Cita Cinta Lala

Cita Cinta Lala
Lala-18


__ADS_3

#18


Hiruk-piruk pasar malam membuat mata lala berbinar senang, sudah lama sekali ia tidak pernah ke pasar malam. Terakhir sewaktu kenaikan kelas tiga, itu pun karena mike sudah berjanji membawa nya kepasar malam.


"sammy naik itu yuk" ujar lala menunjuk kicir-kicir, samudera menatap kicir-kicir sejenak lalu mengangguk.


"yey, ayo baby" pekik lala senang sambil menggandeng tangan samudera.


"miki, lo jangan kemana-mana ya" pesan lala sebelum ia dan samudera naik kicir-kicir..


"mike ga naik?" tanya samudera berbasa-basi


"engga, miki takut ketinggian" jawab lala masuk kedalam kicir-kicir diikuti samudera.


"trus kenapa ikut?"


"nemenin aku" jawab lala tersenyum senang, entah lah samudera merasa ia kurang banyak tau tentang lala nya. Didadanya samudera juga merasa sesak, mike pasti punya rasa untuk lala. Kalau pun iya samudera akan memastikan lala nya tidak akan pernah berpaling dari nya.


"MIKI. MIKI" teriak lala senang dari atas sana sambil melambai-lambai kearah mike yang berdiri dibawah mereka, selalu saja begini karena mike belum bisa menghilangkan phobia ketiggian nya jadi lah mike hanya bisa lala dari bawah begini.


Mike melihat-lihat asosoris penjual, lucu. Ujar mike pelan.


"berapaan mas? " tanya mike sambil melihat-lihat kumpulan gelang.


"sepuluh rebuan aja, murah meriah"jawab pedagang itu sambil mengipas-ngipas gelang-gelang dengan uang ditangan nya.


"mahal amat mas" celutuk lala muncul dengan samudera menggandenganya, mike menoleh kearah lala.


"harga pasaran emang segitu neng" jawab penjual gelang.


"udah?" tanya nya.


"hm"


"tumben cepet? Biasa nya juga sampai 3 kali keliling baru turun"


"tadi gue lihat lo ga ada dibawah mangkanya gue sama sammy cepat-cepat turun" jawab lala cemberut.


"gue udah gede kali la, mana mungkin gue ilang"


"yayya"


"sammy mau gelang juga?" tanya lala yang langsung diangguki oleh samudera.


"dua sepuluh ribu kan ya mas?" tanya lala membuat penjual gelang itu menggeleng cepat.


"belum bisa neng, dua ya dua puluh rebu"


"gelang begini aja mahal amat mas, mas" ujar lala melihat lagi tumpukan gelang-gelang.


"kalau ga mau beli ya udah mbak"


"yeee, siapa juga yang mau beli disini. Kita bisa kok ketempat lain dan yang pasti nya harga nya bisa ditawar" ujar lala menarik samudera dan mike menjauh.


"lo pake acara pergi-pergi aja, gue punya uang kok" gerutu mike melepaskan paksa tangan nya.


"uang 20.000 aku juga punya sayang" ujar samudera lembut.

__ADS_1


"aduh, ini tu bukan masalah punya uang atau engga tapi masalah tawar menawar yang benar" jawab lala tidak mau kalah.


"lihat aja ya, nanti juga mas-mas nya bakal manggil aku lagi" kata lala membuat samudera dan mike mengangkat bahu kompak.


"MBAK, MBAK" teriak penjual asosoris membuat lala tersenyum penuh kemenangan.


Lala berbalik menghampiri penjual asosoris diikuti oleh samudera dan mike.


"jadi mas?" tanya lala


"10.000 dapat dua, neng pilih aja mau yang mana" jawab penjual sambil menunjuk gelang-gelang.


"sammy, miki, kalian pilih mau yang mana" kata lala ceria lalu memberikan uang sepuluh ribu pas pada pedagang.


"sini gue pakein" ujar lala memakai kan mike gelang karena mike dari tadi terlihat kesusahan memakai gelang nya.


"gini aja ga bisa lo"


"gue emang bisa kali"


"baby sini biar aku pakain" ujar lala dengan suara lembut membuat nya mendapat cibiran dari mike. Samudera dengan senang hati menyerahkan tangan nya pada lala.


Setelah gelang dapat lala dan yang lain nya berburu kuliner ala-ala pasar malam, dari sate, bakso, mi ayam, jus mangga, jus jeruk semua mereka coba termasuk permen kapas. Permen kapas adalah buruan terakhir mereka, memang sudah rencana lala dari awal nya jika permen kapas menjadi target akhir dari buruan mereka.


"kenyang?" tanya samudera pada lala, lala hanya menyegir kemudian menjawab.


"banget, hehe"


"perut kuli sih"


"bodok"


"iye"


"my baby, aaaa" ujar lala menuapi samudera permen kampas, samudera menerima nya.


"lho baby, gelang kamu mana?" tanya lala ketika hendak menyuapi samudera lagi, samudera yang masih mengunyah pun langsung mengecek tangan nya, benar gelang nya ilang.


"aku cari bentar" pamit samudera yang langsung dicegah oleh lala.


"ga usah ah, gelang 5000-an doang kok"


"pulang yuk, udah malam" samudera mengangguk paksa.


"ayo"


Sementara mike masih berkeliling dipasar malaml menikmati hiruk piruk keadaan sekitar nya, ia masih mau disini.


Brukkk


Mike menabrak seseorang karena keteledoran nya sendiri.


"maaf, maaf gue ga sengaja" ujar mike penuh penyesalan sambil membantu gadis yang ia tabrak, mike mengajak gadis itu duduk bangku sekitar pasar malam.


Gadis itu bersandar pada senderan kursi, sedang kan mike dia tidak tau harus melakukan apa.


"gue boleh cerita ga?" ujar gadis disebelahnya, mike mengangguk ragu.

__ADS_1


"cerita aja"


"gue pengen mati, tapi ga tau gimana cara nya. Lo punya ide?" tanya gadis itu membuat mata mike melotot nayris keluar, ingin sekali mike meneriaki gadis disebelah nya namun ia urungkan.


"lo tau rasa nya ga dianggap sama orang yang penting dalam hidup lo? Sakit, sesak, dan salah satu nya pengen mati. Dari kecil orang tua gue ga pernah peduli sama gue, dan lucu nya pembantu gue yang peduli sama gue. Dunia kejam buat gue yang selalu tersisih dikeluarga, kakak gue udah jadi model sukses, abang gue nilai ipk nya selalu 3,9 bahkan 4,0. Orang tua gue bangga sama mereka berdua" ujar gadis itu sambil menatap langit, mike menoleh kearah samping. Gadis itu menangis.


"gue juara umum, olimpiade sampai keluar negri pun orang tua gue ga mau tau. Mereka malah tambah ngerendahin gue. Yang ngambil rapot sekolah gue selalu pembantu gue, sampe-sampe gue diejek anak pembantu. Tapi that oke, setidak nya masih ada yang peduli sama gue"


"gue pernah bunuh diri tapi sial nya gue selamat" ujar gadis itu tersenyum kecut. Mike menggelengkan


kepala nya, gila.


"lo percaya kalau gue anak sial?" tanya nya membuat mike menggeleng.


"ck, lo harus percaya karena itu kenyataan nya. Orang tua gue ngangap kalo gue itu pembawa sial. Ck"


"gue pengen jadi bintang, yang semua orang terkagum-kagum ketika melihat nya bersinar"


Gadis itu terdiam begitu juga mike. Setelah cukup lama terdiam gadis itu bangkit dari duduk nya.


"gue lega, ternyata cerita sama orang ga dikenal lebih meringankan beban gue. Thanks udah dengerin"


kata gadis itu tersenyum tulus membuat mike terpana sesaat.


"hm"


"dan semoga kita ga ketemu lagi. Bye"


Mike menatap gadis itu hingga hilang dikerumunan orang, setelah gadis itu bercerita entahlah dada nya


ikut terasa nyeri, sesak.


Setelah mengantar lala sampai kerumah nya samudera kembali lagi kepasar malam, mencari gelang nya


yang hilang tadi.


Samudera tidak peduli seberapa murah harga gelang itu, yang ia pedulikan gelang itu dari gadis nya. Tiga jam samudera mencari tapi tidak ia temukan, hingga pasar malam bubar baru lah samudera menemukan gelang nya yang tersangkut di ranting dekat kora-kora dimana mereka tadi makan bakso disana. Samudera tersenyum senang bahkan ia berteriak kenacang.


Pagi nya seperti biasa samudera menjemut lala untuk pergi kesekolah bersama.


"lho baby, gelang nya? Kok?" tanya lala menunjuk tangan samduera.


"semalam aku balik lagi ke pasar malam, dan kamu tau gelang nya nyangkut diranting dekat kita makan bakso" jawaban samudera membuat lala terharu. Gelang 5000-an seperti itu begitu berarti oleh sammudera.


"mata kamu kayak panda, sebenar nya kamu ga usah cari kita bisa beli yang lain" jawab lala memeluk samudera.


"ini pemberian kamu yang pertama, masa iya aku biarin hilang" kata samudera melepaskan pelukan mereka sambil memegang kedua bahu lala.


"tapi kan itu harga nya Cuma 5000"


"berapa pun harga nya aku ga peduli, kalau itu dari kamu"


"meler nih" jawab lala tersenyum malu membuat samudera tersenyum geleng-geleng.


"ayo berangkat sekaloh"


"let's go"

__ADS_1


S A M U D E R A – L A L A


__ADS_2