
Malam nya mike main kerumah lala seperti biasa nya ia datang sambil membawa permen lolipop kesukaan lala.
"makasih miki" ujar lala senang menerima lolipop dari mike.
"lo mau gue lakuin apa lagi nih" ujar lala hilang sudah senyum nya, ia tau mike pasti sedang menyogok nya sekarang.
"rachel kerja di mini parket perempatan jalan, lo sering-sering ya beli jajan disana. Deketin, dia kayak nya ga punya teman" jawab mike membuat lala mengerucutkan bibir nya.
"sering-sering jajan? Gue ga punya duit ah" jawab nya menggeleng.
"pake duit gue" kata mike membuat senyum lala merekah.
"oke deal."
"deal"
Lala menikmati lolipop nya sambil menonton tv, mumpung ada mike jadi dia punya teman sebelum orang tua nya pulang. Itung-itung menemani nya sampai orang tua nya pulang.
"buatin gue teh gih!" perintah mike membuat lala mendegus kesal.
"buat sendiri sana, enak aja nyuruh-nyuruh gue" jawab nya kesal.
"sekali-kali la, gitu amat sih lo"
"iya-iya" jawab lala bangkit dari duduk nya.
Didapur lala bingung sendiri bagaimana cara membuat teh, setaunya gula dan celupin teh nya digelas. Yang ia tidak tau seberapa kah takaran gula nya.
Lala tidak ada pilihan selain menghampiri bik surti yang sedang menggosok pakaian.
"bik, lala mau tanya dong. Kalo buat teh gula nya berapa sendok ya?"
"satu setengah sendok non, tumben buat teh?"
"maksih ya bik, buat si miki bik"
Lala kembali kedapur dengan berbekal sedikit pengetahuan lala mencoba membuat teh yang bisa diminum.
"nih, minum" ujar lala memberikan teh yang ia buat pada mike.
"kurang manis lala" ujar mike setelah menimun teh nya.
"yaudah lihat gue aja, gue kan manis" jawab lala sambil meletakan kedua tangan nya diatas dagu, bergaya seperti artis korea yang imut-imut.
"yang ada pahit"
"yee, diminum aja kali, lagian kalo manis ntar lo diabetes. Mama jeni jadi khawatir lagi"
"ck, kebiasaan banget sih ga mau disalahkan"
"biar, wlek"
S A M U D E R A – L A L A
Lala memulai misi nya, dari pulang sekolah ia dan tia sudah nangkring di mini market perempatan. Menurut info dari mika, rachel bekerja paruh waktu disini.
"kok lama ya, apa jangan-jangan miki boong lagi" ujar lala duduk diantara cemilan, sudah setengah jam ia dan tia menunggu tapi rachel belum juga datang.
"sabar kali la, dia pulang makan dulu paling" jawab tia melipat tangan nya didada.
"tapi tetap aja ti, gue telpon miki aja deh"
__ADS_1
"itu rachel" ujar tia membuat lala langsung berdiri danmenatap lurus kedepan, benar yang sedang melayani orang yang membayar itu rachel. Mike tidak berbohong.
Lala menarik nafas dalam-dalam lalu mengelurkan nya perlahan.
"oke misi dimulai" ujar lala penuh semangat, ia mengambil permen lolipop kesukaan nya dan cemilan yang lain nya.
"ti, lo ambil apa aja seterah" ujar lala mengedipkan sebelah matanya sambil mengangkat kartu ATM milik mike.
"kalau gitu cusssss" jawab tia ikut senang.
Setelah semua merasa sudah membeli apa yang mereka inginkan, lala dan tia ikut mengantri untuk membayar.
Saat tiba giliran lala, lala berpura-pura terkejut melihat rachel.
"ELO!" pekik nya tidak percaya.
Rachel memutar bola matanya malas. Ia tidak memperdulikan lala, rachel sibuk menghitung berapa belanjaan yang dibeli oleh lala.
"103.300" ujar rachel datar.
"bentar," ujar lala lalu mengambil alhi belanjaan tia.
"sekalian" kata nya membuat rachel mendengus kesal, kanapa tidak sekalian tadi. Pikir nya.
"187.500"
Lala tersenyum ceria lalu memberikan kartu ATM milik mike.
"makasih" kata lala diiringi senyum ketika rachel memberikan kartu ATM.
"hm"
"dah achel" ujar lala dan tia kompak sambil melambaikan tangan mereka kearah rachel.
"garing" ujar rachel tersenyum kecut.
Lala sampai kerumah nya dengan selamat sentosa, tadi tia memaksa nya naik angkot. Lala menolak karena dia memang takut naik angkot.
"lo pulang naik apaan?" tanya lala sambil membuka bungkus permen nya.
"naik angkot, lo?" tanya tia balik.
"emang lo berani?"
"lah emang ada salah sama angkot? Jangan bilang lo ga pernah naik angkot ya?"
"ih, pernah kok. Sekali itu pun sama mami" jawab lala mengingat-ingat.
"bang..." tia menyetop angkot jurusan arah kerumah lala.
"gue ga mau ti, gue nelpon mike aja deh" tolak nya bersembunyi dibelakang tia.
"ga papa kali la, sekali-kali lo harus mandiri ga usah ngerepotin mike mulu"
"bang, anterin temen gue dengan selamat yak" ujar tia memaksa lala masuk kedalam angkot.
"siap neng, neng ga sekalian?"
"beda arah bang"
"TIA!" Pekik lala kencang tapi tia menghiraukan lala, sekali-kali sahabat nya itu harus mencoba hal-hal baru.
__ADS_1
Lala menatap sinis bang angkot nya membuat bang angkot terkekeh geli.
"baru pertama kali naik angkot neng?" tanya nya
"ga, udah dua kali"
Bang angkot mengangguk lalu menghidupkan lagu diradio. Lagu 'lagi syantik, sibad' lah yang melantut. Lala awal nya tidak tertarik tapi ketika bang angkot menyanyi dengan gaya mempergakan sibad membuat lala tertawa terpingkal-pingkal.
"kocak lo bang" kata nya
"ga takut naik angkot lagi neng?"
"kayak nya engga deh bang" jawab lala terkekeh bukti nya dia nyampai dengan keadaan selamat.
"jadi neng kapan mau turun nya?"
"eh, lupa gue bang. Berapaan bang?"
"tiga rebu neng"
"WHAT! SERIUSAN CUMA TIGA RIBU?" teriak lala membuat bang angkot menutup tilinga nya.
"emang nya eneng mau berapa, 1000?. Ga dapat uang minyak abang mah kalu begitu"
"ga bang" jawab lala tersenyum memberikan uang 5000.
"udah pulang lo? Kok ga nelpon gue?" tanya mike terkejut melihat lala masuk kedalam rumah.
"maksud lo yang berdiri disini siapa? Jelas-jelas gue udah pulang malah ditanya-tanya" jawab lala memutar bola matanya kesal.
"dianter tia?" tanya mike lagi.
"miki, gue naik angkot" jawab lala sambil menaiki tangga.
"APA!, LO GA APA-APAKAN LA? ADA YANG NYAKITIN ELO PAS DIANGKOT? TAS LO DIRAMPOK?" tanya mike bertubi-tubi sambil membolak-balik badan lala.
"miki gue baik-baik aja, lo lebay ah" jawab lala malas.
"besok-besok ga boleh naik angkot!"
"lah kenapa? Gue yang naik angkot kok lo yang sewot"
"lala, lo ga dengar berita serem diangkot? Gue ga mau sampe kejadian sama elo" jawab mike memegang kedua bahu lala.
"amit-amit mike, iya deh gue ga bakal naik angkot"
"bagus, telpon gue atau pacar elo"
"iya miki"
"gimana? Berhasil?" tanya mike menyusul lala masuk kekamar.
"YA BELOM LA MIKI, LO PIKIR MISI DARI LO GAMPANG? SUSAH KALI" jawab lala berteriak.
"makasih ya lala" kata mike tersenyum sumbringan kearah lala.
"iya"
Lala ikut tersenyum, apapun akan dia lakukan agar melihat mike terus tersenyum.
S A M U D E R A – L A L A
__ADS_1