CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
003. Pria tampan?


__ADS_3

Cahaya bulan yang samar dengan bintang yang berkerlip indah di langit malam menyinari sosok keindahan yang menapakkan kakinya perlahan membawa udara yang berganti kelam namun damai.


Langkahnya begitu ringan dengan jubahnya yang berkibar, ia terlihat begitu mempesona. Kulit tangan yang halus dan lembut milik gadis itu terulur dengan perlahan memetik sebuah tanaman yang mengeluarkan cahaya samar.


" Wah!! Tanaman ini sangat cantik. " suaranya yang mengalun merdu terdengar begitu antusias dengan kedua netra indahnya yang berbinar cerah penuh takjub.


Gadis itu baru saja terbangun setelah terakhir kali ia jatuh tak sadarkan diri.. Sekarang, dia berada di perbatasan Hutan darah bagian luar dengan Hutan Kekaisaran.


Pandangannya menatap intens sekitar hutan seolah olah tidak ingin melewati sedikitpun kesempatan untuk menjelajahi tempat yang baru pertama kali ia datangi.


Cukup lama dia menyusuri hutan. Keranjang yang dibawa pun sudah terisi dengan tanaman herbal roh langka yang ia butuhkan.


" Sepertinya, ini sudah cukup. " Ujarnya seraya berbalik hendak melangkah pergi.


Langkah kakinya terhenti mendadak ketika aroma amis yang samar menusuk indra penciumannya.

__ADS_1


Bibirnya yang mengait keatas perlahan meloloskan gumaman spontan. " Darah."


Perhatiannya teralihkan dengan langkah kaki yang perlahan mendekat ke arah semak belukar. Jari jari lentik itu perlahan terulur untuk menyingkap semak semak yang cukup lebat.


Dibaliknya ada sebidang tanah dan mulut gua yang cukup lebar.


Gadis itu sedikit mengerutkan kening ketika pandangannya menangkap bekas pertarungan yang terlihat masih baru karena banyak darah segar serta beberapa mayat yang berserakan dimana mana.


" Pertarungan yang cukup besar." suaranya yang begitu merdu mengalir tenang menyembunyikan ketajaman.


Tatapannya tertuju kedepan dengan menatap ke satu arah seolah sedang berusaha mengamati sesuatu.Langkah kakinya terhenti ketika kedua mata jernihnya terpaku pada sesosok bertubuh gagah yang sedang terduduk disudut gua dengan posisi lotus.


" Manusia fana yang bisa berkultivasi? " gumamnya seraya mengerutkan alis seolah sedang berfikir.


Kedua kaki gadis itu melangkah mendekat untuk mengikis jarak diantara mereka dengan terus menatap intens sosok itu. Surainya yang tergerai tertiup hembusan angin, wajah cantiknya yang masih diusia belia membawa pancaran pesona yang memikat.

__ADS_1


" Tidak menyangka pria tampan bisa ditemukan didunia yang aneh ini. " gumam gadis itu seraya tersenyum penuh arti.


Guratan wajah cantik yang memikat hati itu perlahan semakin mendekat dengan tatapannya yang dalam menyembunyikan kelicikan tersembunyi seperti setan kecil yang bersembunyi disudut.


Sosok keindahan itu meninggalkan jarak yang begitu tipis diantara mereka.


Jari jari lentiknya yang lembut perlahan terangkat untuk membelai wajah tampan pria dihadapannya yang memiliki garis rahang yang tegas dengan bentuk mata elegan milik ketampanan yang menawan.


Karena terusik dengan sentuhan lembut yang terasa diwajahnya. Kelopak mata milik pria itu perlahan terbuka dengan memperlihatkan netra emas secerah matahari sekaligus begitu tajam layaknya elang yang memantau mangsanya di kejauhan.


Netra sang pria sedikit bergetar ketika melihat wajah cantik bak bunga yang bermekaran dimusim semi sedang menatapnya. Dia tidak bisa memalingkan wajah sejak gadis cantik ini mencengkram erat dagunya.


Ketika gadis itu mendekat tercium keharuman dari aroma tubuhnya yang menguar samar begitu menenangkan. Guratan wajah penuh pesona kecantikan yang dapat membuat pria manapun jatuh kedalam jurang mematikan.


Belum sempat ingin merespon untuk bertanya apa yang sedang gadis cantik dihadapannya ini lakukan disini. Kejadian selanjutnya, membuat pria itu membelalak.

__ADS_1


Cup!


__ADS_2