
#20
Lala menggerutu kesal pasal nya samudera belum juga menjemput nya, belum lagi pukul sudah menunjukan jam tujuh lewat.
"MIKI!" pekik lala senang ketika mike muncul dihadapa nya.
"ga usah teriak lala" ujar mike menggosok-gosok telinga nya.
"untung aja elo datang, kalo engga gue bisa tidur sampai pagi" kata lala menghiraukan protes dari mike.
"siapa yang bilang gue mau jemput elo? Gue mau ngasih kue ke mami abis tu pergi" jawab mike santai lalu masuk kerumah nya.
"MIKI. LO JAHAT BANGET SIH. GUE BAWAK JUGA NI MOTOR LO YA" pekik lala kencang.
"BAWAK AJA, TAPI LO TINGGIIN BADAN DULU YA" balas mike ikut teriak lalu keluar rumah setelah memberikan kue pada bik surti.
"ih, kok lo ngeselin banget sih" ujar lala geram sambil memukul-mukul dada mike.
"etdah, lo mau bareng ga sih. Udah telat ini" kata mike memegang tangan lala agar berhenti memukul-mukul nya.
"iya, iya mau lah" jawab lala naik keatas moge mike.
"pepangn"
"iyaiya"
Lala turun dari moge mike dengan perasaan lega yang laur biasa soal nya ia tidak terlambat.
"tumben amat lo bareng si mike, ada angin apa ni?" tanya tio ketika mike baru saja meletakan helm nya di atas motor.
"ada angin beliung" jawab lala asal membuat tio mengerutkan bibir nya.
"waduh, melayang deh lo. Kan badan lo munyil-munyil gitu" kata tio diiringi tawa kencang.
"MULUT LO LEMES BANGET SIH SOAL NGEHINA GUE" teriak lala kesal membuat mike dan tio kompak menutup telinga mereka.
"eh tuyul, masuk kelas sana udah bel" ujar mike menengahi.
"elo juga masuk, pinter"
"ini juga gue mau masuk, lagian kelas gue dekat. Lah kelas elo diujung, ih serem"
"MIKI!"
"apaan dah la"
"anterin" jawab lala menganggandeng tangan mike manja.
Tio memutar bola mata malas, mike mangngguk.
"udah ayo"
"maacih, miki-miki lala pou"
__ADS_1
"iyaiyaaa"
"lo ga usah ikut-ikut!" ujar lala memperingati tio.
"siapa yang mau ikut, gue mau kekelas kali. Geer"
"awas ya lo ikut-ikut"
"kagak"
S A M U D E RA – L A L A -
"samudera baskara" panggil pak burhan, tapi tidak ada sahutan sari samudera karena memang samudera tidak masuk sekolah.
"ga masuk pak" ujar dido
"ada surat?" tanya pak burhan
"ada pak" jawab bayu maju kedepan memberikan surat dari samudera.
Pak burhan mengecek isi surat dari samudera, kacamata nya terangkat ke atas kepala.
"ada urusan keluarga, kayak udah siap bekeluarga aja" ujar pak burhan meletakan surat dari samudera di atas meja.
"kita lanjutkan bab kemaren, buka buku cetak nya" perintah pak burhan membuat semua nya langsung membuka buku cetak mereka masing-masing. Kecuali lala, pikiran nya sekarang ada di samudera. Kenapa pacar nya tidak masuk? Lalu urusan keluarga apa yang sedang samudera lakukan? Atau sebenarnya memang samduera sudah menikah? Dan dia cuma selingkuhan samudera semata. Lala menggeleng-geleng kan kepalanya, menghilangkan pikiran-pikiran yang berputar dikepala cantik nya.
"LALA!" bentak pak burhan membuat lala tersadar dari lamunan nya.
"siapa suruh kamu melamun dikelas saya!"
Lala yang langsung tersadar lalu terkekeh kearah pak burhan.
"hehe, maaf pak" katanya membuat pak burhan hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"fokus, kalau kamu masih mau dikelas saya"
"siyap pak" jawab lala sambil tangan nya menghormat seperti upacara hari senin.
Lala kembali mendengar kan penjelasan dari pak burhan, dia tidak boleh ambil resiko keluar dari kelas pak burhan.
Istirahat tiba lala langsung menghampiri dido dan bayu yang sedang asik mengobrol.
"eh, duo kembar. Boss kalian kemana?" tanya lala mangambil kursi dewi lalu duduk diatara dodi dan bayu.
"boss lagi ada urusan keluarga buk boss" jawab dodi mengedipkan sebelah matanya pada bayu, mmebuat bayu bergelidik ngeri.
"GA MUNGKIN!" teriak lala kencang
"apa nya sih yang ga mungkin?" tanya bayu penasaran.
"ya kan secara gue kan keluarga nya, gue calon istri nya. Kok gue ga tau gitu lho" jawab lala diluar jangkauan dodi dan juga bayu.
"gue kira apaan dah, tau nya" geram bayu sambil memutar bola matanya kesal.
__ADS_1
"dasar lala" timpal dodi tapi dihiraukan oleh lala.
"tau ah gue laper, lo harus bayarin gue makan. Ayo" ujar lala menyeret paksa dodi membuat bayu jadi tertawa lucu.
"lho kok gue yang bayarin lo makan?" tanya dodi pada lala.
"ga usah banyak tanya deh, bayarin aja" ujar lala membuat dodi cemberut.
"ti, yuk katin. Gue laper hehehe"
"dasar, lapar mulu lo. Perut karet" jawab tia menyusul lala dan duo kembar versi lala.
"la, lo kira-kira dong kalau minta bandar gue. Kalau makan nya seporsi doang gue sanggup bayarin lah ini sampe tiga porsi belum minum nya lagi. Makanan nya lo umpetin dipunuk yak?" omel dodi memakan batagor nya tanpa nafsu.
"enak aja, lo pikir gue onta! Gue manusai tau ga, manusia tercantik yang pernah ada" jawab lala membuat tia dan bayu menghela nafas bersamaan.
"habis nya elo makan banyak amat tapi badan masih kecil aja"
"WHAT!"
"bisa ga sih lo ga usah main fisik" kata lala mengerutu kesal.
"gue ga ngajak lo berantem kok"
"maksud gue ngehina fisik gue, bege"
"ohh, bilang dong"
"ck."
Lala memakan batagor nya lagi sampai habis.
"gue mau pesan satu lagi" kata lala bangkit dari duduk nya, dodi langsung cemas.
"jangan dong la, uang gue udah habis. Ntar bensin gue gimana?" ujar nya memelas.
"salah elo, karna lo udah ngehina gue" jawab lala ketus lalu memesan batagor lagi.
"untung cuma ada satu lala yang kayak dia" ujar dodi menundukan kepala nya.
"yang lo omongin sahabat gue"
"pake lupa lagi kalau lo sahabat nya. Kok lo betah si sahabatan sama dia?"
"simple, kayak kalian. Kenapa kalian betah temenan betiga" jawab tia menunjuk bayu.
"karna kita cocok"
"sama gue juga gitu berarti"
"iya, kalian sama-sama ngeselin" kata dido frustasi
S A M U D E R A – L A L A -
__ADS_1