
"udah pulang Mik" tanya mami (red. tante Mira) pada Miko yang berjalan menaiki tangga.
"Hmm"
"Reina kenapa?"
"Tidur"
Reina menggeliat kala mendengar suara Miko, bukannya bangun dia malah memeluk erat Miko, merangkulkan lengannya semakin erat dileher Miko.
"Oh ya udah, baringkan aja di kamar"
"Hmm"
Miko berjalan memasuki kamar, namun bukan kamarnya Reina melainkan kamarnya sendiri.
"hooaahemmh"
Reina menggeliat sambil menguap nikmat, mengucek matanya yang tertutup hampir satu jam. Meraba area sekitar, sedang berpikir dimana dia tertidur dengan mata terpejam karena dirasa posisinya sedang tidak tidur di atas kasur.
Ketika nyawanya terkumpul, dia membuka matanya lebar, barulah dia menyadari bahwa dia sedang berada dalam dekapan Miko.
"Sudah selesai merabanya" ucap Miko melihat tangan kanan reina sedang berada si dadanya.
"Eh" reflek Reina menyingkirkan tangannya.
"Ngapa gue lu gendong, turunin" sentak Reina
Miko yang menerima perintah langsung saja melepas dekapannya, untungnya Reina jatuh tepat di atas kasur meski dia sempat berteriak kaget.
"Kyaa" teriaknya
"Kaget gue, gue kira bakal bletak di ubin ni pala" kesal Reina sambil memegang dadanya.
"Saya tidak sekejam itu" balas Miko.
"Trus ngapa lu masukin gue di kamar elu, bukan kamar gue sendiri."
"Jika saya masuk kamar kamu, takutnya kamu akan bilang mesum lagi seperti tempo hari" singkat Miko lalu melenggang pergi meninggalkan Reina menuju meja kerja yang tak jauh dari sana.
"Tidur saja disitu, saya mau kerja"
"Kagak, gue mau balik kamar gue sendiri" tolak Reina
"Terserah"
"Trus mana belanjaan gue?"
"Saya sudah suruh Ken bawa ke kamar kamu"
"Oh, thanks" ucap Reina lalu berlari ke kamarnya.
"Dasar gadis nakal" smirk Miko.
***
Reina sedang duduk santai di kantin sambil memainkan sedotan digelasnya, hingga sebuah pesan WA datang memebuyarkan lamunanya.
/Lagi dimana/
/Siapa lo?/ Balas Reina.
/Sayang Ibra/
/Sayang pala lu/
__ADS_1
Senyum ibra membaca pesan dari Reina.
/dapet nomer gue dari siapa?/
/Temen lo/
'sialan si keyla' gumam Reina.
/Bidadariku ini lagi dimana?"/ Goda Ibra.
/Di kayangan, lagi di breafing supaya gak kecantol jaka tarup yang pakai WA/
/Kalau gitu, jaka tarub samperin bidadarinya langsung aja ya/
"Dih, maunya" cebik Reina sambil melempar pelan HP nya diatas meja.
"Bidadari" sapa Ibra yang entah dari mana datangnya.
Reina hanya memandangnya dengan satu alis yang terangkat, heran.
"Jangan gitu dong, manisnya ilang loh" duduk Ibra semeja dengan reina
"Sapa yg suruh lo duduk"
"Inisiatif"
"Lagi nungguin siapa?" Lanjut ibra.
"Gak nunggu siapa-siapa"
"Kok sendirian, temen-temen kamu kemana?"
"Keyla sama vina gak ada kelas, temen kelas juga dah pulang"
"Kok lo belum pulang"
"Mau ikut gue?"
"Kemana?"
"Jalan-jalan aja, muter-muter, kalau gak gitu ya ketempat yang bagusan dikit lah dari pada dikantin ini "
"Kagak ah, gue kagak percaya sama manusia modelan kaya elu"
"Gue orangnya baik kok, tanya aja satu kampus"
"Gak ada orang baik yang bilang dia baik"
"Makanya gue suruh lo tanya mahasiswa satu kampus, gue ini bisa dipercaya kok."
"Bohong banget"
"Beneran, Sayangnya pas pertama ketemu, kesannya kayak gue jahat ke elo. padahal sih enggak,kalau elonya gak bandel"
"Lu ngajak gue gelud ya"
"Gak ah, bercanda"
"Ikut gak?"
"Kemana"
"Udah ikut aja"
Tak lama mereka sudah duduk di atas motor Ibra. Berkendara keliling kota.
__ADS_1
"Lo sekarang bawa motor?" Tanya Reina yang duduk di jok belakang.
"Emang dari dulu bawa, kebetulan pas pertama kali gak bawa ya gue ketemu lo di MRT, dan karna ketemu lo jadi gue terusin aja naik MRT. eh, taunya malah gak pernah ketemu lo lagi"
"Oohh"
"Lo di anter-jemput 'abang' lo itu sekarang?"
"Iya"
"Pantesan, gue tungguin lo di stasiun sampai jamuran juga gak nemu"
"eh, kita mau kemana emang?"
"Jalan-jalan aja, biar kamu familiar jalanan kota. Katanya kamu bukan asli sini"
"Pegangan yang erat, nanti jatuh"
"Hmmb"
Reina memegang erat pinggang Ibra karena lelaki itu tiba-tiba menarik gas motornya.
"Lo mau bunuh gue?"
Mereka berdua bersenda gurau sepanjang jalan. Entah apa yang mereka bahas, sesekali mereka bedua terkekeh sendiri.
Mereka berhenti dilampu merah, bersebelahan dengan mobil sedan hitam yang familiar.
"Tuan, sepertinya disebelah kanan kita itu nona Reina?" Ken memberitahu Miko yang bersandar sambil memejamkan matanya di jok belakang.
Tanpa Ken mengulang kalimat yang dia ucapkan, Miko membuka matanya lebar kala mendengat nama Reina disebut.
Dia menoleh ke samping, memperhatikan dengan seksama dua orang remaja yang sedang berkendara di atas motor.
"Iti benar nona Reina kan?" Ulang Ken
"I don't know, memangnya kenapa jika itu dia. Tidak ada hubungannya denganku" jawab Miko acuh namun tersirat rasa kesal di raut wajahnya.
"Bukankah nyonya besar meminta tuan menjemput nona Reina setelah puoang kantor?"
Belum sempat Miko menjawab pertanyaan Ken, dia dibuat terbakar emosi kalamelihat Reina dengan santainya mendekatkan wajahnya pada Ibra dari belakang lalu tersenyum bahkan tertawa bersama.
"Haish,sial" umpat Miko.
Miko bergegas membuka pintu mobilnya, namun lampu hijau yang menyala lebih dulu membuat Ibra melajukan motornya tanpa tau ada orang yang keluar dari mobil dengan mata semerah darah karena marah.
"Sialan" umpat Miko kedua kalinya.
"Ikuti dia" titah Miko pada Ken setelah memasuki mobil.
"Tapi tuan, kita ada meeting dengan penanam saham dari korea terkait proyek hotel kita yang baru"
"Batalkan"
"Tidak bisa tuan, anda sudah membatalkan janji dengan tuan Lee Byung hyun sebanyak 3x, jika saya membatalkan lagi tanpa alasan yang jelas maka akan berpengruh pada kepercayaan tuan Lee pada perusahaan kita."
"Hah, baiklah.. kita meeting" pasrah Miko.
***
"Dari mana?"
...marah Miko...
__ADS_1
"ya Tuhan, kaget gue."
bersambung....