
Merasa dipanggil namanya, senyuman tipis perlahan mengembang diwajah tampan Wang Zhengyi. Seolah ia sudah mengerti maksud yang ditujukan Yao Shunye kepadanya.
" Menanggapi Penasehat Yao, itu benar " Jawab Wang Zhengyi tidak berniat mengeluarkan sanggahan sedikitpun, ia begitu tenang dan lugas mengakui jika tujuannya sedari awal adalah untuk menemui Ahng Mingmei. Posisinya begitu penting dimata sang Permaisuri sehingga ia berhak untuk menemuinya kapanpun ia mau. Menekankan jika Yao Shunye tidak diizinkan untuk mengambil tangan.
Raut wajah Yao Shunye berubah begitu masam, kemudian ia berseru. " Oh.. Selir Wang sudah bekerja keras. Sepertinya aku harus memberikan hadiah yang pantas. " itu adalah kalimat pujian yang berbanding terbalik dengan kedua matanya yang menyembunyikan hinaan.
" Permaisuri sangat mencintaimu sehingga mengangkatmu menjadi selir tingkat pertama. Namun, sangat disayangkan jika orang yang memiliki kemampuan sepertimu hanya menyandang gelar yang rendah. " terjeda ia.
" Bagaimana dengan gelar Selir Kehormatan? " lanjutnya begitu tenang dengan senyuman tipis, ia terlihat begitu tulus menawarkan kemurahan hati.
Kilatan mata penuh ketidaksukaan tercetak samar diwajah Wang Zhengyi, dalam kemasaman hati yang membara, dia berusaha untuk tetap tenang. Pria ini jelas sedang menghinanya karena mendapatkan posisi selir dengan memanfaatkan cinta dari Ahng Mingmei, istrinya.
" Apakah Selir Wang merasa keberatan atau kamu merasa gelar Selir Kehormatan masih kurang untukmu? " Lanjut Yao Shunye penuh tekanan yang suram. Suaranya yang begitu tajam melekat kedalam.
Ahng Mingmei yang tidak sadar sejak kapan perdebatan diantara kedua pria tampan itu dimulai, hanya mengerjapkan kelopak matanya selama beberapa kali. Dia menolehkan wajah dan kedua netra hijau zamrudnya memandangi dengan intens Yao Shunye yang tepat berada di sisinya.
Gadis itu terlihat sangat menggemaskan dengan ekspresi diwajahnya yang penuh tanya dan terkesan tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Gurunya ini sedang membalas dendam!
Ahng Mingmei tertawa dalam hati--, menikmati Wang Zhengyi yang menderita dibawah tekanan Yao Shunye. Tidak menyesal memilih kembali ke kekaisaran dan memiliki guru seperti Yao Shunye. Selain tampan, gurunya juga dapat diandalkan!
Disisi lain, Wang Zhengyi hanya bergeming. Pria itu begitu pintar karena memilih diam dan tidak menjawab tawaran Yao Shunye.
Kalau Wang Zhengyi lebih memilih untuk menjawab, itu akan membuat dirinya lebih sulit untuk melepaskan diri dari jeratan tawaran yang sebenarnya hanyalah sebuah perangkap. Jika Wang Zhengyi mengiyakan, maka ia akan dicap sebagai pria yang haus akan kekuasaan karena memanfaatkan cinta dari istrinya.
Sebaliknya, jika pria itu memilih menyanggah, maka itu sama saja dengan menghina Yao Shunye secara terang-terangan dengan menolak tawaran yang ia ajukan.
__ADS_1
Tawaran yang dilontarkan Yao Shunye begitu jelas dan tepat mengenai sasaran yang memang kenyataannya. Hal itu membuat Ahng Mingmei takjub karenanya.
Sudut mulut Ahng Mingmei sedikit terangkat menyembunyikan hinaan dan ejekan dalam lirikan. ' Ckck, pria b*jingan ini terlihat begitu mengenaskan. Benar benar membuatku terharu. ' batinnya.
Namun dalam sekejap, raut wajahnya berubah begitu datar ketika ia menolehkan wajah untuk melihat ekspresi ketakutan milik tabib yang masih berdiri dengan patuh di belakang gurunya.
Sepertinya, pertunjukan yang menarik ini harus segera diakhiri.
Kalau tabib itu menceritakan kejadian hari ini diluar sana, akan timbul rumor tentang hubungan Yao Shunye dan Wang Zhengyi yang semakin memburuk.
Meskipun kejadian hari ini tidak ada hubungannya dengan Ahng Mingmei, namun rumor tetaplah rumor. Suatu informasi yang dibungkus rapi oleh banyak bumbu kepalsuan, siapa yang tidak tau akan hal itu? Apapun itu, Ahng Mingmei tidak akan membiarkan siapapun menghambat jalannya rencana dan membuat segala jalan Ahng Mingmei semakin sulit di masa depan.
Ahng Mingmei menghela nafas tidak rela, dia menolehkan wajah ke samping tepat diarah keberadaan Yao Shunye. Gadis itu mengulurkan salah satu tangannya kearah lengan kokoh milik Yao Shunye yang masih mengepal erat, ia menautkan kelima jari lentiknya secara perlahan kedalam rongga jari pria tersebut.
Yao Shunye yang sedang menatap tajam Wang Zhengyi, langsung memalingkan wajahnya saat ia merasakan sebuah tangan lembut menggenggamnya.
Lagi lagi, Yao Shunye mengernyitkan dahinya. Akan tetapi, kali ini berbeda karena pria itu mengernyit tidak suka bukan karena heran seperti sebelumnya. " Hm? " ia menaikkan sebelah alisnya. " Dari mana Yang Mulia bisa menganggap tawaranku sebagai sebuah candaan? " Suaranya yang begitu rendah namun tajam bisa terdengar di pendengaran.
Ahng Mingmei melengkungkan senyuman manis dengan sirat penuh kelembutan ia perlahan berkata tenang. " Sejak awal guru hanya menawarkan sebuah tawaran yang tidak mungkin, jadi siapapun pasti tau jika semua itu hanyalah sebuah candaan belaka bukan? "
" Meskipun guru serius dengan gelar kehormatan yang sedang kau tawarkan kepada Selir Wang. Aku yakin jika dia tidak akan pernah mempunyai fikiran untuk sekedar menerima gelar aneh itu. " Suaranya halus dan lembut dengan senyuman hangat yang menghiasi wajah cantiknya. Ia begitu santai seolah mereka sedang membicarakan topik yang ringan.
Hal itu membuat kedua orang lainnya yang berada dalam satu ruangan dengannya terlihat tertegun untuk sesaat, tidak menyangka bahwa sosok keagungan itu bisa bercanda disituasi yang menengangkan seperti ini.
" Oh? Mengapa Yang Mulia begitu yakin? " Tanya Yao Shunye balik dengan nada meremehkan, sepertinya pria itu sama sekali tidak berniat untuk melepaskan Wang Zhengyi kali ini.
" Tentu saja, karena---" terjeda Ahng Mingmei.
__ADS_1
" Karena Yang Mulia begitu mencintaiku. " sergah Wang Zhengyi dengan datar yang sedari tadi memilih diam karena menyaksikan perdebatan diantara sepasang guru dan murid itu. " Kita adalah sepasang suami-istri, hal yang lumrah jika Yang Mulia mengetahui kepribadian serta apa yang menjadi keinginanku." ucapannya yang begitu berani membuat Yao Shunye menatapnya semakin remeh.
" Hal itu sangat berbeda dengan perkataan Penasehat Yao yang sebelumnya terkesan merendahkanku. Tapi aku mengerti, "
Tiba-tiba Wang Zhengyi tersenyum begitu lembut. Suaranya berubah seratus delapan puluh derajat. " Aku mengerti, jika Penasehat Yao sama sekali tidak bermaksud menghinaku, bukankah begitu? " lanjut Wang Zhengyi begitu tulus menunjukkan kemurahan hati, tetapi berbanding terbalik dengan tatapannya yang menyembunyikan kelicikan seperti setan kecil yang bersembunyi disudut.
Yao Shunye tersenyum dalam diam, mengerti kalau Wang Zhengyi sedang berusaha menjebaknya. Pria itu kurang-lebih sedang berusaha menunjukkan kemurahan hati dengan memaafkan Yao Shunye yang sedang mempersulitnya.
Bersamaan dengan hal itu, etika Wang Zhengyi akan terlihat semakin baik didepan mata Ahng Mingmei selaku Permaisuri penguasa utara, sedangkan Yao Shunye? Reputasinya akan buruk dimata semua orang apalagi dimata Ahng Mingmei yang sudah buta karena cintanya kepada Wang Zhengyi. Hal itu bersamaan dengan semakin renggangnya hubungan Yao Shunye dengan Permaisuri itu.
Sekali dayung dua pulau terlampaui. Kalimat itu cocok dengan taktik Wang Zhengyi kali ini.
' Benar-benar pria yang berbisa. Sikapnya yang seperti ini sangat cocok bila disandingkan dengan seekor ular. Dasar---, ' Ucapan Yao Shunye dalam benaknya seketika terhenti kala suara penuh otoritas penguasa dari sosok agung disisinya bergema dalam ruangan.
" Lancang! "
.
____
A/N : Author kasih bonus gambar dari tokoh Yao Shunye buat kalian, haha!
Semoga suka! Kalo gak suka awas gw bantai yak →_→
Hehe, bercanda,
__ADS_1