Dambaan

Dambaan
Dambaan Part 25


__ADS_3

•Khay



Istriku sangat manis bro 😊😊


Khay mengirimkan picture dengan caption kepada Kavi saudara iparnya, setelah kepergiannya Enzy ke kamar.


•Kavi


"Hmmmm...?"


Sementara di kediaman Kavi, ia tersenyum melihat pesan saudara iparnya.


"Ada apa mas ?" Tanya Kia yang duduk di sebelah suaminya, terlihat perut Kia sudah sedikit membuncit.


"Ini Abang kamu, mengirimkan picture serta capsion seperti ini." Jelas Kavi memperlihatkan apa yang telah Khay kirim padanya.


"Ckkk, udah tua juga, masih saja lebay." Cibir Kia melihat pesan yang dikirimkan Khay.


^^^•Khay^^^


^^^"Jarang melihatnya cemburu 😊^^^


Khay membalas pesan Kavi.


Kavi dan Kia geleng-geleng kepala melihat balasan Khay, keduanya sudah menduga pria itu sudah melakukan hal usil yang membuat istrinya cemburu.


Saat Kavi dan Kia sedang asik tersenyum sambil berbalas pesan dengan Khay, tiba-tiba Clarie datang dan tanpa tak tahu malunya wanita lajang itu langsung duduk tanpa menunggu dipersilahkan oleh empunya rumah.


"Ada apa ? Kenapa kalian jadi seperti orang yang tidak waras seperti itu ?" Tanya Clarie penasaran.


Tak ada jawaban dari pasangan suami istri itu.


"Hay, aku hanya tidak berkunjung beberapa hari di rumah ini, tapi kenapa kalian jadi kehilangan kewarasan seperti ini ?" Tanya Clarie lagi karena tak ada yang menghiraukannya.


"Diam kau, wanita lajang, perawan tua !" Delik Kia menatap Claire sejenak lalu memutar bola matanya malas kembali fokus pada layar ponsel suaminya.


"Kia, kita sudah bersahabat bahkan sudah sama seperti saudara, tapi kenapa kamu selalu saja bersikap seperti itu padaku, bahkan melupakan namaku, atau perlu aku ingatkan ? Nama aku Clarie C L A R I E." Cerocos Clarie kemudian mengeja namanya di akhir tak lupa dengan intonasi penekanan.


"Aku tidak peduli, lagian kapan kau pulang, kenapa kau sangat betah di rumahku ?" Ucap Kia sinis.


"Kau telah lama tinggal di rumahku, membuang-buang listrik, makanan, juga air, beserta internet, tanpa tahu malu." Lanjut Kia lebih pedas.


"Aku tidak peduli." Sahut Clarie santai tak menghiraukan ucapan pedas sahabatnya itu, ia tahu kalau Kia memang memiliki mulut seperti itu, jika kepadanya dan semua ucapannya itu hanya semata-mata sekedar candaan.


"Dasar perawan tua ! Haruskah aku menyingkirkanmu dengan semprotan serangga ?" Ucap Kia melempar gadis di depannya dengan bantalan sofa.


"Hay aku ini manusia, bukan semut." Ujar Clarie menunjuk dirinya sendiri.


"Maksudku kecoa." Kekeh Kia.


"Baik, aku kecoa, biasanya kecoa memang sulit untuk dibasmi." Sahut Clarie juga ikut terkekeh.


"Serius, mengapa kau begitu berkulit tebal, Cla ?" Kia berucap, kini dengan raut wajah serius.


"Karena aku punya sahabat sekaligus saudara sepertimu, yang bawel dan mencemooh ku saat kita bertemu, apalagi kau selalu mengeluh tentangku." Jelas Clarie.


"Maka dari itu, aku harus berkulit tebal, atau aku tidak akan bisa berteman denganmu." Lanjut Clarie.


"Jadi, ada apa yang membuat kalian tersenyum-senyum seperti itu sejak tadi ?" Tanya Clarie kepo.

__ADS_1


"KEPO...!" Seru Kia dan Kavi kompak membuat Clarie jengah melihat pasangan suami istri dihadapannya.


"Kompak banget sih." Ucap Clarie.


"Namanya juga suami istri, iya kan mas ?" Sahut Kia lalu meminta pembelaan dari sang suami yang sejak tadi hanya sibuk dengan ponselnya.


"Iya dong sayang." Sahut Kavi kemudian mencium kening istrinya penuh dengan sayang membuat Clarie yang melihatnya iri.


"Stop mengumbar kemesraan di hadapan ku !" Seru Clarie yang hanya di balas kekehan mengejek dari Kia juga Kavi.


"Makanya cepat cari pasangan, ingat umur nona !" Ejek Kia.


"Atau jangan-jangan kamu belum move on dari Khay ?" Tambah Kavi.


"Enak aja, Bang Khay itu sudah aku anggap seperti saudara kandungku sendiri, dan untuk pasangan aku sudah mendapatkannya, hanya saja dia tak kunjung melamarku, katanya ia belum siap untuk ke jenjang yang lebih serius, padahalkan umurnya sudah mau kepala tiga." Cerocos Clarie.


"Pria seperti itu lebih baik di tinggalkan saja, buat apa dipertahankan kalau tidak punya komitmen." Sahut Kavi.


"Itu dia mas, setiap aku minta udahan atau putus dia tidak mau, katanya dia cinta, sayang, bahkan aku pernah sengaja menghindarinya, bahkan setiap ia kerumah, atau ke kantor aku tidak ingin menemuinya, tapi ia malah nekad, ia malah membuat keributan di depan kantor, dengan berteriak-teriak seperti orang gila." Jelas Clarie.


"Lalu apa lagi, kalau memang cinta dan tidak ingin seperti yang kamu bilang tadi, kenapa ia tidak berani membuat komitmen dengan kamu ?" Ujar Kavi.


"Gak tahu, aku pusing memikirkan ini, aku hanya tinggal menunggu pria yang ingin serius kepadaku, mami juga sudah pengen banget nimang cucu dari aku, bahkan adikku saja sudah punya anak." Sahut Clarie.


"Ya sudah, sabar aja, mau aku kenalin gak sama laki-laki yang bisa di ajak serius ?" Ujar Kia.


"Mau dong, tapi kriterianya cocok gak sama aku ?" Antusias Clarie.


"Emang kriteria kamu bagaimana ?" Tanya Kia menaikkan kedua alisnya.


"Harus ganteng, kaya, gak pelit, perhatian, mau menerima kekurangan aku, dan tentu Sholeh, rajin menabung." Ucap Clarie membuat Kia dan Kavi memutar bola matanya malas.


"Ya enggak juga sih." Jawab Clarie.


"Jadi perawan tua aja sekalian !" Ujar Kia beranjak dari duduknya ia sudah terlalu malas menghadapi sahabatnya itu.


"Ckkk, tadi katanya kamu mau ngenalin aku sama laki-laki yang mau di ajak serius, mana Ki ?" Teriak Clarie.


"Gak jadi, kamu lebih cocok jadi perawan tua aja." Sahut Kia sudah menaiki anak tangga menuju kamar anak sulungnya karena terdengar memanggilnya.


"Atau aku sama suami kamu aja deh Ki, gak apa-apa aku jadi yang kedua." Teriak Clarie tanpa tak tahu malunya.


"Enak aja, gak mau saya." Dengan cepat Kavi beranjak lalu menyusul istrinya.


"Mas Kavi kok gitu, aku cantik loh mas ?" Teriak Clarie semakin menjadi.


"Dasar wanita gak waras !" Teriak Kavi dari tangga.


"Bwahahahaha...." Tawa Clarie pecah melihat kekesalan suami istri itu.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Kembali ke apartemen Khay dan Enzy


Enzy turun dan langsung menghampiri Khay yang sibuk mengerjakan pekerjaannya di ruang tengah, Enzy sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.


"Kamu sedang apa ?" Tanya Enzy duduk di samping Khay.


"Kerja." Jawab Khay menatap Enzy sejenak lalu kembali fokus pada pekerjaannya.


Enzy cemberut karena merasa di abaikan.

__ADS_1


Drrttt.... Drrttt....


Ponsel Enzy bergetar


📞 "Hallo, ada apa Fin ?" Tanya Enzy ketika sudah menjawab panggilan ternyata dari sahabatnya Fina.


📞 "Hay, Nzy, apa kamu sudah melihat postingan wanita itu di UG ?" Tanya Fina dari seberang telefon sana.


Khay diam-diam menguping pembicaraan Enzy dan yang ia yakini itu adalah Fina istri dari Leo asisiten sekaligus sahabatnya.


📞 "Wanita siapa maksud kamu ?" Tanya Enzy


📞 "Wanita yang sudah mencoba menggoda suamimu, Khay." Jelas Fina.


Khay yang menguping, kembali berpura-pura mengerjakan pekerjaannya saat Enzy melihatnya.


📞 "Ada apa dengannya ?" Tanya Enzy.


📞 "Berhenti bertanya ! Buruan lihat di postingan IGnya !" Seru Fina terdengar geram diseberang sana.


📞 "Ok !" Sahut Enzy.


Panggilan keduanya terputus, Enzy langsung mengecek halaman instagramnya, ia langsung melihat postingan Mila.


@MilaDiwitri



@MilaDiwitri : Terimakasih, selama beberapa tahun terakhir disini, aku banyak belajar.


1367 likes 321 Komentar


@MilaDiwitri : Terimakasih rekan-rekan yang luar biasa, dan bos-bos yang sempurna. Terimakasih ❤️❤️🙏🙏


@ViniMahendra : Kenapa kamu berhenti ?


@MilaDiwitri : Bagaimana aku bisa bertahan, aku gagal mendapatkan bos utama, begitupun dengan bos kedua, aku sangat malu, pawang mereka sadis-sadis 😭😭


Khay diam-diam mengintip apa yang dilihat Enzy, saat Enzy menoleh kearahnya ia dengan cepat pura-pura mengerjakannya pekerjaannya.


Enzy kembali fokus di ponselnya, begitupun Khay kembali memperhatikan apa yang Enzy akan lakukan.


Enzy mulai menekan tombol komentar, sebelum ia mengetikkan sesuatu ia kembali menoleh melihat ke arah Khay, lalu Khay kembali berpura-pura mengetikkan sesuatu di laptopnya.


Enzy mencebikkan bibirnya ke arah suaminya lalu kembali fokus di halaman instagramnya.


@EnzyKhay_Alfariziq : Terimakasih sudah memahami dengan muda. @MilaDiwitri


Khay berusaha menahan senyumnya saat melihat istrinya itu mengetikkan kata demi kata dihalaman Instagram milik Mila.


"Gak sia-sia gue ngeluarin uang banyak hehehehe." Batin Khay.


To Be Continue


LIKE


KOMENT


VOTE


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2