
#15
Samudera bangun lebih dulu dibandingkan ria adik nya yang masih tertidur pulas, diam-diam senyum samudera terbit karena melihat pose tidur adik nya yang seperti sedang berpose dalam foto model. Dengan telaten samudera membuka pempres ria dan memakai kan celana ria. Samudera selalu heran pada ria diumur nya yang sudah menginjak hampir lima tahun tapi masih mengompol seprti bayi saja.
"abang jangan dibuka silau" racau ria dengan suara khas bangun tidur, samudera segera menghampiri adik nya.
"anak cantik harus bangun pagi, oke sayang" ujar samudera mendudukan ria, ria menggelengkan kepala nya lalu tidur lagi.
"tapi kan lia masih kecil" ujar nya memejamkan matanya membuat samudera tersenyum.
Samudera membiarkan saja ria tidur, ia harus mandi bersiap kesekolah lalu menjemput lala.
Setelah memakai seragam dan sepatu nya samudera segera memasukan bukunya kedalam tas.
"eh, maaf mbok" ujar samudera yang hampiri menabrak mbok mirna ketika membuka pintu, mbok mirna tersenyum dengan wajah yang sudah hampri dimakan usia itu.
"ga papa den, ini mbok buatkan susu untuk den sam sama non ria" ujar mbok mirna, samudera langsung meminum susu nya hingga kandas.
"makasih mbok, ria masih tidur nanti aja ngsih susu nya kalau dia udah bangun. Aku berangkat mbok, assalamuaikum" pamit samudera lalu dengan berlari ia menuruni tangga.
"den jangan lari-lari nanti jatuh!" peringat mbok mirna cemas.
"aku buru-buru mbok" ujar samudera membuat mbok mirna hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela nafas atas kelakuan anak majikan nya yang selama ini ia rawat selayak anak nya sendiri.
Sementara di kediaman nya lala menunggu samudera dengan gelisah karena jam sudah menunjukan pukul tujuh lewat.
"mau bibik pesanin ojek atau taksi non?" tanya bik surti ikut cemas, pasal nya bik surti sangat mengenal anak majikan nya ini, lala sangat anti dengan terlamat. Nah dari pada dia terlambat lebih baik dia tidak masuk dan lebih memilih tidur atau nonton drakor.
"ga usah bik, palingan bentar lagi sammy datang" jawab lala terus menatap jam tangan nya gusar. Berkali-kali lala menelpon samudera namun cowok itu sama sekali tidak mengangkat telpon nya, lala juga banyak mengirim pesan pada samudera namun belum dibaca oleh samudera.
"tau ah, sammy lama aku mau mager sekolah" rajuk lala sambil menghentakan kaki nya ditanah. Tepat saat lala berbalik saat itu pula motor samudera masuk kepakaran rumah lala. Lala membalik badan nya dengan wajah cemberut, samudera segera turun dari motor nya lalu memasangkan lala helm
"maaf ya aku lama" ujar samudera dengan pelan, ia tahu pacar nya pasti kesal karena manunggu lama.
"iya ga papa, lain kali kalo ga bisa jemput sms. Biar aku naik ojek" jawab lala naik ke atas moge samudera.
"tapi kan aku jemput kamu"
"iya-iya bawel" jawab lala memeluk pinganggang samudera.
S A M U D E R A – L A L A-
Lala memeluk erat perut samudera menenggelamkan kepanya disana.
"pulang aja yuk" ujar nya pelan, pasalnya ketika mereka datang kesekolah pagar sudah terkunci. Mereka terlambat.
"jangan sayang, katanya sekolah penting jadi kita harus sekolah. Lebih baik terlambat dari pada ga sekolah" jawab samudera bijak membuat lala menggeleng.
"pulang aja yayayaa" pinta lala, samudera melepaskan helm nya lalu berputar menghadap lala.
"kita lompat pagar, oke" ujar samudera lembut.
__ADS_1
"tapikan aku ga bisa manjat pagar"
"aku bantu, sekarang kita titip motor sama mang asep dulu" jawab samudera kembali mengendarai moge nya hingga ke warung mang asep.
"mang nitip motor ya, sama pinjam tangga" ujar samudera sambil melempar kunci moge nya yang langsung ditangkap oleh mang asep.
"aman A, tangga ada disamping" jawab mang asep menyimpan kunci motor samudera ketempat yang aman.
Samudera membawa tangga sedangkan lala mengikuti langkah samudera dari belakang, seumur-umur lala tidak pernah terlambat kalau pun ia terlambat lebih baik ia tidak sekolah sekalian dari pada dihukum karena terlambat, kalau dirumah kan lala bisa tidur atau menonton drakor.
"kamu naik duluan" titah samudera membuat lala menggeleng cepat.
"ayo sayang" ujar samudera lagi dengan lembut.
Akhir nya lala mengangguk lalu naik tangga duluan, sampai diatas lala bingung bangaimana cara nya turun.
"INI TURUN NYA GIMANA SAMMY!" teriak nya histeris membuat samudera jadi ikut panik, samudera lupa jika tidak ada tangga atau pun alat bantu dari dalam.
"kamu jangan teriak lala sayang"
"gimana ga teriak coba ini tu tinggi pake banget sammy" jawab lala menutup wajah nya dengan kedua tangan mungil nya.
"kamu tenang aja, aku naik..."
"AAAAAA" Perkataan samudera terpotong dengan teriakan kencang milik lala. Dengan gerakan cepat samudera langsung menaiki tangga dan segera melompat kebawah, lala nya terjatuh.
"lala sayang, kamu ga apa-apa? Ada yang sakit?" tanya samudera cemas sambil mendudukan badan lala.
"maafin aku ya" kata samudera dengan rasa menyesal yang amat dalam sambil menghapus air mata lala.
Lala diam saja tapi air matanya tetap mengalir membuat samudera bertambah cemas.
"maafin aku sayang, aku benar-benar lupa kalau misalnya didalam ga ada alat bantu buat..."
Lala memeluk samudera mendengar kata maaf dari mulut samudera membuat dada nya terasa perih, ia tau jika samudera sama sekali tidak bermaksud seperti ini padanya.
"aku ga apa-apa" ujar nya pelan menepuk-nepuk pelan bahu samudera. Samudera melepaskan pelukan mereka lalu menghapus sisa-sisa air mata lala, sungguh samudera sangat benci dengan air mata yang keluar dari mata gadis nya.
"ayo kekalas" ajak lala mencoba berdiri namun gagal karena kaki nya terasa sangat ngilu.
Samudera langsung berjongkok dihadapan lala.
"ayo naik!"
"sammy kita disekolah, ga apa aku bisa kok jalan" jawab lala tersenyum kearah samudera.
"tapi kaki kamu...."
"kan bisa digandeng atau dipapah baby" potong lala cepat.
Samudera mengangguk sambil tersenyum kecut lalu memapah lala nya.
__ADS_1
"apa kita pulang aja?" lala melotot kearah samudera. Pulang? Yang benar aja.
"please deh baby, aku udah jatuh gini demi ga bolos pelajaran, kamu malah bilang pulang. Ga, ga kita ga boleh pulang" jawab lala mengeleng-gelengkan kepala nya. Samudera mengangguk mengerti lalu kembali memapah lala menuju kelas mereka.
"JANGAN PACARAN DISEKOLAH!" Teriak pak burhan dari belakang samudera dan juga lala. Serempak mereka menghadap asal suara.
"LALA, SAMUDERA!" teriak pak burhan menatap lala tidak percaya.
"eh, bapak ganteng. Kita ga lagi pacaran kok pak, tadi tu lala jatuh mangkanya dipapah gini sama sammy" jawab lala sambil menyengir kuda, pak burhan mengerti sekarang.
"kalian manjat pagar! Sejak kapan kamu jadi anak nakal lala?!, ini kenapa bapak tidak setuju kamu pacaran sama samudera kamu jadi ikut nakal juga!"
Samudera mengepalkan tangan nya hendak menghajar pak burhan namun segera dicegah oleh lala.
"aduh please deh pak, keterlambatan saya sama sammy itu ga ada hubungan nya sama kita pacaran" jawab lala.
"jadi bapak burhan yang terhormat, saya sama samudera siap menerima hukuman yang diberikan bapak" ujar lala dengan suara yakin seyakin nya membuat pak burhan menghela nafas.
"kalian berdua bersikan wc sampai mengkilat, kalau udah selesai keruang piket minta surat izin masuk kekelas" jawab pak burhan lalu meninggalkan samudera dan lala.
"ingat jangan pacaran disekolah!, kalian bakal diawasi sama bara ketua osis" sambung pak burhan sebelum pergi.
"siyap bapak"
"eh bar-bar jangan cuma berdiri dong, bantuin kek!" ujar lala setengah kesal pada bara si ketua osis.
"lo yang dihukum bukan gue" jawab bara santai sambil membaca buku biologi nya.
"LO KALO GA MAU BANTUIN GUE, UDAH SANA LO PERGI JAUH-JAUH! ENEK TAU GA GUE LIHAT MUKA LO" teriak lala kencang, tingkat kekesalan nya bertambah berkali-kali lipat.
Samudera menghampiri lala lalu menatap tajam kearah bara.
"kamu kenapa?" tanya samudera lembut pada lala.
"aku capek, lihat muka dia jadi tambah capek" jawab lala menunjuk bara.
Samudera melangkah kearah bara membuat bara mundur kebelakang, lala menepuk jidat nya. Lupa jika pacar nya seorang tempramental.
"baby, ayo kita bersihin lagi" ujar lala lembut sambil megisyaratkan agar bara segera pergi dari hadapan mereka.
Samudera menelpon dodi agar dodi dan bayu melanjutkan bersih-bersih mereka.
"eh, mau kemana? Kita kan masih belom selese!" tanya lala bingung karena samudera membawa nya pergi.
"uks, luka dilutut sama ditangan kamu harus diobati" jawab samudera membuat lala tersenyum.
Samudera mendudukan lala di bangsal uks, lalu membersihkan luka ditelapak tangan dan lutut lala. Samudera mengobati lala dengan hati-hati, terakhir samudera menempelkan handiplast di lutut lala membuat lala terpana.
"makin sayang deh sama kamu" ujar lala tersenyum kearah samudera.
"aku juga" jawab samudera mengelus sayang rambut lala.
__ADS_1
S A M U D E R A – L A L A-