Dendam Atau Keadilan

Dendam Atau Keadilan
Part 26


__ADS_3

Di cuaca yang sangat terik ini, seorang wanita dengan gaya elegan dan angkuh terlihat keluar dari mobil Lamborghini Aventador keluaran terbaru. Dengan keangkuhannya, wanita itu berjalan masuk kedalam cafe khusus untuk orang yang beruang segudang.


''Hay.....Miss sisi, ya ampun mobil baru lagi ya?'' Tanya salah seorang wanita yang terdengar ramah namun menyimpan rasa iri pada hatinya.


''Ohhh, itu....'' Tunjuk sisi pada mobilnya yang sengaja ia minta parkir di depan cafe untuk di pamerkan. ''Bukanlah masalah, suamiku memang suka sering membeli barang murah seperti mobil ini. Astaga!'' Pekiknya kala mengingat sesuatu, semuanya menatap bingung.


Sisi dengan wajah pura-pura kaget itu langsung tersenyum angkuh. ''Aku lupa mengingatkan suamiku untuk tidak membeli mobil seperti ini lagi. Sudah banyak di basement rumah.'' Ucap sombong wanita itu lalu tertawa bersama dengan wanita lainnya.


Tidak ada yang berani masuk kala sudah di huni oleh ibu-ibu sosialita yang sering memamerkan semua miliknya. Bahkan mereka tak segan-segan menghina orang, kala orang itu masuk tanpa ijin.


''Aku dengar suami Miss sisi mendapat apresiasi langsung dari CEO RC group. Aku sangat ingin suamiku masuk ke Rc group, bisa kau bantu Miss sisi.'' Ujar Salah wanita yang sudah biasa sebagai penjilat jika ada yang lebih kaya darinya.


''Ahaha....Tentu, Suamiku memang baik. Dia akan membantu suamiku jika aku meminta.'' Ujar Sisi dengan wajah sombongnya.


Kau pikir aku akan mengatakannya pada suamiku? Hah! Dasar penjilat! Di belakang kau selalu merendahkan ku, sekarang kau meminta aku untuk merekomendasikan suamimu? Jangan mimpi!


Semua ucapan itu hanya bisa sisi katakan di dalam hati, sedangkan wajahnya selalu tersenyum dan tertawa dengan yang lain. Ia tidak mau merusak citranya yang terlihat baik hati.


Di sela pembicaraan mereka, seorang penjaga datang menghampiri Sisi. ''Berani sekali kau masuk ke dalam sini!" Sentak Sisi pada pria yang tidak di kenalnya.


Pria itu membungkuk memberi hormat. "Maaf nyonya, anda harus memindahkan mobil anda karena nyonya muda kami ingin memarkirkan mobilnya. Beliau tidak suka jika ada mobil sampah di depannya." Ucap pria itu dengan menunduk menahan tawa kala wajah sisi berubah garang.


"Mobil sampah!!!" Teriak sisi dengan air muka marah. Wanita itu bahkan sampai berdiri dengan ancang-ancang akan memarahi pria didepannya.


Tinn!!!

__ADS_1


Sebuah mobil yang sangat mewah berhenti di belakang mobil sisi. Bahkan suara bel mobil itu tidak berhenti di bunyikan saat mobil sisi belum juga berpindah.


"Cepat Nyonya, nyonya muda kami memiliki tempramen yang buruk kala sampah seperti mobil anda menghalangi penglihatannya." Ujar pria bertopi itu lagi.


Sudah dikatai dua kali sebagai mobil sampah membuat sisi meradang. Matanya menyorotkan rasa kesal dan memberikan kunci mobilnya pada pria itu.


"Pindahkan mobilku! Aku ingin tau siapa nyonya muda mu itu." Sisi melempar kunci itu sembarang hingga jatuh ke lantai.


Para ibu-ibu sosialita mulai berdiri dan menatap ke arah luar cafe yang memiliki dinding kaca bening. ''Jika bukan sedang menyamar, sudah ku penjarakan wanita menyebalkan ini.'' Gumam lirih pria itu memungut kunci dengan kesal dan masuk kedalam mobil Lamborghini sisi.


Pria itu sengaja memarkir sangat jauh dari cafe agar nanti sisi kesusahan mencarinya. Siapa suruh dirinya membuat polisi menjadi pelayannya, jangan harap akan mendapatkan keringanan karena istri seorang direktur. Itu ia pelajari dari wanita yang sedang duduk di mobil mewah.


***


Di dalam cafe, semuanya mulai berbisik. Mobil yang tidak pernah mereka lihat dan tidak mereka tau mobil jenis apa. Yang pasti mobil itu sangat mewah dan pasti harganya seharga nyawa.


Wanita itu turun dan berjalan ke arah cafe dengan dipayungi oleh sopirnya. Wanita muda itu masuk kedalam cafe dengan gaya elegan dan anggun. Berbeda dengan sisi yang angkuh, kini ia menatap jengah kepada wanita yang sudah berdiri di hadapannya dengan sopir yang ada selalu ada di belakangnya.


''Siapa....Anda?'' Tanya salah satu wanita yang sudah sangat penasaran akan wanita anggun dan cantik itu.


''Apa aku membuat kalian terganggu? Hah.....Mau bagaimana lagi, ya kan sam?'' Yang di panggil Sam hanya mengangguk sembari berwajah dingin dan datar.


''Aku memang tidak bisa melihat mobil murah di depan mobilku. Aku merasa ingin menghancurkan mobil itu hingga berkeping-keping.'' Ucap wanita itu kembali menyulut emosi sisi yang merasa di rendahkan.


''Memangnya semahal apa mobil anda hingga mengatakan kalau mobil saya mobil murah?'' Tanya sisi dengan gigi gemerutuk menahan kesal.

__ADS_1


''Ups.....Apa nyonya pemilik mobil itu? Apa tidak gatal jika duduk di mobil sampah seperti itu? Bukan ini merendahkan tapi aku terbiasa di kelilingi mobil yang terbaru dan mewah.'' Wanita itu membuka kaca matanya semakin memperlihatkan kecantikannya yang tiada tara.


''Mobil saya tidak mahal juga, kalian bisa lihat di ponsel karena saya lupa harganya yang terlanjur murah. Nama mobil saya Rolls-Royce boat tail. Coba cari di internet.'' Lanjutnya angkuh sembari mengibaskan rambut bergelombang yang berwarna hitam legam.


Matanya melirik saat salah seorang wanita terkejut dan menutup mulutnya dengan satu tangan, karena tangan satunya memegang ponsel. ''Astaga, anda bilang murah? Mobil itu hanya ada 3 di dunia. Apa anda serius?'' Tanya wanita itu dengan wajah tak percaya.


''Hahaha....Anda terlalu melebih-lebihkan. Saya tidak suka yang kedua atau ketiga. Karena saya suka barang yang hanya ada satu di dunia.'' Ujar Wanita itu lagi dengan terkekeh.


400 miliyar? Apa hidupnya di penuhi uang hingga menganggap bahwa mobil seharga itu murah. Batin iri sisi.


''Oh iya, saya lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan saya Veronika...Apa saya boleh duduk?'' Tanya Wanita yang bernama Veronika. Sisi bergeser secara spontan saat melihat saingannya di atas jauh darinya.


Bahkan wanita itu terlihat terus menatap iri. Selain kaya ia juga memiliki paras yang cantik dengan polesan make up tipis. Semakin di perhatikan oleh sisi semakin dirinya iri dan ingin merampas semuanya dari wanita yang bernama Veronika ini.


Mereka sudah duduk dengan sopir yang masih setia berdiri di belakang Veronika. ''Sepertinya anda bukan dari negara ini? Saya belum pernah melihat anda.'' Ujar Sisi mulai tertarik.


Tanpa di ketahui yang lain, Veronika tengah menyeringai dengan beralih menatap sopirnya untuk memberi tas mewahnya.


''Memang saya bukan dari sini, saya dari negara Eropa, Luksemburg. Kami kemari hanya untuk rehat sebelum ke negara lain.'' Ujar Veronika sembari meniup kukunya yang di hiasi dengan cat kuku yang sangat cantik.


''Apa pekerjaan anda dan suami anda?'' Tanya sisi yang mendadak menjadi seformal itu.


''Saya dan suami tidak bekerja, kami sudah hidup bergelimang harta semenjak kecil. Kami hanya meneruskan perusahaan. Biasalah.....Kalau sudah keluarga mapan maka akan ada perjodohan. Kami di jodohkan agar semakin menambah kekayaan saja. Hanya itu....'' Ucap Veronika dengan tersenyum remeh seakan ucapannya itu hanya hal biasa.


''Bwahahaha.....''

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2