
Khay membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, dengan telaten Khay melepaskan pakaian Enzy untuk ia ganti dengan pakaian tidur, agar Enzy merasa nyaman, setelah melepaskan pakaian istrinya yang sejak tadi wanita itu kenakan diluar rumah, Khay melap badan istrinya itu menggunakan handuk kecil yang sebelumnya ia basahi, setelah itu Khay memakaikannya dres tidur.
"Sayang, kenapa kamu bisa seperti ini ?" Ujar Khay sambil menyelimuti tubuh Enzy hingga batas dada wanitanya itu.
"Jika kamu ada masalah cerita sama aku, aku ini suami kamu, apa selama ini kamu tidak pernah mengganggap ku, aku khawatir sayang, aku sangat mencemaskan mu sejak tadi." Lanjut Khay terus menatap wajah lelap istrinya itu, sambil memberikan usapan lembut pada permukaan kulit wajah mulus istrinya.
"Sayang mau berapa kali aku bilang padamu, jika ada masalah cerita sama aku, agar qku bisa menjagamu, sayang sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku ?" Khay kembali berujar setelah sejenak terdiam.
Khay terus memandang lekat Enzy, kemudian mencium keningnya cukup lama.
Saat Khay akan beranjak dari duduknya di pinggir tempat tidur, tiba-tiba lengannya tertahan oleh Enzy membuat Khay kembali menoleh, Khay tersenyum saat melihat istrinya sudah membuka matanya.
"Tetap disini !" Ucap Enzy pelan.
Khay tersenyum lalu naik ke samping Enzy lalu sedikit bersandar pada tumpukan bantal, lalu menarik Enzy masuk dalam dekapannya, Khay menyandarkan kepala Enzy dalam celuruk lehernya, lalu mengusap punggung istrinya itu dengan penuh kasih dan kelembutan.
Enzy yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari pria yang sangat ia cintainya merasa sangat nyaman, membuatnya semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang suaminya tersebut.
"Karena kamu yang seperti ini membuatku semakin mencintaimu, jangan pernah tinggalkan aku sayang, jangan membuatku khawatir, aku takut, sungguh." Ucap Khay.
Enzy tak dapat membalas perkataan suaminya itu, ia merasa sangat beruntung mendapatkan suami seperti Khay, suami yang sangat mencintainya, tapi lagi-lagi hati Enzy terasa sakit jika ia teringat sampai sekarang belum bisa memberikan yang seharusnya suaminya itu dapatkan, yaitu seorang keturunan.
Khay yang merasa basah di bagian dadanya, sedikit melonggarkan dekapannya, Khay mengakat dagu Enzy agar menatapnya.
"Jangan nangis, Hem ! Aku gak bisa melihat air mata wanita yang sangat aku cintai mengeluarkan air matanya." Ucap Khay mengusap air mata istrinya itu menggunakan ibu jarinya, lalu mengecup kedua mata sembab itu.
"Maaf..." Ucap Enzy menenggelamkan wajahnya kembali pada celuruk leher Khay.
"Tidak perlu meminta maaf, kamu tidak salah apapun sayang ! Dan satu lagi berhenti memikirkan keturunan !" Seru Khay ikut mengeratkan pelukannya lalu mencium pucuk kepala Enzy.
"Sekarang tidurlah !" Lanjut Khay di angguki cepat oleh Enzy.
Keduanya pun memejamkan mata, walaupun sama-sama terpejam tapi hati dan pikiran mereka sama-sama belum ikut terpejam, keduanya masih sibuk memikirkan pikiran masing-masing.
"Sayang, sampai kapan kamu mau seperti ini ? Aku bukannya tidak ingin memiliki keturunan, tapi jika Allah menakdirkan kita tidak memiliki aku ikhlas, asalkan aku bisa tetap bersama dirimu." Ucap Khay dalam hati.
"Maafkan aku Yank, aku belum bisa memberikan apa yang seharusnya aku berikan, maaf aku belum bisa menjadi istri yang baik, aku janji setelah aku menyelesaikan kasus saya ini, aku akan keluar dari pekerjaanku, dan fokus menjadi istri yang baik buat kamu, istri yang selalu menunggu suaminya di rumah saat suamiku pulang dari bekerja." Enzy ikut membatin.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
"Saya tidak ingin kasus saya ini di tutup begitu saja, saya ingin memberikan hukuman yang sepatutnya orang itu dapatkan." Ucap Barlie kesal pada Siska.
__ADS_1
"Tapi tuan, bukankah ini jalan yang terbaik jika lawan tuan itu meminta maaf dan bersedia mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milik tuan ?" Ucap Siska.
"Saya tidak mempedulikan lagi permintaan maaf, juga apa yang telah ia ambil, pokoknya saya ingin memberi dia pelajaran agar dia kerah dengan apa yang telah ia lakukan, saya ingin memperlihatkan padanya kalau saya tidak pernah main-main dengan apa yang telah saya lakukan, dan satu lagi saya tidak pernah menarik perkataan yang sudah saya katakan sebelumnya." Ucap Barlie.
"Jika Anda dan rekan Anda memang tidak mampu untuk melanjutkan kasus ini maka daya akan mencari pengacara yang lebih hebat dari Anda dan rekan Anda itu."
"Begini tuan, bukannya kami tidak mampu hanya saja, menurut kami inilah jalan yang terbaik, bukannya lebih baik jika masalah ini selesai dengan cepat ?" Ujar Siska juga sudah mulai geram melihat ke angkuhan orang dihadapannya itu.
"Benar yang dikatakan rekan saya tuan." Tiba-tiba Enzy datang.
Barlie dan Siska yang mendengar suara tersebut langsung mengalihkan atensinya ke asal suara tersebut.
Enzy berjalan mendekat, lalu menatap Barlie dengan datar.
"Baiklah jika tuan kekeh ingin melanjutkan kasus Anda ini kami bersedia melanjutkan, yang terpenting kami sudah memberikan Anda jalan yang menurut kami baik, tapi jika tuan ingin lanjut maka kami akan siap." Ucap Enzy.
"Kak Siska tolong persiapkan pemberkasan tuan Barlie untuk melanjutkan kasusnya, saya tidak bisa berlama-lama disini, karena saya ada jadwal persidangan hari ini." Lanjut Enzy kepada Siska.
"Emmm, kamu berangkat saja, biar saya yang tangani." Sahut Siska.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
"Kurang ajar, dasar pria sombong angkuh, dikasih jalan terbaik malah pengen yang susah, menyebalkan." Gerutu Siska kesal.
Setelah mengurus pemberkasan kasus Barlie tadi, Siska juga pergi ke pengadilan yang sama, karena ia juga melakukan persidangan hari.
Siska masih tampak sangat kesal dengan sikap Barlie tadi.
Enzy yang melihat kekesalan rekannya itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Yang membuat saya tambah kesal dia ingin kasusnya selesai dalam dua minggu, apa dia gila ?" Lanjut Siska.
"Apa dia pikir kita ini pesulap yang bisa melakukannya dalam sekejap, apa dia pikir ini permainan puzzle yang bisa di bongkar pasang."
"Sudahlah kak, tenanglah ! Kita pasti bisa." Ujar Enzy.
"Bagaimana saya bisa tenang coba, dia aja ngomong seenaknya saja, kamu sih cepat pergi tadi, kalau aja saya tidak mengingat sedang menghadapi klaiyen sudah ku robek tuh muka sombongnya."
"Percuma saja tampan tapi sifatnya seperti itu." Siska terus berceloteh.
"Maksudnya penampilan ok, tapi sikapnya seperti tak berpendidikan begitu maksudmu ?" Canda Enzy, ia tahu pasti rekannya itu bermaksud seperti itu, karena itu yang sering dikatakan saat mencibir Sania.
__ADS_1
"Bener banget kamu, harusnya yang menangani kasusnya itu Sania, mereka sepertinya cocok." Ujar Siska.
"Sebenarnya saya juga sangat kesal melihat ke angkuhannya, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah menjadi tanggung jawab kami, dan kita tidak bisa merusak kepercayaan pak Yohanes terhadap kita." Ujar Enzy bijak.
"Kamu benar." Sahut Siska kemudian meminum cofe yang telah ia beli tadi di luar.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Di kantor
Barlie membolak-balik berkas secara asal,; a benar-benar kesal dengan permasalahannya akhir-akhir ini.
Tok....Tok...
"Masuk !" Sahut Barlie tanpa mengalihkan atensinya dari map-map yang berserakan di atas mejanya.
"Pak, lima belas menit lagi kita akan rapat." Ucap sekertarisnya meletakkan map di depannya.
Barlie menerima map tersebut lalu membukanya sejenak, tiba-tiba saja Barlie membuang map tersebut sehingga berkas didalamnya berantakan.
"Batalkan !" Serunya kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Pak bos kenapa ?" Tanya Mike yang baru masuk kedalam ruangan Barlie, dan sempat berpapasan dengan bos-nya itu, dan melihat wajah kesal pria tersebut.
"Sepertinya kali ini bos sedang tidak baik-baik saja." Sahut Sekertaris tersebut.
"Sepertinya hanya Nona Manda yang bisa menanganinya." Ujar Mike.
"Tapi, bukannya nona Manda akan kembali beberapa minggu lagi ?"
"Ya benar, biarkan saja dia seperti itu, nanti juga akan membaik ! Seru Mike meletakkan berkas di atas meja kerja Barlie.
"Kembali ke pekerjaan kamu !" Tambahnya kemudian pergi dari ruangan tersebut.
...To be continue...
...Jangan lupa bosan-bosan ya readers, dan author sangat mohon berikan komentar atau pendapat kalian mengenai setiap part nya, komentar kalian sangat membuat semangat author untuk terus up......
...Terimakasih...
...LIKE...
__ADS_1
...KOMENT...
...VOTE...