Dambaan

Dambaan
Dambaan Part 23


__ADS_3

Hari ini Manda menemani suaminya ke kantor atas permintaan Barlie sendiri.


Namun saat di kantor, Barlie malah sibuk sendiri dengan pekerjaannya dan mengacuhkan Manda yang sejak tadi sudah terlihat kesal, sebisa mungkin Manda menahan kekesalannya, karena ia tidak ingin memancing keributan dengan Barlie, apalagi saat ini mereka sedang berada di kantor.


Kekesalan Manda semakin bertambah saat makan siang, Manda sudah capek-capek menyiapkan makan siang untuk suaminya itu tapi Barlie malah sibuk memainkan ponselnya, dan Manda tahu betul kalau laki-laki dihadapannya yang berstatus suaminya sedang mengirimkan pesan untuk wanita lain.


^^^β€’Barlie^^^


^^^"Masalah kasus ku sepertinya akan selesai atas kerja keras Anda nona Enzy πŸ™‚^^^


^^^β€’Barlie^^^


^^^"Semoga semuanya cepat selesai."^^^


Barlie kembali mengirimkan pesan untuk Enzy sambil senyum-senyum sendiri, membuat Manda semakin muak, Manda sengaja meletakkan sebuah piring berisikan makanan cukup kasar sehingga menimbulkan sedikit kebisingan.


Barlie beralih sejenak lalu kembali fokus dengan ponselnya.


"Apa kamu benar-benar menyukai wanita yang berstatus istri orang itu ?" Seru meninggikan suaranya, Manda sudah tidak bisa lagi menahan kekesalannya.


"Sepertinya." Jawab Barlie santai tanpa beralih dari ponselnya.


Manda memutar bola matanya jengah, ia sungguh menyesal akan pernikahannya ini, jika saja ini bukan demi perjodohan yang sudah di susun sejak lama oleh kedua belah keluarganya dengan keluarga Barlie, Manda tidak akan mau menerima perjodohan ini, Manda kala itu benar-benar tidak bisa menolak karena memikirkan nama baik papa dan keluarga besarnya. Tapi lihatlah sekarang Barlie benar tidak bisa merubah sikapnya, Barlie tidak bisa menerima pernikahan ini dengan baik, padahal dirinya sudah berusaha menerimanya hanya saja belum berani mengutarakannya, karena melihat sikpa Barlie.


Manda sudah muak berada diruangan tersebut, Manda beranjak dari tempatnya, mengambil kasar tasnya yang berada di atas meja lalu melangkah pergi meninggalkan Barlie yang mengacuhkannya, laki-laki itu tak ada niatan sedikitpun untuk mencegahnya pergi padahal Barlie sendirilah yang memintanya untuk ikut ke kantor.


Manda menutup pintu ruangan itu sangat keras hingga menimbulkan suara yang sangat nyaring, membuat orang-orang yang kebetulan berada di depan ruangan Barlie terlonjat kaget.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Khay dengan sangat santainya berbaring di sofa berbantalkan paha milik istrinya, siapa lagi jika bukan Enzy.


Enzy bersandar di sandaran sofa dengan tangan kanannya ia gunakan menumpuh kepalanya sambil sesekali menyuapi suaminya itu dengan popcorn mengunakan tangan kirinya.


Khay bukannya menonton, tapi malah sibuk dengan ponselnya.


Beberapa menit berlalu hingga hampir sejam, Enzy masih bersabar melihat Khay yang sibuk sendiri dengan ponselnya, sesekali melihat pria itu tersenyum atau sesekali terkekeh kecil membuat Enzy curiga, hingga film yang awalnya Khay ingin tonton hampir habis, Enzy sudah kehilangan kesabaran. Enzy merampas ponsel milik Khay, mematikannya lalu menyimpan ponsel tersebut di sampingnya.


"Sayang." Rengek Khay menatap Enzy, saat ponselnya dirampas begitu saja.


Enzy menatap Khay acuh, lalu berkata.


"Bukannya kamu mengatakan kamu ingin di temani menonton film ini ? Tapi kamu malah sibuk bermain ponsel." Ucap Enzy datar lalu menunjuk layar datar di depannya.


Khay cemberut lalu membalikkan badannya mengahap Tv yang sejak tadi menyala menampilkan salah satu film, sambil berkata.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku akan menonton film bersamamu." Khay menarik tangan Enzy yang sejak tadi Enzy gunakan menumpuh kepalanya, lalu melingkarkan tangannya wanitanya itu pada perutnya.


Enzy menghela nafas kasar sambil mengusap lembut rambut suaminya, memperhatikan ponsel Khay yang ia letakkan disampingnya.


Sejak kepulangannya tadi, Enzy terus memikirkan perkataan Fina yang katanya pernah melihat Khay dengan seorang wanita di mall, dan itu di toko perhiasan. Enzy belum berani menanyakan hal ini pada suaminya, biar ia selidiki terlebih dahulu, jika memang suaminya terbukti bermain di belakangnya, Enzy baru bisa mengambil keputusan untuk kehidupan rumah tangganya kedepannya.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Siang ini, tepatnya jam makan siang Mila berada di sebuah restoran sambil menelpon seseorang.


πŸ“ž "Jadi kamu benar-benar tidak bisa ikutan ? Padahal nih ya, aku berharap kamu bisa bertemu dengan tuan Khay secara langsung." Ucap Mila.


πŸ“ž "Jika aku tidak mendapatkan pekerjaan mendesak, aku pasti tidak akan melewatkannya, siapa sih yang gak mau bertemu dengan seorang tuan Khayran seorang pengusaha dengan memiliki ketampanan diatas rata-rata." Ujar seorang wanita di seberang sana, yang di yakini sahabat dari Mila.


πŸ“ž "Sayang sekali ya."


πŸ“ž "Iya nih, padahal aku ingin melihat betapa seksinya seorang Khayran secara langsung, beruntun sekali istrinya yang setiap hari melihatnya.


πŸ“ž "Gak usah bawa-bawa nama istrinya ! Pokonya dia sangat hot, dan menggoda sekali, kepribadian, sikap dan penampilannya begitu sempurna. Jika aku bisa berkencan dengan ku, maka orang akan iri padaku, apalagi sampai sekarang dia belum memiliki keturunan padahal udah menikah hingga sepuluh tahunan, aku akan menggodanya dan memberinya keturunan, dengan itu aku akan menyandang status seorang nyonya Khayran." Ucap Mila begitu percaya dirinya dan tentunya tidak tahu malu.


πŸ“ž "Jangan bermimpi begitu jauh, bagaimana jika kamu bukanlah tipe tuan Khay, aku tahu betul bagaimana cantiknya istri dari tuan Khay, walaupun aku hanya biasa melihatnya di majalah atau dilayar kaca, dan asal kamu tahu, nyonya Khay itu seorang pengacara hebat." Sahabat Mila mengingatkan.


πŸ“ž "Aku tidak peduli, dan aku tidak akan melewatkan kesempatan, setelah aku kehilangan kesempatan untuk merayu tuan Kavindra, kali ini aku harus berhasil mendapatkannya.


πŸ“ž "Sudahlah, kamu jangan khawatir ! Pokoknya kali ini aku sudah sangat yakin, karena saat aku bertemu, sepertinya tuan Khay tidak memberikan penolakan, ya... walaupun iya terkesan datar dan acuh, tapi aku yakin setelah aku rayu, ia akan luluh." Percaya diri sekali sih Mila ini.


πŸ“ž "Emmmm, jadi apa rencanamu hari ini ?" Tanya sahabat Mila dari seberang sana.


πŸ“ž "Hari ini aku berencana untuk mengundangnya makan siang, aku akan melancarkan rencanaku hari ini, aku akan menggodanya." Jelas Mila tersenyum smirk.


πŸ“ž "Semoga beruntung, aku akan mendoakan semoga saja tidak terjadi sesuatu yang merugikan dirimu di kemudian hari, baiklah kalau begitu aku akhiri dulu, aku akan melanjutkan pekerjaan ku." Ucap sahabat Mila lagi-lagi memperingati.


πŸ“ž "Ok ! Sampai nanti." Sahut Mila.


Panggilan keduanya berakhir, Mila mengirimkan lokasinya sekarang kepada Khay, lalu berjalan menuju tempat yang sebelumnya sudah ia pesan, yaitu sebuah private room disalah satu restoran mewah yang berada di kota Xx.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Karena hari ini Enzy merasa tidak terlalu sibuk, dan tidak ada jadwal sidang, wanita itu memilih untuk tidak ke kantor, dan mengerjakan beberapa pekerjaannya di apartemen saja, begitupun dengan Khay memutuskan untuk tidak ke kantor karena jarang-jarang mereka ada waktu seperti ini kecuali hari libur.


"Sayang, sepertinya aku harus ke kantor sebentar, ada hal yang perlu aku urus, tidak apa-apa kan ?" Ijin Khay karena baru saja ia mendapatkan kabar dari Leo, kalau saat ini juga mengharuskannya untuk segera ke kantor.


"Iya, gak apa-apa." Sahut Enzy tersenyum manis, sejenak mengalihkan perhatiannya dari laptop nya.


"Ya sudah, aku kemar dulu ya sayang, aku mau siap-siap." Ucap Khay beranjak dari tempatnya, lalu mengecup sekilas pucuk kepala Enzy sebelum melangkah naik ke atas.

__ADS_1


"Biar aku siapkan pakaian kamu Yank " Enzy ingin ikut beranjak namun Khay menahan bahunya.


"Gak usah sayang, aku bisa sendiri, lanjutkan saja pekerjaan kamu, lagian aku tidak akan terlalu formal." Cegah Khay.


"Gak apa-apa ?" Tanya Enzy karena selama ini ia selalu menyiapkan pakaian suaminya.


"Gak apa-apa sayang, ya sudah aku ke atas ya." Sahut Khay tersenyum kemudian melangkahkan kakinya menuju tangga yang akan membawanya menuju kamar mereka.


Setelah Khay tidak terlihat lagi, Enzy memberanikan diri untuk mengecek ponsel milik suaminya, karena ia benar-benar penasaran, karena akhir-akhir ini Khay terlalu sering bermain ponsel tak seperti biasanya.


"Saat membuka aplikasi WA, mata Enzy membulat sempurna melihat sebuah pesan dari seorang wanita yang mengirimkan sebuah lokasi, sebuah restoran ternama.


^^^β€’085348xxxxxx^^^


^^^β€’πŸ“ Restoran Bugenvil VVIP 03^^^


^^^β€’085348xxxxxx^^^


^^^β€’"Kebetulan aku berada dekat dari kantormu mu, apa kamu ingin makan siang bareng bersamaku ?"^^^


Enzy tersulut emosi melihat pesan tersebut, lalu ia mengetikkan pesan balasan, untuk pesan dari wanita yang mencoba mendekati suaminya.


β€’ Khayran


"Tentu, sampai jumpa.


Setelah pesan yang ia kirim, dan sepertinya wanita itu sudah melihatnya, Enzy meletakkan kembali ponsel Khay pada tempatnya semula, lalu beranjak dari tempatnya menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


To Be Continue


Bagaimana ? Kira-kira Khay beneran ingin pergi ke kantor apa mau menemui pelakor itu, dan bagaimana Enzy selanjutnya, apa yang akan Enzy lakukan ???


Tetap stay ya readers.....


Jangan lupakan untuk terus memberikan author dukungan dengan cara memberikan


LIKE


KOMEN


VOTE


...TERIMAKASIH...


...πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2