CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
010. Kembalinya Sang Permaisuri [2]


__ADS_3

Merasa kalau Ahng Tian Yu menyudutkannya, Hao Xi Li segera berkowtow penuh hormat dan berucap. " Jendral Besar Ahng, hamba mengira tadi kamu mungkin sudah salah paham.


Sebagai jendral, panglima dan para menteri akan setia kepada permaisuri. Semua saran yang hamba ajukan, hanya demi membuat kekaisaran dalam keadaan aman. " ujarnya sembari menundukkan kepalanya memasang postur penuh penghormatan.


" Tentu saja, semua demi kekaisaran. " Lanjut Hao Xi Li begitu tenang sudah begitu lihai bersilat lidah.


Keputusan yang Hao Xi Li ambil salah karena terlalu terburu buru mengambil tindakan. Dia tidak menyangka Permaisuri Ming akan selamat dari tragedi pembunuhan itu. Lebih tidak menyangka lagi, wanita itu kembali dalam keadaan sehat tanpa luka sedikitpun. Tapi bukan Hao Xi Li namanya, jika ia tidak bisa keluar dari masalah yang menjeratnya kali ini.


Ahng Mingmei tertawa dalam hati ketika melihat Hao Xi Li sedang berusaha menjebak pamannya. Pria itu kurang-lebih sedang mencoba menghentikan Ahng Tian Yu untuk menyalahkan dirinya karena kesalahan yang sebelumnya pejabat tua itu perbuat. Jika Ahng Tian Yu melanjutkan perkataannya, maka pamannya itu sama saja seperti orang yang tidak bisa menghargai orang lain.


' Baik, karena pejabat tua ini ingin bermain main. Maka dengan senang hati, Ahng Mingmei akan ikut dalam permainannya. '


Dengan wajah yang sedingin es, Ahng Mingmei menatap Hao Xi Li. " Menteri Hao, apa kau mengaggap Jendral Besar Ahng dan Penasehat Yao mengatakan sebuah kebohongan kepada Permaisuri ini, begitu maksudmu? "


Kalau Ahng Mingmei adalah Permaisuri Ming yang dulu, dia pasti akan lebih memilih diam dan membiarkan para menteri berdebat satu sama lain. Tapi, Ahng Mingmei yang saat ini berada dihadapan mereka bukanlah Ahng Mingmei yang sama seperti dulu. Tidak ada yang tahu, jika Permaisuri Ming sudah meninggal dan raganya sudah ditempati oleh jiwa Ahng Mingmei yang berasal dari zaman modern.


Kilatan keterkejutan terlintas diwajah Hao Xi Li, tidak menyangka Ahng Mingmei akan membalasnya dengan sebuah pertanyaan. Tujuan Hao Xi Li memang ingin mengelak dari masalah yang ia perbuat, tapi... permaisuri itu sadar akan hal ini.


Bagaimana Ahng Mingmei tiba tiba menjadi secerdik ini?


" Ten--tentu saja, bukan begitu Yang Mulia. Hamba tidak bermaksud demikian."


" Jadi, apa maksudmu? " Ahng Mingmei menatap Hao Xi Li dengan tajam, membuat pria itu tertegun sesaat. " Seorang bawahan.. betapapun besar jasanya kepada kekaisaran ini, tetaplah seorang bawahan. "


" Sebagai salah satu menteri yang mengabdi kepada kekaisaran, Menteri Hao seharusnya sudah mengerti dengan arti kata 'tuan' ini. " Lanjutnya begitu tenang dengan menekankan beberapa point penting begitu lihai menyembunyikan kesarkasan.


Seakan keberanian Hao Xi Li tidak ada habisnya. Dia malah menundukkan kepala memasang postur penuh penghormatan.


" Yang Mulia, hamba adalah menteri yang setia mengabdi kepada anda. Bukankah pertanyaan Yang Mulia ini.. bisa membuat orang lain salah paham sehingga akan menimbulkan rumor buruk diluar sana." itu adalah sebuah pernyataan yang menyembunyikan peringatan.

__ADS_1


Kemudian Hao Xi Li membenturkan kepalanya hingga menyentuh lantai dan kembali berucap. " Dengan Yang Mulia berkata demikian, membuat hamba merasa bahwa kesetiaan yang selama ini hamba berikan, bukanlah apa apa dihadapan Yang Mulia sendiri. Hamba.. "


.....sangat kecewa akan hal itu. " lanjutnya begitu tenang menyembunyikan isyarat khusus.


Suasana diaula kekaisaran semakin menegang, tidak ada yang berani bersuara. Tubuh para pejabat bergetar, tidak yakin apa karena aura dingin yang menekan atau karena jejak kejutan ini. Mereka kaget dan bingung dengan sikap Ahng Mingmei yang berubah menjadi tegas. Berbeda dengan Ahng Mingmei yang sebelumnya jauh lebih ceria.. dan pemalu.


Lalu sekarang..


Kemana sosok permaisuri yang lugu itu pergi?


Disisi lain, beberapa pasang mata menangkap perubahan sikap Ahng Mingmei dan merasa tertarik dengan gadis itu. Ahng Mingmei yang dulu memiliki sifat yang terlalu polos dan naif sehingga mudah dimanipulasi oleh orang lain. Bisa dibilang... Ahng Mingmei adalah seorang permaisuri yang bodoh.


Meski Ahng Mingmei memiliki status yang tinggi, itu tidak sejalan dengan kepribadiannya. Jika bukan karena Pamannya, Jendral Besar Ahng yang melindungi serta gurunya, penasehat Yao yang memegang kendali. Bisa dipastikan Permaisuri itu sudah dilengserkan sejak awal. Akan tetapi, setelah tragedi pembunuhan beberapa hari yang lalu terjadi, dewa malah mencerahkan akal sehatnya dan mengirimnya kembali. Benar benar sebuah keberuntungan.


Kata kata yang dikeluarkan oleh Hao Xi Li membuat raut wajah Ahng Mingmei berubah tegas. Kedua alis Ahng Mingmei tertaut, dahinya berkerut dan sepasang mata hijau zamrud tajam itu seakan ingin membunuh Hao Xi Li ditempat.


" Dengan beraninya kau meragukan kesaksian Jendral Besar Ahng, beserta semua orang yang hadir di aula rapat hari ini. Sangat berani! " Lanjut Ahng Mingmei tidak membiarkan Hao Xi Li menjawab dan menyanggah ucapannya.


" Menggunakan kesetiaan sebagai alat untuk menyudutkan Permaisuri ini. Sebagai seorang bawahan kau begitu agresif dan tidak tahu diri. " Tamparan keras pada meja terdengar diikuti bentakan amarah. " Melewati batasanmu, memaksa Penasehat Yao untuk mengangkat pengeran pendamping disaat Permaisuri ini belum ditentukan hidup dan matinya.


Bahkan.. kau dengan berani menghasut seluruh pejabat untuk mendukung keputusanmu secara sepihak." dengan begitu lugas ia menyebutkan satu persatu kesalahan Hao Xi Li dengan tajam.


Tiba tiba Ahng Mingmei mengangkat sudut bibirnya membentuk seringai halus sebelum berkata, " Jadi, Menteri Hao. Menurutmu, hukuman apa yang pantas kau dapatkan? " lanjutnya dengan suara rendah yang begitu tajam melekat kedalam.


Hao Xi Li terbelalak, tidak percaya kalau Ahng Mingmei akan menaikkan nada bicaranya dan dengan begitu lugas menyebutkan satu persatu kesalahannya. Belum lagi, tatapan Ahng Mingmei yang mengerikan membuat Hao Xi Li takut untuk berdebat lebih jauh. Hao Xi Li bukanlah seorang menteri yang bodoh, dia merasa kalau Ahng Mingmei tidak lagi bisa dengan mudah dimanipulasi.


Ahng Mingmei adalah Permaisuri penguasa utara. Selain itu, dia mendapatkan dukungan penuh dari Jendral Besar Ahng dan Penasehat Kekaisaran Yao. Kalau Hao Xi Li memperpanjang masalah ini sekarang, bagaimanapun juga dia akan dengan mudah mendapatkan hukuman mati. Bahkan, keluarganya bisa ikut terseret didalamnya.


Ini..

__ADS_1


Bagaimana mungkin keadaan malah berbalik menyerangnya?


' Brukk..' Hao Xi Li memukul dahinya ke lantai dengan cara bersujud selama beberapa kali." Hamba tidak berani, Yang Mulia. "


" Hamba telah lancang, mohon Yang Mulia menghukum hamba atas kelancangan yang telah hamba perbuat. Semoga Yang Mulia berbelas kasih kepada hamba yang rendah ini. " ujar Hao Xi Li berulang kali dengan gemetar takut saat melihat Ahng Mingmei yang marah besar kepadanya.


Keputusan yang diambil Hao Xi Li sangat salah, tidak menyangka dirinya kehilangan kendali sampai menjadi begitu gegabah untuk menangani sang Permaisuri.


Dug!


Dug!


Dug!


Suara benturan dari dahi Hao Xi Li yang memukul lantai terus terdengar. Dahi pejabat itu sudah memar dan sedikit mengeluarkan darah.


Diantara barisan bangsawan, salah seorang pria hanya terdiam menatap Hao Xi Li dengan tenang seolah apa yang terjadi kepada pria setengah baya itu tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. Dia sangat terkejut dengan situasi yang mendadak berubah, tetapi sikapnya yang begitu tenang. Terlihat begitu lihai mengendalikan diri.


____


A/N: Wait! Siapa pria itu? Apa ada hubungannya dengan Hao Xi Li? Apa mereka ada dikubu yang sama? Atau mereka musuh? Atau malah jadi musuhnya Ahng Mingmei? Musuh dalam selimut kah? atau gimana?


Yak, sekali lagi tidak lelah Author ingatkan, silahkan tuturkan penafsiran kalian dikolom komentar, haha!


_____


" Ckck, Ahng Mingmei kejam banget ya--, tapi gue suka. " itu Author yang lagi nangkring diatas atap aula sambil makan popcorn buat nonton pertunjukan dibawah sana.


Biasa, lagi mantau.

__ADS_1


__ADS_2