
Tidur Enzy terganggu saat mendengar keributan di bawah, perlahan Enzy membuka matanya, melihat kesampingnya namun sudah tak menemukan keberadaan suaminya.
"Apa itu ?" Kaget Enzy saat mendengar keributan seperti benda terjatuh dan teriakan seseorang, dan Enzy yakini itu adalah suara Khay suaminya.
Enzy segera memunguti pakainya yang tercecer dilantai akibat pergulatan mereka semalam, kemudian memakainya, lalu ia turun menuju arah dapur.
"Au..au..au..." Khay memekik saat cipratan minyak hampir mengenainya, Khay memegang penutup panci sebagai tameng agar cipratan minyak tak mengenainya.
"Apa yang kamu lakukan ?" Enzy masuk ke dapur dan melihat dapurnya berantakan panci berserakan dimana-mana, dan cipratan minyak banyak tercecer dilantai juga pada meja dapur.
"Aku sedang membuatkanmu sarapan, berapa telur yang kamu mau ?" Jawab Khay menoleh ke arah Enzy, lalu kembali fokus pada telur mata sapi yang ia buat.
"Buat apa kamu melakukan ini ? Kamu pikir aku akan memaafkanmu dengan ini, aku masih kesal dengan apa yang kamu perbuat padaku tadi malam, bahkan badanku pegal-pegal semua." Oceh Enzy yang dihiraukan Khay.
Pasalnya Khay melakukan hubungan intim hingga subuh tadi, tanpa menghiraukan Enzy yang memintanya berhenti karena sudah sangat kelelahan.
"Auwwww." Aduh Khay saat cipratan minyak mengenai tangannya, Khay meletakkan penutup panci yang sejak tadi ia gunakan sebagai tamennya.
Enzy yang melihat itu dengan cepat mendekati suaminya
"Taruh !" Enzy mengambil spatula yang di pegang Khay di tangan kanannya.
"Sini !" Kemudian menuntunnya ke arah wastafel, menyiram tangan Khay yang terkena cipratan minyak tadi dengan air.
"Kamu laki-laki dewasa, menggoreng telur saja tidak bisa, bahkan anak jauh dibawah kamu bisa melakukannya." Oceh Enzy terus memperhatikan tangan Khay, memeriksa apakah lukanya serius.
"Apa ini sakit ? Kulitmu memerah." Lanjutnya.
Bukannya menjawab, Khay malah mendaratkan ciuman sekilas di punggung Enzy, sambil senyum-senyum.
Enzy menoleh saat dirasa punggungnya di cium, lalu menatap sinis suaminya itu.
"Apa senyum-senyum ?" Sinis Enzy.
Khay kembali mendaratkan ciumannya pada ujung bibir Enzy membuat Enzy menatapnya jengah, lalu melepaskan tangan Khay yang sejak tadi ia pegang.
"Ini tak sepadan dengan apa yang aku lakukan semalam padamu sayang." Ucap Khay.
"Sadar juga." Cebik Enzy.
"Jadi, apa kamu memaafkanku ?" Rayu Khay bergelayut manja pada lengan Enzy.
"Apa kamu pikir aku akan memaafkanmu, hanya karena kena cipratan minyak, bahkan kamu memasukkan tanganmu pada minyak panaspun, aku tidak akan memaafkanmu begitu mudahnya." Ucap Enzy tak serius dengan ucapannya, namun tampaknya Khay menanggapi serius.
Khay kembali berjalan mendekati kompor lalu ingin memasukkan tangannya pada taplon yang masih berisikan minyak dan telur mata sapi yang sudah gosong.
"Apa yang kamu lakukan ?" Pekik Enzy cepat menarik tangan suaminya itu.
"Kamu pikir aku tidak berani ? Aku akan melakukannya jika hanya cara itu kamu akan memaafkanku." Ujar Khay.
Enzy melepaskan tangan Khay lalu menatapnya datar.
"Maafkan aku, sayang maaf ya.." Rengek Khay memegang lengan istrinya sambil menggoyang-goyangkannya layaknya seorang anak kecil yang memohon pada orangtuanya.
Enzy mengehela nafas pelan lalu tersenyum.
"Emmm, apa kamu bahagia sekarang ?" Sahut Enzy membuat Khay tersenyum bahagia mendapatkan maaf dari istrinya tercinta, Khay kembali mencium pipi Enzy sekilas.
"Love you." Ucapnya.
__ADS_1
"Love you to." Sahut Enzy.
"Duduklah aku akan menyiapkan sarapan !" Titah Enzy mendorong bahu Khay agar menyingkir dari dekat kompor.
"Sayang, butuh bantuanku gak ?" Khay menawarkan dirinya sambil tersenyum.
"Tidak Terimakasih, lebih baik diam saja disana ! Seru Enzy menunjuk meja makan dengan dagunya.
" Kamu benar-benar membuat berantakan isi dapurku seperti ini." Lanjut Enzy kala Khay sudah bergeser dari sana, namun tak meninggalkan tempat tersebut seperti perintah Enzy.
Enzy mengangkat telur yang sudah menghitam di teplon, dengan cepat Khay mengambil piring lalu ia berikan pada Enzy.
"Mau memakan ini gak ?" Tawar Enzy menyodorkan piring berisikan telur gosong tersebut.
"Aku buat ini untuk kamu sayang, kamu aja." Sahut Khay mendorong piring tersebut.
"Enak saja, siapa yang mau memakan telur gosong seperti ini." Ujar Enzy geleng-geleng kepala lalu melanjutkan untuk membuat sarapan, karena waktu sudah agak mepet, akhirnya Enzy hanya membuat nasi goreng, dan telur ceplok, untuk masalah membersihkan dapur, nanti Enzy akan memanggil jasa kebersihan untuk membersihkan apartemennya.
Khay Saat di dapur
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Di sisi lain
Tampak Zyan membangunkan istri kecilnya itu, yang masih bergelut dengan mimpi indahnya.
"Zea sayang, waktunya bangun." Ucap Zyan duduk di pinggir tempat tidur sambil memegangi punggung Zea yang tidur membelakanginya sambil memeluk guling.
"Hemmm, lima menit lagi." Sahut Zea masih memejamkan matanya tanpa merubah posisinya.
"Kalau begitu ini yang kelima kalinya." Sahut Zea lagi.
"Ok, tapi jangan bilang kalau aku gak ngebangunin." Ujar Zyan.
Zea yang mendengar itu langsung merubah posisinya menjadi terlentang membuat wajah keduanya hampir bersentuhan, karena posisi Zyan yang menunduk.
"Ok, aku tidak akan mengatakannya, tapi biarkan aku tidur lima menit lagi, aku masih ngantuk banget." Ucap Zea lalu mencium sekilas bibir suaminya itu yang berada sangat dekat darinya, setelah melakukan itu, Zea kembali membelakangi Zyan sambil mengeratkan pelukannya pada guling.
Zyan tersenyum gemas melihat tingkah istri kecilnya, lalu mengusap kepalanya.
"Kenapa kamu sangat menggemaskan sekali, Hem ?" Ucap Zyan mendusel-dusel hidungnya gemas pada celuruk leher Zea, membuat Zea kegelian.
"Bangun !" Titah Zyan yang di jawab gelengan dari Zea.
"Jadi gak mau ?" Zea kembali menjawab dengan anggukan kepala.
"Ok." Zyan beranjak dari duduknya.
"Benar-benar gak mau bangun Hem, ?" Ucap Zyan sambil menyibak selimut yang menutupi tubuh istrinya, lalu mengambil gulingan yang sejak tadi diperlukan Zea.
"Sini-sini !" Zyan menarik lengan istrinya itu agar bangun, lalu menggendongnya ala bridal style.
"Kak Zyan." Manja Zea dikala tubuhnya di angkat, refleks mengalungkan tangannya pada leher Zyan.
"Habiskan waktumu di kamar mandi sayang." Ucap Zyan membawa Zea ke kamar mandi.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
__ADS_1
"Saya sudah mau berangkat, tunggu tiga puluh menit saya akan segera sampai disana, persiapkan semua bahan metingnya !" Ucap Khay pada seseorang di seberang telepon sana, keluar dari apartemennya lalu menguncinya. Di saat yang bersamaan Zyan dan Zea juga keluar dari unit mereka yang berhadapan dengan unit Khay dan Enzy, pasutri itu tampak sudah rapi dengan pakaian Zea yang siap ke kampus, sedangkan Zyan siap dengan pakaian formalnya yang akan berangkat ke kantornya.
"Pagi bang Khay." Sapa Zea dengan wajah sumringah.
"Oh, Hay, pagi juga adikku yang cantik." Khay balas menyapa, tentu saja ia sengaja memuji Zea karena alasan ingin menggoda Zyan yang sangat posesif itu.
Dan benar saja, Zyan langsung merubah mimik wajahnya menjadi masam dikala ia mendengar Khay memuji istrinya itu.
"Mau kemana ?" Tanya Khay berbasa-basi.
"Mau mengantar istriku ke kampus." Zyan dengan cepat menjawab pertanyaan Khay yang ditujukan pada Zea.
"Bukannya kak Zyan akan ke kantor, lagian kantor dan universitas aku beda jalur dengan kantor kakak." Ucap Zea.
"Aku antar." Tegas Zyan.
"Tapi aku bisa berangkat sendiri."
Tanpa menghiraukan ucapan Zea, Zyan menggenggam tangan istrinya itu.
"Hay...Hay...kenapa pegang-pegang gak sopan !" Tegur Khay tentu saja ia hanya bergurau untuk membuat Zyan kesal.
"Gak sopan apaansih, orang dia istri aku, bilang aja bang Khay iri." Ucap Zyan mengangkat tangannya yang sudah menggenggam erat tangan Zea istrinya, ia perlihatkan pada Khay.
"Ckk anak ini." Decak Khay sebenarnya ia iri melihat pasangan yang masih di bilang baru itu, karena Khay jarang sekali seperti itu dengan Enzy akhir-akhir ini karena kesibukan masing-masing.
"Bang, kak Enzy mana ?" Tanya Zea.
"Dia sudah berangkat pagi-pagi tadi, ada klaiyen yang akan bertemu katanya." Jawab Khay.
"Ya sudah kalian hati-hati ! Aku duluan aku juga harus segera ke kantor." Lanjut Khay berpamitan di angguki pasutri tersebut.
Sedikit informasi, Zyan adalah anak dari pasangan Dafa dan Kiki sahabat Diva dan Kenan, Zyan menikahi kekasihnya yang bernama Zea sejak tujuh bulan yang lalu di kota Z, kebetulan keduanya berasal dari kota yang sama, dulunya Zyan menjalin kasih dengan Zea saat Zea duduk di bangku kelas dua di SMA sedangkan Zyan sudah berkuliah semester lima, Zyan mengenal Zea karena Zyan mengantar sahabatnya menjemput adiknya, yang kebetulan berteman dengan Zea, dari situlah mereka berkenalan dan menjalin hubungan, sampai Zyan memutuskan menikahi gadis remaja yang dicintainya itu. Dan kenapa pasangan itu tinggal di kota Xx, ya itu karena Zyan bekerja sebagai direktur di salah satu perusahaan orangtuanya yang berada di kota tersebut.
...To Be Continue...
Visual
Zyan
Zea
...Jangan bosan-bosan ya bacanya terus sebisa mungkin berikan sedikit komen, masukan atau pujian dong, agar author semangat buat up....
...Dukung author dengan memberikan...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...
__ADS_1