Cita Cinta Lala

Cita Cinta Lala
Lala-33


__ADS_3

Samudera memperhatikan lala yang sedang menservice bola voli, dari pandangan nya lala sangat serius untuk melempar bola ketempat lawan. Lala menservice bola nya dengan kekuatan super dan perkiraan samudera bola itu tidak akan masuk.


"LALA!" teriak kelompok nya membuat lala hanya bisa menyengir kuda.


"mangap, lagian bola nya susah move on dari gue. Mangka nya bola nya tetap setia sama kita" jawab lala auto ngarang. Untung saja meri team lawan yang servise tidak masuk, kalau tidak skor mereka bakal seri 2-2


"hubungan nya apa pinter" cibir tia menganti posisi nya.


"ya diadain biar ada" jawab lala masih diposisi awal nya.


"la maju" ujar siska membuat lala mengerutkan kening, bingung.


"ga mau ah, gue udah nyaman disini" jawab lala tidak mau pergi.


"tapi lala lo emang harus pindah" kata siska menahan rasa kesal nya pada lala yang susah sekali dibilangin.


"lo kok ngusir gue sih, lo ga suka gue main? Bilang dong, gue juga males main kalo bukan karena nilai"


Tia yang memperhatikan siska dan lala akhir nya menghampiri kedua nya.


"biar gue yang ngomong" ujar tia membuat siska mengangguk.


"lo apa-apaan sih ti, kok lo belain dia. Siska ngusir gue tau ga lo" adu nya membuat tia memutar bola mata nya gemas.


"lala yang cantik, siska ga ngusir elo. Perarturan main ini itu udah aturan main" jawab tia gemas pada lala.


"bilang dong, gue jadi salah paham kan" tia lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"LALA! TIA!" teriak pak edi membuat tia segera mendorong lala maju.


Tidak hanya samudera yang memperhatikan lala tapi bayu dan dodi juga.


"ck, ga nyangka gue lala pintar disemua pelajaran tapi bego sama olahraga" komentar dodi tidak percaya.


"semua orang punya kekurangan bege" sahut bayu yang disetujui oleh samudera.


"dia ga bisa olahraga tapi dia bisa menguasai pelajaran, manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan" sambung bayu membuat dodi mengecek kening bayu, benarkah yang mengatakan tadi itu sahabat nya, bayu?

__ADS_1


"gue sehat!" ujar bayu melepaskan paksa tangan dodi yang bertengger dikening nya.


"kayak gue" ujar samudera membuat kedua nya menoleh kearah samudera.


"gue beruntung punya dia, lala itu kayak obat penenang" sambung samudera lalu berdiri menghampiri lala, samudera melihat karet yang dipakai lala sebagai ikat rambut terlepas dari kunciran nya membuat rambut sebahu lala tergerai bercampur keringat.


"itu benar sam?" tanya dodi membuat bayu mengangkat kedua bahu nya.


"sam banyak berubah semenjak kenal lala. Gue suka sama dampak yang dibawa sama lala" ujar bayu


"lo pikir bencana alam pakai dampak-dampak"


"dampak positif yang dibawa lala berhasil buat emosi sam jadi stabil dalam minggu-minggu ini" kata bayu lagi menghiraukan perkataan dodi tadi.


"lo benar juga, gue ga kebayang kalau mereka ga sama-sama lagi"


"jangan dibayangin mangka nya" jawab bayu sambil menokok kepala dodi.


"kamu jahad sama dd bang"


"najis!"


"hah?"


"gue boleh minta ikat rambut lo" ulang samudera dengan tersenyum membuat gadis didepan nya jadi gugup memberikan ikat rambut yang ia pakai.


"makasih ya" ujar samudera berjalan menghampiri lala.


"iya sama-sama" jawab gadis itu sambil memegang dada nya yang sudah dagdigdug hebat karena melihat senyum samudera yang begitu menawan.


"nama lo?" tanya samudera membalik badan nya.


"s-sarah"


"oke sarah, besok gue ganti" ujar samudera lalu benar-benar menghampiri lala hingga ketengah kelapangan dimana lala sedang bermain voli sekarang.


Lala menatap tidak peraya samudera berada didepan nya sekarang.

__ADS_1


"kamu...." ujar lala menutup mulut nya tidak percaya karena samudera mengikat rambut nya. Berkat sering mengikat rambut ria, samudera jadi bisa mengikat rambut lala dengan benar.


"besok-besok pakai ikat rambut jangan pakai karet gelang" ujar samudera sambil merapikan tata letak poni lala membuat lala tersenyum malu.


"sammy, aku malu" ujar lala pelan


"kenapa malu?"


"dilihatin banyak orang"


"biasa nya juga malu-maluin kok" komentar samudera membuat nya mendapat cubitan dari lala.


"kamu tu ya, rasain"


"hahahaha" bukan nya teriak kesakitan samudera tertawa membuat lala ikut tertawa. Dita team lawan yang akan menservisw bola pun terhenti karena melihat samudera tertawa.


"SAMUDERA! KELUAR KAMU DARI LAPANGAN!" teriak pak edi membuat lala dan samudera tersadar.


"udah sana aku mau main" usir lala


"emang bisa main?"


"kamu ngeremehin aku, lala cantik jelita selalu bisa dalam segala hal" jawab lala dengan nada sombong.


"sombong nya" sahut samudera mencubit gemas hitung lala.


"siapa dulu?"


"siapa?"


"pacar nya samudera baskara"


"hahaha"


"SAMUDERA! PRIWITTTTTTTTT"teriak pak edi sambil meniup peluit nya kencang.


"IYA PAK, IYA"

__ADS_1


Bayu dan dodi tertawa dari tempat mereka berdiri, samudera mulai normal. Pikir mereka.


S A M U D E R A – L A L A


__ADS_2