Dambaan

Dambaan
Dambaan Part 3


__ADS_3

"Wel... Aku tidak hanya pandai menggodamu dengan gombalan yang katamu receh ini, But...." Khay menggantung ucapanya, menurunkan kaki Enzy dari pangkuannya kemudian perlahan menindih tubuh istrinya itu.


"Tapi aku juga bisa membuatmu merasa lebih baik, sayang." Lanjut Khay menyelipkan anak rambut kebelakang telinga Enzy yang sedikit menutupi wajahnya.


Enzy tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher sang suami.


"Apa kamu yakin ?" Tanya Khay sebelum melanjutkan apa yang dia inginkan.


"Lakukanlah, aku sudah berjanji akan melakukannya di akhir pekan, dan ini sudah tiba waktunya." Sahut Enzy kemudian mengecup bibir suaminya itu sekilas lebih dulu.


"Sekarang kamu benar-benar nakal sayang." Ujar Khay, kemudian mencium Enzy.


"Kita lanjutkan dikamar sayang." Ucap Khay Setelah melepaskan ciumannya.


Khay menggendong tubuh istrinya itu ala bridal style, membawanya ke kamar yang ada dilantai dua apartemennya.


Malam itu menjadi malam panjang bagi pasangan suami istri itu, sampai mereka melewatkan jam makan malam mereka, hingga kini menunjukkan pukul 10 malam, mereka melakukan aktivitasnya dimulai jam 7 malam, karena tadi Enzy baru pulang di jam setengah tujuh.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Karena merasa sangat lapar, Khay memesan makanan lewat aplikasi gofood, sambil menunggu Enzy membersihkan badannya terlebih dahulu.


"Udah selesai ?" Tanya Khay saat melihat Enzy keluar dari kamar mandi lengkap dengan dres tidurnya.


"Sudah." Jawab Enzy berjalan ke arah meja riasnya lalu mengeluarkan hairdryer dari laci untuk mengeringkan rambutnya.


"Kalau begitu aku juga mau membersihkan badan, aku sudah memesan makanan, mungkin sebenar lagi akan datang." Ujar Khay berjalan masuk ke kamar mandi.


"Iya, aku tunggu dibawah." Sahut Enzy sedikit berteriak karena Khay sudah masuk kedalam kamar mandi.


Setelah sekitar lima belas menitan Khay turun dengan piama tidur model kimononya yang sama dengan dres tidur yang digunakan Enzy.


"Yank, ayo makan !" Ujar Enzy sambil meletakkan dua piring makan diatas meja makan.


"Oh makanannya sudah datang ?" Tanya Khay berjalan menuju meja makan.


"Iya belum lama." Sahut Enzy kemudian menyediakan makanan di atas piring milik suaminya.


Keduanya pun makan dengan tenang tanpa mengeluarkan sepatah katapun, hingga makanan di depan mereka habis.


"Sayang aku masuk ke kamar duluan ya." Ucap Khay.


"Iya, nanti aku nyusul, aku mau mencuci piring dulu." Sahut Enzy di depan wastafel.


Setelah mencuci piring Enzy menyusul ke kamar dan mendapatkan suaminya itu sedang menonton televisi.


Enzy berjalan mendekati Khay, lalu membaringkan badannya di sofa panjang berbantalkan paha suaminya kemudian. menghadapkan dirinya pada layar datar besar yang ada di kamar tersebut.


"Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan ?" Tanya Khay karena melihat Enzy terlihat memikirkan sesuatu, bahkan pandangannya saja yang mengarah ke televisi, tapi jelas terlihat kalau pikirannya itu tidak pada acara yang disiarkan.


"Tidak ada." Bohong Enzy.


"Pekerjaan ?" Tanya Khay mencoba menebaknya sambil memainkan rambut panjang Enzy yang tergerai.


"Iya." Sahut Enzy.

__ADS_1


"Sayang, sudah ku katakan, jika kita sedang bersama seperti ini, tidak usah memikirkan hal lain." Ucap Khay menarik bagi istrinya agar berbalik mengahapnya.


"Iya aku tahu, maafkan aku." Ucap Enzy berbalik menghadapkan wajahnya pada perut suaminya itu.


"Sudah ya ! Jangan dipikirkan lagi." Ujar Khay dan di jawab anggukan oleh Enzy.


"Yank...!" Panggil Enzy sambil memainkan tali kimono yang dikenakan suaminya itu.


"Emmm..." Sahut Khay berdehem karena fokus menonton acara pertandingan sepak bola.


"Kamu mau hadiah apa di usia pernikahan kita yang ke sepuluh ini?" Tanya Enzy kemudian menatap wajah Khay dari bawah.


Kemudian Khay menarik lengan Enzy agar terbangun, lalu mendudukkan istrinya itu di atas pangkuannya.


"Sayang, aku tidak menginginkan sesuatu, aku hanya ingin kita tetap saling bersama dan mencintai hingga seratus tahun lagi." Ucap Khay sambil mengelus lembut pipi wanitanya.


Enzy tersenyum mendengar penuturan suaminya itu, lalu bersandar di dada bidangnya.


"Kita akan menjadi sangat tua."


"Lalu mari kita menjadi tua bersama." Ucap Khay mengeratkan pelukannya di pinggang Enzy begitupun Enzy balas mengalungkan tangannya di leher Khay.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Saat Khay sibuk mengerjakan sesuatu di ruangannya, tiba-tiba Leo masuk mengantarkan beberapa berkas di ruangannya.


"Sibuk amat tuan." Canda Leo langsung mendudukkan dirinya di kursi depan meja kerja atasan sekaligus sahabatnya itu.


"Emmm, harusnya hari ini saya menghabiskan waktu dengan istriku, mumpung dia lagi gak kerja, malah kau menelpon dengan dalih pekerjaan penting." Ucap Khay kesal.


"Ya maaf bos, tapi ini urgent banget." Jawab Leo santai.


"Urgent, Urgent matamu, hal seperti ini biasanya juga kamu tangani sendiri, dasarnya aja kamu iri, karena kamu tidak bisa weekend Minggu ini." Ucap Khay ngegas.


"Gak usah ngegas juga, lagian semalam pasti sudah kan ?" Goda Leo.


"Sudah, tapi saya belum puas." Sahut Khay di balas kekehan dari sahabatnya itu.


"Kamu kalau soal gituan, mana pernah kamu puas." Decak Leo.


"Jika sudah tidak ada lagi yang perlu kamu bahas lebih baik kamu keluar dari sini, saya mau menyelesaikan pekerjaan saya secepatnya. Saya mau pulang." Seru Khay.


"Maaf tuan Khay yang terhormat tapi sepertinya Anda tidak bisa pulang dengan cepat, karena anda harus menemui klaiyen, di perjamuan nanti." Ucap Leo mengingatkan.


"Huffft....Khay mengehela nafas lelahnya.


"Acaranya jam berapa ?" Tanya Khay.


"Jam tujuh malam." Jawab Leo.


"Ini sudah jam setengah lima sore." Ucap Khay melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Emmm baiklah, keluarlah. !" Seru Khay.


Saat sibuk dengan setumpuk berkas di depannya, tiba-tiba ponsel Khay berdering ta dan panggilan masuk.

__ADS_1


"Bang Kavi ?"Gumam Khay mengeryitkan keningnya melihat adik iparnya itu menelponnya.


Khay segera menjawab panggilan tersebut.


📞 "Assalamualaikum Bang." Ucap Khay.


📞 "Walaikumsalam, eh Khay, apa kamu dan Enzy ada acara hari minggu ini ?" Tanya Kavi diseberang sana.


📞 "Hari Minggu ini ? Saya tidak yakin."


📞 "Bebaskan waktu kalian, datanglah kerumah besok, ayah sama bunda juga datang."


📞 "Ada apa ? Apa ada masalah yang saya lewatkan ?"


📞 "Tidak ada, pokoknya kami tunggu, ada sesuatu yang akan saya sampaikan dan ini sangat penting."


📞 "Hal penting apa ?"


📞 "Setelah disini, baru kami kasih tahu, pokoknya besok kami tunggu." Seru Kavi kemudian menutup panggilan tersebut begitu saja.


"Dasar aduk ipar laknat, nutup terfon begitu saja, gak ada sopan santunnya sama kakak ipar." Oceh Khay kesal di depan ponselnya.


Saat baru akan meletakkan ponselnya, tiba-tiba ponselnya berdering tanda notif masuk.


•My Wife ❤️


Yank, kapan kamu pulang ?


^^^• Sayang, sepertinya aku terlambat pulang, saya harus menghadiri perjamuan sekaligus bertemu klaiyen, malam nanti.^^^


•My Wife ❤️


Ok baiklah, hati-hati jika pulang 😘


^^^• Ok my wife 😘😘😘😘^^^


Khay kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda, tanpa Khay sadari sekarang jam sudah menunjukkan pukul enam sore, Khay segera masuk ke ruangan khusus yang ada di ruangan kerjanya itu, Khay membersihkan badannya terlebih dahulu, kemudian memakai stelan jas yang akan ia gunakan untuk menghadiri perjamuan.


Khay sudah tampak gagah dan keren dengan stelan jas birunya.



Setelah dirasa sudah siap Khay keluar dari ruangannya, kemudian pergi meninggalkan gedung perusahaannya yang tampak sudah sepi, karena ini memang hari libur, hanya ada beberapa security yang berjaga disana.


...To be Continue...


...Semoga terhibur dengan ceritanya, dan jangan pernah bosen, tetap selalu dukung author dengan memberikan ...


...LIKE...


...KOMENT...


...VOTE...


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2