
Melangkah jauh dalam setiap kenangan
Terbenam dalam lautan kesedihan
Kasih yang pergi takkan mungkin kembali
Hilang terbawa, hampa, tak bertepi
Derita semakin terasa
Keluhan jiwa terus membara
Tersiksa oleh luka perasaan
Diatas pengkhianatan cinta didepan mata
Pergi menjauh, terluka oleh cinta
Bingung tentukan arah dan tujuan
Hanya kesendirian yang setia menemani
Terbang dalam lamunan
Anganku terbang melayang
Mengenang sebuah pengkhianatan
Diatas janji-janji manis kelembutan
---Anonim
Hosh!
Hosh!
Hosh!
Suara deru nafas cepat terdengar dari sosok keindahan yang sedang berlari terengah engah.
Penampilannya sangat berantakan. Baju yang compang camping. Luka sayat dibeberapa bagian tubuh, disertai darah yang terus mengalir dari luka.
Siapapun yang melihatnya, pasti akan tahu bahwa gadis itu dalam masalah besar sekarang.
__ADS_1
Gadis itu terus berlari tanpa arah. Ia berlari melangkahkan kakinya yang terluka karena tidak memakai alas apapun. Dia tidak peduli.
" Berhenti! " teriakan dari seorang pria terdengar di kejauhan.
Dari balik pepohonan yang lebat, beberapa sosok berpakaian serba hitam terlihat semakin mendekat ke arahnya. Jarak diantara meraka semakin dekat. Tapi gadis itu terus berlari menghindari kejaran.
Brukk!
Gadis itu terjatuh mengenaskan di tanah. Luka di tubuhnya kembali terbuka dengan noda darah yang mewarnai pakaiannya. Dia meringis kesakitan.
" Ugh! "
Gadis itu hendak beranjak untuk berdiri, namun suara merdu dari seseorang di belakang terdengar menginterupsi.
" Bagaimana keadaanmu, Yang Mulia? "
Deg!
Tanpa disadari olehnya, seorang wanita sedang berjalan menghampirinya. Lengannya terulur dan dengan kuat menjambak surai gadis itu dengan kuat. Dia menarik keatasnya untuk mendongak.
' Shhh.. ' ringisnya kesakitan ketika kepalanya dipaksa menengadah untuk bertatapan dengan seseorang yang memperlakukannya dengan kasar.
Ketika pandangan mereka bertemu, gadis itu terbelalak dengan pancaran kekosongan yang melanda pikirannya. Wajah yang tidak asing ini, dengan pancaran dari kedua mata yang familiar.
" Bagaimana bisa--" lagi lagi tenggorokannya tercekat dengan rasa tidak percaya." Bagaimana bisa kamu melakukan semua ini.." lirihnya.
" Heh! begitu terkejut? " Seringai wanita itu tajam.
Seakan penderitaan yang diterima gadis itu masih dirasa kurang. Dia semakin menjambak surai sang gadis dengan kuat. " Permaisuri yang lemah dan bodoh sepertimu ingin menjadi teman dari nona ini. Tidakkah kamu terlalu bermimpi! " Ucapnya dipenuhi ejekan yang dingin.
Salah satu tangan gadis itu terulur untuk menyentuh wajah sang wanita dengan lembut. " Tidak! Kamu pasti berbohong. Mana mungkin kamu tega mengkhianati hubungan pertemanan diantara kita, Qiu'er. " ia menyangkal dengan suaranya terdengar serak yang lemah.
Sudut bibir wanita itu terangkat membentuk seringai tajam, " Heh! sebagai seorang Permaisuri, kamu benar benar bodoh. " ejeknya dengan sarkas.
" Pantas saja, kamu tidak pernah mengetahui seberapa banyak orang terdekat disisimu yang menusukmu dari belakang. " lanjutnya dengan menatap intens gadis itu seolah tidak ingin melewati sedikitpun perubahan ekspresi diwajahnya.
" Selir Wang, kamu sangat mencintai suamimu itu bukan? " bibirnya yang sedikit terangkat perlahan mengeluarkan suara yang begitu rendah namun dalam.
Deg!
Gadis itu tertegun dengan bibirnya yang sedikit bergetar berhasil meloloskan gumaman yang spontan. " [1]A Zheng.. "
Suara tawa ejekan milik seorang wanita bergema mengisi kekosongan di kedalaman hutan yang sunyi.
__ADS_1
" Lihatlah! Kamu bahkan tidak sadar jika pria itu hanya berpura pura mencintaimu untuk mengendalikanmu seperti boneka sehingga bisa memegang kekuasaan dibaliknya." suaranya yang begitu sinis berhasil membuat kejutan dipihak lain.
Dia mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu untuk berbisik pelan." Perlu kamu ketahui, A Zheng tidak pernah mencintaimu. Tidak pernah! " terjeda ia.
" Dia hanya mencintaiku. Bahkan... kita sudah tidur bersama. " Lanjutnya dengan suara nyaris seperti bisikan yang dalam.
Gadis itu mematung ditempat dengan pikirannya yang menerawang jauh ketika sosok bayangan seorang pria terlintas dibenaknya. Wajah tampannya, senyuman serta kehangatan yang sosok itu tunjukkan padanya selama ini. Cintanya yang tulus serta perasaan yang dalam diantara mereka---,
A Zheng, tidak mungkin!
Tubuh gadis itu bergetar hebat, tidak yakin karena rasa sakit yang dirasa atau karena jejak kejutan ini. Pandangannya sedikit terangkat dengan tatapannya yang berubah menjadi tajam terarah kesatu arah.
' Plak..' entah mendapatkan kekuatan dari mana, dia menampar wajah wanita dihadapannya itu dengan kuat.
" Pembohong! Kamu berbohong padaku." teriak gadis itu dengan tatapannya yang menghunus tajam.
Kedua tangannya terangkat untuk menutup telinganya seakan akan tidak ingin mendengar perkataan wanita itu yang terus terngiang ngiang dikepala. " A Zheng hanya mencintaiku. Dia tidak akan mengkhianatiku! Tidak akan! " teriaknya frustasi.
Kepalanya tertunduk dengan air mata yang semakin deras membasahi wajahnya yang sembab. Bibir pucatnya bergetar, " Tidak! A Zheng mencintaiku. Hanya mencintaiku. " Gumamnya dengan lirih menyangkal kebenaran yang tidak ingin ia percaya.
Tanpa disadari olehnya, wanita itu sudah berjongkok dihadapannya dengan wajah yang menggelap menahan amarah. Lengannya terulur dan dengan kuat menjambak surai gadis itu dengan kuat. Dia menarik keatasnya untuk mendongak.
" Terakhir kali---, biarkan nona ini melihat wajahmu yang begitu mengenaskan untuk terakhir kalinya. " suaranya begitu rendah dengan jejak kesenangan yang gila karena bahagia melihat penderitaan yang dialami gadis dihadapannya itu.
Dengan tak berperasaan, wanita itu menghempaskan kepala sang gadis dengan kasar. " Buang dia ke jurang! Aku ingin melihatnya mati dihadapanku." Perintahnya begitu dalam yang melekat tajam.
Salah satu sosok berpakaian serba hitam dengan patuh melangkah kakinya untuk melaksanakan perintah sang tuan.
Dan detik berikutnya, gadis itu tau bahwa ia akan kehilangan nyawa ditangan seseorang yang ia percaya.
Gadis itu pasrah ketika pembunuh bayaran itu menendangnya dengan tak berperasaan. Netra hijau zamrudnya terpejam dengan perlahan ketika kedalaman jurang mulai menelan.
Bibirnya yang pucat sedikit bergetar, " Mengapa kamu mengkhianatiku, A Zheng? Mengapa..?" lirihnya dengan kilatan luka yang mendalam.
Gadis itu mulai menghilang dibalik kegelapan jurang yang tak berdasar. Meninggalkan seorang wanita yang melengkungkan bibirnya membentuk senyuman puas. Tentu saja, puas karena sang gadis yang menjadi penghalangnya selama ini telah meregang nyawa di tangannya sendiri.
" A Zheng hanya milikku. Hanya milikku!" gumamnya sembari berbalik pergi meninggalkan keheningan hutan yang menjadi saksi..
Ketika kepercayaan dalam cinta merenggut segalanya.
_____
A/N : A Zheng adalah panggilan gadis itu untuk suaminya. Perlu diperhatikan kalau 'A + nama merupakan salah satu kata yang sering digunakan untuk panggilan sayang.
__ADS_1