak lisa pada rachel.


"lala mi?"


"kamu kan bisa jalan sendiri, tau dapur kan" jawab lisa judes.


"nasib anak tiri emang gini"


"ngomong apa kamu barusan?" tanya lisa berbalik


"ga ada mi, tadi ada angin lewat gajah terbang" jawab lala auto ngarang.


"makan yang banyak ya rachel" ujar lisa mengambilkan rachel nasi plus lauk nya.


"nama nya achel mi"

__ADS_1


"rachel"


"ACHEL MAMI"


"iya iya, achel"


"makan yang banyak ya sayang, anggap aja rumah sendiri"


"iya mi" jawab rachel mengangguk sungkan.


"lala ga diambilin mi?"


"biasanya juga ngambil sendiri, manja banget sih"


"mami jahat, aduin papi nih ya"


"apa deh kamu la, udah makan sana"


Lala berbisik pada rachel.


"makan yang banyak" kata nya berbisik.


"LAMLEKOM"


"MIKE SALAM YANG BENAR"


"ASSALAMUALAIKUM"


Lala langsung berlari kearah mike lalu memeluk mika.


"miki mami jahat" adu nya membuat mike mengkode lisa, sedangkan lisa mengangkat kedua bahu.


"udah mike biarin aja, sini ikut makan" ujar lisa membuat mike mangngguk dan mengajak lala makan lagi.


"eh, ada achel" ujar mike membuat rachel memutar bola mata nya malas.


"kalian udah saling kenal?"


"udah mi, calon mike ini"


"pintar kamu mike, achel cantik, tinggi, putih cocok jadi model"


"lala juga cocok jadi model kali mi"


"elo mah cebol, yang ada elo langsung ditolak" kata mike membuat lala cemberut.


"mami kok ketawa sih"


"kan kenyataan"


"adu papi ni ya" ujar lala bangkit dari duduk nya.


"mau kemana la?" tanya lisa


"kantor papi"


"jangan dong la, mami becanda cuman" ujar lisa mencegat putri nya.


"mami sih ngeselin"


"lala anak mami yang paling cantik, kamu cocok kok jadi model internasonal. Iya kan mike, chel?"


"iya mi" jawab mike dan rachel kompak.


"keluarga mereka emang kayak gini, unik" ujar mike membuat rachel memutar bola mata nya, orang tuli sekali pun pasti tau kalau keluarga lala unik.


"apa lala bilang, lala tu emang cocok jadi model internasonal. Cuma gimana ya lala kan sibuk sekolah, nati nilai lala ketinggalan"


"iya sayang, yuk kita makan lagi"


Mike menggeleng-gelengkan kepala, percaya diri sekali.


S A M U D E R A – L A L A

__ADS_1


__ADS_2