Cogan Kamar Sebelah

Cogan Kamar Sebelah
15. kelepasan


__ADS_3

"Kamu dari mana?"



...marah Miko pada Reina yang baru saja memasuki kamarnya....


"ya Tuhan, kaget gue."


"bisa gak sih jangan masuk kamar gue sembarangan"


"kamu dari mana" ulang Miko.


"kampus lah"


mata Miko yang marah, kini semakin menyala mendengar jawaban dari Reina.


"SAYA TANYA SEKALI LAGI, KAMU DARI MANA" bentak Miko


"gue punya kuping, gak usah teriak-teriak dong"


"tadi udah gue jawab kan, gue dari kampus"


"JANGAN BOHONG"


"dih siapa yang bohong"


"saya tadi lihat kamu dijalan motoran sama lelaki."


"siapa dia?'.


"temen" jawab Reina singkat lalu berjalan menuju kasurnya.


"Saya tanya sekali lagi, Siapa dia?"


Reina berhenti melangkah lalu membalikkan badanya menghadap miko.


"kok loe ngegas sih, dia temen gue. kurang jelas apa lagi?"


"mana ada teman yang mesra begitu, kenapa harus memeluk dia dari belakang?"


"mesra mata lu soak, ya masak gue dibonceng harus pegang pala dia. yang ada jatuh,gue"


"lu emang suka ngadi-ngadi ya orangnya" sebal Reina.


"kenapa tidak langsung pulang?"


"ya masak gue gak boleh main"


'kalo gue jawab males pulang karna pasti bertengkar sama loe, mesti loe bakal tambah mengila'


'ni tante mira dulu nyidam ape sih, perasaan ni anak kalau liat gue udah kayak kucing liat musuhnya.. maunya nyakar mulu' batin Reina.


"lalu dari mana kamu baru pulang jam segini?"


"duh, loe itu lagi dapet apa gimana sih Mik.. tante Mira aja gak marah kok gue pulang telat. kenapa loe yang sewot sih"


"JAWAB SAJA, KAMU DARI MANA" bentak Miko.


hilang sudah kesabaran Reina yang baru pulang tapi malah di introgasi.


"kok loe marah2 sih, apa urusannya sama loe? gue dari kampus kek, gue dari pluto kek, gue dari mana kek, apa hak loe ngatur2 hidup gue"

__ADS_1


"karna saya.."


belum selesai Miko menjawab, Reina sudah memotongnya.


"saya apa?"


"loe kok obsesif banget sih sama gue.. loe suka sama gue" ceplos Reina.


bukannya menjawab, Miko malah berjalan mendekati gadis itu dengan wajah marah.


"loe mau apa?" takut Reina.


Miko menangkap Reina, dengan tenaganya yang kuat, dia melempar Reina ke atas kasur, menindih Reina hingga tak bisa berkutik meski dia meronta hebat.


"dengan ini kita akan tau jawabannya, saya suka kamu atau tidak"



Miko membawa kedua tangan Reina ke atas, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Reina yang berkilat manis itu.


"hmmbhh" reina meronta, namun Miko semakin membabi buta.


miko ******* bibir gadis itu tanpa ampun, lidahnya mendesak agar reina membuka mulut tapi tidak berhasil. sesekali dia menggigit kecil bibir Reina yang terkatup.


"mmmbh.. Mi..Miko, ja.. jangan" mohon Reina pada Miko yang kini berpindah menelusuri leher putihnya.


namun Miko tak menggubris Reina, dia terus saja melahkukan aktifitasnya.


deg..deg..


Jantung keduanya berpacu. Miko yang sudah menahan marah selama rapat tak bisa menghentikan aksinya. sedangkan Reina yang tadinya melawan, kini pasrah memejamkan matanya.


"aakh.." desah Reina kala Miko menggigit lehernya.


Reina tidak pernah dicium lelaki manapun, selain Miko. karena itu, dia tidak bisa mengatur perasaanya. jantungnya kini berdesir hebat kala bibir Miko menyentuh bibirnya yang ranum.


Rasa ciuman ini berbeda dari pertama kali Miko menciumnya, ada rasa manis yang membuatnya mabuk kepayang.


'gue bisa gila kalau begini' batin Reina


sekian menit Miko ******* bibir gadis itu. tidak ada penolakan tapi Reina juga tak membalas ciumannya.


Miko tersadar, perbuatannya sudah sangat keterlaluan, dia memang menikmati ciuman ini namun dia sangat menyesali kelakuannya.


'seharusnya saya lebih sabar padamu, tapi saya sudah menahan perasaan ini selama sepuluh tahun' sesal Miko


perlahan dia melepaskan kedua tangan Reina, perlahan pula dia melepaskan ciumannya, menjauh dari bibir Reina.


dilihatnya Reina yang memejamkan mata itu lekat-lekat. Wajah ayu nya membuat Miko tersenyum getir penuh sesal. Mata Miko mulai memerah tapi bukan karena marah melainkan karena air mata yang kini menetes di pipi gadis yang ada di bawah kungkungannya itu.


"sorry" gumamnya pelan


Reina seketika membuka matanya pelan kala tetesan air mengenai wajah manisnya. Dia memandang Miko heran.


saat Miko mengucap maaf, Reina semakin mengkerutkaan alisnya penuh tanda tanya.


Mata mereka bertemu tatap, Reina mencari jawaban dalam diam, mengapa ada air mata yang menggenang dari lelaki yang baru saja menciumnya secara brutal itu.


'ni bicah napa sih' pikir Reina


'kenapa mukanya begitu?'

__ADS_1


Miko yang menghindari tatapan Reina dengan wajah sendu, semakin membuat gadis itu gelisah.


'tadi dia agresif banget, tapi kenapa wajahnya sekarang dah kaya dia yang jadi korban' bingung Reina.


'eh tapi, kenapa gue yang malah kecewa karna dia udahan cium gue'?


'ah.. gue beneran edan ini sih'


tanpa sepatah katapun keluar, Miko segera bangun dari posisinya. Melihat Reina dengan wajah penuh sesal lalu menggumam kata maaf sekali lagi sebelum berbalik pergi.


namun yang tak di duga, Reina malah dengan berani meraih tangan Miko hingga pria itu kembali tersungkur di atas kasur


Dengan gerakan cepat, Reina menindih badan Miko. mengungkungnya seperti yang pria itu lahkukan padanya tadi, tapi sekarang Miko yang ada dibawahnya.


"biar ku pastikan satu hal" gumam Reina sambil tersenyum.


Clup..


Bibir mereka bertemu untuk ketiga kali, dan kini Reina lah yang memegang kendali.


Mata Miko membelalak menerina perlakuan Reina.


'd**sar gadis tak kenal takut' seringai Miko disela ciumannya.


Miko yang mendapat lampu hijau, kini dengan berani meraih tengkuk gadis itu, memperdalam ciumannya, ******* bibit merah milik Reina.


Reina pun terkejut dengan tindakannya, dia pun tak habis fikir dengan prilakunya sendiri.


'udah deh, gue beneran gila segila gilanya' pejam-nya.


mereka berdua benar-benar terbuai dengan dunianya sendiri, saling beradu lidah hingga melempar saliva satu sama lain.


"ehmmbh" keluh Reina kala Miko semakin agresif meng-ekplore bagian rongga mulutnya.


"akh...ehmmbh"


"sssh ah...ja.. jangan gigit leher gue mik" desah Reina karena gigitan kecil dilehernya.


Tak sampai disitu, tangan Miko mulai ikut memainkan peran. Dia menelusup dari bawah kaos over size Reina hingga tangannya menyentuh kulit punggung gadis itu.


'eemhhb.. dikasih hati minta jantung' batin Reina kala merasakan tangan Miko merayap pelan dibalik kaos putih yang dipakainya.


belum selesai urusan tangan Miko yang menggrepenya, tiba-tiba Miko berguling, hingga Reina kini berada dibawahnya lagi.


"I just want U" bisik Miko ditelinga reina yang membuat gadis itu bersemu merah.


Miko kembali mencium Reina, mengulum lembut bibir gadis itu. Meresapi sejengkal demi sejengkal semua bagian didalam mulut sang gadis sambil meraba perutnya.


tangan Miko semakin ke atas hingga membuat Reina harus menghentikan Miko sebelum pria itu mencapai gunung kembarnya.


"eemmbbh aah.. Mik, tangan" desah Reina di antara keluhan ciuman mereka.


tanpa menjawab, Miko kembali menciumi Reina dan meraba-raba nya.


brak..


tante Mira membuka pintu kamar Reina sambil mengomel.


"kalian ini lho kok bertengkar terus kerjaannya"


"YA, TUHAN, MIKO" teriak tante Mira saat melihat adegan tak baik didepan matanya.

__ADS_1


bersambung...


...(ni emak-emak datang di waktu tak tepat wkkk)...


__ADS_2