CONSEQUENCE

CONSEQUENCE
025. Dimana Belas Kasih Itu?


__ADS_3

" Lancang! " itu adalah Ahng Mingmei yang berkata dengan nada membentak, mengagetkan orang-orang dalam ruangan. " Baru dua hari aku menghilang, dan kau sudah bersikap lancang seperti ini. "


Dalam sekejap, raut wajahnya berubah begitu tegas, kedua alisnya bertaut, dan sepasang matanya yang begitu jernih tanpa noda seketika menajam sembari menatap kedalam manik biru cerah milik Wang Zhengyi dengah dingin. " Kemana perginya etika serta sopan santunmu? Apa kau telah melupakan semuanya, Selir Wang? " suaranya yang begitu rendah namun tajam penuh tekanan kemegahan yang bergema suram membawa aura dingin yang menekan.


Kilatan keterkejutan tercetak jelas diwajah Wang Zhengyi, tidak menyangka Ahng Mingmei akan menaikkan nada bicaranya. Lebih tidak menyangka lagi, perlakuan Ahng Mingmei yang berbeda kepada Yao Shunye dengan membela pria itu ketimbang dirinya, membuat ia tertegun untuk sesaat.


Tatapan Ahng Mingmei yang mengerikan serta aura dingin yang menekan membuat Wang Zhengyi berkeringat dingin. ' Gadis dihadapannya ini..., apa dia masihlah Ahng Mingmei yang sama? ' benaknya bertanya-tanya dengan pancaran kekosongan yang melanda pikirannya.


Disisi lain, Yao Shunye terlihat mematung ditempat dengan pandangannya yang terpaku pada sosok gadis yang tepat berada disampingnya. Dia tidak menyangka, Ahng Mingmei akan bersikap tegas kepada Wang Zhengyi. Jika para menteri yang berada di tempat Wang Zhengyi saat ini, Yao Shunye tidak akan terkejut.


Tapi ini, Wang Zhengyi?


Selir yang paling disayangi oleh Ahng Mingmei. Pria yang begitu dicintainya, bagaimana bisa keadaan malah berbalik dan sekarang---, benaknya tercekat di tenggorokan dengan perasaan tidak percaya.


Meski didalam lubuk hatinya, Yao Shunye bersyukur jika Ahng Mingmei benar-benar sudah terlepas dari jeratan cinta yang telah membutakannya selama ini.


Cinta itu buta. Kalimat itu sangat cocok dengan keadaan serta perasaan Ahng Mingmei kepada Wang Zhengyi saat itu. Bisa dibilang.. permaisuri itu seperti penguasa boneka dengan Wang Zhengyi sebagai pengendali.


" Yang Mulia, apa maksud---"


Belum sempat Wang Zhengyi menyelesaikan ucapannya, Ahng Mingmei sudah memotongnya dengan tak berperasaan. " Apa ucapanku kurang jelas? "


Dengah anggun, gadis itu melangkahkan kakinya untuk mendekat ketempat Wang Zhengyi berada. Setelah tepat berada dihadapan pria itu, Ahng Mingmei kembali berseru. " Atau kau sama sekali tidak menganggap serius ucapanku? " ia bertanya dengan suaranya yang mengalir tenang, tetapi berbanding terbalik dengan sepasang matanya yang menyembunyikan amarah yang tertahan.


Wang Zhengyi membelalak dan tanpa berpikir panjang, ia segera berkowtow hormat dan berucap. " Hamba tidak berani, Yang Mulia. "


" Mohon Yang Mulia menghukum hamba atas kelancangan yang telah selir ini perbuat. Semoga Yang Mulia bermurah hati kepada yang rendah ini. " Perubahannya begitu cepat, ia begitu lihai mengendalikan situasi.


Sudut bibir Ahng Mingmei sedikit terangkat menyembunyikan ejekan dan hinaan dalam lirikan. ' Licin seperti belut dan berbisa layaknya seekor ular. ' Namun dalam sekejap, raut wajahnya berubah begitu dingin.


' Pria ini tidak mudah! '


" Mengapa kau meminta maaf padaku. " Ahng Mingmei mengernyitkan dahinya heran.


" Bukankah seharusnya kau memohon kepada Penasehat Yao atas kelancangan yang telah kau perbuat? " Suaranya yang mengalir tenang berhasil menimbulkan kejutan dipihak lain.


Kemudian Ahng Mingmei kembali berseru tanpa menolehkan wajahnya untuk menatap Yao Shunye yang membelakanginya. " Bukankah begitu, guru? "


Hening.


Yao Shunye tertegun sejenak ketika mendengar panggilan Ahng Mingmei yang tiba-tiba. Tetapi, itu hanya bertahan sebentar sebelum ia mengerjap waras setelah kesadarannya mulai memegang kendali.

__ADS_1


" Yang dikatakan Yang Mulia memang benar. Tapi, aku memiliki pemikiran lain akan hal itu. "


Dengan ekspresi yang setenang riak air, Yao Shunye melirik Wang Zhengyi yang menampilkan raut wajah terkejut dengan posisinya yang masih berkowtow dibawah lantai. " Hanya kesalahpahaman dari seorang selir, mana mungkin aku akan merendahkan diriku dengan menghukumnya. " lanjut Yao Shunye begitu tenang seolah tidak menganggap penghinaan yang ditujukan Wang Zhengyi kepadanya bukanlah masalah yang besar.


Helaan nafas lega terdengar dari balik celah bibir Ahng Mingmei, " Baguslah, kalau guru bersedia untuk mema--" terjeda ia.


" Sepertinya Yang Mulia salah faham. " potong Yao Shunye dengan tenang membuat sebelah alis permaisuri itu sedikit terangkat seolah mempertanyakan apa maksud dari ucapan gurunya itu.


" Aku bukan sedang bermurah hati, melainkan hanya melakukan tugasku untuk mengabdi kepada Yang Mulia. " bibir Yao Shunye yang mengait keatas perlahan mengeluarkan suara yang begitu tenang namun dalam.


" Karena Selir Wang adalah selir kesayangan Yang Mulia, mana mungkin aku menghukumnya secara pribadi. " Raut wajahnya berubah begitu serius ketika Yao Shunye kembali berseru. " Jika aku bersikeras untuk menghukum Selir Wang atas kesalahan yang telah ia perbuat, maka secara tidak langsung perbuatanku itu akan menodai harga dirimu sebagai seorang permaisuri. "


" Tentunya, aku tidak ingin hal itu terjadi. " Ia mengedikkan bahunya santai seolah topik yang sedang mereka bicarakan adalah hal ringan.


" Tapi, aku juga tidak bisa membiarkan Selir Wang lolos dari hukuman yang sudah seharusnya ia dapatkan. " ucapan Yao Shunye yang menyembunyikan perintah dalam isyarat khusus membuat Ahng Mingmei menatapnya semakin dalam.


Tiba-tiba pria itu tersenyum tipis ketika pandangannya tertuju pada wajah cantik yang kini sedang menatapnya dengan intens. " Jadi, Yang Mulia, bagaimana pendapatmu tentang masalah ini? " tanyanya sembari menatap Ahng Mingmei dengan intens seolah tidak ingin melewati sedikitpun perubahan ekspresi diwajahnya.


Setelah Yao Shunye menyelesaikan ucapannya, udara diruangan perlahan berubah menjadi berat yang mengambang sesak.


Raut wajah Ahng Mingmei berubah begitu dingin dengan pancaran dari kedua matanya yang dipenuhi sirat tersembunyi.


Disisi lain, Wang Zhengyi memilih bungkam dengan kedua tangannya yang terkepal erat dibalik lengan jubahnya, sepertinya pria itu sedang berusaha menahan amarahnya yang tersulut karena ucapan Yao Shunye yang sedang berusaha menjebaknya.


Jika permaisuri itu menolak, maka sebagai permaisuri, Ahng Mingmei tidaklah bijaksana dan adil dalam mengambil keputusan. Tapi meskipun begitu, Wang Zhengyi yakin jika istri yang begitu mencintainya itu tidak akan tega menghukumnya hanya karena sang guru memerintah Ahng Mingmei untuk melakukan hal tersebut.


Tetapi sepertinya, takdir tidak berpihak pada pria itu kali ini.


Ruangan diselimuti keheningan untuk sesaat. Hingga, suara Ahng Mingmei yang mengalir begitu dalam nan tajam penuh tekanan kemegahan bergema memecahkan keheningan yang memberat.


" Prajurit! Bawa selir wang keluar dan hukum dia dengan sepuluh kali pukulan papan! " perintahnya membuat Wang Zhengyi membelalak, tidak percaya dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh Ahng Mingmei. ' Sepuluh kali pukulan papan? Ahng Mingmei, menghukumnya dengan sepuluh kali papan? ' Terkejut ia.


Tanpa berpikir dua kali, Wang Zhengyi membenturkan dahinya hingga menyentuh lantai.


" Yang Mulia, tenanglah! Hamba mengaku salah, hamba akan menerima hukuman yang telah Yang Mulia berikan kepada selir rendahan ini. " ujarnya dipenuhi kepura-puraan. Ia berseru dalam sujudnya, terlihat begitu menyedihkan sehingga orang-orang yang melihatnya pun akan merasa kasihan padanya.


Itu adalah senjata ampuh yang dimiliki Wang Zhengyi agar Ahng Mingmei berbelas kasih kepadanya. Namun, ekspektasinya seketika hancur kala mendengar suara permaisuri itu untuk kedua kalinya.


" Apa yang kalian lihat? Cepat seret Selir Wang keluar dan hukum dia dengan sepuluh kali pukulan papan!! " perintah Ahng Mingmei tegas pada para prajurit yang masih terdiam di depannya.


" Ba--, baik Yang Mulia. " Dengan segara, para prajurit bergegas membawa sang selir untuk menerima hukuman yang sudah diperintahkan langsung oleh Permaisuri mereka sendiri.

__ADS_1


Hal itu membuat Wang Zhengyi memberontak, " Yang Mulia---, " suaranya terasa tercekat di tenggorokan dengan rasa tidak percaya.


" Bagaimana bisa kau--" Lagi lagi, suaranya terasa tercekat di tenggorokan ketika ia melihat Ahng Mingmei memalingkan wajah darinya seolah tidak peduli dengan apa yang akan dirasakan Wang Zhengyi setelah ini.


Wang Zhengyi tercengang dan wajahnya berubah pias seolah jiwanya sudah menghilang entah kemana. Bahkan, pria itu masih larut dalam pikirannya ketika dibawa keluar oleh para prajurit untuk meninggalkan ruangan Pribadi Kekaisaran.


Sikap yang ditunjukkan Ahng Mingmei saat ini terkesan dingin yang acuh dan terlihat begitu.... asing.


' Tidak! Ini tidak mungkin! ' Wang Zhengyi menyangkal, ' Tidak mungkin dia tega melakukan semua ini padaku! Tidak mung---' Ucapan dalam benak Wang Zhengyi seketika terhenti ketika sebuah papan menyentuh kulitnya dengan kuat hingga rasa sakit yang dirasa, berhasil menariknya kembali kedunia nyata.


" Argh!!? "


Erangan kesakitan yang bergema di halaman kediaman naga, menjadi pertanda, jika hukuman yang dijatuhkan kepadanya sudah dimulai.


Hal itu menimbulkan rasa penasaran para pelayan hingga mereka dengan berani mengintip dari balik lorong maupun ruangan disekitar istana untuk mengetahui siapa yang mendapat hukuman dari Sang Permaisuri setelah menteri keuangan di pengadilan pagi tadi.


Para pelayan seketika membelalak dengan raut wajah terkejut yang tertahan. Begitu tak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang.


Pasalnya, seseorang yang mendapatkan hukuman dari sang permaisuri adalah... Selir Wang. Selir yang begitu dicintai oleh permaisuri itu.


Lalu,


Sekarang?


Mengapa sosok keagungan itu menghukum selirnya dengan tak berperasaan?


Apakah...


Berbagai macam spekulasi muncul dalam benak para pelayan. Menimbulkan desas-desus tentang kejadian yang baru saja mereka lihat hingga menyebar keseluruh pihak.


Berbagai macam isu pun seketika merebak dan mengitari istana. Hukuman itu hanya sebuah kesalahpahaman. Sudah tidak ada lagi perasaan cinta diantara Permaisuri dan selirnya. Permaisuri... sudah tidak mencintai selir kesayangannya lagi.


Bersamaan dengan hal itu, info tentang kejadian dimalam itu sampai ketelinga orang-orang penting di kekaisaran. Berbagai respon pun dirasakan masing-masing pejabat karena perubahan sikap Sang Permaisuri yang selalu mengejutkan banyak pihak.


...


_____


A/N : Haha! Syukur lu babang Wang, suruh sapa ngekhianatin Si Mingmei. Dikasih hati, eh, malah minta jantung, kan minta dijotos lu babang Wang,


Gimana? Kalian sepemikiran sama Author gak kalo Si Wang Zhengyi nih kudu dijotos baru bisa sadar kalau apa yang telah dia lakukan tuh udah nyakitin si Ahng Mingmei pake banget?

__ADS_1


Banget lah, pake banget! Sampe-sampe si Ahng Mingmei mati karena selingkuhannya si Wang Zhengyi, astagfirullah!


__ADS_2