
"gimana Na, pengalaman pertama ospek kampus?" Tanya Om Jeneva saat mereka bertiga sedang makan malam.
"Lumayan om, banyak hal baru yang nggak Reina dapet pas masih SMA" jawab Reina sambil sesekali menyuapkan nasi dan lauk dari sendok yang dipegangnya.
"Masih ada aspek perploncoan gitu nggak?" Tante Mira yang sedari tadi sibuk mengambilkan lauk untuk suaminya itu pun ikut kepo.
"Kayaknya nggak ada deh tan, normal aja kek ospek biasa. Ga da acara yang bikin trauma. Cuman ada sih yang bikin para MaBa jadi gimana gitu, aneh aja "terang Reina
"Emang disuruh apa, Na? Tanya Tante Mira
"Nggak ekstreem sih tan, cuman Disuruh poto sambil nyium taneman di dalem kampus"
"Hahaha"
Seketika om Jeneva dan tante Mira pun tertawa terbahak
"Trus kamu juga ngelakuin?" Lanjut om Jeneva.
"Ya harus lah om, kalo nggak mau kata senior disuruh nyium hewan yang dipelihara ditaman kampus. Malah parah kan. Masih mending nyium taneman lah"
"Katanya sih biar cinta alam, om.. tapi ya cinta alam apaan, malah kitanya berebut taneman sampe pada potek, dah gitu nginjek rumput.. moga nggak pada mati dah besok tu para tumbuhan"
Om Jeneva dan tante Mira pun tersenyum bahagia mendengrkan cerita Reina.
"Enak banget ya pih, kalo punya anak cewek.. bisa cerita - cerita masa muda, masa sekolahnya.. beda banget sama Miko" ucap tante Mira pada suaminya yang tengah selesai makan dan minum air putih yang kini gelasnya sedang diisi kembali olehnya.
"Emang Miko nggak pernah cerita - cerita tan?" Tanya Reina basa basi.
"Boro - boro Na, ngomong aja jarang. Dia pendiem banget, udah kayak batu" jawab tante Mira.
"Untung ada kamu sekarang."imbuhnya
"Oh ya, besok terakhir ospek kan?" om Jeneva yang telah selesai makan sudah mulai bangkit dari duduknya.
"Iya om, kenapa emang?"
"Biasanya Miko diundang ke kampus kamu, sebagai tamu di acara penutupan ospek kampus"
"Eh, masak sih?" Tanya Reina.
"Biasanya sih gitu, tiap tahun dia diundang sebagai nara sumber, buat motivasi para Mahasiswa Baru. Miko kan lulusan kampus kamu?, Tapi nggak pernah dateng. Kadang juga jadi dosen tamu kalau ada seminar, tapi ya gitu. Jarang hadir" Lanjut tante Mira yang menjawab pertanyaan Reina karena om Jeneva telah beranjak dari meja makan menuju ruang kerja.
'wah, bakalan ketemu Miko, dia inget gua kaga ya?' pikir Reina.
"Kenapa nglamun Na." Tanya tante Mira yang melihat Reina tengah tenggelam dalam pikirannya.
"Eh, nggak kok tan.. cuma penasaran, dia inget aku nggak ya?" Ungkap Reina pada tante Mira.
"Inget lah Na, kamu kan gadis special" senyum tante Mira pada Reina penuh arti.
"Pake telor nggak tan?" Canda Reina.
"Haha bukan lagi.. pake beaf kualitas premium" balas tante Mira dan mereka pun terbahak bersama.
"Miko tu orangnya gimana sih tan?" Reina sepertinya penasaran dengan sosok Miko.
"Ganteng" jawab tante Mira singkat.
'yaelah tan, kalo itu mah, Reina udah tau.. fotonya jelas banget' batin Reina mendengar celotehan tante Mira sambil mengingat foto berfigura besar yang terpajang didinding ruang keluarga.
Miko, si anak semata wayang keluarga Jeneva. Seperti tampak difoto keluarganya, disana terlihat tante Mira memakai setelan kebaya berwarna hijau muda, tampak anggun dengan riasan flawless yang dia kenakan, sedangkan om Jeneva dan Miko terlihat tampan dan gagah memakai jas hitam bertuxedo. Bedanya, Miko seakan memancarkan aura CEO muda dengan segala kegantengannya, serta tatanan rambutnya yang berpomade dengan belahan pinggir membuatnya semakin terlihat maskulin. Kulit mukanya yang halus, putih bersih bak aktor korea membuat tetesan air liur kaum hawa saat memandangnya semakin mengucur deras.
"Posenya kek orang songong" ceplos Reina yang mendapat kerutan kening dari tante Mira.
__ADS_1
"Apa Na?"
"Eh, Maksud Reina tu gimana kehidupannya Miko,sifatnya. Reina kan dah lama nggak pernah ketemu Miko. Dulu kalo om sama tante kerumah Reina juga Miko nggak pernah ikut ?" Gemas Reina.
"Hmm.. iya juga sih, kamu dulu cuma ketemu miko beberapa kali, itupun pas kamu masih umur 7 tahunan. udah pada lupa masing- masing."
"apa ya sifat Miko?
Kayaknya sifat miko tu mengarah ke pendiem, pendiem, pendiem, pokoknya pendiem lah Na" jawab tante Mira.
"Trus"
"Ya pendiem aja Na, dia tu gak suka ngomong. Kalo kehidupannya.. yah, gitu deh.. gak ada sensasinya. Lempeng aja kayak jalan Tol."
'perasaan dari tadi pendiem mulu, si Miko tu manusia apa patung?' batin Reina
"oh ya.. kata mama IQ Miko sampe 200 ya tan? Pinter banget dong? "
"bukan lagi, Na. Miko tu pinter dari bayi, mandiri banget. Dapet kelas Akselerasi, lulus S2 umur 20 tahun."
'Whoaa.. tu otaknya einstein di curi' geleng Reina pelan.
"Sejak lulus S2, dia mau mandiri, mau buka perusahaan sendiri kecil - kecilan. Meskipun awalnya Miko minta modal papinya. Tapi setelah 5 tahun dia udah punya 3 anak perusahaan". Terang tante Mira.
'pasti sombong' pikir Reina yang tak bisa diungkapkan pada sang tante.
"Ish, keren tan.. judulnya jadi kek CEO muda nan tampan." Ucap Reina yang bertolak belakang dengan isi pikirannya.
"Ntar kamu yang jadi nyonya-nya" goda tante Mira
"Nggak berani ngarep lah tan, apalah dayaku yang hanya remahan rengginang dipojok kaleng KongGuan" balas Reina.
"KongGuan apa Na?" Tanya tante Mira yang tak mengerti bahasa anak gaul jaman sekarang.
***
"Pagi Na.." sapa keyla.
"Pagi.." jawab Reina lemas sambil merebahkan kepalanya diatas meja taman kampus.
"Kenapa sih" tanya Vina.
"Gue disuruh lari muterin lapangan lagi sama tu senior setan" Jelas Reina.
"Minum nih, Na. Jan keburu pingsan"
Keyla menyodorkan botol air mineral berukuran sedang, ke arah Reina yang langsung meminumnya sampai habis.
"Eh, buset.. haus apa doyan Na" heran Vina melihat sahabatnya minum seperti orang kesetanan.
"Dasar setan tu senior, dendam banget sama gua. Timbang nonjok dia sekali doang dia dendam banget keknya. Segala urusan gua pake jeans dibikin masalah." Gerutu Reina.
"Yah elu juga. Kemaren kan dah dikasih tau, buat penutupan ospek semua maba disuruh pake rok atasnya beralmamater. Nah elu, celana jeans mulu, dah gitu model robek gini. Auto kena hajar lu sama senior." Balas Keyla.
"Rok tu bukan style gue Key" ketus Reina.
"Seteil kagak seteil emang peraturannya begitu juminten.ah susah ngomong sama elu Na, bikin tensi gue naik" Keyla pun mulai emosi.
"Coba nyokap lo disini, abis lo kalo ketauan pake style tomboy begini." Lanjutnya.
"Jan bawa emak gua dah, dah tau emak gua kagak suka gua pake baju ala preman. Elo jan ember, segala ngadu ke emak gua. awas lu key."
"Bersukur loe tinggal sama sahabat bonyok loe. kalo nggak, bisa - bisa gua liat loe pake baju princess pas kuliah. Hahaha" tawa Keyla pun pecah.
__ADS_1
Dia tau sekali jika mama Dina memang terobsesi punya anak cewek yang feminim nan lemah lembut, meski kenyataannya Reina lebih kearah cewek tomboy dan suka seenak jidatnya. Saat Reina memutuskan bergabung di ekskul Karate saat SMA dulu saja sudah membuat ibu dan anak itu bersitegang selama satu semester, bahkan Reina sampai akan dipindahkan kesekolah berbasis feminisme oleh mamanya. Namun tetap saja Reina pemenangnya.
"Ah, bacod lu Key. Sama kayak tu senior setan." Solot Reina.
"Eh, malah berantem lu berdua.. kalo lagi akur aja pada saling cium kek gurita yang nempel dikaca, gak mau lepas.. kalo berantem dah kayak tom en jeri, kalian berdua emang gada ahlak" sembur Vina.
Reina dan Keyla yang mendengar sahabatnya itu mulai menggerutu pun saling menatap dan mulai berfikir untuk mengerjai Vina.
"Ehem... elu mau gua cium" ucap Reina mendekat kearah Vina namun matanya memberi kode pada Keyla.
"Bentar, gua pake lipstik merah dulu" lanjut keyla.
"Eh, lu berdua mau apaan dah" panik Vina kala melihat dua sahabat yang salah satunya memakai gincu merah berusaha mendekatinya.
"aaaaarrrggghhh" jerit Vina saat kedua sahabatnya berusaha menciumnya membabi buta.
***
Di aula kampus, terlihat para mahasiswa baru sedang duduk berbaris rapi menghadap panggung besar yang nantinya akan ada acara penutupan ospek sekaligus mengundang tamu penting sebagai pembicara nantinya.
Tak ketinggalan Reina beserta sahabatnya Keyla sedang duduk di barisan tengah, sibuk bercanda dan sesekali saling toyor kepala.
Prosesi penutupan pun dimulai, acara demi acara pun telah selesai, hingga acara yang dinanti pun tiba. Acara yang mendatangkan tamu kehormatan sebagai nara sumbernya.
"Eh Na, katanya kali ini Miko Jeneva bakalan dateng." Bisik Keyla pada Reina yang tentu saja, sibuk mengunyah snack yang dibawanya.
"Emang napa kalo dateng" balas Reina cuek.
"Ya nggak papa sih, cuman aneh aja, dia di tahun - tahun kemaren nggak mau dateng, trus katanya hari inipun dia nggak mau dateng juga, tapi nggak tau kenapa sehari sebelum acara dia berubah pikiran."
"Mo ketemu gua kali!" Celetuk Reina.
"Heh, pede parah.. emang dia kenal sama elo?, Tampang burik begini". Sindir keyla tak percaya.
"Lagian penting banget tu lakik lu kepoin Key."
"Eh, Gimana sih. Miko itu dah jadi Top star dikampus ini, setelah senior ganteng kak Ibra. Dia dah jadi Pacar Halu kaum hawa number one. Coba lo tanya para betina satu kampus. Tau lah mereka siapa Miko Aksa Jeneva." Terang Keyla berapi - api.
"Bodo amat"
"Ah elu Na, ga bisa bedain cowo ganteng. Jan jangan loe lesbi" cebik Keyla pada sahabatnya.
"Eh, astaga mulut loe.." kesal Reina.
"Udah ah, tu udah mau mulai nih.."
***
"Selamat sore para Mahasiwa Mahasiwi baru, selamat bergabung di kampus kita tercinta, selamat menuntut ilmu dan selamat menempuh masa kuliah yang menyenangkan" sapa MC pria yang sepertinya adalah salah satu mahasiswa kampus dari almamater yang dikenakannya.
Setelah berbasa basi cukup.lama, sang MC pun segera memanggilkan bintang Tamunya yang spesial.
"Mari kita sambut, Miko Aksa Jeneva. Pebisnis muda nan tampan, alumni kampus kita"
Sambutan sang MC menggelegar seantero aula, mengiringi langkah kaki seorang pria nan gagah, bercelana kain dan berJas biru navy slimfit, berkemeja putih serta berdasi senada. Suara sepatu pantofel yang dikenakannya, mengiringi laju jalannya yang penuh kharisma. Rambut hitam rapi yang tertata epic, kulit putih halus serta wajahnya yang tampan khas anak muda namun berwibawa, sungguh pesona yang tak bisa ditolak kaum hawa.
Tak ayal kemunculannya membuat seisi aula seperti tersihir, Para mahasiswa perempuan pun tak lantas melewatkan moment berharga ini, mereka berteriak heboh seolah berjumpa dengan idola mereka, tak terkecuali Keyla.
"Kyaaa Miko... Kyaaaa pak Miko, aku padamu" teriak Keyla penuh tenaga.
"Ah, berisik lu key" keluh Reina yang masih cuek memakan keripik kentang kesukaannya sambil sesekali menarik almamater sahabatnya agar duduk kembali. Hanya dia perempuan yang tak terlihat kagum saat bertemu Miko.
Miko yang sedang berada diatas panggung pun hanya tersenyum sekilas pada sambutan meriah yang didapatnya. Mengedarkan pandangannya menyapu segala penjuru aula, hingga tatapannya berhenti pada gadis berambut ekor kuda beralmamater dan bercelana jeans robek, sedang memakan pottatonya dengan seksama tanpa menoleh kearahnya sama sekali.
__ADS_1
"I got it" bisik Miko pelan.