
"Yaaak, dasar brengsek" teriak Reina kala Miko mengecup nya mendadak
"lo pikir gue apaan"
"yak.."
"dasar si brengsek mesuuuum"
Miko hanya menyunggingkan senyumnya lebar mendengar Reina yang berteriak-teriak.
"my naughty girl is so hillarious" gumamnya sambil menutup pintu.
***
"sandwich nya enak tan" ucap Reina disela mengunyah roti lapis yang dibuatkan Tante Mira sebagai sarapannya.
"really?"
"huum, enak buatan tabte dari pada mama"
"kalau gitu diabisin ya, jangab lupa susunya diminum"
"hmm"
"oh ya tan, nanti Reina boleh ya ke kampus sama temen"
"siapa?" sela Miko yang duduk bersebelahan denganya di meja makan
"kepo" cebik Reina.
"kenapa gak dianterin Miko?" tanya tante Mira.
"gak papa tan, sekali-sekali. boleh ya tan?" mohon Reina
"yang jemput temen cowok kamu yang pakai motor kemarin?, yang anterin kamu pulang?"
"Apa?" sentak Miko mendengar Reina yang diantar pulang Ibra.
"kamu pulang dianterin pria bermotor itu?" tandasnya.
__ADS_1
"dih, ngagetin. kan lo liat juga pas gue kemaren motoran sama Ibra."
"dia pacar kamu?" tanya tante Mira to the poin yang disambut gelak tawa Reina.
"hahaha tante nih, mana ada. dia temen Reina, senior Reina dikampus. Kebetulan kemaren dia manggung di cafe trus ajakin Reina sekalian jalan-jalan
"Miko memegang erat garpunya, menatap kesal Reina"
'apaan sih, matanya berasa pengen gue colok pake sendok. gitu banget.'
"APA?" kesal Reina yabg ditatap Miko dengan pandangan marah.
"apaan sih Mik" ulangnya namun Miko tak menjawab, dia diam saja lalu kembali mengiris daging di depannya dengan ekspresi kesal.
"tapi tante gak tenang Na, kamu lebih savety kalo sama Miko"
'hilih, savety apaan.. kalo sama anak tante malah lebih bahaya' batin Reina.
"Reina udah minum dari dokter Na kok"
"GAK" ucap Miko dan Tante Mira berbarengan.
"hiks" sedih Reina dengan wajah cemberutnya.
"kalian ini, Reina sudah besar. biarkan dia bermain dengan temannya" sela om jeneva
"waaahh daebak, om yang terbaik" jempol Reina pada pria paruh baya itu.
"Gak bisa, kamu ikut saya" ucap Miko lalu menyambar tas Reina yang dia gantung di kursi tempatnya duduk.
"loh, tas gue. Mik" teriak Reina melihat tasnya dibawa pergi.
Reina buru-buru meminum susu nya, berpamitan pada tante mira dan om jeneva lalu bergegas menyusul miko yang berjalan ke arah garasi.
"bye om tan"
"hati-hati sayang"
__ADS_1
"yaaap"
"seneng banget mi" ucap om jeneva melihat istrinya melambaikan tangan sambil tersenyum senang
"ternyata punya anak cewek tu enak pih"
"maksud mami?"
"liat aja anak kita si Miko, mukanya datar, dingin, cuek gak bisa diajak kerjasama. jangankan nganterin mami nge-mall. tanya kabar mami aja jarang-jarang"
"trus"
"beda banget sma Reina, dia punya banyak ekspresi yang bikin mami gemes, mami bisa sharing sama dia. ngemall bahkan diskusi banyak hal. anaknya juga manja. enak lah"
"kalo gitu kita buat anak cewek saja"
"dih, maunya"
"kan katanya mau anak cewek"
"maksud mami ya Reina itu kita jadikan anak kita"
"kamu bisa diomelin Dina loh, Reina kan anak satu-satunya mereka"
"ya gak gitu teknisnya dong papi"
"trus?"
"ada deh, mami punya ide"
"ide apa?"
"ide yang bakal bikin Reina jadi anak kita."
"jangan aneh-aneh deh mi, ntar Miko juga marah loh"
"papi gak usah ikut campur, lagi pula. kalau dilihat-lihat Miko malah bakal suka sama ide mami"
"hah?"
__ADS_1
bersambung....