
Lala menunggu tia yang duluan mengganti pakaian dibilik wc.
"ti, udah belom sih? Gue kebelet nih" ujar nya membuat tia yang sedang didalam mendumel kesal.
"gue belum juga ganti la"
"mangka nya cepet"
"sabar!"
"cepet"
"sekali lagi lo ngomong gue lama-lama nih ya?" ancam tia membuat lala tersenyum jahil
"TIA CEPET, TIAA, TIAAAAAA" teriak lala sambil menggedor-gedor pintu
"LALA!"
"IYA-IYA"
Lala diam sambil menatap sekeliling nya, menunggu tia sangat lah membosan kan bagi lala.
"ti...tiaaaaa" ujar lala pelan sambil mengetuk-ngetuk pintu wc pelan. Didalam wc tia memutar bola matanya dengan malas, lalu melipat seragam olahraga nya dengan cepat.
"lala yang cantik kayak itik, lo pikir wc cuma satu doang. Lo bisa pakai wc yang lain kan la" ujar tia menahan rasa kesal nya pada lala karena dari tadi hanya menganggu nya saja.
"gue mau nya disini kek mana dong, wlekkk" jawab lala masuk kedalam wc dengan gerakan cepat lala menutup pintu wc sebelum tia menerobos masuk.
"LALA!"
Lala tertawa kencang dibalik pintu, membuat tia merasa kesal sekarang menjadi hobi nya. Selain menghilangkan rasa suntuk yang berat, lala juga bisa tertawa bebas. Mengingat ia akan menjauh dari mike, lala masih memikirkan bagaimana bisa ia jauh dari mike.
Tidak lama kemudian lala keluar lalu menyerahkan seragam olahraga nya pada tia.
"nitip, gue kebelet boker" ujar nya masuk kedalam bilik wc lagi.
"la, gue mesti ngadap pak burhan buat ngerangkap nilai anak kelas" ujar tia mengeraskan suaranya.
"lo duluan aja, tapi gue titip baju gue yakk"
"ck, iya. Lo ga apa-apa kan gue tinggal?" tanya tia dengan ragu.
"lo kira gue bocah yang kebelet boker ga berani!?"
"oke deh, gue duluan ya"
__ADS_1
"iya"
Lala tidak mendengar kan lagi suara tia, itu tanda nya sahabatnya sudah kekelas duluan, tia pikir lala anak umur 5 tahun yang takut ke wc sendirian. Ya, walaupun diakui oleh lala jika ia sedikit takut. Lala bangkit lalu menyiram boker nya hingga hilang, kemudian ia meneliti wajah nya dengan cermin kecil yang selalu ia bawa dikantong seragam nya.
Klek,
Lala seperti mendengar seseorang mengunci wc nya dari luar, ia lala tidak mungkin salah dengar.
"siapa diluar?" tanya lala sedikit cemas lalu memasukan kacanya kedalam saku nya.
"ti? Tia? Lo diluarkan?" tanya lala menggedor pintu wc.
"ti, lo denger gue ga? Becanda nya ga lucu ih" ujar lala dengan nada kesal.
"lo pikir kita becanda?"
Kania. Cewek yang naksir berat sama mike, tapi ditolak mentah-mentah sama mike. Iya lala kenal dengan kania, cewek yang dulunya ingin berteman dengan nya tapi dilarang keras oleh mike. Lala tidak mungkin salah mengenali suara kania, lala bisa mengertahui orang dengan mata tertutup dengan mendengar suara saja.
"KANIA GUE TAU LO DILUAR, BUKA GA PINTU NYA!"
"lo masih ingat suara gue ternyata" lala menutar bola matanya dengan malas, yaiya lah dia kenal.
"lo mau apa sih?" tanya lala mulai kesal
"gue cuma mau ngasih pelajaran aja sama lo" ujar kania mengisyaratkan sasa untuk menumpahkan air ke lala yang ia kurungg didalam, sasa yang paham langsung menaiki kursi yang sengaja mereka bawa untuk bisa mencapai bilik wc lala.
Byurrrrrrr
Lala paham sekarang, ia tersenyum remeh.
"lo kenal pacar gue kan?" tanya nya remeh membuat kania menyuruh carisa mengikuti langkah sasa.
Byurrrr
Sekali lagi lala disiram air oleh mereka.
"GUE PERINGATIN! JAUHIN MIKE, KARNA MIKE GA COCOK SAMA CEWEK KAYAK ELO!"
"MAKSUD LO MIKE COCOK NYA SAMA ELO GITU? NAJIS, CUIHHH"
"SYA! SIRAM DIA LAGI. BIAR MAMPUS MATI KEDINGINAN DIDALAM SANA!" teriak kania kesal, sasa mengangguk setuju dengan senang hati sasa akan melakukan hal yang disuruh oleh kania.
Byurr...
"LAGI!" perintah kania membuat carisa mencegah sasa membuat kania melotot marah dengan carisa.
__ADS_1
"lo udah keterlaluan sama lala, kan. Cukup!"
"DIAM GA LO! SA!"
Byur...
Byur...
Byur....
Benar didalam bilik wc lala sudah kedinginan entah berapa ember yang disiramkan oleh kania, ia tidak tau.
"LO CEWEK MARUK TAU GA, UDAH ADA SAMUDERA TAPI MASIH NAHAN MIKE SAMA LO. GUE HERAN KENAPA MAU SAMUDERA SAMA ELO YANG CANTIK MASIH CANTIKAN GUE"
"elo cantik? Cihh, kalo mike ga bisa jauh dari gue berarti gue yang lebi cantik kan. Ga usah mimpi deh lo" ujar lala dengan suara bergetar tapi dengan nada meremehkan.
"gue beruntung dicegah sama mike buat ga temanan sama elo, ck menyedihkan kalo gue sampai temanan sama cewek kayak elo kan. Cewek yang terlalu ambisius dan pengecut! Untung banget, kalo ga, ga tau gimana gue kedepan nya. Kayak sasa kah yang takut sama elo? Atau carisa yang selalu menuruti kemauan lo walaupun itu salah. Lo sedikit beruntung kan punya mereka berdua yang ga tau kapan mereka capek sendiri trus ninggalin lo sendirian."
"BACOT LO!" teriak kania kesal lalu mengambil satu ember lagi yang berisi air comberan dan menyiramkan nya pada lala.
"ini ga gue sebut pengecut, lo ga berani ngelawan gue one by one. Ck, satu lagi, lo terlalu ambisius buat jadi kayak gue. Balik lagi kediri lo gue yakin ada cowok yang benar-benar sayang sama elo. Gue tau lo orang baik, lo cuma marah karena gue jauh diatas segala-galanya dibanting elo.heh."
"MATI AJA LO!"
"gue ga bakal mati kan" jawab lala lemah nafas nya mulai terasa sesak.
"gue pastiin lo bakal mati didalam sana!"
"gue juga bisa pastiin lo bakal habis ditangan samudera pacar gue, lo pasti udah taukan siapa dia? Cowok tempramental!"
"GUE GA TAKUT!"
"gue ga nyuruh lo takut, gue ccuma mau bilang hati-hati. Atau lo ikuti saran kedua lo pulang abis tu sembunyi dibawa ketek nyokap lo"
Kania merasa kesal karena lala masih bisa semengesalkan ini dalam keadaan yang kania yakin sudah kedingian.
"cabut!"
"tapi kan...."
"gue bilang cabut! Ya cabut!"
Setelah kania, sasa, dan carisa pergi lala terduduk lemas nafas nya sudah mulai tidak teratur, ia mengelengkan kepala jangan sampai asma nya kambuh dan mati disini. Naas yang ditakuti lala terwujud asma nya kambuh membuat nya mencoba berteriak mencari bantuan pun tidak mampu. Lala mencoba menenangkan diri nya tapi gagal, lala mencoba untuk berdiri membuka pintu dengan paksa namun lagi-lagi gagal hingga lala terjatuh kepala nya membentur closet. Lala berdo'a dalam hati semoga mike menolong nya.
"miki"
__ADS_1
S A M U D E R A – L A L A -