
"This is your punishment" bisik Miko ditelinga Reina.
"But... It's not enough"
Setelah berbisik ditelinga Reina, Miko menatap gadis itu dengan senyuman nakal. Mendekatkan wajahnya, berniat mencium Reina lagi, namun gadis itu dengan cepat mengangkat kepalanya lalu menjedotkan kening mereka dengan keras.
Dugh..
"Aww.." teriak keduanya berbarengan.
Miko meloncat, berdiri memegangi dahinya
"Haish, dasar cewe sinting" umpat Miko.
"Lu yang gila malah ngatain gue sinting" elak Reina juga memegang dahinya yang kesakitan.
Melihat ada kesempatan, reina melesat cepat melewati Miko menuju pintu penghubung kamar mereka menuju kamarnya sendiri, tapi sebelum menutup pintu reina berpaling dan berkata
"Awas kalo lo masuk kamar gue, gue bakal teriak biar tante Mira kesini"
Brak..
"Haish.. dasar gadis nakal"
***
"Tante, Reina izin keluar ya" pamit Reina pada Tante Mira setelah makan malam.
"Mau kemana Na, udah malem ini"
"Mau jalan-jalan aja tante. Reina kan belum pernah keliling-keliling sejak tinggal disini.
"Oh.. Boleh sih, tapi dianter Miko ya?.. sesuai perjanjian"
"Yah tante, Reina sendiri aja deh. Ngerepotin Miko juga"
"Gak lah Na, bentar tante telfon Miko"
Tante Mira: Hallo Sayang, kamu turun ya.. anterin Reina keluar jalan-jalan
Miko : gak mau, dia punya kaki sendiri kenapa harus minta antar saya. Minta pak Rahmat saja lah ma.
Tante Mira : Harus kamu, gak bisa yang lain. kalau kamu bantah, mama bakalan nangis lo
Miko : ma, saya sibuk zoom meeting sekarang.
Tante Mira : sayaaaangg... (Dengan suara manja dan hampir menangis)
Miko : iya deh, iya.. saya bereskan pekerjaan saya sebentar.
__ADS_1
Tante Mira : Makasih..
"Tungguin sebentar ya Na, Miko ganti baju dulu katanya"
"Iya Tan"
Karena bosan terlalu lama menunggu, Reina pun menunggu Miko di taman depan rumah.
"Ayo" ajak Miko setelah membuka jendela mobilnya.
Miko menginjak gas nya, melesat menuju jalan raya setelah Reina masuk kedalam mobil tanpa mengucap satu patah katapun.
"Kamu mau kemana malam- malam begini, kamu tau kan kalau saya banyak pekerjaan" kesal Miko
"Gue gak minta lo anterin" singkat Reina.
"Tapi ada mami yang bisa buat saya harus mengantar kamu kemana-mana meskipun saya sibuk"
"Ya udah dong jangan ngomel"
"Iya terus kita mau kemana?" Bentak Miko
"Jan ngegas dong.. anterin gue ke mall bentar, skincare gue abis"
"Kalau cuma skincare, kamu kan bisa suruh pegawai rumah buat belikan. Kenapa kamu harus repot beli sendiri."
"Menyusahkan orang saja"
"Lalu apa gunanya mereka di gaji, mereka dipekerjakan ya memang tugasnya untuk itu" bantah Miko.
"Serah lu dah, suka-suka tuan muda"
Dengan muka masam, Miko melajukan mobilnya ke sebuah Mall ternama pusat kota.
"Kenapa lo ikut" Reina berkacak pinggang melihat Miko yang ngintil di belakangnya setelah memarkir mobil.
"Kalau kamu hilang, nyawa saya juga bisa hilang.. sudah, ayo jalan" Miko menarik tangan Reina menuju pintu masuk Mall.
"Milihnya jangan lama" pesan Miko yang menunggu Reina di depan salah satu skincare store.
"Lo gak masuk"
"saya masih ada urusan, Saya tunggu di sana" tunjuk Miko pada bangku di depan toko.
"Serah lu dah"
Reina masuk kedalam toko, tak lama dia pun keluar dengan membawa godie bag berisi berbagai brand perwatan wajah yang dia beli.
Sambil melihat kantong belanjaannya, dia menghampiri Miko dengan riang.
__ADS_1
'sibuk banget perasaan, diluar pun dia telfon klien' batin Reina yang mendengar perbincangan Miko dengan lawan telfonnya diseberang.
"Saya sudah selesai tuan muda" sapa Reina pada Miko yang sedang sibuk dengan Hp.
"Gak denger ya?"
Reina pun duduk disamping Miko sambil memeluk belanjaannya, menunggu Miko yang dari tadi bicara dengan seseorang dengan bahasa inggris tanpa jeda. Sesekali dia melihat hp nya, memastikan jam atau sekedar chat singkat dengan sahabat-sahabatnya.
Sudah hampir lima belas menit Miko menelfon, tapi tak ada tanda-tanda bahwa aktifitas itu akan berakhir. Reina yang sudah bosan, menepuk pundak Miko. Memberitahu bahwa dia sudah selesai dan ingin pulang tapi Miko hanya melihat Reina yang duduk disampingnya, dan mengangkat satu tangannya mengisyaratkan bahwa Reina harus menunggunya selesai bicara.
"Pulang" ucap Reina tanpa suara.
Namun lagi-lagi Miko hanya mengangkat tangannya lalu berbalik badan membelakangi Reina.
'ni orang kagak istirahat apa sih, jam malem juga masih sibuk banget' kesal Reina.
Gadis itu merasa bosan hingga rasa kantuk menyerangnya. Tanpa sadar dia pun menyenderkan kepalanya di punggung Miko hingga sang empunya terkaget dan langsung menoleh kebelakang.
Dengan senyum lembut dia memandang Reina yang memejamkan mata.
"Dasar gadis nakal" gumam pelan Miko.
"Oh, No. I just talking with someone here" jelas Miko pada lawan bicaranya ditelfon.
Miko membenarkan posisi duduknya lalu membenarkan posisi kepala Reina agar bisa bersandar dengan nyaman di bahunya, merangkulnya dan membiarkan gadis itu makin nyaman dipelukannya, terlelap dalam dekapannya.
"I'm happy if you become an obedient girl like this" senyum Miko memandang wajah Reina.
Setengah jam Reina tertidur di bahu Miko, dan Miko pun sudah selesai menelfon rekan bisnisnya, namun dia tak segera membangunkan gadis itu, meski banyak sekali orang yang lewat memandangi mereka dengan senyum tergambar menyaksikan sepasang kekasih yang sangat romantis.
"Maaf pak Miko, kami terlambat" ucap seorang lelaki yang diikuti beberapa orang dibelakanngnya membungkuk hormat pada Miko.
"Bapak sedang butuh apa, kami siap melayani" ucap salah satu yang
Punya ID card tertulis 'Manager' terkalung di lehernya.
Mall ini merupakan salah satu mall milik keluarga Miko, tentu Miko merupakan orang penting yang tidak boleh dikecewakan sebagai pelanggan disini.
"Saya sudah selesai, kalian kembali bekerja saja"
"Maaf tuan saya terlambat" sela Ken yang baru datang menyeruak ditengah mereka.
"Tadi macet"
"Never mine, kalian bisa kembali bekerja." Ucap Miko pada orang selain Ken, sambil mengusir memakai tangannya.
"Kamu yang bawa mobil" Miko melempar kunci dan godie bag milik Reina pada Ken, lalu bergegas menggendong Reina ala bridal style.
"Kalian boleh kembali bekerja, tapi jika lain kali saya melihat Tuan Miko berbelanja sendiri. Habis kalian ditangan saya" gertak Ken pada Manager serta pegawai lain mall lalu menyusul Miko yang berjalan menjauh.
__ADS_1
"Duh kalian ini kenapa telat bilang kalau ada tuan muda Miko kesini, saya bisa kena SP kalau kalian begini" marah sang manager pada karyawannya yang tertunduk ketakutan
bersambung...