
brak..
"kalian ini lho kok bertengkar terus kerjaannya" ucap tante mira membuka pintu kamar Reina sambil mengomel
Namun ketika dia melihat Miko yang sedang menindih Reina dengan bibir menyatu, mata tante Mira auto melotot seakan mau keluar.
"YA TUHAN, MIKO"
"kamu ngapain anak orang!" teriaknya
Dua orang yang sedang bergelut di kasur itu langsung terlonjak kaget melihat Mami yang berdiri di tengah Pintu.
"aduuhh Miik.. kamu apain Reina" histeris tante Mira.
"itu anak orang kamu apaaiin"
Bukannya menjawab Miko malah dengan santai berjalan pergi menuju kamarnya, tapi sebelum itu dia sempat membelai kepala Reina sayang sambil tersenyum.
"Mik, kamu mau kemana"
"MIK.. MIKO"
"Mandi" jawab Miko singkat pada ibunya sambil melonggarkan dasinya.
"Dasar anak kurang ajar, jelasin dulu ke mami.. kamu apain Reina"
Miko tak perduli, dia terus saja berjalan menuju pintu penghubung kamar dengan senyum lebar lalu menutupnya kembali tanpa mengucap sepatah kata pun.
'anjay, gue ditumbalin' batin Reina kala melihat tante Mira dengan wajah panik menghampirinya.
"sayaaangg.."
"kamu diapain anak tante"
'dasar miko sialan, gue harus ngomong apa ke tante'
"Reina" peluk tante Mira.
'brengsek tu cowo, gak bertanggung jawab banget. gue harus bilang apa ke emaknya ini'' panik Reina dalam diam.
"sayang, tatap mata tante.. Miko kurang ajar sama kamu?"
"ga..gak kok tan, tadi cuma salah paham"
"jujur sama tante!" tegas tante Mira.
"ta..tadi kita lagi bertengkar eh gak taunya Miko kesandung terus nimpa Reina, dan begitulah" senyum Reina canggung.
"kok"
"kok?" ulang Reina
__ADS_1
"maksud tante, kamu gak dicium paksa Miko kan? kalau iya, ngomong aja biar tante hukum dia"
"ga..gak kok tan, gak" gugup Reina.
'mana bisa gue ngomong kalau Miko yang duluan paksa cium gue tapi guenya minta nambah, apa kabar harga diri kalo begini'
"dan kalian gak ngelakuin itu karena suka sama suka?" tanya Tante Mira lagi.
'ni emak-emak fillingnya kuat banget'
"gak kok tan, cuma kecelakaan" senyum Reina berusaha meyakinkan Tante mira.
"tapi kok, kedengaranya kayak adegan di drama korea ya. itu loh, si perempuan gak sengaja kesandung trus gak sengaja dicium si pria nya"
'alasan gue terlalu klise sampai tante mira bisa baca pikiran gue'
"hehe, emang kenyataanya gitu kok tan." jawab Reina lain di mulut lain di hati.
"tante tadinya gak denger kalian berantem, tapi bibi bilang kalian lagi ribut makanya tante ke sini"
"aku sama Miko kan emang suka berantem tan, jadi tante gak usah khawatir."
"ya udah kalau kamu gak di apa-apain Miko, tante sampai kaget. Soalnya Miko itu jago berantem, meskipun kamu pernah belajar Karate tapi Miko udah di atas kamu, dia pernah karate, judo, sampaai silat. bahkan olah raga apapun dia bisa. kamu bisa kalah kalau berantem sama dia"
'pantesan pas tadi gue dorong dia, gak mempan sama sekali'
"hehe kita kan berantemnya juga gak sampai baku hantam kok tan, paling cuma cek cok mulut doang."
"iya sih, tante yakin anak tante gak bakalan nindas perempuan. tapi kalian kurangin ribut dong. masak berantem terus"
"tante kan pengen kalian rukun sampai kakek nenek"
"heh?" bingung Reina mendengar perkataan tante Mira.
"eh maksut tante kan masak kalian masih berantem pas udah tua nanti"
"ooh"
"ya udah, kamu mandi gih trus makan malem"
"iya tan makasih, tapi tadi udah makan kok sama temen"
"oh ya udah, kalau gitu kamu bebersih dulu sebelum tidur, tante turun ya. kalau ada apa-apa turun atau panggil bibi aja"
"iya tante mira sayang, dan juga gak akan ada apa-apa. tante tenang aja"
"ya udah, love you dear."
"love you tan" lambai Reina yang melihat tante Mira menutup pintu kamarnya.
saat Tante Mira menutup pintu, Reina segera memegang dadanya yang berdetak kencang layaknya drum yang sedang ditabuh.
"gue bisa jantungan gegara tu anak sama emaknya" gumamnya sambil duduk di pinggir kasur.
__ADS_1
"baru pertama kali gue ciuman tapi malah sampai kebablasan begitu"
"sama pacar gue yang SMA aja gue cuma pegangan tangan doang, itupun cuma dua kali karna mau nyebrang jalan"
"ni gue malah ciuman panas tanpa status"
"tapi kenapa harus sama dia, Oh My God" geram Reina sambil menghentakkan kakinya beberapa kali dilantai.
ceklek..
Reina menoleh pada pintu yang dibuka, ternyata Miko yang masih berkemaja dan bedasi yang sama memasuki kamarnya lagi.
"ma..mau apa lo"
Miko masih dalam mode diam, tapi senyumnya tak henti merekah sepanjang langkah kakinya menuju Reina.
"ja..jangan gila Mik, gue teriak nih"
Miko tersenyum menggoda, dia semakin mendekati Reina yang duduk di pinggir kasurnya. dia berdiri tepat didepan Reina lalu mencondongkan tubuhnya seakan ingin menciumnya.
"Mi..mik.. Miko"
Miko semakin mendekati wajah Reina sampai gadis itu kembali berbaring di bawahnya.
"ja..jangan ngelunjak ya mik".
Miko tersenyum senang melihat wajah panik Reina. dia semakin menggoda gadis itu dengan menyentuhkan dahinya dan dahi Reina pelan, lalu hidungnya yang mancung dia gesekkan ke hidung Reina dengan penuh penghayatan
"bukannya kamu tadi menikmatinya?" bisik Miko ditelinga Reina.
Reina hanya bisa diam saat hembusan nafas hangat Miko menerpa wajahnya, bulu kuduknya meremang, ototnya menegang. Reina memejamkan matanya sambil meremas kedua tangan yang ada di dadanya, bersiap menerima ciuman panas dari Miko.
Namun Miko yang melihat ekspresi Reina malah menahan tawa, dia benar-benar hanya ingin menggoda gadis itu. setelah tangan kanannya meraih sesuatu di sebelah Reina, dia lali mengecup singkat pipi kanan gadis itu sebelum dia kembali berdiri.
"apa yang kamu harapkan?" ucap Miko menahan tawa
Reina membuka matanya, mengerutkan alisnya heran.
"saya cuma mau ambil ini" ucap Miko sambil mengangkat pin Dasi yang di pungutnya tadi.
"ih, dasar ya" kesal Reina berusaha duduk kembali.
Miko mengecup cepat pipi Reina yang sebelah kiri Lalu melenggang pergi. Reina yang kecolongan hanya diam meperhatikan punggung miko, namun dia kembali terkejut kala Miko berbalik lagi dan mengecup bibirnya singkat sebelum melangkah pergi.
"Yaaak, dasar brengsek" teriak Reina.
"lo pikir gue apaan"
"yak.."
"dasar si brengsek mesuuuum"
__ADS_1
bersambung...