Cita Cinta Lala

Cita Cinta Lala
Lala -30


__ADS_3

Moge samudera berhenti di lampu merah, kesempatan bagi lala untuk berbisik pada samudera.


"sammy, kita mampir kemini market ya?"


"oke"


Samudera menghentikan moge nya diminimarket dekat lampu merah tadi membuat lala memutar bola matanya.


"mangka nya tanya sammy, bukan yang ini tapi yang diperempatan sana" jawab nya setengah kesal karena samudera sangat sok tau


"kata nya kamu mau ke mini market?"


"iya tapi bukan yang ini sammy"


"apa beda nya coba?"


"iya beda pake banget sammy, di minimarket perempatan sana ada calon kakak ipar aku"


"kakak ipar?"


"inceran mike kerja paruh waktu disana"


Samudera mengangguk paham lalu kembali melajukan moge nya ketempat yang ingin dituju oleh lala.


Lala masuk kedalam mini market ditemani oleh samudera, mata nya mencari-cari dimana rachel karena yang menjaga kasir adalah wanita paruh baya seusia mami nya.


"itu calon kakak ipar kamu?" tanya samudera membuat lala melotot.


"bukan lah"


Lala mengambil asal cemilan lalu berjalan kekasir.


"7000"


Lala memberi uang sepuluh ribuan nya.


"bu, rachel kemana ya?" Tanya lala mencoba menghilangkan rasa penasaran nya.


"oh, dek rachel hari jumat emang libur neng. Sabtu baru masuk lagi"


"makasih ya buk"


"iya sama-sama"


Lala keluar dengan wajah lesu.


"orang nya ga ada?" tanya samudera yang diangguki oleh lala.


"besok lagi kesini"


"iya, yuk pulang aku laper hehe"

__ADS_1


S A M U D E R A – L A L A


Rachel jadi kesal sendiri pasal nya lala dan teman nya itu terus mengikuti nya kemana-mana, kekantin, belakang sekolah bahkan sampai kekamar mandi sekali pun. Bahkan tempat ternyaman seperti perpus pun didatangi oleh lala dan tia. Mau apa sih mereka?


"hai achel" ujar lala mengejutkan rachel yang sedang membaca buku sosiologi diam-diam disudut ruangan terkejut karena sapaan dari lala.


"apaan deh, lo ga ada kerjaan lain ya selain gangguin ganggu gue" kata rachel mendumel.


"gue ga gangguin elo kok, ini gue lagi cari buku buat presentasi" jawab lala beralibih.


Lala telihat sibuk mencari-cari buku yang ingin ia cari, membuat rachel menoleh kearah nya.


"temen lo mana?" tanya rachel membuat lala nyaris jantungan, benarkah yang baru saja ia dengar ini, rachel bertanya pada nya.


"lo nanya sama gue?" tanya lala tidak percaya.


"ga. Sama buku" jawab rachel ketus lalu balik membaca buku.


"tia lagi kumpul buat olimpiade kimia, jadi gue sendiri deh" jawab lala


Lala duduk disebelah rachel dan membaca buku nya, sebenarnya lala tidak benar-benar membaca lebih tepat nya memperhatikan rachel yang tampak serius dengan bacaan nya.


"lo benar ga mau temanan sama gue?" tanya lala pelan yang dijawab gelengan kepala oleh rachel.


"manusia itu butuh teman lho, manusia ga bisa hidup sendiri"


"ga peduli dan gue bisa hidup sendiri" jawab rachel berdiri dari duduk nya.


Teman cowok? Miki kah?


Sebenar nya ada tiga alasan kenapa lala sangat ingin rachel jadi teman nya, pertama karena mike yang menyukai rachel, yang kedua karena rachel terlihat seperti kesepian dan tidak punya teman, dan ketiga karena rachel pernah menolong nya sewaktu ia dicegat sama preman yang meminta uang nya disana lala yakin kalau rachel benar-benar orang baik dan cocok untuk mike, miki-nya.


Flasback


Lala baru saja pulang sekolah dan berhenti di halte bus, mike tidak bisa mengantar nya pulang karena cowok itu sedang ada rapat osis. Maklum ketua osis akan sangat sibuk karena akan menyambut para siswa baru, mengingat bulan depan mereka akan ujian semester.


Lala celinguk-celinguk kekanan dan kekiri, sepi. Ah kalau bukan karena mike sibuk lala pasti sudah dirumah sekarang makan dan tidur'.


"ada eneng cantik nih bro" ujar seseorang membuat lala menoleh dan menatap tajam kedua orang yang baru saja datang.


"nama nya siapa?"


Lala diam saja tidak menjawab ia memeluk erat-erat tas nya.


"si eneng nya sombong bro"


"hahaha"


"kalian mau apa!" ujar lala memberanikan membuka suara.


"mau eneng jadi milik abang"

__ADS_1


"najis!" jawab lala sambil berdecih yang memancing kedua orang itu tertawa.


"hahahaa"


"serahin uang lo!"


"lo pikir gue punya uang, gue anak sekolahan kali" jawab lala menerngut kesal.


"yaudah si eneng aja yang ikut sama kita" ujar mereka mendekati lala


"selangkah lagi kalian maju, gue teriak nih" ancam lala namun tidak dipedulikan oleh kedua nya.


"TOLONG, MIKI GUE DIRAMPOK. TOLONG, TOLONGGGGGGG...emmmmpp" teriak lala kencang yang langsung dibekap oleh salah satu dari mereka.


"mulut lu bocor banget sih" kata nya kesal. Lala tidak puduli ia menggigit tangan orang yang membekap nya lalu kabur, namun naas bagi lala belum jauh dia berlari orang itu berhasil mengejar nya.


"lepasin..lepasiiiin" ujar lala mulai terisak.


"WOI LEPASIN!" teriak seseorang dari belakang mereka.


"wih ada cewek cakep lagi bro"


Rachel berdecih


"lepasin dia bawak gue aja" tawar rachel membuat kedua nya berdiskusi.


"oke" jawab mereka membuat lala menggeleng kearah rachel.


Kedua orang itu berjalan kearah rachel dan brukkk.


Rachel langsung menghajar kedua nya sampai babak belur, lala terpana sesaat atas apa yang baru saja ia lihat.


"sialan!" ujar mereka lalu pergi meningglkan lala dan rachel.


Rachel juga langsung pergi sebelum lala minta maaf, dengan berlari lala berhasil mengejar rachel.


"makasi ya udah nolongin gue" ujar lala tulus


"hm"


"gue lala, lo?"


Rachel tidak menjawab lalu pergi begitu saja, badan nya rasa sakit semua karena habis melawan dua premen kacangan tadi, ck.


Lala tau gadis yang baru saja menolong nya tadi, hanya sekedar tau tadi tidak tau nama nya. Gadis itu terkenal karena selalu juara umum, yang maju saaat pengumuman juara umum. Iya gadis itu, tapi lala lupa nama nya. Dan gadis itu juga terkenal karena selalu terlambat, sering dihukum.


Gadis itu juga yang rapot nya selalu diambil oleh pembantu nya, bukan kata orang-orang pembatu itu orang tua dari gadis itu.


Ah memikir nya lala jadi pusing sendiri, akhir nya ia balik lagi kesekolah menunggu mike. Lala tidak mau ambil resiko dicegat lagi sama preman.


S A M U D E R A – L A L A

__ADS_1


__ADS_2