
Entah sudah ke berapa kalinya Jane berkaca di cermin, memandangi tubuhnya yang berbalut seragam putih abu-abu. Dia bolak-balik mematut dirinya di depan cermin hanya untuk memastikan jika penampilannya tidak buruk. Iya, ini pertama kalinya setelah mengalami kecelakaan Jane kembali ke sekolah. Entah kenapa Jane merasa sangat gugup, dia berkali-kali menelan ludahnya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
Jane menyelempangkan tasnya di bahu, dengan langkah pasti dia berjalan keluar kamar. Dia menarik kursi yang berseberangan dengan Ayahnya yang sibuk membaca koran sambil meminum kopi hitamnya. Jane mengambil roti dan mengolesinya dengan selai kacang dan mulai memakan rotinya. Tidak ada percakapan yang terjadi di ruangan itu.
“Ayah, aku sudah selesai.” Jane meletakkan gelas susu yang sudah kosong di atas meja makan.
“Oke, kita berangkat sekolah sekarang,” kata Ayah dengan semangat membara. Ayah menaruh korannya dan mereka berjalan keluar rumah.
“Oke.” Jane menjawab dengan gugup, membuat Ayah tersenyum geli.
“Apa kamu sakit, Jane?” tanya Ayah dengan senyum menggoda.
“Ti-tidak, hanya saja aku merasa sedikit gugup,” cicit Jane meringis pelan.
“Oh ayolah Jane, ini akan mengasyikkan! Anggap saja ini sebagai langkah awal untuk sembuh dari amnesiamu.” Ayah tersenyum menenangkan.
Jane mengangguk. Setelah mengunci pintu rumah, mereka masuk ke dalam mobil, dan segera meninggalkan halaman rumah. Di perjalanan, mata Jane menatap jalanan yang tampak ramai. Perasaannya perlahan menghangat, dulu dia pernah merasakan perasaan ini. Rasa bahagia saat bertemu dengan teman-temannya, tapi Jane tak mengingat satu pun teman sekolahnya dulu. Hal itu kembali membuat Jane merasa cemas, dia harus berinteraksi lagi, mencari teman lagi, mengobrol basa-basi yang terasa memuakkan. Hanya untuk mendapatkan teman.
__ADS_1
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah gedung luas berlantai tiga. Banyak siswa-siswi yang berlalu lalang di sini. Ada yang berjalan sambil berbincang-bincang, ada yang menaiki sepeda, ada juga yang menggunakan motor.
“Semangat belajar, Jane!” Ayah tersenyum sambil mengusap lembut puncak kepala Jane.
Jane mengangguk kecil, dia membuka pintu mobil dan berjalan pelan memasuki gerbang sekolah yang mulai ramai.
°•°•°•°•°•°•°•°•°•
“Perkenalkan nama saya Jane Graciella, panggil saja Jane. Salam kenal semuanya.” Jane berdiri menghadap ke tiga puluh lima orang yang menatapnya dengan rasa penasaran sekaligus terkejut.
“Itu Jane yang amnesia?”
Mereka berbisik-bisik membicarakan tentang dirinya. Namun Jane masih berusaha untuk tetap tersenyum. Sebenarnya dia sangat risih dengan suara-suara mereka yang terus membicarakan tentang kecelakaannya. Sungguh Jane tidak senang jika diingatkan tentang kecelakaan yang selama tiga bulan ini menghantuinya.
“Baik, sudah cukup perkenalannya. Jane kamu bisa duduk bersama Scarlett.” Wanita paruh baya itu berkata dengan malas.
Seorang gadis berkuncir kuda melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum lebar. Jane mendekati gadis itu yang duduk di barisan ketiga dari depan, dan duduk di sebelahnya.
__ADS_1
“Hai, Jane. Akhirnya kita bertemu lagi!” Scarlett mengambil tangan Jane dan menjabatnya sambil tersenyum lebar.
Jane tersenyum canggung. ”Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”
“Astaga Jane, kamu itu sahabat terbaikku dulu! Kita selalu menghabiskan waktu bersama di kantin jika pelajaran matematika dimulai! Dan kamu akan berakhir dimarahi Iru.” Scarlett terkekeh geli.
Jane mengernyitkan dahinya. “Iru?”
“Eh, oh y-ya. Iru, sahabatmu dulu. Dia cowok yang selalu membuntutimu saat kita pergi ke kantin. Dia juga yang memasukkan kita ke ruang BK karena bolos pelajaran.”
Jane semakin bingung, apakah dia seburuk itu dulu? Tapi yang membuat Jane merasa sangat bingung adalah siapa Iru? Saat akan bertanya kepada Scarlett, tiba-tiba seseorang berdeham keras. Membuat Jane mengalihkan pandangan ke depan kelas, di sana seorang wanita paruh baya menatap ke mejanya dan Scarlett dengan pandangan kesal.
“Di pelajaran saya tidak boleh ada satu pun suara yang terdengar!”
Jane terdiam saat satu kelas menatap mejanya dengan heran. Jane melirik Scarlett, gadis berkuncir kuda itu menekuk wajahnya dan menggerutu pelan. Hari pertamanya di sekolah berjalan dengan buruk.
°•°•°•°•°•°•°•°•
__ADS_1