
...*Rumah Jeneva
...
tante Mira duduk santai dengan teh dan camilannya di sofa ruang tengah, mengambil gadgetnya di meja, lalu mencari dan menekan 'call' atas nama Dina di kontak HP nya.
"hallo Din" sapanya setelah menunggu beberapa saat
"Hallo juga Mir."
"gimana kabar kamu?"
"baik, kamu gimana?
"baik juga, ngomong2 lagi apa sih kok kedengarannya berisik banget?"
"oh, ini. sedang siapin makan malem buat Papanya Reina."
"oh iya, disana udah malem ya. aku ganggu gak?"
"gak kok, ini udah selesai. tinggal nunggu papanya Reina pulang.
" Gimana, anakku gak nyusahin kamu kan?"
"kamu ini, mana ada Reina nyusahin. dari kecil sampai sebesar ini, dia tetep gemesin buat aku"
"kamu ini, dia itu bandel lho"
"gak tuh,dia justru penurut sekali. seneng banget kalau aku punya anak perempuan kaya Reina"
"alah.. itu dia lagi cari muka sama kamu, kalau sama aku sih gak bakal."
"oh ya, gimana. dia udah gak nunjukin gejala traumanya lagi kan?"
"Reina sudah baik-baik aja, karena sejak kejadian itu, aku minta dia dianter jemput sama Miko tiap kemanapun dia pergi. oh ya, kemaren dia juga di anter cowo pake motor. aku gak berani ngelarang takut dia ngambek"
"hahaha gak papa Mir, biarin aja. emang kebanyakan temen Reina itu cowok, dulu pas SMA, temen cowoknya malah banyak banget. kamu gak usah khawatir, dia cuma trauma naik mobil dijok belakang, kalau naik motor sih masih oke sih kayaknya."
"kamu kok gitu sih Din, gak ada khawatir-khawatirnya sama anak cewek. dia perempuan lho. apalagi ada trauma."
"hahah kenapa kamu yang marah sih, kan emaknya aku"
"habisnya kamu terlalu santai, dia kan perempuan, Din"
"bukannya santai, cuma kasih kepercayaan aja sama Reina."
"udah, biarkan saja dia berteman sama siapapun. asal gak kelewat batas. Reina udah besar, dia bisa jaga diri kok"
"kamu tu beneran susah dibilangin."
"hahaha.. "
"oh ya Din, soal kelewat batas aku mau ngomongin sesuatu sama kamu"
"apa?"
"tapi kamu jangan marah ya?"
"apaan sih, jangan bikin penasaran dong"
"tapi jawab aku dulu deh, menurut kamu Miko gimana?"
"hah, kenapa jadi Miko sih."
"udah jawab aja"
"Miko, meskipun kemarem gak ketemu tapi aku yakin kalau anak kamu pasti anak yang baik."
"Dina ih"
"beneran, aku juga sering liat dia disurat kabar. ganteng kok, publik speakingnya juga bagus"
"kalau Miko jadi mantu kamu gimana?"
"hah?"
"gini Din, kemaren aku buru-buru masuk kamar Reina. eh aku malah pergokin mereka berdua lagi popo-popoan di atas kasur."
"HAH?, ya Tuhan"
"jangan teriak dong Din"
__ADS_1
"beneran Mir?"
"iya, makanya aku pengin kita nikahin aja mereka sekalian."
"jangan gila dong Mir, Reina baru umur berapa"
"ya, gimana dong. kalau mereka kebablasan gimana"
"aduh, kok bisa sih. Reina kan baru sebulan tinggal sama kamu kok bisa gitu. Miko pasti ini"
"eh kok kamu nyalahin Miko"
"anak aku polos Mir"
"heh, kalau Reina gak mau mana mungkin Miko cium"
"kamu kenapa ngajakin berantem sih Din"
"kamu duluan sih, trus gimana"
"ya kita kawinin aja mereka berdua"
"Reina masih kecil,Mira"
"kamu gak mau besanan sama aku?"
"bukannya gak mau, aku bahagia banget kalau Reina mau nikah sama Miko sesuai janji kita dulu. tapi kan.. "
"tapi apa?"
"ah sudah lah, aku diskusi dulu sama papanya Reina"
"jangan lama-lama keburu mereka pacaram gak dijalurnya." ancam tante Mira
"yaa, ya udah aku tutup dulu. papanya Reina udah pulang"
"oke, bye. muach"
"bye, muach"
tut..tut..tut. sambungan telefon pun terputus, tante Mira tersenyum kemenangan sedangkan mama Dina menghela nafasnya panjang dengan menggelengkan kepalanya pelan.
"aduh, Na. kenapa belom-belom kamu udah bikin pusing mama sih. baru juga sebulan lebih dititipin"
"ada apa Ma?" tanya papa Suherman
"baiklah"
****
*kampus
Reina berjalan memasuki taman kampus, mengeluarkan Hp nya dan menulis pesan pada Vina dan Keyla.
/gue di taman kampus, lo pada dimana?/
tring.. sebuah balasan diterima
/meluncur bersama Keyla/ Vina
/cepetan anjir/
/iya, bentar, dasar/
Reina memasukkan Hp kedalam tasnya, mengeluarkan sebuah buku Novel yang baru dibaca separuh olehnya.
halaman demi halaman dia baca dalam diam sampai tetiba seorang lelaki duduk disebelahnya.
"pindah" dingin Reina tanpa menoleh
"gak mau"
"pindah apa gue gebukin lo disini"
"iya, bawel" senyum Ibra sambil menowel pipi Reina.
"heh, main towel aja pipi orang"
"abisnya gemes"
"gemes pala lo, dan bisa gak lo jangan kayak jelangkaung. datang gak diundang, pulang gak dianter"
"hahaha.."
__ADS_1
"malah ketawa, lo tiba-tiba dateng aja gue udah kesel, apalagi duduk disamping gue gak pake permisi. lo gak sadar ya, ada banyak mata yang liatin kita sampe kayak mau bunuh gue"
"lebay banget sih"
"liat aja sendiri kalau gak percaya"
Ibra auto melihat sekeliling, dan benar saja. disana banyak sekali mahasiswi yang memandangi mereka berdua seperti kriminal.
"tatapan mereka tajem banget"
"udah tau nanya" bentak Reina.
"lo gak sadar ya kalau lo itu populer?"
"haha, sadar dong"
"dih, PD mampus"
"hehehe bercanda, ya biarin aja mereka liat, kan mereka punya mata."
"tau ah, gue pergi"
Reina memasukkan bukunya ke tas lalu berdiri hendak pergi.
"mau kemana?" ucap Vina yang baru datang bersama Keyla.
"lama banget sih"
"ya sorry."
"hai kak" sapa Keyla pada Ibra yang tersenyum ramah padanya.
"hallo, ibra ya? kenalin, Vina" senyum manis Vina sambil menjulurkan tangannya pada Ibra.
"hallo"
plak..
Reina menampel tangan Ibra yang hendak menyalami Vina.
"ganjen banget sih" bisik kesal Reina pada Vina.
"abisnya ganteng"
"liat yang ganteng aja mata lo langsung ijo" goda Keyla.
"kakak senior BEM kan ya?" lanjut Vina sambil duduk disebelah Ibra
"iya"
"kakak punya pacar"
"belum, lagi proses kalau gak ada penolakan mungkin bentar lagi kami jadian" senyum Ibra sambil mengedipkan sebelah matanya pada Reina.
"huek" reflek Reina
"wkwkwk" Tawa Keyla melihat tingkah teman-temannya.
"ya, Tuhan temen gue. satunya ganjeng banget satunya alergi cowo ganteng." gumam Keyla.
"udah ah, kita permisi dulu kak" pamit Keyla pada Ibra.
"kalian mau kemana?"
"kami ada kelas"
"Reina juga?"
"ngapain ngampus kalau gak ada kelas" jawab Reina sinis
"kirain kangen sama gue"
"dih, ngarep"
"kapan-kapan kita jalan2 lagi ya?"
"gak"
"kenapa?"
'mana mungkin gue bilang kalau gue gak boleh jalan sama elo sama si Miko'
"gak papa, udah ah. ayo" Reina menarik kedua temanya pergi dari hadapan Ibra.
__ADS_1
"bye kakak ganteng" pamit Vina yang masih tersenyum manis pd Ibra.
bersambung...