
"Gue boleh duduk" suara serak khas laki - laki membuat Reina yang asik dengan cemilannya menolehkan kepala kearah sumber suara.
"Serah lu lah, bukan bangku punya bapak gua juga" jawab Reina.
"Eh, kakak senior.. apa kabar kak" sapa Keyla saat melihat senior ganteng yang tempo hari di acara pembukaan ospek.
"Sangat baik? Kalian?".
"Bodo" balas Reina sewot.
"Hush, Na.. nggak sopan ih?" Kesal Keyla.
"Baik kok kak. Lagi patroli ya?"lanjutnya.
"Nggak kok, udah selesei semuanya.. tinggal dengerin acara terakhir. Sengaja emang mau nyamperin kalian"
"Ooh.."
"Jan sampe lu hukum gue lagi karna gue nyemil ya" celetuk Reina.
"Hahaha nggak kok, kan tadi udah di bilangin. Semua udah kelar. Su'udzon mulu perasaan"
"Kali aja lu masih dendam"
"Cantik - cantik ngambekan" balas Ibra.
"Serah gua lah"
Sementara mereka bertiga sedang berbincang, acara talk show pun semakin meriah karna kedatangan Miko yang menjadi nara sumber di acara tersebut. Jarang sekali Miko hadir diacara umum, apalagi acara kampus yang memang sudah lama mengundangnya namun tak pernah diagendakan dalam jadwal yang akan dihadirinya.
***
Acara pun telah usai, semua mahasiswa pun bersiap pulang kerumah masing-masing. Reina pun kini sedang berjalan kearah parkiran kampus bersama Keyla dan Vina , Ibra yang semula bersama mereka pun tak nampak batang hidungnya.
"Gue bawa Mobil Na, lu gue anterin ya?".
"Eh, dah dikirimin mobil sama bapak kau Key?
"Udah. Gimana, mau kagak?" Tawar Keyla kembali.
"Rencananya gua mau naik bus, tapi karna lu udah bawa mobil. Ya terpaksa.. mau gimana lagi."
"Haha dasar" kesal keyla sambil menoyor kepala sahabatnya itu.
"Trus, mobil lu kapan dianter Vin?" Tanya Reina pada Vina yang sedari tadi asik dengan HP nya.
"Tau nih, bokap gua. Katanya nunggu semingguan lagi. Lagian satu kontrakam juga sama Keyla, boros uang bensin"
"Oh, ya udah gua didepan?" Tawar Reina dengan muka memelas.
"Iya, tau kok." Jawan Keyla dan Vina barengan.
__ADS_1
Tin.. tin..tin..
"Eh Buset" umpat Reina dan dua temanya bersahutan saking kagetnya mendengar suara klakson mobil yang berhenti disebelah mereka.
"Masuk"
Suara laki-laki dari dalam mobil sedan keluaran terbaru, Mercedes-Maybach S 650 itu membuat tiga sahabat melongokkan kepala ke arah jendela belakang mobil yang perlahan menurun.
Terlihat seorang lelaki rupawan dengan gagah duduk di bagian belakang.
"Masuk" ulangnya sekali lagi tanpa menoleh pada mereka bertiga.
"Masuk" pemuda itu pun akhirnya menoleh kala tiga remaja itu terbengong heran.
"Gue" ucap Reina yang merasa tatapan mata lelaki itu mengarah padanya.
"Ogah" lanjutnya.
"Ken... urus"
"Baik, tuan"
Seorang lelaki berjas hitam yang duduk di samping kemudi, turun dan menghampiri Reina.
"Maaf, non. Tuan Miko menyuruh nona masuk mobil"
Ya, dia adalah Miko. Miko Adiva Jeneva.
"Nyonya besar berpesan agar membawa nona pulang bersama tuan Miko."
"Bilang ke tante, gua bisa pulang sendiri, nggak udah dianterin dia" tunjuk Reina pada sosok manusia didalam mobil.
"KEN" Sentak Miko
"Baik, tuan" Ken (asisten Miko) pun meng'iya kan titah tuannya, meskipun hanya namanya yang di panggil seolah dia tau apa yang dimaksudkan.
"Maaf nona" lanjutnya meminta maaf pada Reina
Ken membuka pintu belakang mobil, secepat kilat dia pun membopong Reina dan memasukkannya ke dalam mobil dan menutupnya.
"Kya.. apa - apaan nih" Reina menjerit tatkala tubuhnya kini berpindah tempat.
"Hey, lepasin" teman- teman Reina pun tak kalah heboh meneriaki Ken.
"Maaf, ini urusan keluarga.. kalian diam saja kalau tidak mau menanggung akibatnya." Ucap Ken dengan wajah Mengeras, menakuti dua remaja putri itu.
"Tapi Reina.." pekik Keyla yang tak sempat melanjutkan kalimatnya ketika melihat Ken sudah memasuki mobil dan berjalan menjauh.
***
Reina berusaha membuka pintu mobil yang melaju keluar kejalan raya, menjauhi area kampus.
__ADS_1
"TURUNIN GUE" bentak Reina pada pemuda disampingnya yang hanya diam memandang kedepan, tanpa menggubrisnya.
"Maaf nona, ini perintah nyonya besar"
"GILA ya Lo pada" teriak nya lagi
"TURUNIN GUEEE" Teriak Reina histeris..
Hampir 5 menit dia berteriak tanpa henti, namun ketiga lelaki itu tak ada yang perduli.
Mata Reina mulai memerah, dilihatnya satu persatu manusia didalam mobil itu.
Miko..
Ken..
Dan seorang supir..
Tiba - tiba tubuh Reina bergetar hebat, matanya yang merah mulai berair, buku - buku jarinya memutih, keringat dingin mulai bercucuran membasahi tubuhnya, peluh didahi itu menetes sampai ke pipi dan berjatuhan membasahi alamamaternya.
Reina melihat ketiga lelaki itu bergantian, terus menerus..
Reina mencengkram bahunya sendiri dengan keras, bahkan sampai membuatnya meringis kesakitan.
Miko yang sekilas melihat Reina diam merasa heran,
'mengapa sekarang diam' pikirnya
Dia melihat Reina telah bermandikan peluh.
Huek.. huek..
"Berhenti" ucap Miko.
"Buka pintu" lanjutnya
Huek.. hueek...
dengan segera, Reina menghambur keluar mobil, memuntahkan semua isi didalam perutnya.
Miko dan kedua bawahannya itupun turun mengikuti Reina yang kini sedang muntah hebat, berusaha mengeluarkan segala makanan yang ada dilambungnya.
"Kamu tidak apa - apa"
Miko yang merasa kasihan pun mendekat, berusaha membantu Reina berdiri.
Plak..
Reina menepis tangan yang menyentuhnya itu. Mata Reina melotot, bola matanya nyaris keluar memandang Miko. Dia berusaha berdiri dengan segenap kekuatannya yang tersisa.
Brugh..
__ADS_1
Reina jatuh tersungkur tak sadarkan diri.