CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
028. Rembulan Yang Menyisakan Senyum


__ADS_3

Ruangan diselimuti keheningan untuk sesaat.


Ahng Mingmei tertegun dengan sepasang matanya yang terpaku pada pintu ruang pribadi kekaisaran yang terlihat masih terbuka. Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan, seolah sedang berusaha membuatnya cepat sadar, ' Mingmei! Kau harus fokus. Lupakan tentang itu! '


Gadis itu hampir saja melupakan satu lagi pekerjaan yang harus ia tuntaskan malam ini. Bibirnya yang mengait keatas perlahan mengeluarkan suara ketika ia berseru. " Whitely, keluarlah. " panggil gadis itu sembari mendudukkan dirinya santai.


Cahaya yang samar perlahan terbentuk tepat dihadapan Ahng Mingmei. Kemudian memadat dan mengambil wujud manusia berjubah putih.


Wajah pria dewasa yang sangat cantik dan terlihat nakal memandang sang majikan didepannya.


Seluruh tubuhnya menguarkan aura seharum bunga. Surai putihnya yang mencapai betis, begitu dominan dengan keindahan duniawi.


Pria itu, tentu saja Whitely.


" Tuan, semua sudah kupersiapkan. Apa kita akan pergi sekarang? " Dia memberi tahu sekaligus bertanya dengan suaranya yang terdengar begitu antusias.


Senyuman penuh arti perlahan mengembang diwajah Ahng Mingmei. " Bersabarlah! Akan ada waktunya kau beraksi. " Ia berucap tenang dengan pancaran dari kedua bola matanya yang penuh sirat tersembunyi.


" Tapi sebelum itu, berikan sebuah jubah padaku. " Ia melambaikan salah satu lengannya untuk memasang gestur malas yang sombong.


" Silahkan, tuan. " Whitely memberikan barang yang diminta Ahng Mingmei padanya. Suaranya begitu tenang dengan senyuman menawan menyembunyikan perasaan malunya.


Pasalnya, Whitely terlalu antusias karena mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kekuatannya kepada sang majikan malam ini.


Setelah selesai memakai jubahnya, Ahng Mingmei segera berseru. " Baiklah! Ayo, pergi dan berikan kejutan istimewa yang sudah kupersiapkan untuk nona besar kita. " ucapannya yang begitu antusias terkesan seperti gadis kecil yang hendak memberikan hadiah kepada seseorang, membuat Whitely terkekeh geli.


Masih tidak mengerti sifat majikannya yang mudah berubah-ubah.


Begitu sulit ditebak karena tidak bisa dikendalikan oleh siapapun. Begitu bebas, tanpa bisa dicegah. Seperti musim yang berubah-ubah sepanjang tahun, seperti angin yang berhembus kemana saja ia mau.


Meninggalkan sepasang bawahan dan majikan itu, ditempat lain yang jauh dari istana.


Terdapat sebuah aliran air jernih yaitu air terjun berukuran kecil diantara banyaknya pepohonan lebat yang menjulang tinggi dipusat ibu kota ataupun air terjun lainnya diluar ibu kota Anming.

__ADS_1


Tempat yang begitu indah untuk menikmati moment melihat langit bertabur bintang dengan keindahan alam yang bisa membawa siapapun jatuh kedalam ketenangan yang damai. Tempat ini jauh dari keramaian karena letaknya yang menjorok kedalam tepat diujung yang diapit oleh dua tebing yang menjulang tinggi.


Diantara banyaknya pepohonan kokoh yang berdiri, terdapat sebuah pohon yang mencolok karena berbeda dengan pepohonan lain yang tumbuh di sekitarnya. Dedaunan serta bunganya yang cantik menaungi sosok pria gagah yang memiliki garis rahang tidak biasa dengan mata tajam namun elegan milik ketampanan yang menawan.


Pemandangan yang terlihat, bak lukisan sempurna dengan pria tampan sebagai tokoh utama.


Pria itu terlihat termenung dengan jiwanya yang menyelam kedalam diri untuk menikmati kesendirian. Tempat ini akan selalu ia datangi saat dirinya sedang tidak dalam keadaan baik. Tempat terbaiknya untuk menenangkan diri saat kemarahan melanda dirinya.


Suara gesekan daun terdengar sebagai pertanda adanya pergerakan dari sosok ketampanan itu. Zaoshan-nya perlahan bergerak mengikuti pergerakan pemiliknya. Pria itu melangkahkan kakinya dengan angkuh yang elegan untuk berjalan menuju air terjun.


Ia melepas zaoshan-nya sebelum pria tampan itu melangkahkan kakinya kembali untuk memasuki kedalaman air yang jernih. Suara riak air terdengar ketika ia melangkah masuk kedalamnya.


Pria itu bersandar disebuah batu besar dengan kedua tangannya yang kokoh terlihat tersampir diatas batu tersebut. Kemudian dia mendongakkan wajah untuk melihat langit bertabur bintang yang begitu indah untuk dipandang.


Termenung ia dengan kedua telapak tangannya yang mengepal erat kala sosok keindahan kembali muncul dalam benaknya.


Hanya seorang gadis mesum yang tidak tahu malu dapat membuat emosinya tak terkendali. Sungguh suatu pengaruh yang cukup besar.


' Wush...! ' suara pergerakan angin yang berhembus aneh berhasil mengalihkan perhatiannya.


Ucapannya yang disertai tekanan membuat kedua sosok berpakaian serba hitam yang mendadak muncul itu dengan segera memasang postur penuh penghormatan dengan berkowtow layaknya seorang prajurit. " Bawahan telah lancang, kami pantas dihukum. " Ujar mereka serentak.


" Akan aku putuskan setelah kalian mengatakan tujuan kalian kemari. " Ujar pria itu ringan dipenuhi ketidakacuhan.


Kedua sosok berpakaian serba hitam itu saling bertukar pandang, melemparkan isyarat seolah sedang berbicara satu sama lain.


Mereka mengangguk sebelum salah satu diantara mereka berkata. " Ini tentang gadis yang pernah ditolong oleh tuan malam itu. " suaranya yang begitu tenang berhasil menimbulkan kejutan dipihak lain. " Dia sudah kembali ke istana dengan selamat. "


" Lalu? "


Seakan sudah mengerti akan sifat ataupun maksud yang ditujukan sang majikan padanya, sosok itu segera berkata. " Saat gadis itu kembali, dia membuat kehebohan besar dengan kedatangannya. " bibirnya yang mengait keatas perlahan mengeluarkan suara yang begitu tenang yang lugas.


" Pertama kali ia datang, dia membuat Menteri Keuangan terluka lalu memberikan kompensasi dengan memberinya cuti sebagai alibi untuk menjadikan menteri itu sebagai tahanan rumah. Kemudian dimalam hari, gadis itu menghukum Selir Wang dengan memberinya sepuluh kali pukulan papan.

__ADS_1


Lalu setelahnya, dia membuat pelayan pendampingnya hampir kehilangan akal karena ketakutan dibuatnya. " Ia menjelaskan begitu lugas dan terperinci.


Setelah sosok itu menyelesaikan ucapannya, keheningan yang memberat menyelimuti tempat itu untuk sesaat.


" Mulai sekarang, salah satu diantara kalian akan bertugas mengawasi setiap gerak-gerik gadis itu dan melaporkannya padaku." Suara bariton milik pria tampan itu kembali bergema di keheningan malam.


Kedua sosok itu tertegun sejenak, sebelum melirik melalui sudut mata mereka masing-masing. Seolah saling bertanya lantaran sedikit bingung dengan perintah yang baru saja dikeluarkan oleh sang majikan. Tidak ada jawaban, hingga pria itu bertanya dengan dingin.


" Tidak mendengar perintah? "


" Segera! " Keduanya pergi, wajah mereka sedikit ketakutan. Untung saja mereka segera merespon, jika tidak... sebuah hukuman pasti akan menanti lagi. Mereka pun menghilang dari pandangan tanpa sepengetahuan siapapun.


Begitu misterius!


Setelah kepergian kedua sosok yang mendadak muncul tadi, tempat itu kembali jatuh dalam keheningan yang kelam namun damai.


Dalam diam, sudut bibir pria itu sedikit terangkat membentuk kurva tipis. Sepertinya suasana hatinya berubah begitu baik setelah mendapat informasi dari kedua pengawal pribadinya tentang seorang gadis mesum yang menghantuinya akhir-akhir ini.


Entah apa yang ada dalam pikiran pria itu saat ini hingga senyuman yang begitu tipis sekaligus bisa memikat hati wanita manapun itu tidak luntur dari wajah tampannya yang sedang diterpa cahaya rembulan dengan ribuan bintang yang berkerlip indah. Seakan menjadi pendukung moment indah yang ditangkap dari sosok ketampanan itu.


.


_____


A/N : Hallo readers! Gimana? Udah tau tuh cogan diatas siapa? Yah, kalian pasti taulah. Tapi, kalau seandainya kalian masih gatau tuh cogan siapa, itu mah namanya gak peka pake banget mah, haha!


Btw, Author izin libur untuk beberapa hari kedepan, soalnya cerita Author cuma ngepas sampe sini. Iya, sampe sini, dah, gada lagi.


Author lagi kehabisan ide karena otak yang lagi ngadat, haha! Jadi, Author izin libur bentar ke kalian.


Dan dibawah ini ada visual karakter untuk tokoh Whitely. Tapi sebelum itu Author ingatkan ke kalian untuk jangan lupa like, vote, coment and share karyaku ini. Karena apa? Yah karena dukungan kalian sangat penting untuk Author pemula ini, haha!


Thank you for reading and see you the next time!

__ADS_1


Bye bye!



__ADS_2