
Di New Zealand, Terilhat seorang wanita cantik dengan penampilan yang sangat anggun, walau hanya mengenakan dres santainya, wanita itu tampak sedang membuat sketsa rancangan busananya, saat sedang sibuk membuat sketsa tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk.
"Mike ? Kenapa dia menelfonku ?" Gumamnya sambil mengernyitkan keningnya karena tak biasanya pria itu menghubunginya jika tak penting.
📞 "Mike, ada apa ?" Tanya Manda tanpa basa-basi setelah menjawab panggilan tersebut.
📞 "Jangan bertanya lagi ! Kapan kamu kembali sih Man, si Barlie menggila." Ucap Mike di seberang sana.
📞 "Bukannya dia memang selalu seperti itu." Ucap Manda santai, karena sudah tahu pria itu memang punya tabiat seperti itu jika ada yang mengusiknya.
📞 "Benar, tapi kali ini dia lebih menggila dari sebelumnya, aku tidak peduli dia menyerang ku, Tapi dia sangat stres dengan permasalahan kantor, apalagi ia sempat memarahi lauyer yang menangani kasusnya, Dan satu lagi, semalam ia berkencan dengan perempuan." Ucap Mike panjang lebar, karena Mike tahu, hanya Manda yang bisa menenangkan Barlie jika sudah seperti ini.
📞 "Apa kamu bilang, masalah kantor, lalu apa dia pergi bersama perempuan lain ?" Manda terkejut mendengar Barlie bersama perempuan lain, karena segila-gilanya Barlie, ia tidak akan pernah lari bermain perempuan.
📞 "Iya, apa kamu tidak tahu soal permasalahan kantor ?" Tanya Mike balik.
📞 "Aku sama sekali gak tahu, dia gak ada menghubungiku, bahkan semalam aku mengiriminya picture, tapi dia gak meresponnya." Jelas Manda khawatir.
📞 "Bagaimana bisa dia tidak memberitahumu soal ini, kamu adalah wanita terdekatnya." Ujar Mike.
Manda terdiam mendengar apa yang disampaikan Mike mengenai kabar Barlie, Manda tampak sangat menghawatirkannya.
📞 "Ngomong-ngomong kapan kamu akan kembali ? Biar Barlie gak semakin menggila, Sepertinya dia sudah diluar kendali." Ujar Mike karena tak mendengar suara Manda lagi.
Manda masih terdiam tak merespon perkataan Mike, Manda cukup dilema sekarang, apa ia tetap berada disini untuk melanjutkan karir yang akan ia raih, atau kembali pada pria yang selalu dekat dengannya selama ini.
📞 "Hallo, Manda ? Apa kamu masih disana ? Apa kamu mendengarku ?" Seruan Mike terdengar karena Manda masih saja diam.
📞 "Ehh, sorry Mike, aku harus pergi sekarang." Ucap Manda kemudian memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.
Setelah memutuskan panggilan tersebut, Manda mengotak-atik ponselnya, mencari nama seseorang disana lalu menghubunginya.
📞 "Hallo, pesankan satu tiket pesawat untukku hari ini juga, saya harus kembali ke kota Xx !" Seru Manda pada seseorang disana yang tak lain dan tak bukan Asisitennya.
Setelah mengatakan itu Manda segera membereskan semua pakaian dan keperluan lainnya.
__ADS_1
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Enzy berjalan di koridor kantor tempatnya bekerja, sambil membaca dokumennya, sampai tak memperhatikan jalanan di depannya.
Brukk....
Enzy tak sengaja menabrak seseorang membuat ponsel yang di pegang orang tersebut jatuh hingga layarnya pecah.
"Maaf...Maaf...." Ucap Enzy mengambil ponsel tersebut yang masih tergeletak di lantai.
"Kalau jalan ya pakai mata, ngapain kamu jalan menunduk seperti itu ?" Bentak orang tersebut dengan gaya angkuhnya, orang itu adalah Barlie.
"Sekali lagi saya minta maaf, saya akui saya salah karena tidak memperhatikan jalan, dan untuk ponsel Anda, saya akan bertanggungjawab." Ucap Enzy masih berusaha menahan emosi melihat ke angkuhan pria dihadapannya itu, jika saja ini bukan kantor dan orang itu bukan klaiyennya mungkin Enzy sudah mengatakan suatu hal yang lebih pedas dari yang dikatakan pria tersebut.
"Harusnya saya tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor ini, harusnya kasus saya sudah selesai, tapi karena progres kalian sepertinya sangat tidak profesional, untuk menangani kasus kecil seperti ini." Ucap Barlie menyombong.
"Sial, seharusnya Mike memilih lauyer yang berkompeten, bukan seperti ini." Lanjutnya melihat kearah lain sambil merapikan jasnya yang sama sekali tak berantakan.
Enzy yang mendengar itu mulai tersulut emosi, wajahnya memerah menahan kesal.
"Bicara apa maksud anda nona ? Apa Anda bekerja disini hanya untuk mendapatkan uang, atau ketenaran saja, hem ?"
"Tuan ! Saya peringatkan sekali lagi agar tuan memikirkan kata-kata yang tuan katakan barusan !" Seru Enzy tak terima dengan perkataan Barlie barusan.
"Maaf tuan, tapi tanpa saya bekerja disini, saya sudah memiliki segalanya, baik itu dari segi materi ataupun ketenaran, tapi perlu saya tekankan, saya bekerja disini karena saya menyukai pekerjaan ini, dan untuk profesionalisme kerja semua yang ada disini anda bisa tanyakan diluar, kami selalu mengedepankan klaiyen, dan berusaha menjaga progrepitas kami terhadap setiap klaiyen." Ucap Enzy panjang lebar dengan emosi yang mulai mencuak.
"Satu lagi tuan, jika tuan tidak menyukai cara kerja kami, maka tuan bisa mencari lauyer lain." Ucap Enzy kemudian pergi dari sana.
Barlie mentap kepergian Enzy dengan tatapan datar penuh arti, entah apa yang ada dipikiran pria tersebut, hanya dia yang tahu.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Enzy berdiri di depan lobi kantornya, sambil menunggu Khay yang katanya akan menjemputnya, tapi sudah hampir sejam Khay tak kunjung terlihat, Enzy melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangan kirinya.
"Sudah hampir magrib tapi kenapa Khay belum datang ?" Gumam Enzy sudah mulai bisa menunggu.
__ADS_1
Tinnn....Tinnn...
Suara klakson mobil berbunyi membuat atensi Enzy teralihkan yang sedang memainkan ponselnya.
"Tuan Barlie ?" Gumam Enzy melihat Barlie setelah menurunkan kaca jendela yang berada dalam mobil jenis sedan hitam tersebut.
"Ayo naik, biar saya antar." Ajak barlie berubah 180° derajat, pria itu tampak memperlihatkan senyumannya berbeda dari sebelumnya yang hanya memperlihatkan ke angkuhan dan kesombongan.
"Maaf, tapi saya sedang menunggu jemputan dari suami saya, silahkan Anda duluan saja." Tolak Enzy secara halus.
"Tapi ini sudah mau malam nona, apa Anda akan menunggu hingga malam disini sendirian, lagian sepertinya akan segera turun hujan." Ucap Barlie dari dalam mobilnya.
"Tidak, sebelumnya terimakasih banyak, tapi saya akan tetap menunggu suami saya." Ucap Enzy menolak.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu, hati-hati !" Ucap Barlie yang hanya di angguki Enzy sembari tersenyum.
Barlie menjalankan mobilnya, namun ia memperhatikan Enzy dari spion mobilnya.
"Lumayan." Ucap Barlie tersebut entah itu senyuman bermakna apa, hanya dia yang tahu.
To Be Continue
...Maaf readers hari ini up-nya pendek banget, maaf, beribu maaf sebelumnya, author masih kurang fit, mohon doanya agar segera pulih kembali dan bisa up sebanyak-banyaknya lagi....Dan untuk PYTK BELUM AKU UP, SAMPAI KE ADAAN KU PULIH DULU.......
...Jangan lupa bosan-bosan ya readers, dan author sangat mohon berikan komentar atau pendapat kalian mengenai setiap part nya, komentar kalian sangat membuat semangat author untuk terus up......
...Terimakasih...
...LIKE...
...KOMENT...
...VOTE...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...
__ADS_1