CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
004. Hanya Lewat


__ADS_3

Hati hati!


Ada beberapa scene mengerikan, mohon diperhatikan.


Waktu seakan akan terhenti oleh sepersekian detik. Keheningan yang membeku menemani seorang pria yang mematung ditempat ketika sentuhan lembut terasa dibibirnya.


Otaknya tiba tiba kosong, seolah masih mencerna apa yang sedang terjadi padanya.


Dia mengerjap waras setelah kesadarannya mulai memegang kendali. Kedua tangannya refleks terulur untuk mendorong sosok keindahan itu menjauh." Hey--" Perkataannya tercekat di tenggorokan ketika gadis itu menahan kepalanya dengan kuat.


Dengan dahi yang mengerut kencang, pria itu hanya terdiam karena berada dalam kebingungan dan keterkejutan yang tertahan. Tanpa ia sadari, netra emasnya terpejam seolah pasrah ketika bibirnya terpaut dengan sang gadis.


Seakan akan gadis itu adalah sebuah magnet yang membuat pria manapun tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk menolak pesona yang dimiliki sang gadis.


Pautan diantara mereka terasa lembut dan manis. Kecupan demi kecupan dilayangkan satu sama lain. Membuat suasana diantara mereka begitu romantis seperti aroma harum bunga yang bermekaran di musim semi.

__ADS_1


Sangat manis namun begitu bergairah.


Suasana yang begitu romantis berubah semakin panas ketika gadis itu memperdalam ciuman diantara mereka.


Dia dengan berani melayangkan gigitan kecil untuk menggodanya lebih jauh. Dengan refleks, pria itu membuka sedikit celah bibirnya seakan mempersilahkan sang gadis untuk melakukan apa saja yang ia inginkan.


Karena sudah mendapat persetujuan, gadis itu tanpa sungkan menerobos masuk dan dengan leluasa mengeksplor semua sudut mulut sang pria. Dia menyecap, me*mat, menggigit bahkan berani bermain lidah dengan pria tampan itu.


Sapuan dibibirnya terlihat begitu mendominasi.


Entah berapa lama mereka dalam posisi itu. Tapi yang pasti, ciuman diantara mereka semakin panas. " Hahh.. nona.. " d*sahan spontan itu lolos dari bibir sang pria. Dia kehabisan nafas karena cukup sulit mengimbangi pautan diantara mereka.


Dengan perlahan, dia memundurkan wajahnya agar lebih leluasa untuk menatap wajah sang pria yang terlihat begitu menggoda dengan rona merah samar yang menghiasi wajah tampannya. Bulir keringat di dahinya menambah kesan seksi dimata sang gadis.


" Apa yang sedang kau lakukan disini? " suara serak yang berat bergema. Terdengar begitu menggoda bagi siapapun yang mendengarnya.

__ADS_1


Bibir gadis itu melengkung membentuk senyuman manis yang begitu memikat. Salah satu tangannya terulur untuk menghapus jejak manis di sudut bibir pria itu dengan lembut. " Sudah menciummu, kenapa masih bertanya seperti itu? " ujarnya sembari memundurkan tubuhnya untuk membuat jarak diantara mereka.


" Apa maksudmu? " tanyanya dengan mengerutkan alisnya bingung.' Apa maksud gadis ini sebenarnya? Reaksinya malah seperti itu. '


Pertanyaan sang pria membuat bibir gadis berkedut geli. ' Apakah memang benar nutrisinya hanya berkembang kewajah tapi tidak sampai ke otak, ' tanyanya dalam hati sembari menatap intens pria itu seolah sedang berusaha mengamati sesuatu.


" Walau wajahmu tidak buruk, tapi kesadaran pelayananmu sangat buruk. " bibirnya yang mengait keatas perlahan mengeluarkan suara yang merdu namun dalam.


" Dengan ekspresimu yang seperti mayat ini. Para jal*ng didunia modern yang melihatnya pun pasti juga akan meremehkan. " ucap gadis itu sembari mendekatkan wajah cantiknya kembali dengan meninggalkan jarak yang begitu tipis diantara mereka.


Pria itu tertegun, otak gadis ini sudah rusak. Kenapa rasanya seperti dia yang mengambil keuntungan dariku?


Jari jari lentiknya yang lembut itu perlahan terulur membelai wajah tampan sang pria dengan lembut setelah kembali berucap. " Sudahlah! Kamu jangan khawatir, aku tidak akan mengambilnya dengan percuma--"


' Plak.. ' Salah satu tangan pria itu terangkat untuk menepis tangan gadis itu dengan kasar.

__ADS_1


" Jika kau bicara lagi, aku tidak akan segan untuk membunuhmu. " Sergah pria itu dengan suara yang begitu rendah namun tajam dipenuhi tekanan yang suram.


Setelah pria itu menyelesaikan kata katanya, udara di sekitar berubah menjadi dingin yang membekukan.


__ADS_2