Dambaan

Dambaan
Dambaan Part 22


__ADS_3

Chelsea dan Nendra baru saja keluar dari mobil milik Nendra setelah mereka tiba di depan kantor Nendra.


"Nend." Chelsea menghentikan langkahnya saat berada di depan lobi.


Nendra menghentikan langkahnya lalu menoleh menatap Chelsea sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Aku balik kantor sekarang, lain kali saja aku mampir." Ucap Chelsea.


"Kalau begitu biar aku antar." Tawar Nendra.


"Gak perlu Nend, aku bawa mobil kesini kok, tadi." Tolak Chelsea karena ia memang membawa mobil.


"Ya sudah kalau begitu, terimakasih sudah mau makan siang bareng tadi, lain kali jika aku menemukan tempat makan yang menarik, aku akan mengundangmu lagi." Ucap Nendra.


"Dengan senang hati, aku pasti akan memenuhi undangan kamu." Jawab Chelsea.


"Tapi.... Begitupun dengan kamu, jika kamu punya rekomendasi restoran bagus kamu juga harus mengundangku !"


"Tentu, hemmm...." Chelsea tampak ragu mengutarakan apa yang ia pikirkan.


Nendra menaikkan alisnya penasaran.


"Bisakah aku benar-benar mengundangmu keluar ?" Ragu-ragu Chelsea menyampaikan.


Nendra terkekeh.


"Tentu saja, kenapa enggak ?" Sahut Nendra juga merasa senang mendapatkan undangan dari wanita yang sudah mencuri hatinya sejak mereka di bangku kuliah.


Chelsea tersenyum malu-malu mendengar Nendra menerima undangannya, sampai Chelsea menundukkan kepalanya menyembunyikan rona mera diwajahnya, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Lihatlah, kamu selalu bertingkah manis seperti ini, kamu membuatku gemes." Ujar Nendra melihat tingkah Chelsea.


"Berhenti menggodaku." Cicit Chelsea.


"Emm, apa kamu beneran akan kembali ke kantor ?" Tanya Nendra sebenarnya ia ingin masih ingin berlama-lama bersama wanita yang kini berada dihadapannya.


"Iya, karena aku masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, dan bakal ada juga seorang klaiyen yang akan menemuiku, sore nanti." Jelas Chelsea.


"Ok, kalau begitu berhati-hatilah, jangan kebut-kebutan !" Titah Nendra sambil mengusap pucuk kepala Chelsea seperti kebiasaannya sewaktu ia mencari perhatian Chelsea sewaktu mereka masih jamannya kuliah.


"Maaf, kebiasaan." Ujar Nendra karena melihat Chelsea semakin salah tingkah.


"Emmm, kalau begitu aku pergi dulu, bay..." Ucap Chelsea mulai melangkah sambil melambaikan tangan.


"Hati-hati !" Peringat Nendra juga melambaikan tangannya yang di balas anggukan oleh Chelsea.


Nendra tersenyum-senyum sendiri melihat kepergian Chelsea, setelah melihat Chelsea mobil Chelsea melesat meninggalkan lingkungan kantornya, Nendra merapikan jasnya lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam gedung kantornya yang menjulang tinggi, senyuman diwajahnya seolah tak pernah luntur membayangkan sikap dan wajah cantik Chelsea.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Di apartemen.


Enzy sibuk mengerjakan pekerjaannya di laptop, di ruang tengah.


Khay yang sepertinya baru selesai mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya keluar sambil membawakan semangkok salah satu makanan kesukaan istrinya itu, apalagi jika bukan ramen.


Khay meletakkan semangkok ramen tersebut di atas meja, Enzy yang melihat itu tersenyum, tapi masih saja sibuk mengerjakan pekerjaannya.


Khay bukannya menawari Enzy makanan tersebut, tapi ia malah sibuk memotonya, membuat Enzy menghentikan pekerjaannya sejenak sambil menatap suaminya itu bingung.


Khay menyandarkan tubuhnya di sofa setelah mendapatkan foto yang bagus, lalu mengunggahnya di akun sosial medianya.



@KhyraNzy_Alfariziq: Istirahat dulu, jangan lupa makan, aku khawatir sayang ❤️❤️ @EnzyKhay_Alfariziq


Khay tersenyum-senyum sendiri malihat banyak yang menanggapi dan mengomentari postingannya, padahal baru semenit ia mengungahnya.


"Kenapa kamu main foto-foto segala ?" Tanya Enzy penasaran sambil menoleh sedikit kebelakang karena posisi Khay menyandarkan dirinya pada sofa sehingga posisi Khay berda sedikit di belakang Enzy yang duduk lebih maju dari Khay.


"Aku mau menunjukkan perhatian ku padamu lewat ini, juga menunjukkan bahwa kamu hanya milikku." Jawab Khay masih sibuk dengan ponselnya.


"B***oh." Ujar Enzy geleng-geleng kepala, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Khay menegakkan duduknya lalu merubah posisinya menghadap Enzy yang menyamping.


"Sayang." Panggilannya.


Enzy menoleh menaikkan kedua alisnya.


"Sayang, aku khawatir sama kamu, aku khawatir kamu terus bekerja seperti ini, jika kamu lelah akan semuanya, maka berhentilah !" Ucap Khay pelan-pelan takut istrinya itu akan marah karena Enzy sangat menyukai pekerjaannya, sudah berapa kali Khay memintanya agar berhenti tapi Enzy selalu menolak.


"Kamu sudah tahu bukan ? Insyaallah rencananya setelah setahun aku akan berhenti." Sahut Enzy sudah memutuskan itu beberapa minggu yang lalu.


"Tapi aku khawatir, sayang."


"Yank dengarkan aku !" Enzy menaikkan sebelah kakinya di atas sofa, lalu menggenggam kedua tangan Khay.


"Jika memang aku sudah tidak bisa lagi hingga sampai satu tahun kedepan, aku pasti akan berhenti dan membiarkanmu menafkahi ku sepenuhnya, dan akan tinggal dirumah sebagai ibu rumah tangga yang baik bagi suami juga anak kita kelak, dan di saat itu juga aku setuju untuk mengadopsi seorang anak." Jelas Enzy panjang lebar.


Khay seketika tersenyum senang mendengar semua perkataan istrinya.


Khay memajukan tubuhnya, menenggelamkan wajahnya pada celuruk leher Enzy.


"Maka.... Berhentilah sekarang dari profesi kamu sayang, aku bisa dengan mudahnya memberikan itu semua kepadamu." Ucap Khay dengan nada sensual lalu mengecup singkat leher Enzy membuat Enzy kegelian.


"Emmm, jangan seperti ini !" Enzy berusaha menjauhkan kepala Khay dari lehernya.


"Percayalah, aku bisa bertahan sampai setahun." Ucap Enzy menatap Khay yang kini sudah merubah posisinya menyandarkan kepalanya pada bahu Enzy.


"Jika kamu ingin meyakinkan ku, maka berhentilah mengerjakan pekerjaan mu dulu, dan ayo makan ini, aku sudah menyiapkan ini spesial buat kamu sayang." Ujar Khay mengambil semangkok ramen kesukaan Enzy.


Enzy tersenyum, menerima mangkok tersebut.


"Makanlah, aku akan mengambil minum untukmu." Serunya lagi.


Sebelum pergi Khay menyempatkan mengecup kening Enzy sekilas, membuat Enzy seketika bersemu.


Bukannya makan, Enzy malah mengambil ponselnya yang berada diatas meja, langsung membuka sosial media Khay untuk melihat unggahan suaminya barusan.



1468 Like


578 Komentar


@Doni_??? : Bro, saya juga pengen di perhatikan.


@KhayrNzy_Alfariziq : @Doni_??? Minta sama bini kamu, jangan cuma bisanya hamburin duit doang.😁😁


@LeoNardo_GakDavinci : Saya tidak butuh perhatian, tapi butuh bonus dilebihin bos 😁😁😁 @KhayrNzy_Alfariziq


@Rendra_RL : Tuan @KhayrNzy_Alfariziq emang suami idaman.


@Doni_??? : Ngarep, kerja dulu yang benar 😝😝 LeoNardo_GakDavinci


@Clarie_Ssa : Suami idamanku 😘😘 KhayrNzy_Alfariziq


@Kia_Ny.Kaviandra : Siapa suamimu Clarie_Ssa ?? Abangku cuma punya satu istri EnzyKhay_Alfariziq


@EnzyKhay_Alfqriziq : Clarie_Ssa LOL 😝😝


@MilaDiwitri : Ingin berbagi perhatian denganmu, apa yang harus aku lakukan tuan KhayrNzy_Alfariziq


Enzy yang melihat komentar dari Mila mengeryitkan keningnya, berani-beraninya menguat komentar seperti itu di akun sosial media suaminya, baru kali ini ada wanita yang berani.


Enzy langsung membuka branda Mila dan melihat semua tentang wanita tersebut.


"Berani sekali wanita ini." Gumam Enzy.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Hari ini Enzy pulang kantor lebih awal, setelah menghubungi suaminya, ternyata Khay ada meeting yang mengharuskannya tidak bisa pulang cepat, jadinya Enzy mengajak Fina dan Rania untuk bertemu disebuah mall.


Awalnya Rania dan Fina kaget tumben-tumbenan teman mereka itu mengajaknya jalan, bukannya selama ini Enzy selalu sibuk.


Ketiganya kini sudah berada disalah satu tempat makan yang berada di lantai paling atas mall tersebut, tepatnya di roftoop, kebetulan restoran tersebut sengaja mengusung tempat ala-ala roftoop.

__ADS_1



"Wawww makan besar kita." Heboh Fina ketika seseorang pelayanan mengantarkan pesanan mereka yang cukup banyak buat mereka bertiga.


"Jelas, jarang-jarang loh, nyonya Khay meneraktir kita, dianya sibuk mulu sih, jadi gunakan kesempatan dengan baik." Seru Rania yang memang sengaja memesan banyak makanan.


"Emmm, jika ini masih kurang kalian bisa memesan lagi." Sahut Enzy kemudian dengan santainya meminum minumannya.


"Baiklah, permi...."


"Fin, apa kamu ingin gendut jika memakan banyak makanan berat seperti ini, apa kamu ingin suami kamu berpaling ke wanita yang lebih bohai, jadi berhentilah ! Ini sudah terlalu banyak." Tegur Rania menarik tangan Fina saat akan memanggil pelayan.


"Uffss... suka lupa soalnya kalau udah liat makanan seperti ini." Ibu dari satu anak itu hanya cengengesan.


"Jangan kek orang susah deh Fin, suami kamu pasti selalu dapat bonus besar dari suami Enzy." Ujar Rania jengah.


Rania menyikut lengan Fina dikala ia melihat Enzy yang lebih banyak diam, tak seperti biasanya saat mereka kumpul.


"Nzy, kamu ada masalah ?" Tanya Rania.


"Sedikit." Jawab Enzy malas sambil mengaduk-aduk minumannya.


"Masalah kerjaan ?" Tanya Rania lagi.


Enzy menggelengkan kepalanya menanggapi.


"Lalu ?" Timpal Fina.


Enzy menghembuskan nafasnya panjang, lalu menceritakan soal komen Mila semalam.


Bahkan banyak DM wanita itu masuk ke IG suaminya, mana Khay pernah meresponnya, tapi Enzy tak berani menanyakan hal ini pada suaminya langsung.


"Wajar saja sih Khay banyak wanita yang mendambakan nya, apalagi nih ya, kalau aku perhatikan, Khay lebih keren, dan menggoda seiring umurnya bertambah, vibesnya sugar Daddy banget pokoknya, tipe-tipe pelakor gitu." Ucap Fina sekenanya, memang wanita itu kadang mulutnya suka ceplos sesukanya tanpa dipikirkan terlebih dahulu.


"Hussttt...." Rania menegur Fina yang sepertinya akan berbicara kembali.


"Tapi, yang Fina katakan ada benarnya juga aib Ran, akhir-akhir ini aku juga perhatikan, penampilan Khay semakin berkarisma, aku takut Khay ada main di belakang ku, apalagi kamu belum juga di karuniai anak, aku takut Khay benar-benar mencari wanita yang bisa memberinya keturunan, karena aku sering menyuruhnya, tapi masa dia menyembunyikan itu padaku." Ucap Enzy khawatir, dan kenapa ia merasa sangat tidak rela jika suaminya benar-benar mencari wanita lain untuk memberinya keturunan, bukannya itu yang Enzy inginkan dulu.


"Ngomong-ngomong sebenarnya ada hal yang ingin aku sampaikan, tapi aku takut kalian akan bertengkar, tapi setelah aku pikir-pikir aku harus memberitahumu, dan coba tanyakan langsung pada Khay, aku takut ini hanya kesalahpahaman ku saja." Ucap Fina.


"Ada hal apa ?" Tanya Enzy penasaran begitupun dengan Rania juga sangat penasaran.


"Beberapa hari yang lalu, aku tidak sengaja melihat Khay berjalan dengan seorang wanita di mall, tepatnya di toko perhiasan." Jawab Fina.


"Apa katamu ? Khay dengan wanita, di mall ? Di toko perhiasan ?" Ucap Enzy dan Rania bersamaan dengan nada suara meninggi karena kaget, membuat pengunjung lain beralih menatap mereka.


"Iya, aku ada fotonya, hari itu aku sengaja memotonya, siapa tahu aja aku salah paham." Ucap Fina mengotak-atik ponselnya untuk mencari foto Khay dan wanita itu.


"Ini." Fina kemudian memperlihatkan foto tersebut, dan benar saja, itu Khay dan seorang wanita yang tak Enzy kenali.


"Nzy, kamu kenal wanita ini ?" Tanya Rania.


"Gak, aku tidak pernah melihat wanita ini sebelumnya." Jawab Enzy dengan raut wajah memerah menahan emosi.


"Nzy, yang tenang, coba kamu bicarakan ini baik-baik ! Siapa tahu aja kamu salah paham, rasanya aku belum percaya Khay bisa bermain di belakang kamu " Ucap Rania di angguki Fina.


"Iya Nzy, siapa tahu aja wanita ini yang sengaja mendekati Khay." Timpal Fina.


...To be Continue........


...Hayolohhh Khay jangan macam-macam kamu, 😏😏😏...


...Jangan lupa terus dukung dengan memberikan...


...LIKE...


...KOMENTAR...


...VOTE...


......TERIMAKASIH......


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2