Dambaan

Dambaan
Dambaan Part 1


__ADS_3

Delapan tahun kemudian


Hari ini tepat 10 tahun pernikahan Khay dan Enzy, keduanya sudah berada di roftoop apartemen mereka, sampai hari ini Khay dan Enzy masih betah tinggal di apartemen, dengan alasan mereka hanya tinggal berdua, mereka tidak perlu memiliki rumah yang besar, cukup mereka tinggal di apartemen tapi mereka tetap merasa nyaman dan tentunya bahagia dan juga sangat menikmati masa-masa mereka hingga sepuluh tahun bersama, karena sudah sepuluh tahun pernikahan, mereka masih belum di karuniai seorang buah hati, yang kadang membuat Enzy merasa sedih.


"Apa kamu benar-benar tidak akan menyerah kepadaku ?" Tanya Enzy di depan wajah Khay yang berjarak hanya beberapa senti, bahkan hampir saja hidung keduanya saling menyentuh.


"Kamu tentu tahu sayang, kalau aku tidak bisa menyerah pada hal semacam ini." Sahut Khay.


"Menyerah sajalah untuk kali ini !" Seru Enzy tersenyum.


"Kalau begitu, cobalah untuk mengalahkan ku !"


"Emmm baiklah, gamenya siapa yang akan mencium terlebih dahulu, maka dialah yang akan kalah." Ujar Enzy.


"Aku sudah bersamamu selama sepuluh tahun, bahkan aku membiarkanmu mendekorasi roftoop, maka kali ini aku tidak akan kalah darimu." Lanjut Enzy menantang lalu tersenyum menggoda prianya.



"Baiklah, kalau begitu biarkan kali ini aku mengalah dan membiarkanmu menang, aku sudah hidup bersamamu selama sepuluh tahun, dan aku akan rela jika aku kalah darimu." Ujar Khay lalu dengan cepat mencium ujung hidung mancung istrinya itu dengan gemas.


"Aku tahu kenapa kamu ingin kalah dariku." Kata Enzy.


"Iya, karena aku ingin mengantarkan kamu berangkat kerja besok." Sahut Khay.


"Dan karena aku sudah kalah, maka....." Khay menggantung ucapanya kemudian mengelus bahu Enzy hingga lengan yang hanya tertutupi dengan jubah tipis lingerie yang di kenakan Enzy saat ini, Khay mengusap dengan sensual.


"Maka bisakah kamu menyerah untukku juga." Lanjut Khay mencium sekilas bibir Enzy.


Enzy mengerti apa yang dimaksud suaminya itu.


"Tapi, kita pasti akan terlambat bekerja besok." Ujar Enzy.


"Ku mohon." Mohon Khay menyatukan kedua ujung hidung mereka.


"Aku janji, kita akan melakukannya akhir pekan nanti." Ucap Enzy, bukannya ia menolak permintaan suaminya tapi besok pagi-pagi Enzy ada sidang dengan klaiyennya, ia tidak mau sampai terlambat, apalagi jika Khay sudah melakukannya pasti akan sangat lama bisa-bisa ia tidak tidur semalaman.


Khay tersenyum mendengar ucapan istrinya, yang menawar akan keinginannya, Khay juga tak bisa memaksa, karena ia mengerti dengan pekerjaan yang di geluti istrinya itu.

__ADS_1


"Ok istriku !" Ucap Khay memberikan tanda hormatnya.


Enzy tertawa melihat sikap suaminya yang sama sekali tak pernah berubah, begitupun Khay juga ikut tertawa.


"Ya sudah, ayo kita tidur." Ajak Khay beranjak dari sofa dimana sejak tadi keduanya duduk di sofa yang sama sambil berhadapan.


Khay mengulurkan tangannya agar Enzy menggandengnya, kemudian keduanya masuk kedalam kamar.


...----------------...


Suara deringan alarm yang begitu nyaring membangunkan Enzy yang masih tertidur nyenyak dalam dekapan hangat sang suami, dengan mata yang masih terpejam Enzy meraih ponselnya yang ia gunakan sebagai alarm yang terletak di atas nakas samping tempat tidurnya.


Mata Enzy seketika membulat sempurna, dan langsung bangkit dari tidurku saat melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


"Astaga Yank, bangun kita kesiangan." Ucap Enzy terus menggoyangkan lengan Khay, namun bukannya bangun Khay malah semakin mempererat pelukannya pada bantal guling.


"Khay bangun !" Ucap Enzy terus membangunkan suaminya itu.


"Astaga kebo banget sih !" Ucap Enzy kemudian turun dari tempat tidur, dengan cepat ia masuk ke kamar mandi, tanpa menunggu Khay yang masih saja terlelap.


"Astagafirullah Khay, ini sudah jam tujuh lewat, aku akan terlambat jika kamu tidak bangun juga." Ucap Enzy sedikit meninggikan suaranya, lalu mengambil pakaiannya di lemari, begitupun dengan pakaian Khay.


Di saat Enzy sibuk-sibuknya memakai pakaiannya juga sedikit merias wajahnya, Khay masih saja sibuk berguling-guling di tempat tidur membuat Enzy kesal.


"Khay, aku akan terlambat jika kamu terus seperti itu." Omel Enzy.


"Khay, ini pakaianmu sudah aku siapkan, cepatlah bangun !" Seru Enzy meletakkan pakaian kerja milik Khay di atas sofa lalu keluar untuk menyiapkan sedikit sarapan.


"Astaga Khay, kamu belum juga siap ?" Ujar Enzy kesal mendapati Khay baru saja turun dari tempat tidur, saat Enzy baru saja masuk ke kamarnya kembali setelah menyiapkan beberapa roti lapis untuk menu sarapan mereka kali ini.


"Emm, aku baru mau mandi sayang, kamu tenang aja kamu gak akan sampai terlambat." Ucap Khay cuek melihat kekesalan istrinya.


"Jika saja nanti aku terlambat kamu akan tahu akibatnya." Ancam Enzy.


"Emmm... Sahut Khay berdehem lalu masuk ke kamar mandi.


Sambil menunggu Khay mandi, Enzy menyiapkan dan mengecek berkas-berkasnya, siapa tau aja ada berkas penting yang tertinggal.

__ADS_1


"Khay apa kamu belum selesai ?" Teriak Enzy dari luar kamar mandi.


Tepat jam delapan lewat sepuluh menit Enzy dan Khay keluar dari apartemennya.


"Cepat Khay, apa masih ada yang tertinggal ?" Tanya Enzy.


"Iya...." Sahut Khay.


"Apalagi, aku sudah mau terlambat." Ujar Enzy.


"Aku lupa mencium istriku." Jawab Khay kemudian mencium kening Enzy.


"Yank....! Seru Enzy saat Khay kembali mencium bibirnya, sementara Khay tersenyum.


"Ya sudah ayo berangkat ! Kita sudah sangat kesiangan."


Mereka pun berangkat dengan Enzy berjalan lebih dulu meninggalkan Khay yang lebih dulu menutup pintu apartemennya.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


"Khay masih sama saja, yang berubah adalah.... Sekarang dia sudah lebih dewasa, bahkan bisa dibilang ayah Kenan kedua, hanya saja sikap manjanya masih sama seperti dulu, tapi hanya kepadaku. Meskipun aku sedang bekerja sekarang, tapi dia tetap selalu menempel padaku. Bahkan aku jarang sekali membawa kendaraan untuk bekerja, karena dia selalu menyisihkan waktunya yang padat hanya untuk mengantar jemput ku."


"Untuk masalah pekerjaan ku, sekarang aku bekerja di Sebuah Kantor Advokat dan konsultan hukum yang di dirikan oleh salah seorang pengacara hebat, yang bernama, Yohanes John, SH. & Partners adalah sebuah kantor hukum di di negeri ini hingga asia didirikan sejak beberapa tahun silam mungkin saja aku belum lahir saat itu yang penuh semangat dan berdedikasi tinggi. Rutinitas kegiatannya adalah bergerak dibidang jasa profesi hukum, membuat pendapat hukum, memberikan nasihat dan konsultasi hukum dalam lingkup yang sangat luas yang meliputi seluruh aspek hukum di Indonesia. Dengan didukung oleh sejumlah Advokat yang ahli dan berpengalaman dalam bidangnya, membuat Kantor Advokat Tuan Yohanes dan Partners dapat dipercaya menangani berbagai perkara baik perorangan maupun badan hukum, pemerintah maupun swasta. Kantor kami memiliki dedikasi tinggi dan selalu bekerja berdasarkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan hukum kepada klien. Dalam setiap aspek, begitupun sudah banyak prestasi yang di dapatkan kantor kami ini, sehingga banyak klaiyen dari berbagai kalangan, memakai jasa kami, di mulai dari kalangan pengusaha besar, salah satunya perusahaan mertua saya, suami juga saudara ipar saya, kalangan artis hingga pejabat.


To be continue.......


Hay.....Hay.... para readers yang mengikuti jalan ceritanya, di mulai dari PERNIKAHAN YANG TAK KUDUGA Season pertama hingga ke tiga, dan dilanjutkan lagi di Series DAMBAAN.... Semoga suka dan menghibur kalian.


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏


TETAP BERIKAN DUKUNGAN


LIKE


KOMENTAR


VOTE

__ADS_1


__ADS_2