CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
018. Terbuai Wajahmu, Menyusup Bertubi-tubi


__ADS_3

7 tahun setelahnya,


Hiruk pikuk keramaian dijalanan kota selalu menyenangkan untuk dirasakan. Pada saat ini, cahaya matahari yang samar menembus awan dilangit turun menyinari daratan. Hanya menyisakan sedikit kegelapan di sudut jalan pertokoan yang merupakan pusat kota dari Kekaisaran Ahng Utara.


Semua orang keluar dari tempat peraduan mereka untuk bepergian menyusuri sudut jalanan kota Anming. Mereka dengan antusias berbelanja segala jenis perlengkapan menyambut hari yang cerah.


" A Zheng, coba kau lihat itu. " seorang gadis yang baru saja turun dari kuda menunjuk kesatu arah, tepat pada stan manisan buah dipinggir jalan. " Aku mau itu! " Bahkan, dengan pakaian kumuhnya, kecantikan gadis itu bersinar dan mampu menarik perhatian beberapa pria.


Pria yang berada disamping gadis itu memasang ekspresi tak berdaya, dia memakaikan tudung sang gadis untuk menutupi wajahnya. " Mei'er, jangan bertindak sembrono. Ingatlah! Sekarang kita tidak berada di istana. " Tegurnya dengan nada lembut.


Kedua orang itu tak lain adalah Ahng Mingmei dan Wang Zhengyi.


Mendengar teguran Wang Zhengyi, Ahng Mingmei mendecakkan lidah. " Kau yang mengatakan sendiri jika kita sedang tidak berada di istana. Dan kau masih khawatir ada yang mengenali kita? " ujarnya sembari mengerucutkan bibirnya. " Kalau seperti itu, apa bedanya dengan kita berdiam di istana? "


Sebuah senyuman mengembang diwajah Wang Zhengyi, merasa lucu dengan kesalahpahaman gadis itu. " Mei'er bukan itu yang aku khawatirkan. " pria itu mendekatkan wajahnya pada Ahng Mingmei, mencoba membisikkan sesuatu. " Apakah kau tidak tahu kecantikanmu itu berbahaya?"


Terkejut dengan ucapan Wang Zhengyi, Ahng Mingmei sekejap mematung ditempat. Perlahan, rona merah menjalar di kedua sisi wajahnya. " Dasar penggoda ulung. " makinya sembari melanjutkan langkahnya kearah penjual manisan.


Melihat reaksi gadis itu, Wang Zhengyi tersenyum sumringah sembari tertawa kecil. Tanpa ia sadari, dirinya sendiri menarik perhatian beberapa wanita yang mendaratkan pandangan ke arahnya, meski ia memakai tudung sekalipun.


Ahng Mingmei dan Wang Zhengyi telah menyelinap dari istana untuk pergi ke kota Anming. Dan sekarang, mereka berada di pinggiran kota yang terdapat beberapa desa cantik dengan hutan belantara yang masih asri. Dibandingkan dengan istana, suasana dipedesaan lebih damai dan tentram.


Belum lagi, tidak ada urusan pemerintahan dengan berkas menumpuk yang harus segera diselesaikan. Itu adalah alasan Sang Permaisuri memutuskan untuk menyelinap dari istana dengan tujuan menikmati suasana pedesaan disalah satu desa yang biasa Ahng Mingmei kunjungi bersama pangeran yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi.


" Perlu setidaknya usaha untuk bisa sampai di Desa Qui. " ucap Wang Zhengyi sembari mengikat tali kudanya pada pohon disekitar. Dirinya baru saja menemukan tempat teduh sebagai tempat untuk mereka bisa beristirahat sejenak. " Maaf, karena harus membuatmu tersiksa. "


Kerutan menghiasi dahi Ahng Mingmei. " A Zheng.. " nama kesayangan yang diberikan sang Permaisuri selalu menggelitik sudut hati Wang Zhengyi. " Apa yang kau bicarakan? " nada bicara Ahng Mingmei terdengar tidak senang. " Apa kau sedang meremehkanku? "


Sepasang netra biru Wang Zhengyi mengerjap, dan dia dengan cepat berkata. " Bukan begitu. "


" Maka, jangan ucapkan ' maaf ' karena aku tidak membutuhkannya. " Jelas Ahng Mingmei, gadis itu menundukkan sedikit kepalanya. " Bisa menyelinap dari istana untuk keluar bersama denganmu merupakan berkat dari langit, dan aku rela menukarkan segalanya demi hal tersebut. "


Pengakuan Ahng Mingmei, entah mengapa membuat jantung Wang Zhengyi berdetak cepat. Pria itu mengambil satu langkah maju untuk kemudian menarik permaisuri itu dalam pelukan.


" Yang Mulia, kau adalah hadiah terindah dari langit untukku. " Entah mengapa seluruh hati Wang Zhengyi terasa hangat, dia merasa sangat hidup. Pria itu melepaskan pelukannya dan menatap Ahng Mingmei lekat-lekat.

__ADS_1


Ahng Mingmei membalas tatapan Wang Zhengyi, terhipnotis dengan manik biru terangnya yang begitu indah. Ketika melihat pria itu mendekatkan wajahnya, jantung gadis itu berdetak kencang. ' Apa, apa dia akhirnya berani? ' ekspektasi memenuhi benak Ahng Mingmei, dan mata permaisuri itu pun tertutup rapat.


Cup!


' Hah? ' Ahng Mingmei membuka matanya dengan cepat dan menyadari Wang Zhengyi mencium keningnya.


" Entah budi baik apa yang kulakukan dikehidupan lalu, sehingga langit memberkatiku dengan kehadiranmu. " ucap Wang Zhengyi sembari tersenyum lembut.


Disisi lain, Ahng Mingmei merasa wajahnya memanas, malu atas apa yang baru saja ia harapkan. Permaisuri itu kemudian menginjakkan kaki Wang Zhengyi dengan cukup kencang, menyebabkan pria itu meringis kesakitan. " Jangan kau kira bersikap manis bisa membuatku memaafkanmu setelah kau meremehkanku! " Serunya sembari berjalan cepat menyusuri jalan setapak pedesaan di depannya.


Melihat Ahng Mingmei pergi dengan marah, Wang Zhengyi hanya bisa meringis kesakitan sembari memasang ekspresi tak berdaya.


" Yang Mulia, apa kau mengharapkan sesuatu yang lebih? " Ucapannya yang disertai sirat menggoda membuat wajah Ahng Mingmei semakin memerah malu sehingga ia berteriak dari kejauhan.


" A Zheng... "


*****


Suara langkah kaki kuda yang garing mengisi keheningan. Wang Zhengyi menatap ke jalanan di depannya sembari sesekali mencoba melirik ke belakang. Hari sudah sore dan beberapa jam telah berlalu sejak dirinya dan Ahng Mingmei meninggalkan Desa Qui untuk kembali ke istana. Namun, permaisuri yang duduk di belakangnya itu masih tidak mengeluarkan suara sedikitpun, bahkan ketika dirinya diajak bicara.


Tidak ada jawaban.


Diam diam, Wang Zhengyi menghela napas. Sedangkan disisi lain, Ahng Mingmei sedang sibuk berkutat dengan benaknya sendiri. Dia begitu malu dengan tindakannya tadi, bagaimana bisa dirinya mengharapkan pria disisinya itu untuk menciumnya.


' Kau gila, Mingmei! Dimana harga dirimu? ' maki Ahng Mingmei kepada dirinya sendiri. Kemudian, keningnya berkerut. ' Enak saja, ingat kata paman! Perset*n dengan harga diri! Yang penting, diriku bahagia! ' Hal itu diikuti dengan merenggangnya alis sang permaisuri yang sempat bertaut. ' Tidak! Tidak, tapi reaksiku setelah melakukan hal itu begitu berlebihan. A Zheng pasti menganggapku aneh! ' Akhirnya, permaisuri tersebut memasang wajah ingin menangis. ' Ya langit! Apa yang harus kulakukan!? '


Selagi Ahng Mingmei sibuk bercakap-cakap dengan batinnya sendiri, dia terkejut dengan teriakan Wang Zhengyi yang mendadak memacu kuda. Kalau bukan karena pegangannya pada pinggang pria itu, Ahng Mingmei yakin bahwa dirinya akan terjerembap ke belakang dan berakhir dengan leher patah.


" Ada apa? Kenapa kau mendadak memacu kuda dengan begitu kencang? " teriak Ahng Mingmei, khawatir suaranya tidak dengar.


Tanpa menoleh ke belakang, Wang Zhengyi berkata dengan nada serius. " Ada yang mengikuti kita. "


Mendengar hal itu, ekspresi Ahng Mingmei sekejap berubah khawatir. " Mungkinkah itu suruhan guru? " tanyanya dengan polos.


" Tidak! " balas Wang Zhengyi. " Bawahan Penasehat Yao tak mungkin---" belum sempat Wang Zhengyi menyelesaikan kalimatnya, dia berteriak. " Merunduk! "

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, Ahng Mingmei merunduk. Tepat pada saat itu, satu buah panah melesat kencang melewati kepalanya. Kaget, dia pun berteriak, " Ahh!! "


Menyadari bahwa penguntit mereka, berniat menyingkirkan bukan sekedar bertamu. Ahng Mingmei segera berteriak. " Pacu kudanya lebih cepat! Kita harus segera meninggalkan jalanan utama. " ia sadar bahwa jalanan utama begitu terbuka sehingga mempermudah musuh untuk membidik dirinya dan Wang Zhengyi.


" Baik! Teruslah merunduk, kau mengerti! " teriak Wang Zhengyi.


" Ya! " Balas Ahng Mingmei seraya mengeratkan pelukannya pada Wang Zhengyi. ' Siapa yang sebenarnya mengejar kami? Apakah musuh? '


.....


_____


A/N : Sekedar info tentang pasukan yang ada di Kekaisaran Ahng Utara. Sebenarnya info ini seharusnya ada di chapter sebelumnya, tapi karena Autornya lupa lagi + kemarin buru-buru buat update. Jadinya begini, (づ ̄ ³ ̄)づ


Menurut info yang Author tahu tentang sistem pemerintahan di Kekaisaran ataupun Kerajaan di China.


Mereka membagi pasukan yang utuh menjadi beberapa bagian untuk diberikan kepada Keluarga Besar atau Keluarga Bangsawan yang terkemuka di Kekaisaran tersebut. Pasukan itu akan berada dibawah naungan Keluarga Besar atau Keluarga Bangsawan sebagai rasa kepercayaan dari Kaisar/Permaisuri/Pemimpin Negara kepada Para Bangsawan yang menjadi pilar-pilar pendukung di Kekaisaran atau Kerajaan yang dipimpinnya.


Tujuan Kaisar/Permaisuri/Pemimpin negara melakukan hal tersebut biasanya didasari oleh beberapa hal, seperti mengamankan posisinya, menjaga kestabilan pemerintahan, ataupun demi mengambil kepercayaan dan dukungan dari Keluarga Besar atau Keluarga Bangsawan yang terkemuka di Kekaisaran tersebut.


Setidaknya info itu yang hanya Author tahu. Jadi, dicerita ini Author akan menampilkan beberapa pasukan di Kekaisaran Ahng Utara yang dipimpin oleh Ahng Mingmei, si tokoh utama kita. Diantaranya,


• Pasukan Kematian adalah pasukan tersembunyi sekaligus misterius. Mereka begitu setia kepada junjungannya dan hanya bisa diperintah menggunakan token Suzaku.


• Pasukan Baohu adalah pasukan yang dikhususkan untuk melindungi keluarga Kekaisaran dan langsung berada dibawah naungan Kaisar.


• Pasukan Yongqi adalah pasukan yang berada dibawah naungan Keluarga Besar Ahng dan dipimpin oleh Jendral Besar Ahng.


• Pasukan Zhongli adalah pasukan yang berada dibawah pimpinan Keluarga Besar Ling


• Pasukan Yexin adalah pasukan yang berada dibawah pimpinan Keluarga Besar Mo.


• Pasukan Bian Cheung adalah pasukan yang berada dibawah pimpinan Keluarga Besar Hao.


Sudah mengerti? Jika tidak mengerti silahkan nyatakan keluhan kalian di kolom komentar, oke.

__ADS_1


Don't forget for Vote, Comment, Like and Share. Dukungan kalian sangat membantu Author pemula ini, yeay~haha!


__ADS_2