Cita Cinta Lala

Cita Cinta Lala
Lala-5


__ADS_3

Samudera memarkirkan moge nya tepat disebelah moge nya mike. Mereka datang bersamaan.


"miki-miki tunggu" kata lala melepaskan helm nya dengan cepat dan meninggalkan samudera begitu saja.


"apaan?" jawab mike tampa minat.


"makasih ya, tugas gue udah dikerjaain"


ujar lala tulus menunjukan senyum nya.


"iya"


"MIKE" panggil tio sambil melambai-lambai


"gue duluan"


"hm" jawab lala cemberut, padahal ia masih ingin membahas pasal semalam tapi dasar si kutu tio, mengganggu saja.


Samudera menahan emosi nya agar tidak meledak, ia meghela nafas lalu menghampiri lala.


"yuk kekelas" ajak samudera merangkul bahu lala,


"yuk" jawab lala tersenyum, semua mata tertuju pada pasangan muda itu termasuk mike, ada perasaan tidak suka yang mengganjal dihatinya.


"kok lala mau ya sama cowo tempramental kayak samudera, ganteng gue kemana-mana ya ga mike?" ujar tio percaya diri.


"tipe orang beda-beda kali yo" jawab mike tanpa minat lalu meninggalkan tio sendiri yang masih memperhatikan samudera dan juga lala.


"MIKE TUNGGU ELAH" teriak tio mengejar mike yang telah meninggalkan nya.


"lo lama"


Presentasi lala berjalan dengan lancar serta sesi pertanyaan terjawab dengan benar semua, lala mengeluls dada nya, lega. Walaupun dia hanya sendiri tapi semua nya berjalan dengan lancar. Lala membereskan buku nya lalu kembali ke meja.


"lo keren" kata tia membuat lala mengibaskan rambut pendek nya.


"lo harus tau keren itu nama tengah gue, jadi ga perlu heran lagi" jawab nya percaya diri membuat tia menyesal karena telah memuji sahabat nya ini.


Sedangkan dibelakang nya, samudera ikut tersenyum atas penuturan lala barusan. Ada-ada saja pikir nya.


"kamu kekantin aja duluan, aku sama tia mau ke perpus dulu balikin buka" ujar lala pada samudera.


"mau dianterin?" tawar samudera yang langsung diejek oleh kedua teman nya.


"cihuiiii"


"ciwitt... godain dedek dong bang"


"kampret" ujar samudera pelan tapi masih bisa didengar oleh lala.


"ga usah, kamu duluan aja kekantin nya"


"kamu benar ga mau ditemenin??" tanya samudera menyakin kan


"iya sammy"

__ADS_1


"yaudah, tapi nanti nyusul ya"


"iya sammy nya aku yang unyu-unyu" jawab lala sambil mencubit gemas kedua pipi samudera.


Lala dan tia mengembalikan buku, gara-gara lama mengembalikan buku lala jadi harus membayar denda sepuluh ribu. Lala agak tidak rela karena uang jajan nya harus melayang karena denda, ralat karena keteledoran nya sendiri.


"nanti gue traktir minum deh" ujar tia membuat senyum lala kembali mengembang seperti sedia kala.


"kalo gitu ayo kekantin sekarang"


"giliran di traktir aja semangat nya minta ampun" ledek tia tapi lala menghiraukan nya.


"lo tau yang namanya gratisan itu adalah yang palinh enak sedunia" jawab lala sambil merentang kan kedua tangan nya.


"dasar lo orang kaya kere" ejek tia lagi.


"lo tau kan tia yang ga cantik-cantik amat, yang kaya itu nyokap bokap gue. Bukan gue, jadi wajar dong kalo gue kere" jawab lala membuat tia memutar bola mata dengan malas.


"yayaya, tuan putri lala yang cantik jelita selalu benar"


"terima kasih, terima kasih" jawab lala seperti sedang tersanjung karena penuturan tia.


"apaan deh" sahut tia dan detik kemudian mereka tertawa.


Lala dan tia menghampiri meja dimana samudera dan kawan-kawan nya duduk.


"belum pesan?" tanya lala ketika melihat tidak ada apa-apa diatas meja.


"kita nungguin buk boss" jawab dido membuat lala bingung sendiri


"ya ampun, gue terharu deh. Emang ya kalo cecan itu nasib nya selalu baik" kata lala membuat tia, bayu, dan dido menghela nafas kecuali samudera tentu nya.


"kamu mau pesan apa? Biar aku pesenin" ujar lala pada samudera.


"biar si dido aja, kamu mau pesan apa bilang aja" jawab samudera, dido mendengus kesal sudah menunggu lama sekarang dia juga yang disuruh memesan.


"aku pesan...."


"tiga batagor sama lima es teh" potong tia cepat, benar tia sangat ingin melempar lala dengan botol kecap karena tingkah malu-malu jijik nya itu.


"ebuset, banyak amat?" tanya dido menatap tia tidak percaya.


"gue mah satu sisa nya makan nya lala" jawab tia melirik lala yang sedang menundukan kepala nya malu.


"benar la? Lo makan sebanyak itu?" tanya bayu juga masih belum percaya.


"hehe, iya" jawab lala membuat kedua nya geleng-geleng kepala. Bisa-bisa nya lala yang badan nya bisa dikatakan pendek dan kurus tapi makan nya banyak sekali.


Dido mengangguk lalu pergi memesan makanan. Lala melirik kearah samudera,


"sammy ga ilfeel kan karna makan nya lala banyak?" tanya lala yang dijawab senyuman oleh samudera.


"engga lah, emang salah sama orang yang makan nya banyak?" tanya samudera balik mebuat lala menggelengkan kepalanya.


Lala menatap samudera penuh haru, ia ingin teriak sekencang-kencang nya.

__ADS_1


"aku boleh teriak ga?" tanya lala lagi membuat samudera mengangguk, bagi nya tidak masalah jika lala ingin berteriak.


Tapi sebelum lala berteriak kencang tia segera membungkam mulut lebar itu


"ga usah malu-maluin deh, kita lagi dikantin bukan dihutan" kata tia, lala jadi cemberut.


"tapi kan gue lagi seneng ti, lo emang ga bisa ya lihat temen lo seneng dikit" rajuk lala mendrama.


"ga usah drama deh la"


Lala jadi diam menatap botol kecap didepan nya, bayu sama hal nya dengan dido banyak sekali pertanyaan dibenak nya. Mengapa samudera bisa menyukai lala? Tidak ada yang spesial dari lala, daya pikat apa yang dibawa oleh lala sehingga sahabat nya bisa jatuh cinta pada lala.


"MIKI-MIKI POU, SINI" teriak lala ketika melihat mike dan tio masuk kekantin.


Tia menggeram kesal kearah lala, berkat bakat dan minat lala dalam berteriak sekarang mereka sudah jadi pusat perhatian.


"lala bisa ga sih sehari aja lo ga usah teriak-teriak, gue malu sumpah" ujar tia


"maaf kelepasan" jawab lala, tia mendengus kesal


"apaan?" tanya mike menghampiri lala.


"bayar utang lo lima ribu, kemaren lo minjem duit gue kan buat bayar parkir" kata lala menagih hutang pada mike, mike merogoh kantong celana nya lalu menyerah kan duit dua puluh ribu. Dengan senang hati menerima uang dari mike.


"berhubung gue ga ada kembalian, jadi semua nya buat gue yaya miki" ujar lala menampilkan mata kucing nya membuat mike mengangguk.


"makasih miki" ujar lala girang.


"senang amat neng kayak dapat duit semeliar aja" ejek tio mebuat senyum lala lenyap seketika.


"EH KUTU ELO KALO IRI BILANG AJA, GA USAH BELAGU" teriak nya membuat orang yang berana disekitar lala menutup telinga mereka.


"eh tuyul ga usah ngegas juga kalik" kata mike terkesan membela tio.


"lho kok miki bela si kutu sih" rajuk lala melipat kedua tangan nya didada.


"gue ga bela dia, tau ah gue mau makan laper" jawab mike mengabaikan lala.


"awas lo ya miki"


Bayu menatap Samudera yang sudah menekan botol kecap sampai isi nya tumpah semua, ia paham betul sahabat nya cemburu.


"eh, ini kenapa kecap nya begini" ujar lala mengambil alih botol kecap dari tangan samumdera.


"ga sengaja kepencet"


"kamu lain kali mencet nya jangan kuat-kuat, meler gini kan jadi nya" kata lala mengelap tangan samudera dengan tissue basah yang salalu ia bawa kemana-mana. Samudera tersenyum karena mendapat perhatian dari lala. Ia cemburu melihat kedekatan lala dengan teman satu team basket nya.


Tak lama kemudian dido datang dengan membawa pesanan mereka.


"lo lama amat sih, beli nya ditanah abang ya?" kata lala komplen.


"masih mending gue pesenin"


-S A M U D E R A – L A L A-

__ADS_1


__ADS_2