
"Maaf Tuan membuat Anda menunggu, rekan yang saya yang akan menangani kasus Anda sepertinya belum kembali setelah makan siangnya." Ucap Siska kepada Barlie yang kini berada di ruangan Siska.
"Sepertinya pak Yohanes salah mempercayakan orang untuk menangani kasus saya ini, orang yang sangat tidak di siplin, apa anda tau waktu saya sangat berharga." Ucap Barlie terlihat angkuh.
"Sekali lagi saya dan rek....
"Permisi, maaf saya terlambat." Tiba-tiba Enzy masuk kedalam ruangan Siska dengan nafas yang tak beraturan, karena habis berlari.
Barlie menoleh menatap Enzy yang masih berdiri di ambang pintu, Barlie menaikkan alisnya sebelah.
Sedangkan Siska memberikan Enzy kode agar secepatnya bergabung.
"Maaf tuan, saya sedikit terlambat, sekali lagi maafkan saya." Ucap Enzy kemudian berjalan ke arah kursi yang berada tepat di sebelah kiri Barlie.
"Emmm." Barlie hanya berdehem.
"Sebelumnya perkenalkan nama saya Quenzy Paradigta Al Farizy (Readers sekarat marga Enzy sudah berubah mengikuti marga suaminya)." Enzy mengulurkan tangannya kepada Barlie untuk bersalaman sebagai perkenalan antara klaiyennya.
"Barlie." Sahut Barlie menerimanya uluran tangan Enzy.
"Baiklah nyonya Quen...
"Enzy tuan." Ralat Enzy ketika Barlie menyebut nama Enzy dengan Quen.
"Maaf, nyonya Enzy, apa benar Anda istri dari tuan Khay Al Farizy ?" Tanya Barlie.
"Benar tuan, tapi jika di dalam lingkup pekerjaan saya, saya harap anda tidak menyangkut pautkan dengan suami saya, dan Anda tidak perlu memanggilku dengan embel-embel nyonya." Ujar Enzy.
"Ah baiklah, kalau begitu saya akan memanggil anda dengan sebutan nona saja."
"Itu lebih baik tuan, oh iya tuan lebih baik kita membahas permasalan Anda." Ujar Enzy.
"Ah iya." Sahut Barlie.
"Kak, dokumennya mana ?" Tanya Enzy beralih pada Siska.
"Ini, saya sudah melihat sebelumnya, sepertinya sedikit rumit, tapi kamu coba periksa kembali !" Ujar Siska memberikan beberapa map berisikan soal kasus Barlie.
Enzy tampak sangat serius mempelajari kasus yang akan ia tangani itu, sedangkan Barlie terus memperhatikan Enzy dengan tatapan datar, sesekali sudut bibirnya terangkat samar, Siska tak pernah luput dari hal tersebut.
"Baiklah tuan, saya sudah mempelajari sebagian kasus Anda, saya akan berusaha akan hal tersebut." Ucap Enzy setelah melihat-lihat dokumen tersebut.
"Baiklah nona, saya percayakan semuanya pada Anda."
"Kalau begitu saya permisi." Lanjut Barlie kemudian beranjak dari kursinya.
__ADS_1
"Anda tenang saja tuan." Sahut Enzy ikut beranjak dari duduknya di ikuti Siska.
"Sampai bertemu di lain waktu nona, dan ya, sampaikan salam saya kepada tuan Khay." Ujar Barlie.
"Iya tuan, nanti saya sampaikan kepada suami saya." Ujar Enzy tersenyum.
Barlie membalas senyuman tersebut kemudian berlalu meninggalkan ruangan tersebut.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Enzy, Rania, dan Viona berada di sebuah restoran yang terletak di salah satu pusat perbelanjaan, saat akan pulang kantor tadi Rania menghubungi Enzy mengajaknya untuk hanya sekedar jalan-jalan, karena sudah lama mereka tidak berkumpul karena kesibukan masing-masing, begitupun dengan Fina yang sudah bersama Rania, maka mau tidak mau Enzy menyetujui ajakan kedua temannya itu, apalagi mereka berkata kalau mereka sudah berada dalam perjalanan untuk menjemput Enzy.
"Kamu kenapa ? Sepertinya sejak tadi kamu tidak bersemangat." Tanya Fina melihat Enzy yang lebih banyak diam tampak sedang memikirkan sesuatu yang berat.
"Bukan apa-apa, saya aku hanya malas dengan rekan kerjaku." Jawab Enzy malas.
Enzy kembali teringat perlakuan Sania kepadanya setelah pertemuannya dengan Barlie, Sania terang-terangan mengatakan kalau Enzy sengaja mencari perhatian kepada klaiyennya itu, bahkan Sania dengan entengnya mengatakan kalau Enzy memanfaatkan kekuasaan suami dan ayah mertuanya untuk mendapatkan klaiyen yang bagus.
"Sudahlah jangan terlalu memikirkan pekerjaan, sekarang kita lebih baik senang-senang ?" Seru Rania di angguki setuju oleh Fina.
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar anak kamu Fin ?" Tanya Enzy menanyakan ke adaan anak Fina yang sempat masuk rumah sakit.
"Alhamdulillah, sekarang sudah baik-baik saja, dan mulai kembali beraktivitas seperti dulu lagi." Jawab Fina.
"Syukurlah, maaf aku gak sempat jengukin."
"Nzy, sebelumnya aku minta maaf kalau nantinya kamu tersinggung, tapi sungguh aku tak bermaksud." Ucap Rania menatap Enzy serius begitupun Enzy balik menatapnya.
"Iya ada apa ?" Tanya Enzy.
"Nzy, aku pernah denger, kalau faktor kelelahan juga bisa mempengaruhi kesuburan kandungan, dan aku saranin kamu jangan terlalu lelah atau terlalu sibuk, bisa jadi itu salah satu faktor sampai saat ini kamu belum juga hamil." Jelas Rania.
"Jadi menurut kamu, aku harus apa ? Pekerjaan aku akhir-akhir terlalu banyak, dan itu tidak gampang untuk aku tinggalkan begitu saja, dan tidak mungkin lagi jika aku menyerahkan kepada rekan aku yang lain, mereka semua punya kesibukan masing-masing." Jelas Enzy.
"Iya sih, tapi apa kamu gak pernah kepikiran untuk berhenti bekerja, tanpa bekerja pun, kamu bisa hidup layak." Timpal Fina.
"Gak bisa, aku bekerja bukan untuk mencari materi Fin, Ran, tapi karena aku memang sangat menyukai pekerjaan ku." Ujar Enzy.
"Tapi Nzy, coba kamu pikirkan, apa kamu tidak ingin memiliki anak ?" Ucap Rania.
"Siapa yang tidak ingin punya anak ? Aku malah sangat ingin, tapi untuk sekarang aku tidak ingin meninggalkan pekerjaan ku." Jawab Enzy sudah mulai sedikit kesal.
"Kalau begitu aku duluan." Lanjut Enzy kemudian pergi dari sana meninggalkan teman-temannya.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam tapi Enzy tak juga pulang, Khay sudah menghubungi istrinya berkali-kali namun sama sekali tak mendapatkan jawaban, hal itu membuat Khay gusar memikirkan istrinya.
"Sayang sebenarnya kamu kemana ? Apa kamu baik-baik saja ?" Khay bertanya-tanya sendiri sambil mondar-mandir di ruang tamu sambil terus memperhatikan jam yang melingkar di pergelangan tanganya.
Khay yang sudah tak tahan menunggu istrinya berinisiatif untuk pergi mencarinya di kantor istrinya itu, baru saja Khay ingin membuka pintu, tiba-tiba bel pintu apartemennya berbunyi, tanpa pikir panjang lagi, Khay langsung membukanya, dan betapa terkejutnya melihat Enzy berada dalam gendongan Nendra.
"Apa yang terjadi ?" Khawatir Khay langsung mengambil alih Enzy dari gendongan Nendra.
"Saya juga gak tau Khay, kebetulan tadi aku lewat jalan menuju kesini, tanpa sengaja saya melihatnya sudah tergeletak di pinggir jalan dengan keadaan tak sadarkan diri. apalagi saat di tengah hujan yang lebat." Jelas Nendra.
"Astagafirullah sayang, kamu kenapa sebenarnya ?" Khawatir Khay.
"Sebenarnya ada apasih ? Apa kalian bertengkar ?" Tanya Nendra menatap intens sahabat yang sudah ia anggap saudara itu.
"Tidak ! Hanya saja akhir-akhir ini saya sering mendapati Enzy melamun, mungkin ada masalah dengan pekerjaannya, dan juga...." Khay menggantung ucapanya.
"Apa ?" Tanya Nendra penasaran.
"Mungkin juga ia kepikiran kenapa ia belum juga hamil." Lanjut Khay.
"Lebih baik, kamu beritahu dia agar meninggalkan pekerjaannya, saya ataupun kamu mengerti bagaimana beratnya pekerjaan yang digelutinya." Saran Nendra.
"Saya sudah sering memintanya untuk berhenti, tapi dia terus menolak, dengan alasan ia kesepian jika tinggal di rumah sendirian." Sahut Khay.
"Dasar keras kepala, saya kira dengan umurnya yang sekarang keras kepalanya sudah hilang, tapi sepertinya sama saja, atau bahkan lebih parah lagi." Ujar Nendra geleng-geleng kepala.
"Ya sudah, lebih baik kamu bawa dia masuk, dan ini tasnya." Seru Nendra memberikan tas Enzy yang sejak tadi ia selampirkan pada bahu kanannya.
"Sekali lagi thanks ya bro, saya tidak tau bagaimana nasibnya jika orang lain yang menemukannya." Ucap Khay.
"Iya sama-sama, saya cabut dulu." Sahut Nendra kemudian pergi dari sana setelah mendapatkan anggukan dari Khay.
To be Continue
...Hay... Hay.... Readers Author balik lagi, maaf karena beberapa hari belakangan gak update, soalnya author drop sampai dirawat beberapa hari, dan sekarang Alhamdulillah Author sudah sedikit mendingan, dan sebisanya Author sempatkan untuk Update, sekalian memberi kabar buat readers setia ku.......
...Sekali lagi mohon maaf, dan doa kan Author secepatnya pulih kembali.......
...JANGAN LUPA ...
...LIKE...
...COMENT...
...VOTE...
__ADS_1
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...