CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
007. Whitely, Sang Rubah Ekor Sembilan


__ADS_3

Kawanan burung camar terbang bebas diatas langit yang cerah menemani langkah sosok ketampanan dunia yang tersenyum ketika pandangannya menangkap sosok keindahan yang familiar.


Seluruh tubuhnya memancarkan aura memikat yang begitu mempesona. Surai putihnya yang tergerai hingga mencapai betis sangat dominan dengan keindahan duniawi.


Dia adalah [1] Makhluk suci kuno, Rubah Ekor sembilan. Hidup selama ribuan tahun di hutan darah bagian inti. Mempunyai tanggung jawab untuk menunggu sang takdir. Sampai akhirnya, penantiannya selama ribuan tahun telah usai ketika yang ditunggu telah tiba.


Sosok itu mendudukkan dirinya dengan tenang yang elegan. Wajah pria dewasa yang sangat cantik dan terlihat nakal memandang sang majikan di hadapannya.


" Tuan majikan. " suaranya yang lembut mengalir tenang begitu menenangkan bagi siapapun yang mendengarnya.


' Tuan majikan yang disebutkan oleh Whitely terlihat membuka kelopak matanya dengan perlahan memperlihatkan sepasang netra hijau zamrud yang jernih tanpa noda. Tuan majikan itu, tentu saja Ahng Mingmei.


Kedua mata indahnya menyapu keberadaan Whitely yang sudah terduduk dengan elegan. Melihat Whitely tersenyum menawan, membuat Ahng Mingmei menghela nafas. Dia memang makhluk tampan yang memikat, bahkan bunga pun tidak bisa mengalahkannya.


Ahng Mingmei adalah wanita pencinta pria tampan. Jadi ketika melihat pria tampan--ah tidak ralat, pria cantik terpampang nyata dihadapannya membuat Ahng Mingmei begitu bersemangat untuk segera meniduri pria itu sedari awal. Tapi dia harus menelan keinginannya mentah-mentah ketika ia sadar jika Whitely adalah binatang roh kontaknya.


Ahng Mingmei menggeleng pelan seolah berusaha membuatnya tetap sadar. ' Banyak pria tampan diluar sana, dia tidak akan menodai pria cantiknya ini. '


Dia berdeham pelan kemudian berseru, " Bagaimana? " tanyanya dengan suara yang mengalir tenang menyembunyikan jejak keanehan.


" Mereka sudah bergerak, sesuai dengan perkiraan tuan." Jawab Whitely begitu lugas.

__ADS_1


Kekehan kecil terdengar dari balik celah bibir Ahng Mingmei, sepertinya gadis itu cukup terhibur. Setelah tawanya terhenti, ia mengalihkan pandangan menatap langit seakan menerawang jauh. " Bagaimana jika permaisuri yang bodoh dan lemah ini kembali? " Kemudian dia mengalihkan pandangan menatap Whitely. " Bukankah pertunjukan akan semakin menarik dengan kedatanganku, Whitely? " ujarnya begitu tenang samar menyembunyikan arti.


Bibir Whitely melengkung membentuk senyuman hangat yang menawan. " Kembalinya tuan kali ini pasti akan membuat kejutan besar untuk mereka. "


Sudut bibir Ahng Mingmei sedikit terangkat membentuk kurva tipis, sepertinya gadis itu cukup tertarik dengan apa yang ada di pikiran Whitely saat ini. " Oh? Bagaimana menurutmu? " jari jari lentiknya yang lembut perlahan terangkat untuk menyentuh bibir ranumnya untuk memasang postur godaan. Pesonanya yang begitu memikat bisa membuat pria manapun jatuh kedalam jurang yang mematikan.


Akan tetapi, pesona milik Ahng Mingmei tidak berarti untuk Whitely. Bukannya terpesona, Whitely malah tertawa dalam hati. ' Menarik! Tuan majikannya sangat menarik. '


Sepasang mata Whitely yang menyembunyikan godaan layaknya sang rubah, menatap kedalam netra hijau zamrud milik Ahng Mingmei. " Tuan.. jika tuan bertanya padaku. Maka aku berharap tuan berbaik hati dengan memberikan mereka kesempatan untuk hidup. "


Ahng Mingmei memiringkan kepala, ia memasang ekspresi bingung dengan sepasang matanya yang penuh keteduhan. " Hm? Kenapa kau mengharapkanku melakukan hal demikian? " Tanyanya terlihat begitu polos dan naif.


Whitely terkekeh kecil, " Menjadikan mereka sebagai mainan bagi tuan kelak, juga tidak buruk. " suara tawanya terdengar begitu renyah.


Ahng Mingmei mengerjap terpana, tapi kali ini dia bukan terpesona dengan keindahan Whitely melainkan tak percaya bahwa pria cantik dihadapannya ini bisa mengetahui langkah apa yang akan ia ambil untuk membereskan musuh musuhnya itu. Kedua mata indahnya menatap Whitely dengan intens seolah sedang berusaha mengamati sesuatu. ' Apa Whitely bisa membaca pikiran seseorang? Kalau begitu-- ' benaknya berhenti bertanya tanya ketika suara Whitely menginterupsi.


" Kita sudah terikat kontrak tuan. Jadi apapun yang dirasakan tuan dimasa depan, aku juga bisa merasakannya. " Whitely segera menjelaskan ketika pandangannya menangkap sedikit perubahan di raut wajah Ahng Mingmei. Dia takut majikannya ini mempunyai pikiran aneh tentangnya.


" Oh! Bisakah demikian? " balas Ahng Mingmei kemudian sembari menatap Whitely dengan tatapan menyelidik.


" Ten--tentu saja, tuan. " jawab Whitely dengan senyuman yang dipaksakan. Dengan segera, dia mengalihkan topik pembicaraan diantara mereka. " Tuan.. Tuan. Apa kita akan berangkat sekarang?" perubahannya begitu cepat ketika tatapan Ahng Mingmei yang begitu intens mengarah padanya seolah olah tatapan gadis itu sedang menelanjangi tubuhnya dengan perlahan.

__ADS_1


Mengerikan,


Ahng Mingmei tertawa dalam hati ketika Whitely sedang berusaha mengalihkan topik pembicaraan diantara mereka. Pria itu kurang-lebih sedang mencoba lari dari pertanyaan yang baru saja ia tanyakan.


' Lupakan! Masih banyak waktu untuk menggoda Whitely nanti. '


Wajah Ahng Mingmei yang selalu memakai topeng itu tiba tiba memasang raut wajah penuh kelembutan yang aneh. " Jika kamu tidak mengingatkan, mungkin Permaisuri ini sudah lupa dengan mereka. " Senyuman penuh arti perlahan mengembang diwajah cantiknya.


Dengan elegan, Ahng Mingmei beranjak berdiri. ' Srekk.. ' Dia membuka kipas dalam genggaman dan mengibaskannya didepan wajah. " Ayo, pergi ke Kekaisaran Ahng Utara. Kita tangkap penjahat! " perkataannya yang seolah olah dia adalah seorang pahlawan membuat whitely bergidik geli.


Penjahat yang dimaksud adalah para pengkhianat yang telah merencanakan pembunuhan kepada Permaisuri Ming. Sebelumnya, Ahng Mingmei sudah mengatakan jika ia akan kembali ke Kekaisaran untuk membalas dendam. Dan tentunya.. untuk bersenang senang.


______


A/N : Saturday! Yey~saturday. Anyway, ada yang mau Author tanyain, kenapa kalian gada yang ngasih masukan ataupun jejak di kolom komentar? Why?


Readers: " ___ " Tidak ada jawaban, tidak ada respon.


Author : ヘ( ̄▽ ̄*)ノ


Haih~kalian membuat Author patah hati dengan tidak meninggalkan jejak sama sekali di karya pertamaku ini.

__ADS_1


Tapi tetap saja, jangan lupa vote, coment, like, and share ~(≧▽≦)/~


__ADS_2