
Bibir Ahng Mingmei perlahan mengait keatas ketika ia berucap, " Sebaiknya Wakil Jendral Ahng beristirahat terlebih dahulu. " Suaranya yang mengalir merdu berhasil mengalihkan perhatian semua orang kepadanya.
" Aku yakin kau pasti sudah lelah, karena telah menempuh perjalanan jauh untuk bisa sampai ke Kekaisaran ini, Wakil Jendral Ahng. " lanjutnya begitu tulus menunjukkan kepedulian hati.
Mendengar kata kata yang dikeluarkan oleh Ahng Mingmei membuat ekspresi Ahng Reychan berubah tegas. Kedua alis Ahng Reychan bertaut, dahinya berkerut dan sepasang mata hitam tajam itu seakan ingin membunuh Ahng Mingmei hidup-hidup.
" Yang Mulia... " Ahng Reychan memanggil Ahng Mingmei dengan nada rendah yang membuat semua orang serta para prajurit di sekitar bersiaga ketika merasakan aura membunuh menguar darinya. " Apa kau sedang mencoba untuk mengusirku? " suaranya yang begitu rendah namun tajam seperti sedang berusaha menahan amarah yang bergejolak.
Lagi lagi, sebagian orang yang tersisa diaula persidangan kembali dibuat bingung dengan amarah Ahng Reychan, entah apa kesalahan sang permaisuri hingga pria itu tersulut amarah karenanya. Memang sudah menjadi rahasia umum, jikalau Ahng Reychan begitu membenci Ahng Mingmei, bisa dibilang... kebencian sudah mendarah daging didalam diri pria tersebut.
Sedangkan disisi lain, beberapa orang malah semakin tertarik dengan pertunjukan yang terpampang nyata dihadapan mereka. Seakan-akan mereka ingin tahu, apa respon sang permaisuri jika harus menghadapi amarah dari sang Wakil Jendral yang sekaligus berstatus sebagai selirnya itu.
Setelah suara Ahng Reychan bergema, aula persidangan diselimuti keheningan untuk beberapa saat, Ahng Tian Yu baru tersadar kalau dia harus segera melerai sepasang suami istri itu. Jantungnya berdebar begitu kencang. Dia bisa merasakan tekanan yang diberikan Ahng Reychan kepada Ahng Mingmei, seakan-akan Ahng Reychan sedang berhadapan dengan dirinya.
Sebelum Ahng Tian Yu sempat melerai sepasang suami istri itu, Ahng Mingmei tiba tiba tersenyum dengan begitu lembut. " Sepertinya Wakil Jendral Ahng sudah salah faham padaku. " bibirnya yang mengait keatas perlahan mengeluarkan suara yang begitu merdu tanpa adanya tekanan atau amarah yang tertahan. Responnya itu membuat semua orang kembali dibuat bingung.
" Aku hanya mengkhawatirkan keadaanmu, Wakil Jendral Ahng. Mengapa kau selalu salah faham kepada istrimu ini. " lanjutnya dengan senyum nakal nan manisnya menyapu keberadaan Ahng Reychan yang masih berdiri kokoh ditengah aula. " Lagipula, istrimu ini begitu peduli padamu, mengapa kau selalu marah padaku, hm? " Ia menatap pria itu lekat-lekat sembari menopang dagunya di sisi kursi takhta, ekspresi yang saat ini ia tunjukkan terlihat manis namun begitu menggoda disaat bersamaan.
Hening.
Ucapan serta tindakan Ahng Mingmei yang tiba tiba, membuat semua orang terdiam dengan kekosongan yang melanda pikiran. Seolah otak mereka masih mencerna apa yang terjadi kepada sang Permaisuri hingga ia menampilkan ekspresi itu disaat suasana di aula persidangan menegang karena perdebatan yang baru saja terjadi.
Sedangkan disisi lain, Ahng Reychan tertegun dengan sepasang matanya yang terpaku kala pandangannya bertemu dengan sepasang netra hijau zamrud milik sang gadis yang sedang tersenyum kearahnya.
Tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi kepada pria itu, sehingga ia sama sekali tidak menyanggah ataupun bergerak barang sedikipun setelah sang Permaisuri menyelesaikan kalimatnya.
__ADS_1
....
•••••••
Dibawah langit atap dengan kemegahan duniawi yang tercetak jelas dari bangunannya yang kokoh nan megah menandakan jika sang pemilik memiliki kedudukan tinggi di wilayah Ahng Utara.
Ini adalah kediaman keluarga besar Hao, salah satu dari empat keluarga besar yang terkenal dalam wilayah itu. Disatu ruangan khusus terdapat seorang pria setengah baya yang sedang menggeram menahan amarah.
Ruangan di sekitarnya terlihat berantakan dengan barang-barang yang pecah terlihat berserakan dimana mana. Pria itu baru saja melampiaskan amarahnya dengan membanting semua barang yang ada didalam ruangan.
Para pelayan disekitar berkeringat dingin menyembunyikan getaran takut ketika melihat sang tuan diselimuti oleh amarah. Entah apa yang sudah tuan mereka hadapi dalam pengadilan pagi ini sehingga membuat suasana hatinya begitu buruk.
' Wanita kurang ajar! Wanita kurang ajar! ' makian itu berkali kali terucap didalam batin Hao Xi Li. Dia baru saja kembali dari istana setelah terpaksa mengikuti perintah Ahng Mingmei untuk mengobati lukanya di tabib kekaisaran.
Sialan!
Bukankah dia sudah membunuhnya?
Kedua tangan Hao Xi Li mengepal erat dengan darah yang mengalir dari luka akibat kuku-kukunya yang menancap di kulit tuanya. Meski tangannya terluka, Hao Xi Li sama sekali tidak peduli.
Amarah sudah menguasai pria itu seluruhnya karena semua rencana yang telah Hao Xi Li susun sejak lama seketika hancur berantakan ketika Sang Permaisuri kembali ke kekaisaran dalam keadaan hidup.
Bahkan..
Saat ini,
__ADS_1
Wanita itu dengan berani menjadikannya sebagai tahanan rumah.
Mengingat hal itu membuat wajah tua Hao Xi Li semakin menggelap, amarahnya kembali tak terbendung. Ia menendang meja didepannya kesembarang arah untuk melampiaskan amarahnya yang kembali bergejolak.
" Arghh!! "
Teriakan Hao Xi Li menggema dalam ruangan, sedangkan para pelayan dan pengawal di sekitar ruangan hanya terdiam dengan keringat dingin yang membanjiri punggung. Mereka memilih diam karena terlalu takut untuk menyinggung sang tuan yang terlihat begitu frustasi.
_____
A/N : Hallo readers! Bagaimana kabar kalian? In sya allah baik baik aja kan.
Ada yang mau Author tanya. Penasaran sejauh ini, tanggapan kalian mengenai cerita ini? Dalam hal diksi, karakter dll. Author excited banget untuk dengar pendapat kalian.
Kalian bisa jawab dikolom komentar, oke.
[Diksi] adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Dengan kata lain, diksi merupakan pemilihan kata yang tepat untuk mengungkapkan suatu gagasan agar mendapatkan hasil tertentu.
Diksi adalah pemilihan kata yang tepat untuk menyampaikan maksud yang diinginkan. Dengan begitu, lawan bicara akan lebih mudah mengerti apa yang kamu sampaikan. Diksi sangat berguna dalam penulisan karya tulis seperti puisi, novel, laporan dan lain-lain.
Itu beberapa pengertian dari [ Diksi ] Kenapa Author ngasih itu ke kalian? Karena Author baru tau pengertian dari diksi, jadi berhubung Author gatau tentang itu. Mungkin aja kalian juga sama, Haha!
Oh ya, kalian mau character visual dari Ahng Reychan gak? Kalau mau, silahkan komen dikolom komentar! Seberapa banyak yang ingin, entar Author editin terus upload dichapter selanjutnya. Yeay~yuhuu
Ojok lali rek, (~_^) vote, comment, like and share!
__ADS_1
Thank you for reading this far! See you in the next time!