CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
008. Kejutan


__ADS_3

Dibawah langit cerah dengan angin yang berhembus lembut menghasilkan gemerisik daun yang menenangkan. Dibawah pemandangan indah itu, berdirilah deretan gedung megah dengan atap menjulang tinggi serta patung naga emas yang berdiri kokoh.


Istana kekaisaran, itulah nama dari deretan gedung tersebut. Sebuah tempat dimana keluarga kekaisaran tinggal. Sebuah sangkar emas yang memiliki kemegahan serta kenyamanan dunia sekaligus tempat dimana ribuan nyawa hilang dibaliknya.


Diantara atap yang menjulang tinggi, terdapat Aula rapat yang begitu megah nan luas, namun suasana didalamnya yang begitu menyesakkan membuat tempat itu terasa begitu sempit bagi orang orang yang berada disana.


" Yang Mulia sudah menghilang sejak dua hari yang lalu. Kekaisaran tidak akan bisa bertahan tanpa adanya seorang pemimpin. Mohon Penasehat Yao mengambil tindakan. " ujar salah seorang penjabat dengan membungkuk hormat.


Sedangkan 'Penasehat Yao yang dimaksud sedang terduduk dengan guratan wajah tenang khas seorang penasehat kekaisaran. " Apa maksud dari perkataanmu, menteri Hao?" nada suaranya terdengar begitu tenang tetapi berbanding terbalik dengan netra hitamnya yang menajam. Yao Shunye melirik para penjabat yang menunduk dengan hormat menyembunyikan wajah kemenangan. Beberapa bahkan dengan berani berusaha membuatnya tersudut sedari tadi.


Hao Xi Li langsung bersujud ditengah aula. " Permaisuri Ming sudah menghilang dan sampai sampai saat ini Yang Mulia belum ditemukan. Dengan kondisi sekarang, hanya ada satu pilihan untuk kekaisaran. " terjeda ia.


Yao Shunye mengerutkan kening, ' Tidak mungkin pria tua ini memintaku untuk mengangkat selir itu sebagai [2]Pangeran Pendamping' Ketika pikiran itu terlintas dibenaknya, rahangnya tiba tiba mengeras dengan wajahnya yang mulai menggelap.


" Lanjutkan! "


Dalam diam, Hao Xi Li menyembunyikan senyum penuh kemenangan. " Kita harus segera melakukan upacara pengangkatan dari salah satu selir Yang Mulia untuk diangkat sebagai Pangeran Pendamping." Dia dengan berani mengangkat pandangannya menatap kedalam mata Yao Shunye. " Itu adalah satu satunya jalan keluar untuk kekaisaran saat ini, Penasehat Yao. " lanjutnya dengan tenang tetapi dipenuhi ejekan yang dingin.


Hening sesaat, hingga suara gebrakan meja yang keras berhasil mengejutkan semua pejabat yang hadir.


Brak!

__ADS_1


" Beraninya kau! " tamparan keras pada meja terdengar diikuti bentakan amarah. " Apa kalian sama sekali tidak memandangku sebagai Jendral Besar kekaisaran. " teriak pria dewasa dengan jubah zirah menunjukkan statusnya yang begitu penting. " Bagaimana bisa kau berfikir untuk mengangkat pangeran kehormatan disaat Yang Mulia masih belum ditemukan? Tidak.. bahkan dengan kalian mengatakan ini, sudah disebut sebagai pemberontakan. "


Setelah Ahng Tian Yu menyelesaikan kalimatnya, udara diaula rapat berubah menjadi berat yang mencekam.


' Bruk.. ' Salah seorang penjabat ikut bersujud. " Mohon anda mengedepankan masa depan kekaisaran, Jendral Besar Ahng. Jangan hanya karena kehilangan satu Permaisuri malah membiarkan kekaisaran dalam situasi yang terancam. " Nada suaranya sedikit bergetar, kentara pejabat itu takut karena melawan Ahng Tian Yu secara terang terangan. ' Aku ingin hidup! Aku masih ingin hidup! ' kalimat itu berkali kali terucap didalam batinnya.


Brukk!


Orang orang yang berpakaian para pejabat itu segera bersujud sebagai wujud permohonan. Sebuah aksi untuk mendesak sang perwakilan negara membuat keputusan. " Mohon penasehat Yao serta Jendral Besar Ye memikirkan masa depan kekaisaran. "


" Kalian---" Geram Ahng Tian Yu dengan menunjuk para pejabat yang bersujud di tengah aula dengan raut wajahnya yang menggelap pertanda amarah.


Satu persatu para pejabat yang hadir di aula berseru untuk memohon kepada Yao Shunye, membuat dia mengepalkan tangannya menahan amarah. ' Para baj*ngan tua ini! '


" Cukup mengesankan! Baru beberapa hari tidak bertemu denganku. Sudah membuat para menteri bernyali besar rupanya. " Suaranya begitu merdu dipenuhi tekanan kemegahan penuh otoritas penguasa. Penuh keangkuhan yang tajam nan dalam.


Ketika mendengar suara tersebut, seisi aula langsung terkejut. Beberapa prajurit bahkan melompat dengan tangan menyentuh pangkal pedang di pinggang. Semua manik tertuju kepada sesosok gadis yang berdiri angkuh dipintu aula dengan aura dingin yang menekan.


Wajah para menteri berubah pias dengan sepasang mata yang terasa ingin keluar dari soketnya ketika sosok keagungan yang menjadi topik pembicaraan sedari tadi malah terpampang nyata dihadapan mereka. ' Ini--ini.. bagaimana bisa? '


....

__ADS_1


______


[1] Makhluk suci kuno adalah Makhluk yang tercipta dengan kekuatan serta paras yang bisa berubah layaknya manusia biasa. Mereka hidup selama ribuan tahun dan menjalin kontrak dengan takdirnya. (Informasi ini berdasarkan pemikiran Author sendiri. Karena setiap novel memiliki pengertian yang berbeda, sesuai dengan imajinasi penulisnya. ) Author juga sebenarnya mau minta maaf nih, karena seharusnya keterangan diatas berada di chapter sebelumnya, namun entah mengapa Author menjadi pelupa dan malah ngetik disini (*>.<*)


[2] Pangeran Pendamping : Status yang memiliki kekuasaan dibawah pemimpin negara. Bertanggung jawab membantu masalah pemerintahan, mengelola harem, menemani pemimpin negara saat perjamuan.


Karena kasus di novel ini sedikit berbeda, maka status di kekaisaran juga berbeda. Pemimpin negara di novel ini adalah seorang wanita, jadi pendamping Sang Permaisuri adalah Pangeran Pendamping. Sebenarnya tidak ada bedanya dengan status Kaisar dan Permaisuri, hanya penyebutan statusnya saja yang berbeda.


Kaisar \= Permaisuri.


Permaisuri \= Pangeran Pendamping.


Sudah mengerti? Jika kalian masih tidak mengerti, bisa tanyakan di kolom komentar, oke.


_____


Para menteri : Ini--ini, bagaimana bisa?


Me. : Surprise! Yuhu~ヾ(≧▽≦*)o Kejutan buat kalian! Yeay~Selamat ulang tahun*-'""


Ehem ehem! Intinya, judul dari chapter ini terinspirasi dari para menteri yang terkejut karena kedatangan seseorang yang tidak diduga. Jadi, siapa seseorang itu? Apakah rentenir yang mau nagih utang? Atau kang ojol yang mau nganterin makanan?

__ADS_1


Haha Author becanda...


Thank you for reading this far! See you in the next time!


__ADS_2