
"saya gak suka kamu dekat lelaki lain" lirih Miko memperdalam pelukannya.
"jangan ngatur gue" geram Reina.
"tapi saya kesal"
"ya terus?, ini kan idup gue. masak iya kalau gue mau berteman harus izin dulu sama elo. loe pikir gue bayi"
"kamu boleh berteman dengan siapa saja asal perempuan, tapi jangan sama lelaki apalagi yang bernama Ibra"
"kenapa emang"
Miko tak menjawab, Dia semakin mempererat pelukannya, menenggelamkan seluruh wajahnya di ceruk leher gadis itu.
"kenapa gue gak boleh temenan sama Ibra, dia baik. bahkan dia selalu ada saat gue butuh" ulang Reina.
"saya jealous"
"hah?" kaget Reina.
"saya cemburu" ulangnya
"wait.."
loading Reina lama sebelum melanjutkan kalimatnya.
"loe cemburu?"
"dalam rangka apa loe cemburu?"
Miko melepas pelukannya, melihat Reina dengan tatapan penuh tanya.
"maksudnya?" tanya Miko
"ya, gue tau sih kalau elo udah anggep gue sodara. tapi kan gak etis juga kalau loe sampe bilang cemburu pas gue deket sama cowo"
"saya tidak pernah anggap kamu saudara, Reina" tegas Miko.
"ya terus lo anggep gue apa?, sodara bukan, adek bukan. masak loe anggep gue beban?"
"mentang-mentang gue sakit mental lo anggep gue beban?" ulang Reina memastikan.
"saya tidak pernah menganggap kamu saudara, apalagi beban"
"apa kamu masih belum sadar kalau saya suka sama kamu?, kamu anggap saya cium kamu tempo hari memangnya dengan rangka apa?"
"agustusan kali" celetuk Reina
"saya serius"
"becanda ih, galak amat"
"ya bisa aja kan loe itu lama tinggal di LN, bisa jadi kiss by lip itu udah jadi style elo disana"
"bulshit" kesal Miko lalu berbalik duduk diranjangnya.
"lah kenapa elu yang marah"
"kamu itu bodoh atau bagaimana sih, memangnya di bagian dunia mana yang menjadikan seorang kakak cium adeknya pake nafsu itu life style"
"ya kali" santai Reina,
Reina lalu meletakkan dua gelas susu yang salah satunya kosong itu diatas meja kerja Miko, menghampiri Miko yang berwajah kesal.
"trus mau loe apa?"
"eh tapi tunggu, loe bilang apa tadi? loe suka sama gue?"
Reina menatap Wajah Miko seksama, menanti kepastian dari pernyataan yang dilontarkan lelaki itu tadi.
"Lo suka sama gue mik?" ulangnya
"miko, ih.. jaaawaaab"
"bawel banget sih"
"ya jawab dong"
"iya.."
"puas"
__ADS_1
"hah? beneran? lo gak lagi kerasukan kan?"
"memangnya saya pernah bohong sama kamu?"
"nggak sih, tapi aneh aja"
"trus jawaban kamu apa?"
"eh.. kok gue harus jawab sih"
"lalu untuk apa saya bilang ke kamu kalau kamu gak mau jawab"
"gak tau"
"saya kasih kamu waktu tiga hari"
"dih, maksa"
"kalau gitu jawab sekarang"
"iya deh, tiga hari"
"fine, sekarang kamu keluar"
"yah, kok ngusir"
"saya mau mandi, kamu gak lihat saya lengket begini, atau kamu mau saya peluk?"
"dih, ogah"
"ya sudah , pergi sana"
"ya udah deh, bye.."
Reina menyambar susu milik nya dimeja lalu kabur secepat kilat.
***
Reina dan Miko sudah didalam mobil, mengatarkan gadis berkuncir kuda itu pergi kuliah.
"saya ingetin, pulang langsung WA saya. jangan minta dianter siapapun"
"kamu membantah saya"
"saya tidak berani, tuan muda" sinis Reina dengan membungkukan badannya, menyindir.
"kalau bisa hari ini kamu kasih saya jawaban"
"lah, belom juga 3 hari"
Reina lalu menghitung dengan jarinya.
"baru juga 10 jam."
"makin cepat makin bagus, saya tidak suka digantung" ucap Miko dengan mimik muka serius.
Reina hanya diam sepanjang perjalanan, setelah sampai dikampus pun dia hanya merenung diam hingga membuat bingung Keyla.
"perasaan loe nglamun terus dari tadi" tegur Keyla melihat sahabatnya itu menyedot jus alpokat yang tinggal gelasnya saja.
"eh, apa?"
"loe kenapa sih" geram Keyla.
"minuman gue kapan abisnya" heran Reina
"taun lalu"
"becanda mulu sih"
"abisnya elo udah kaya patung depan kampus, diem bae, kesambet kutil beranak jerawat, mampus loe"
"kuntil anak kali ah"
"gue lagi bingung nih Key"
"kenapa?"
"gue ditembak Miko"
"hah beneran?, apa gue bilang. dia suka sama elo. trus lo jawab apa?"
__ADS_1
"belom gue jawab, diabkasih waktu gue tiga hari"
"kenapa gak lo jawab iya"
"iya mata loe soak, gue kan gak kenal dia. maksud gue kepribadian dia kan gue gak tau"
"lah, loe kan tinggal bareng dia, apa yang belom loe kenal?"
"ya emang sih kita tinggal bareng, tapi dia misterius banget anjir. gue ketemu dia juga cuma pas sarapan, anter jemput gue. udah gitu doang"
"eh sekonyong-konyong, dia bilang suka sama gue. apa gak keder gue"
"kalau menurut hati loe, gimana?"
"ya emang sih gue deg deg'an pas deket dia tapi kalau dalam taraf suka, gue belum mantap"
"mau loe gimana"
"kalau gue tau mau gue kek apa, mana mungkin gue galau".
"gue boleh nanya gak?"
"hmm?"
"kalau sama ibra, loe gimana?"
"ibra?"
"biasa aja, sebatas temen. gak ada rasa tertarik. lagian loe kan tau, gue gak punya minat sama yang namanya lelaki"
"jangan-jangan loe lesbi?" celetuk Keyla
"bangsat loe, gue masih waras bego" kesal Reina sambil menendang kaki Keyla dibawah meja.
"becanda, yaelah"
"tapi bukannya loe dulu SMA punya pacar ya, dari sekian puluh cowo yang nembak elu, cuma dia yang loe terima. kalau gak salah namanya Rayen kan?, ya meskipun putus juga setelah seminggu karena loe banting dia" gidik Keyla geli.
"oh si Rayen, ya mau gimana lagi. dia kemah di halaman rumah gue tiga hari anjir."
"ngakak banget sih waktu itu, bisa-bisanya dia nembak elo sampai kemah segala"
"gila emang tu bocah, dan selama seminggu setelah jadian dia kerumah gue terus dong, trus apa bedanya dia sebelum gue terima, jijik gue"
"hahahaha sumpah, anak-anak cowok yang pernah nembak lo juga pada ribut waktu itu, mau ngeroyok dia juga"
"emosi gue sama Rayen, berasa diteror. sekalian aja gue gebukin dia sampe babak belur. kapok dah dia"
"setelah itu dia pindah karena anak cowok pada musuhin dia"
"segitu populernya ya gue" heran Reina sambil mendekat kearah Keyla.
"pol lah, cowok gue aja sampe nembak elo, kan kebangetan itu Na"
"wkwk, masa SMA yang penuh huru hara"
"iya, gegara elu" jutek Keyla.
"ih apaan sih, kok marah. lagian ngapain kita bahas masa SMA, kita kan lagi bahas Miko"
"bodo ah"
"yah, ngambek beneran."
"bodo, bodo, bodo amat" kesal Keyla
tapi meskipun Keyla memasang wajah jutek, Reina malah ngakak terpingkal-pingkal. dia sampai mengeluarkan air matanya saking tak bisa menahan gelak tawanya.
keyla yang tadinya ngambek, saat melihat sahabatnya itu terpingkal kini dia pun ikut tertawa terbahak pula. hingga Vina menghampiri mereka dengan memasang tampang bego.
"lu berdua pada gila ya?" selorohnya melihat dua sahabatnya tak henti tertawa
Vina yang bingung akhirnya tertular juga, dia ikut tertawa terbahak meski tanpa tau sebabnya
***
Reina menunggu Miko di halte bus depan kampus, dia duduk santai sambil bersandar di tiang penyangga atap halte, memainkan hp ditangannya. hingga ibra menghampirinya dengan motor gedenya.
"mau dianterin pulang neng?"
bersambung...
__ADS_1