Dambaan

Dambaan
Dambaan Part 2


__ADS_3

Enzy terlihat memasuki gedung kantor yang menjulang tinggi itu, banyak pasang mata yang melihatnya sampai tak berkedip, karena melihat parasnya yang cantik dan anggun dengan stelan formalnya, apalagi saat Enzy tersenyum dan menyapa orang-orang yang berpapasan dengannya, Enzy terkenal sangat ramah di tempat kerjanya itu, dan salah satu loyer yang handal dan memenangkan banyak kasus. Walaupun banyak yang mengagumi tapi tak ada satupun yang berani untuk mendekatinya karena parter kerja atau klaiyen semua pada tahu Enzy itu siapa ? Enzy adalah istri dan menantu dari keluarga bermarga Al Fariziq, keluarga pengusaha besar dan berpengaruh di Negera ini.


"Kudengar kamu hampir terlambat di persidangan tadi ?" Ucap salah satu parter kerja Enzy yang bernama Siska.


"Iya...." Jawab Enzy masih kesal.


"Kenapa kau kesal seperti itu, bukannya masih belum terlambat, sekarang apa lagi yang membuatmu kesal ?" Tanya Siska pindah duduk di kursi depan meja kerja Enzy, yang semula duduk di sofa ruangan tersebut. Siska memang sering berkunjung keruangan Enzy dikala senggang dengan pekerjaan, hanya untuk bergosip atau membahas masalah persidangan.


Siska adalah wanita berumur 30 tahun, lebih tua 2 tahun dari Enzy, bahkan Siska sudah memiliki dua buah hati.


"Seseorang yang sangat menyebalkan mengatakan kalau saya sangat tidak berkompeten dan profesional." Jawab Enzy.


"Siapa ?" Tanya Siska bersemangat untuk ngegibah.


"Siapa lagi kalau bukan si ulat keket." Sahut Enzy sambil mengetik sesuatu di laptopnya.


"Maksud kamu, Sinta ?" Tebak Siska.


"Emmm siapa lagi, hanya dia yang selalu mencari masalah denganku."


"Lagi ?


Enzy mengaguk-anggukkan kepalanya.


"Kamu tidak usah memikirkan dia, dia memang seperti itu orangnya, dia iri banget sama kamu, karena kamu memiliki kehidupan yang sempurna di tambah lagi bonus dengan wajah menawan, tidak seperti dirinya di usianya yang sudah tergolong tua tapi masih belum menikah, lagian siapa juga yang mau menikahi wanita seperti dia itu, boro-boro punya wajah ok, dia itu cantik hanya karena bedakan Rebel, kalau tuh bedak kagak nempel behhh...hancur tu wajah." Oceh Siska, jika sudah menyangkut ngegibahin orang Siska lah jagoya, apalagi di tambah ekspresi yang mendukung layaknya emak-emak kompleks lagi ngegibahin tetangga.


"Gibah aja terus, sepertinya kakak ku satunya ini, kalau gak ngegibah bagai makan sayur tanpa garam kali ya, hambar hidup kak Siska." Ujar Enzy melihat seniornya itu terus mengoceh.


"Tuh kamu tahu ! Lagian ya, dia pasti cemburu tuh, karena kamu memilki klaiyen yang tampan, apalagi pas tahu kalau klaiyen kamu itu tertarik padamu." Siska kembali melanjutkan gibahnya dikala ia mengingat klaiyen Enzy yang mengatakan secara terang-terangan kalau ia ingin Enzy menangani kasusnya, karena tertarik pada wanita cantik itu.


"Dia tertarik denganku karena prestasi aku, lagian tuh klaiyen juga kenal dengan Khay, dan kami pernah bertemu disalah satu pesta perjamuan antar pengusaha." Terang Enzy.


"Iya...Iya tahu, lagian siapa yang berani mengusik istri seorang tuan Khayran."


"Ehh Nzy, kapan-kapan suami kamu di ajak kesini dong !" Ucap Siska mengedip-ngedipkan matanya.


"Buat apa ? Lagian dia sibuk." Sahut Enzy.


"Ya siapa tahu aja, kalau kamu bawa kesini, tuh ulet keket malah berubah jadi kepompong." Asal Siska.


"Aneh." Ujar Enzy kemudian beranjak dari kursi kerjanya.


"Mau kemana ?" Tanya Siska.


"Aku di panggil sama tuah Yohanes, katanya ada loyer baru yang akan bergabung dengan tim kita." Jelas Enzy berjalan meninggalkan ruangannya.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Enzy mengetuk pintu ruangan bosnya itu.


"Masuk !" Terdengar seruan dari dalam mempersilahkan Enzy segera masuk.


Saat masuk Enzy sedikit dikagetkan dikalah melihat seorang wanita seumuran dengannya sedang duduk di sofa bersama dengan tuan Yohanes. Wanita itu sangat di kenali Enzy.


"Chelsea ?" Ucap Enzy.


Wanita bernama Chelsea itu tersenyum melihat kedatangan Enzy.

__ADS_1


"Nzy, mari duduk !" Ajak Chelsea.


"Kalian saling kenal ?" Tanya tuan Yohanes.


"Iya, Enzy ini teman kuliah aku dulu, kami berada di kelas yang sama." Jawab Chelsea.


"Benar begitu Enzy ?" Tuan Yohanes beralih menatap Enzy yang sudah duduk di sofa berhadapan dengan tuan Yohanes dan Chelsea.


"Benar Pak." Jawab Enzy.


"Baguslah kalau begitu, jadi kalian tidak perlu berkenalan lagi, dan tentunya kalian pasti akan menjadi team yang kompak." Ujar tuan Yohanes.


"Maksud bapak, Chelsea yang akan bergabung di team saya ?" Tanya Enzy.


"Iya, dia yang saya maksud tadi saat kita bicara di telepon." Jawab tuan Yohanes.


"Baik pak, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan teman team yang berkompeten seperti Chelsea." Puji Enzy, Enzy tahu Chelsea adalah wanita yang pintar, karena Enzy tahu sejak mereka masih duduk di bangku kuliah.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Di gedung perusahaan yang menjulang sangat tinggi dengan logo tepat di sudut paling atas gedung bertuliskan JAWERLAY UNITED KINGDOM GROUP, nama tersebut di ambil dari penggabungan perusahaan Khay di bidang olahraga, dan perusahaan perhiasan terbesar peninggalan orangtua Enzy. Khay merintis perusahannya sendiri sedangkan perusahaan milik Kenan orangtuanya di rintis oleh Kavi, sesekali Khay membantunya dan menjadi wakil CEO di perusahaan orangtuanya itu. Sedangkan Kenan sudah lama pensiun dan sedang berkeliling dunia menikmati masa tuanya bersama sang istri.


"Baiklah untuk rapat masalah desain perhiasan terbaru kita yang di plagiat seseorang, cukup sampai disini." Ucap Khay beranjak dari kursinya.


"Dan untuk kamu Leo, saya ingin kamu menyelidiki siapa dalang masalah ini.!" Lanjutnya kepada tangan kanannya itu, atau bisa dikatakan orang kepercayaan Khay, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.


"Baik tuan." Sahut Leo.


Leo memang bekerja di perusahaan Khay, karena Leo pergi dari rumahnya karena tak mendapatkan restu dari orangtuanya saat ingin menikahi kekasihnya yang kini menjadi istrinya, Leo pun sudah memiliki seorang putra berumur lima tahun yang bernama Exel.


Setelah mendapatkan jawaban dari Leo, Khay pergi meninggalkan ruangan rapat tersebut untuk bergegas pulang, hari ini Khay pulang dengan cepat karena tak memiliki banyak pekerjaan, karena sebagian pekerjaannya sudah ia serahkan kepada Leo, yang menjadi asisten dan orang yang sangat ia percayakan untuk mengurus masalah pekerjaannya.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Khay segera mengganti pakaiannya, setelah itu ia mengambil beberapa map pekerjaan dan juga laptopnya, ia memilih untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan, dari pada hanya duduk bosan tidak melakukannya apa-apa.


Saat sedang sibuk mengetikkan laporan data perusahaannya, tiba-tiba pintu apartemen terbuka, terlihat Enzy baru saja pulang, dengan lesuh kelelahan.


"Baru pulang ?" Tanya Khay sekedar berbasa-basi.


Enzy menganggukkan kepalanya, lalu membaringkan dirinya di sofa panjang yang Khay duduki, sebelumnya ia meletakkan tasnya di meja.


"Sayang ?" Panggil Khay.


"Emmm...." Sahut Enzy sambil memejamkan matanya.


"Apa tadi pagi kamu terlambat ?" Tanya Khay.


"Hampir saja." Jawab Enzy membuka matanya lalu menatap suaminya itu dari samping yang sibuk mengetikkan sesuatu di laptopnya.


"Baguslah kalau begitu." Sahut Khay tersenyum lega.


"Kamu menyetel alarm yang salah semalam !" Ujar Enzy.


"Bukannya aku menyetel alarm yang salah, tapi....." Khay menghentikan ucapannya takut istri cantiknya itu mengamuk.


"Tapi apa ?" Tanya Enzy menyelidik.

__ADS_1


" Tapi aku tidak sengaja mematikan alarmnya." Lanjut Khay, dan langsung mendapatkan hadiah timpukan bantal sofa dari amukan sang istri.


"Santai sayang, lagian kamu gak telat juga kan ?" Ujar Khay menangkap bantal tersebut.


"Iya, tapi seseorang julid padaku, katanya aku gak kompeten dan kurang profesional." Jelas Enzy mencebikkan bibirnya kearah suaminya.


"Sudah siniin kakinya..." Ujar Khay membawa kaki Enzy ke pangkuannya, lalu m memijatnya.


Enzy tersenyum samar melihat perhatian kecil suaminya itu.


"Apa yang merasukimu malam ini, sampai kamu mau memijat ku seperti ini?" Tanya Enzy, ia sudah bisa menebak kalau suaminya ini hanya modus, dan pasti berakhir dimana.


Tau lah ya ?? 😁😁😁


"Biar saya tebak." Sahut Khay sedikit mencondongkan tubuhnya agar wajahnya lebih mendekat.


"Aku hanya ingin memanjakan dan menyenangkan istriku yang cantik ini." Lanjutnya dengan tatapan menggodanya.


Enzy hanya tersenyum menanggapi, lalu kembali memejamkan matanya.


"Sayang, apa kamu lelah ?" Tanya Khay.


Enzy tersenyum lalu menagguk lalu membuka matanya.


"Salah satu parner kerjaku di kantor lagi-lagi mengangguku." Jawab Enzy.


"Tidak tahu aku salah apa padanya, tapi dia selalu saja sentimen kepadaku." Lanjut Enzy.


"Ya sudah, gak usah di dengerin kalau dia bicara sesuatu." Ujar Khay.


"Emmmm, aku juga gak pernah tanggepin. Pekerjaan yang sangat aku sukai, tapi punya parter kerja yang buruk seperti itu." Keluh Enzy.


"Ayolah, gak usah dipikirin ya, emang begitu di dunia pekerjaan, bukan ?" Ujar Khay.


"Tapi kamu beruntung, kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan, karena kamu bos, jadi tidak ada yang berani julid terhadapmu." Seru Enzy.


"Ya memang benar, aku sangat beruntung, karena aku...... Memiliki kamu di sampingku." Ucap Khay.


Enzy tersipu malu mendengar gombalan receh suaminya itu.


"Kamu sangat receh sekali, kita sudah sepuluh tahun bersama, bukan sepuluh hari, aku sudah kebal dengan godaan-godaan seperti itu darimu." Seru Enzy.


"Wel... Aku tidak hanya pandai menggodamu dengan gombalan yang katamu receh ini, But....


...To be continue.........


...Penasaran ya ????...


...Tetap pantengin terus ya,.......


...jangan lupa berikan dukungan ...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2