
Pesawat mendarat dengan sempurna di bandara internasional kota Xx, tak lama seorang wanita cantik lengkap dengan kacamata yang bertengker di atas kepalanya menambah aura kecantikan wanita itu apalagi dengan rambut lurus panjangnya yang tergerai.
...πππππ...
Barlie duduk bersantai di salah satu kursi yang berada dekat kolam renang sambil mengetikkan sebuah pesan yang di tujukan pada seseorang.
β’Barlie
"Hay nona Enzy π
Pesan yang dikirimkan sepertinya tak mendapatkan balasan, saat akan mengetikkan pesan lagi, tiba-tiba seseorang datang berdiri tepat di sampingnya.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku ?" Tanya Manda tanpa basa-basi.
"Bilang apa ?" Tanya balik Barlie dengan dingin tanpa mengalihkan atensinya.
"Masalahmu." Jawab Manda menaikkan nada suaramu satu oktaf.
"Oh." Barlie hanya beroh ria saja membuat Manda mulai kesal.
"Kamu tidak perlu seperti itu ! Ini hanya masala kecil." Ucap Barlie kemudian.
"Tapi aku in....
"Saya rasa saya tidak perlu mengatakan apapun padamu, saya tidak ingin menganggumu saat berada disana." Barlie menyela saat Manda akan berucap kembali.
Manda sudah tidak bisa menahan kekesalannya saat Barlie berkata seperti itu, ditambah Barlie yang tidak ingin melihat ke arahnya hanya sibuk memainkan ponselnya. Manda merampas ponsel yang ada ditangan Barlie.
"Berhenti bermain ponsel ! Bicaralah padaku !" Sentak Manda.
Barlie juga sudah mulai tersulut emosi, ia beranjak dan berdiri membuat Manda sedikit memundurkan tubuhnya.
"Kamu sudah membuat keributan sejak sampai disini, kenapa kamu mesti sekesal ini jika aku tidak memberitahumu, Hah ?" Ucap Barlie lantang hingga menggema di tempat tersebut.
Manda tak menjawab, ia malah memilih diam, karena jika ia berucap mungkin kemarahan Barlie akan semakin menjadi.
"Ok ! Barlie merubah posisinya menghadap kolam, memasukkan kedua tangannya pada saku celana pendek yang ia kenakan.
"Lalu, bagaimana kabarmu ? Apa kamu lelah dengan perjalanan mu, kalau begitu mari aku peluk." Ucap Barlie kemudian menarik Manda agak kasar lalu memeluk wanita itu dari samping.
"Bar, lepaskan kamu menyakitiku." Ringis Manda saat Barlie memegang lengan bahu Manda cukup kencang.
"Oh, sorry." Ucap Barlie melepaskan pelukannya.
"Kenapa kamu kembali, apa kau sudah mendapatkan karir kamu disana ?" Sarkas Barlie.
"Aku pikir kamu akan kembali setelah enam bulan, dan selama tiga bulan kamu disana, apa kamu pernah menghubungiku, atau hanya menanyakan kabarku walau hanya lewat pesan, hah ?"
"Apa kamu sudah melupakan ku, oh sorry aku lupa kamu sempat mengirimiku pesan kemarin, itupun kamu hanya mengirimkan sebuah foto, dan tanpa menanyakan kabarku, atau memberiku kabar tentangmu." Lanjut Barlie tangannya mengepal ingin rasanya ia melampiaskan kemarahannya itu, tapi tidak mungkin ia menyakiti wanita di dekatnya itu.
"Aku membatalkan semua kontrak kerjasama itu, aku mendengar dari Mike kalau kamu menggila, jadi aku memutuskan untuk pulang, karena aku khawatir tentang mu, dan untuk memberimu kabar aku tahu aku salah karena tak pernah menghubungim." Jelas Manda memegang lengan Barlie namun Barlie menghempas nya kasar.
"Bar, aku minta maaf soal itu.." Ucap Manda sedikit memohon karena ia sadar kalau dirinya memang salah, ia terlalu sibuk sampai melupakan keberadaan pria di hadapannya itu.
"Emmm...." Barlie hanya berdehem.
__ADS_1
"Bar, kenapa kamu tidak memberitahu ku semuanya ?"
Barlie menghadap dirinya pada Manda, dan mendekatkan wajahnya semakin dekat, pada wajah Manda yang kini mendongak menatapnya.
"Kenapa aku harus memberitahumu ? Dan kenapa kamu harus membatalkan semua kontrak kerjasamanya yang selama ini kamu dambakan itu, apa kamu sudah mulai mencintaiku, Hem ?" Barlie mengusap pipi Manda lembut dengan tatapan menggodanya.
"Bar...!"Manda menyentak tangan Barlie yang berada diwajahnya tak lupa dengan nada bicaranya meninggi.
"Jangan coba-coba menyentakku ! Barlie ikut membentak.
Manda tersenyum mengejek menatap pria angkuh dihadapannya itu.
"Sepertinya kamu terlalu percaya diri, aku tidak akan pernah punya perasaan lebih terhadapmu, dan satu lagi aku membatalkan kontrak kerjasamanya bukan karena kamu, tapi aku memang tidak merasa cocok dengan yang disana, jadi aku memutuskan pulang, dan kebetulan bertepatan saat Mike menghubungiku dan mengatakan kondisimu yang katanya kamu menggila, bahkan sampai-sampai bermain dengan wanita bayaran." Jelas Manda tentu saja yang dikatakan itu setengah berbohong.
"Jujur aku juga khawatir kepadamu, tapi bukan karena aku mulai cinta tapi ini sudah tanggungjawab ku sebagai is..."
"Stop !" Barlie menghentikan Manda yang berbicara tinggi kepadanya.
Manda yang terdiam menatap Barlie dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf karena berbicara seperti itu." Ucap Manda kemudian pergi dari sana, ia berjalan masuk meninggalkan Barlie terpaku menatap punggungnya yang semakin menjauh hingga tak terlihat.
...πππππ...
π "Emmm, ini aku sudah membelinya untukmu sesuai permintaan mu, apa kau puas, jadi berhentilah menelfonku, aku akan membawakan ini untukmu secepatnya." Ucap Khay jengah pada Kia di seberang telfon sana, sudah ketiga kalinya Kia menelfon hanya untuk memastikan apa Khay membelinya dan keberadaannya sekarang dimana.
Jam setelah pulang kantor tadi, Khay langsung bertandang ke salah satu mall karena Kia menghubunginya katanya mengidam ingin memakan cake yang di jual pada toko favoritnya yang ada di mall tersebut, dan kenapa Khay yang membelinya ? Itu karena permintaan sang ibu hamil itu.
Khay segera akan pulang membawakan permintaan sang ibu hamil, namun saat berjalan matanya tertuju pada toko perhiasan, Khay masuk ia berniat untuk membeli gift untuk istrinya tercinta, rasanya sudah lama ia tak memberikan istri cantiknya itu hadiah.
"Ya, aku ingin memberikan sesuatu pada isteri saya, apa ada keluaran terbaru ?" Jelas Khay berjalan lebih dalam lagi kedalam toko tersebut.
"Kebetulan kami ada gelang dengan model terbaru, dan kebetulan sekali sangat cocok diberikan pada orang spesial." Sahut pegawai tersebut.
"Mari ikut saya tuan, ada disebelah sana." Ajak pegawai itu sambil menunjuk etalase yang berada di sisi kanan.
Khay melihat ke etalase tersebut.
"Saya mau melihat gelang yang itu." Tunjuk Khay menunjuk sebuah gelang simple bermatakan berlian.
"Baik tuan." Sahut pegawai tersebut kemudian mengeluarkan gelang yang ditunjukkan Khay, pegawai itu memakai kaos tangan khususnya terlebih dahulu sebelum mengambil gelang dari tempatnya.
"Apa ada model lain ?" Tanya Khay.
"Ada tuan, tolong tunggu sebentar !"
Tak lama pegawai tersebut keluar dari ruangan yang tak jauh dari etalase tersebut dan memberikan gelang yang berbentuk simpul.
"Ini ?" Khay mengerutkan keningnya karena melihat gelang itu terlihat biasa-biasa saja.
"Iya tuan, walau gelang ini terlihat sangat biasa saja, namun gelang ini memiliki makna yang sangat mendalam, apalagi diberikan pada seseorang yang kita cinta." Ujar pegawai tersebut.
"Maksudnya ?"
"Begini Tuan gelang ini sengaja dirancang berbentuk simpul karena bentuk simpul ini memiliki makna selalu terikat satu sama lain, ini hampir sama dengan infinity." Jelas pegawai tersebut.
__ADS_1
"Baiklah saya ambil yang ini." Ujar Khay memilih gelang yang berbentuk simpul tersebut.
"Baik tuan, tuan silahkan bayar di sebelah sana, saya akan mengemasnya terlebih dahulu." Seru pegawai tersebut.
Khay berjalan menuju ke arah kasir, dan langsung membayar barang yang ia beli, saat menunggu barangnya selesai dikemas, tiba-tiba seorang wanita seksi datang menghampirinya.
"Tuan Khay, Hay saya Mila sekertarisnya tuan Kavi di D&KA,?" Tanya wanita memperkenalkan dirinya itu sok dekat
Khay menaikkan sebelah alisnya, mengingat wanita dihadapannya.
"Oh iya, saya ingat." Sahut Khay malas.
"Kebetulan sekali kita bertemu disini, ngomong-ngomong tuan Khay sedang apa ?" Tanyanya lagi.
"Anda bisa lihat sendiri ini tempat apa, bukan ?" Ketus Khay, jujur ia sangat tidak suka melihat wanita dihadapannya itu sok dekat dengannya dan bertingkah genit.
"Tuan membeli perhiasan, untuk siapa ? Pasti untuk Nyonya ya ?"
"Iya."
"Nyonya sangat beruntung memiliki suami seperti tuan, saya harap di masa depan saya bisa mendapatkan suami seperti tuan ini."
"Saya yang beruntung memiliki istri seperti istri saya."
"Tuan ini ternyata sangat sayang ya kepada istrinya, tuan masih mencintainya walaupun istri tuan tidak bisa memberikan anda keturunan, sungguh tuan suami idaman banget, termasuk saya yang mengidamkan tuan."
Khay yang mendengar perkataan Mila menjadi emosi, tapi sebisa mungkin ia menahannya karena ia tidak ingin merusak reputasinya karena menyakiti seorang perempuan di tempat umum.
"Stop bicara seperti itu terhadap istri saya, jika kamu masih ingin tetap bekerja di perusahaan saya dan kakak ipar saya itu." Ancam Khay dengan rahang mengeras karena emosi.
"Maaf tuan." Ucap Mila menciut melihat raut wajah Khay yang mengerihkan.
"Maaf tuan, ini barang tuan." Ucap pegawai tersebut selesai mengemasi belanjaan Khay.
Khay mengambil barang tersebut secara kasar dari atas etalase kemudian pergi dengan emosi yang mencuak.
Dari kejauhan tanpa Khay sadari seseorang mengambil fotonya saat ia berdekatan dengan Mila.
"Kurang ajar kamu Khay, berani-beraninya kamu bermain dibelakang Enzy." Geram Fina melihat hasil jepretannya yang kebetulan ia berada tak jauh dari toko perhiasan tersebut.
Sepertinya Fina salah paham....
TO BE CONTINUE........
...Jangan lupa bosan-bosan ya readers, dan author sangat mohon berikan komentar atau pendapat kalian mengenai setiap part nya, komentar kalian sangat membuat semangat author untuk terus up......
...Terimakasih...
...LIKE...
...KOMENT...
...VOTE...
...ππππππππ...
__ADS_1