
Hutan darah.
Di keheningan malam, sebuah cahaya terang mendadak muncul sehingga mengejutkan [1]spirit beast di sekitar. Cahaya yang terang semakin samar memperlihatkan kedua sosok dibaliknya.
Para spirit beast menghindari dua sosok yang mendadak muncul dihadapan mereka. Meski spirit beast bukan manusia, mereka memiliki kepintaran dan insting yang tajam.
Jadi, secara naluri tau bahwa sosok di hadapan mereka tidak bisa diganggu. Spirit beast lebih memilih terdiam dari pada harus mencari masalah dengan sosok yang menguarkan aura dingin yang begitu mematikan.
Dengan perlahan, sosok itu melangkahkan kakinya menuju kedalaman hutan. Melewati sekumpulan Spirit Beast yang bersembunyi disudut menyembunyikan getaran takut.
Setelah sosok itu menghilang. Sekumpulan Spirit Beast bernafas lega karena merasa selamat dari mara bahaya.
Mereka kembali tanpa mengeluarkan suara. Takut menyinggung sosok yang menurut mereka begitu mengerikan.
***
Sosok itu sampai di Hutan darah bagian Inti. Netranya terpaku pada sebuah danau semerah darah yang berada di inti hutan. Dia melangkah tegas menuju tengah danau dengan santai tanpa tenggelam.
Jika di dunia modern, mungkin disebut ahli supernatural.
Ditengah danau terdapat seorang gadis bersurai hitam dengan wajahnya yang terlihat pucat. Sosok itu meletakkan gadis yang berada dalam pangkuannya dengan perlahan disamping gadis berwajah pucat tersebut.
Tiba tiba, pusaran air bergejolak seakan-akan bersemangat karena takdir yang ditunggu telah datang. Riaknya yang semakin besar dan berombak menghancurkan apapun di sekitarnya.
Menandakan ritual penyatuan jiwa dan raga sudah dimulai.
Ketika salah satu gadis yang tersadar tenggelam dalam pusaran air hitam. Ia merasakan suhu dingin di sekitarnya. Ada pusaran air yang bergejolak dibawah.
Tunggu!
Bukankah ia sudah mati?
Mengapa bisa berada disini?
Apakah dia masih hidup?
Rentetan pertanyaan muncul dalam benaknya. Seolah masih tidak mencerna bahwa situasinya sekarang lebih buruk dari pada memikirkan rentetan pertanyaan yang tidak jelas itu.
Ketika ia baru menyadari bahwa apa yang sedang dia alami bukanlah khayalan ataupun mimpi.
Dia langsung berkeringat dingin dan membelalakkan matanya.
Tidak!
Ini berakhir.
Dia akan mati!
Lagi?
__ADS_1
Ia memejamkan matanya hingga pusaran air hitam mulai menelannya.
Dan..
Pada saat itulah, rasa sakit terasa. Lebih sakit saat terakhir kali ia mati.
Sial!
Apa ini semua?
Rasa panas terasa membakar kulit disertai rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Tubuhnya terasa disengat oleh suhu dingin sekaligus suhu panas yang ekstrim.
Ia merasakan sakit yang teramat sangat. Badannya terasa remuk redam.
Tubuhnya seakan siap meledak saat itu juga ketika kedua suhu yang berbeda terasa mengoyak tubuhnya secara bersamaan.
Bagaimana bisa rasa panas serta dingin dirasakan secara bersamaan? Dan sialnya, mengapa harus dia yang merasakan rasa sakit ini.
Hatinya berkecamuk ingin mengutuk tuhan yang dengan berani membuatnya berada disituasi yang sama untuk kedua kalinya.
Dia mencoba memberontak, tapi hasilnya nihil. Yang ada malah rasa sakit yang semakin menjadi, dan dengan perlahan kegelapan mulai menelannya.
Dia pasrah, hingga kesadarannya mulai menghilang dan suara suara lain mulai mengganggunya.
Mei'er.
Hiduplah dengan baik.
Selamatkan dunia.
Kami menunggumu!
•••••
Ruangan kerja kekaisaran.
Cahaya lilin temaram bergoyang mengikuti arah hembusan angin dan membuat sesosok bayangan dalam kesunyian ruangan malam.
Terlihat sosok pria gagah dengan surai pirangnya sedang berkutat dengan banyaknya gulungan.
Pemandangan yang terlihat di dalamnya, bak lukisan sempurna dengan pria tampan sebagai tokoh utama. Pergerakan angin menandakan kedatangan seseorang.
Wush!
Suara bariton pria itu terdengar memulai pembicaraan.
" Bagaimana? " suaranya yang begitu tenang namun dalam menyembunyikan ketajaman.
Sosok berpakaian serba hitam menunduk hormat layaknya seorang prajurit. "Bawahan tidak kompeten. Bawahan pantas dihukum " jawab sosok itu lugas menyembunyikan getaran takut.
__ADS_1
Prangg!!
Suara cangkir pecah terdengar.
Aura di dalam ruangan semakin mencekam, membuat sosok berpakaian serba hitam itu semakin menunduk menyembunyikan tubuh yang bergetar ketakutan.
Sosok itu sepertinya tahu bahwa nyawanya tak akan selamat karena membawa berita yang tak diinginkan.
Ekspresi diwajah pria itu berubah dingin. Tatapan matanya yang gelap seperti bayangan dimalam hari sedikit terangkat untuk menatap bawahannya yang tertunduk.
" Jelaskan! " perintahnya tajam tak ingin berbasa basi.
" Permaisuri menghilang setelah dibuang kedalam jurang kematian di perbatasan hutan darah, tuan. Kami sudah mencari disekitar perbatasan, tapi tidak membuahkan hasil. " ucap bawahan itu begitu lugas.
Netra biru milik pria itu berkilat tajam, " Tidak berguna! Jika di perbatasan tidak ditemukan. Masuk dan cari dia kedalam hutan darah. " bentaknya.
Melihat tidak ada pergerakan dari sang bawahan, wajah pria itu semakin gelap. " Tunggu apalagi? Pergi! Dan cari dia sampai ketemu! " perintahnya dengan suara yang begitu rendah nan tajam dipenuhi tekanan yang suram.
Sosok berpakaian serba hitam itu berkeringat dingin menyembunyikan getaran takut. Ia berkowtow hormat dan berucap, " Baik, Tuan. " jawabnya patuh.
Setelah berkata demikian, ia menghilang dari ruangan untuk melaksanakan perintah sang tuan. Meninggalkan jejak angin yang berhembus.
Wush!
Pria itu mendudukkan dirinya di kursi seraya memijit ujung pelipisnya dengan perlahan. Seolah sedang mencoba mengendalikan emosinya yang tak terkendali.
"Jal*ng itu! Beraninya dia merusak rencanaku! " Geramnya dengan amarah yang tertahan.
Brakk!
Pria itu melempar semua gulungan berkas diatas meja. Ruangan menjadi berantakan karena tindakan darinya. Ia memegang kepalanya frustasi.
"Arghhh!!! " Teriaknya.
Para pengawal yang mendengar kegaduhan di kamar tuannya hanya diam tak bergeming. Seolah mereka menulikan pendengarannya untuk sesaat.
....
______
[1] Spirit Beast adalah Binatang Roh yang memiliki keahlian atau kemampuan khusus untuk bertarung. Mereka ganas dan kejam serta memiliki kepintaran yang melebihi binatang pada umumnya. Namun, mereka tidak bisa berubah wujud menjadi manusia.
______
A/N : Oh my good! Ada bule nyasar!....
Skip! Itu bukan Author yang ngomong. Tapi tangannya aja yang lebay>_<
Anyway, gak penting! Kita perkenalan dulu, Hello readers! Ini Maya Ay' Author dari CONSEQUENCE. Sejujurnya ini adalah novel pertama yang Author buat. Agak deg deg an si, Ya iyalah masak kagak! Wajar yang pertama,wkwk
__ADS_1
Also, this time, Author punya gift untuk kalian, yaitu image caracters. Gambarnya bukan hasil gambar Author tapi nama dan editan adalah hasil karya Author sendiri.
Don't forget vote, comment, share and like! Hehe(~_^) Support kalian sangat membantu Author pemula ini.