CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
020. Sebaris Kata Bahagia Yang Menenggelamkan Nurani


__ADS_3

Dinasti Ahng tahun ke-84 bulan satu. Kerajaan mendapatkan kabar yang menggemparkan karena Dekrit Kekaisaran yang dikeluarkan oleh Permaisuri Ming tentang pengangkatan Pangeran Wang yang menjadi selir pertamanya.


Tidak lama setelah dekrit itu keluar, berbagai macam isu pun mengitari kerajaan dan sampai ke telinga Penasehat Kekaisaran. Permaisuri mendukung musuh. Permaisuri telah berhasil dikelabui oleh musuh. Permaisuri... ingin menghancurkan Kekaisaran.


Hal itu membuat ketenangan Yao Shunye seketika--pecah ketika tau Sang Permaisuri mengeluarkan dekrit secara sepihak tanpa meminta persetujuan darinya.


Lebih tidak disangka, gadis itu bisa mengambil keputusan besar tanpa mempertimbangkan segala akibat yang bisa muncul karena keputusannya yang sepihak itu.


Sejak kapan Ahng Mingmei bisa bersikap begitu sembrono?


" Yang Mulia, aku tidak setuju jika kau mengangkat Pangeran Wang menjadi selir pertamamu. Banyak sekali perbedaan diantara kalian, mohon Yang Mulia memikirkan kembali keputusan yang telah kau ambil. " Yao Shunye menentang dekrit itu secara terang-terangan. Dengan Ahng Mingmei yang memiliki kedudukan tertinggi di Kekaisaran Ahng Utara, bukankah tidak mungkin jika gadis itu menikah dengan seorang Pangeran yang berasal dari negara musuh?


Jika mereka menikah, maka segala kemungkinan buruk bisa terjadi pada Ahng Mingmei maupun Kekaisaran dimasa depan. Jika dibiarkan, itu sama saja dengan membiarkan Kekaisaran berada di posisi terancam.


Penolakan Sang Penasehat membuat Ahng Mingmei geram, tidak percaya bahwa ucapan dari salah satu pembunuh bayaran tentang keterlibatan Yao Shunye dengan tragedi yang menimpanya dan Wang Zhengyi adalah kebenaran.


Sebenarnya, sebelum Ahng Mingmei mengeluarkan dekrit itu, ia sudah menyelidiki kasus penyerangan yang menimpanya kemarin. Dan diluar dugaan, semua bukti tertuju kepada... Yao Shunye, gurunya. Guru yang sudah membesarkan sekaligus mendukungnya selama ini.


Awalnya, Ahng Mingmei tak percaya bahwa Yao Shunye akan melakukan hal kotor untuk menyingkirkan Wang Zhengyi yang selama ini bersamanya, bahkan setelah semua bukti jelas-jelas tertuju kepada gurunya.


Tapi, setelah melihat reaksi Yao Shunye yang begitu menentang dekritnya untuk mengangkat Wang Zhengyi menjadi selir pertamanya, Ahng Mingmei baru sadar bahwa gurunya tidak sesederhana yang terlihat.


Hal itu membuat hati Ahng Mingmei bimbang antara menghukum Yao Shunye atau membiarkannya seolah dia tidak mengetahui apapun. Tapi jika dia membiarkan gurunya, nyawa Wang Zhengyi.... akan berada dalam bahaya.


Hatinya berkecamuk karena tak bisa memilih antara Yao Shunye, guru yang sudah membesarkannya atau Wang Zhengyi, pria yang ia cintai sejak kecil. Gadis itu memejamkan matanya sejenak sembari menarik nafasnya yang terasa sesak sebelum membuka kelopak matanya untuk menatap kedalam manik hitam milik pria dihadapannya itu.


Bibir Ahng Mingmei yang mengait keatas perlahan mengeluarkan suara ketika ia berucap. " Aku adalah seorang permaisuri. Kata-kata yang telah kuucapkan tidak boleh ada yang membantahnya! "


Gadis itu mengepalkan tangannya erat, berusaha menguatkan tekad. " Aku peringatkan, jangan melewati batasanmu... Penasehat Yao. " ia menatap Yao Shunye dingin, begitu dingin hingga udara disekitarnya terasa diselimuti oleh hawa dingin yang membekukan. Suaranya yang begitu rendah penuh otoritas penguasa menimbulkan kejutan dipihak lain.


Deg!


Yao Shunye tertegun, tak percaya dengan kata kata yang dikeluarkan oleh muridnya itu. " Mei'er, kau--, " suaranya terasa tercekat di tenggorokan dengan rasa tidak percaya. " Demi pangeran itu, kau bahkan melawan gurumu ini... " suaranya yang mengalir tenang menyembunyikan amarah yang tertahan.


" Kenapa? " tanya pria itu dengan menatap kedalam manik hijau zamrud milik sosok keagungan yang berdiri dihadapannya dengan tajam.


" Tidak ada alasan. " Balas Ahng Mingmei singkat seraya mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


" Ada alasan... " Yao Shunye bersikeras. " Pasti ada alasan. " mata tajam itu memancarkan harapan yang perlahan retak. " Katakan padaku, apa alasannya? "


Ahng Mingmei menggertakkan giginya sebelum menolehkan pandangannya kembali ketempat sang Guru berada. " Meski seluruh dunia menentangku, aku akan menikah dengan Wang Zhengyi bagaimanapun caranya. " Ucapnya dalam satu tarikan nafas. " Sekalipun kau atau pamanku yang menentangnya..., " terjeda ia dengan menatap kedalam manik Yao Shunye tajam. " Aku tidak peduli. "


Yao Shunye tidak bisa berkata-kata, hanya termenung seperti orang bodoh yang terdiam di tempatnya. Setelah mendapatkan kesadarannya kembali, ia berkata. " Aku tidak akan menghalangimu untuk mengangkat dia menjadi selirmu. " bibirnya yang mengait keatas perlahan mengeluarkan suara yang begitu rendah namun tajam.


" Tapi sebelum itu..., " terjeda ia.


" Kau harus mengangkat Wakil Jendral Ahng menjadi selir pertamamu. " suaranya yang begitu tajam melekat kedalam.


Mendengar syarat dari gurunya yang tidak masuk akal, Ahng Mingmei segera berseru. " Bagaimana mungkin aku--"


" Kau bisa menolaknya jika kau tidak ingin menikah dengan pangeran tahanan itu " Sergah Yao Shunye dengan nada membentak, mengagetkan Ahng Mingmei.


Setelah menyelesaikan ucapannya, Yao Shunye mengibaskan lengan baju penuh ketidakacuhan dengan berbalik hendak melangkah pergi setelah berkata. " Hamba ucapkan selamat atas pernikahanmu, Yang Mulia. "

__ADS_1


Hening.


Ahng Mingmei mematung ditempat dengan sepasang mata yang sendu menyapu punggung kokoh milik gurunya yang perlahan menghilang dipandangan. Kepalanya tertunduk dengan kedua tangannya yang masih mengepal erat, berusaha menguatkan tekad.


' Selama bisa bersama dengan A Zheng, apapun--apapun akan aku lakukan. '


Tepat seminggu setelah dekrit itu keluar, Permaisuri Ming mengangkat Wakil Jendral Ahng, Ahng Reychan sebagai [1]Selir Kekaisaran dan mengangkat Pangeran Tahanan, Wang Zhengyi sebagai [2]Selir tingkat pertama.


Sebuah pernikahan yang diidam-idamkan oleh seorang gadis polos yang naif. Tidak pernah Ahng Mingmei duga kalau pernikahan itu... adalah pintu menuju neraka.


Wang Zhengyi adalah seorang pangeran yang penuh dengan ambisi dan kelicikan tersembunyi. Beruntung, dia memiliki keahlian untuk mengimbangi ambisinya tersebut. Tidak hanya itu, dia juga memiliki seorang istri yang begitu mencintainya.


Seorang istri yang merupakan Permaisuri Kekaisaran Ahng Utara. Keponakan kesayangan Jendral Besar Kekaisaran dan murid dari Sang Penasehat Kekaisaran.


Bukankah gadis itu adalah sebuah permata?


Ketika semua orang membicarakan Wang Zhengyi yang memanfaatkan cintanya Permaisuri untuk mendapatkan kekuasaan, Ahng Mingmei hanya menutup telinga. Sama sekali tidak menggubris dan tidak percaya akan rumor buruk yang mengelilingi seluruh Kekaisaran.


Begitu bodoh bukan?


Ya, mungkin itu hal yang wajar bagi seorang gadis yang sudah dibutakan oleh cintanya.


Setelah berhasil mengangkat Wang Zhengyi menjadi selirnya. Ahng Mingmei yang pada saat itu begitu mencintai suaminya, mendukung segala sesuatu yang dilakukan Wang Zhengyi, bahkan kalau hai itu menyangkut Wang Zhengyi yang ikut campur dalam hal pemerintahan.


Beberapa bulan setelah upacara pengangkatan selir, kerajaan mendapatkan kabar duka.


Nyonya besar Ahng, Ling Shuzu yang merupakan bibi dari Sang Permaisuri sekaligus pelayan pendampingnya meninggal karena keracunan.


Pamannya, Ahng Tian Yu memimpin penyelidikan mengenai masalah ini secara langsung. Tak disangka, semua bukti tertuju kepada...Wang Zhengyi, selir kesayangannya.


Tidak lama setelah kabar itu menyebar, berbagai macam isu pun mengitari kerajaan dan sampai ke telinga Permaisuri. Selir Wang mempunyai niat tersembunyi. Selir Wang merencanakan pemberontakan. Selir Wang... pantas mati.


Ketika isu merebak, Ahng Mingmei dipaksa menghukum Selir Wang dengan mengeksekusinya di tengah ibu kota.


Namun, sang Permaisuri yang dibutakan oleh cintanya malah menyelamatkan Wang Zhengyi dari hukuman mati. Sebagai gantinya, dia memberikan beberapa hukuman dan menjadikan selir itu sebagai tahanan rumah.


Tapi.. apakah beberapa hukuman itu pantas bagi seorang pelaku yang telah terbukti merupakan dalang dari pembunuhan Sang Nyonya Besar Ahng?


Penolakan terdengar dari banyak pihak, Pamannya, Ahng Tian Yu tentu saja tak terima, tapi apa yang bisa ia perbuat? Ahng Mingmei merupakan pemimpin negara dan memiliki kuasa tertinggi di kekaisaran, lagi pula gadis itu adalah keponakannya, mana mungkin dia tega memberikan masalah kepadanya?


Keputusan yang paling baik menurut Ahng Tian Yu saat itu adalah menerima keputusan Ahng Mingmei dalam diam.


Akan tetapi, pemikiran itu tidak selaras dengan anak pertamanya, Ahng Reychan. Sang Wakil Jendral sekaligus salah satu Selir Permaisuri Ming yang memiliki kekuasaan tinggi di Kekaisaran.


Saat itu, Ahng Reychan yang tidak puas dengan keputusan yang diambil oleh Ahng Mingmei, mengambil tindakan yang berani dengan menentang titahnya untuk menghukum Selir Wang secara pribadi.


Tindakannya yang gegabah itu hampir merenggut nyawa sang Selir, tetapi sepertinya keberuntungan berada di pihak Wang Zhengyi karena Ahng Mingmei menyelamatkannya diwaktu yang tepat.


" Ahng Mingmei! " panggil Ahng Reychan dengan nada membentak, mengagetkan Ahng Mingmei. " Sebagai seorang Permaisuri kau sudah dibutakan oleh cintamu! " Teriak Ahng Reychan sembari menunjuk Ahng Mingmei dengan pedangnya yang menghunus tajam.


Tindakannya itu membuat para prajurit di sekitar kaget dan dengan segera bersiaga untuk melindungi sosok keagungan yang berdiri tak jauh dari tempat Ahng Reychan berada.


" Dimana kebijaksanaan serta keadilanmu? Apa hanya karena cinta kau menghilangkan hati nuranimu itu? " bibir Ahng Reychan yang mengait keatas perlahan mengalirkan suara yang begitu rendah namun tajam.

__ADS_1


" Tidak! Aku tidak bermaksud---! " terjeda Ahng Mingmei.


" Tidak bermaksud? " sergah Yao Shunye dengan dingin. " Lalu semua keputusan yang telah kau ambil, apa maksud dari semua itu? "


" Kau bahkan tega membiarkan arwah ibuku tidak tenang dengan membiarkan baj*ngan ini hidup. Dia masihlah bibimu, kau tahu itu? " bentak Ahng Reychan dengan tatapannya yang setajam pedang yang baru terasah.


Ahng Mingmei tertegun dengan tubuhnya yang sedikit bergetar. " Aku---! " suaranya terasa tercekat ditenggorokan dengan perasaan bersalah.


" Heh, apa Permaisuri Ming sudah kehilangan suaranya hingga tidak bisa berbicara? " Seringai ejekan perlahan terbentuk diwajah tampan Ahng Reychan ketika ia memikirkan bahwa sudah bertemu beberapa wanita bodoh sejak ia tinggal di Kekaisaran, tapi tak pernah terpikir bahwa dia akan menikahi salah satu dari wanita yang paling bodoh ditanah utara ini.


Tiba-tiba pria itu melangkahkan kakinya dan berhenti tepat disamping kanan Ahng Mingmei berada. " Perlu kau ingat! Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Yang Mulia. " Suaranya yang begitu tenang nyaris seperti bisikan yang dalam.


Pria itu pergi meninggalkan Ahng Mingmei yang terdiam mematung ditempat dengan pikiran kosong yang melanda. Tak menyangka sang sepupu yang selalu bersikap sopan padanya bisa berubah begitu drastis karena keputusan yang telah ia ambil.


Ahng Mingmei tahu jika tindakannya salah dengan menyelamatkan Wang Zhengyi dari hukuman mati meski sudah terbukti sebagai dalang dari pembunuhan yang menimpa bibinya.


Tapi, gadis itu tahu bahwa Wang Zhengyi bukanlah dalang dari pembunuhan bibinya. Ahng Mingmei kenal suaminya dari kecil, dia tidak mungkin tega berbuat kejam pada sang bibi yang telah menemaninya semenjak ia naik keatas takhta.


Selama tiga hari tiga malam Ahng Mingmei tidak bisa beristirahat dengan baik karena perkataan Ahng Reychan yang terus berputar dalam benaknya.


Sejak saat itulah, hubungannya dengan sepupu angkatnya itu mulai renggang. Sikap Ahng Reychan semakin dingin kepadanya. Belum lagi, pria itu pergi meninggalkan kota Anming, Ibu Kota Kekaisaran dan lebih memilih menetap di kota Ping-an, kota yang menjadi pembatas antar kedua Kekaisaran.


Setelah beberapa bulan masa berkabung Nyonya Besar Ahng, Ling Shuzu, acara pemilihan pelayan pendamping diadakan. Ahng Mingmei yang masih berada dalam kondisi berkabung hanya bisa pasrah dengan mengikuti acara pemilihan karena tanggung jawabnya sebagai seorang Permaisuri.


Dari pemilihan tersebut, seorang nona dari keluarga besar Hao terpilih untuk menjadi pelayan pendampingnya.


Hao Mengqiu, nama nona itu.


Sebagai pelayan pendamping, Hao Mengqiu memiliki sifat yang lemah lembut dan periang. Tidak butuh waktu yang lama, dia sudah bisa menjalin hubungan yang dekat dengan permaisuri Ming selaku junjungannya.


Sebagai seseorang yang naif, Ahng Mingmei pun menaruh kepercayaan yang besar kepada Hao Mengqiu.


Hari demi hari yang mereka jalani bersama membuat hubungan pertemanan diantara mereka semakin erat. Namun, siapa yang mengira, teman yang begitu ia percaya itu... menusuknya dari belakang.


...


_____


A/N : Friday~yeay~friday! Haha gimana kabar kalian? Mulai bosan sama ceritaku atau semakin tertarik aja?


Silahkan, tuturkan jawaban kalian dikolom komentar, oke.


Btw, dibawah ini ada gambar visual untuk tokoh Wakil Jendral Ahng, Ahng Reychan. Yang pasti gambar itu bukan buatan Author, tapi editan adalah karya Author sendiri.


Semoga bisa memuaskan para readers sekalian, haha! (*'▽'*)♪



...AHNG REYCHAN, MANUSIA...



...AHNG REYCHAN, ANIME...

__ADS_1


__ADS_2