Dendam Atau Keadilan

Dendam Atau Keadilan
Part 29


__ADS_3

Masih di dalam restoran, Nadine menatap kegelisahan dalam mata Yuri kala melihatnya. Ketakutan yang sangat besar tak bisa ia sembunyikan.


Pasti wanita setengah abad ini kembali dengan tergesa-gesa saat menonton beritanya. Meski semua berita sudah di retas kemarin oleh Laurinda. Meski ucapan Yuri terdengar seperti marah namun matanya tak bisa berbohong.


''Kenapa aku tidak bisa kembali?'' Tanya Nadine, ia sudah tau wanita di depannya ini adalah wanita yang pernah menyelamatkan papanya saat papanya muda dulu.


Olivia menceritakan semuanya pada Nadine meski saat itu Nadine hanya sebagai pendengar tidak tau dan tidak mengerti semuanya.


''Tidak, tidak!!! Nona jangan disini, nona serahkan diri anda saja. Nona tidak boleh terluka, nona tidak boleh disini." Ujar Bu Yuri dengan wajah panik yang berlebihan. Bahkan tangannya sampai gemetar.


"Apa bibi yakin meminta ku kembali padanya?'' Tanya nadine memegang bahu Yuri, wanita di depannya ini memang memiliki ketakutan yang berlebihan.


''Iya!! Nona harus kembali kesana..." Ucap yakin Yuri dengan wajah yang masih belum tenang.


"Lalu aku harus menerima semua perlakuan mereka meski aku harus terkurung selamanya?'' Tanya Nadine lagi memastikan.


''Iya! Meski terkurung pun tetaplah bertahan nona, dari pada anda disini dan selalu dalam bahaya. Anda lihat sendiri berita itu, itu tandanya nona Aurora tidak main-main!!'' Pekik Yuri yang sudah tidak bisa menenangkan dirinya.


Semenjak mendengar berita itu, Yuri sudah was-was dan ingin segera mengirim Nadine kembali. Jika berada di sini itu sama saja seperti menyumbangkan nyawanya, dan Yuri tidak mau itu terjadi.


''Aku menyerahkan diri sekarang sudah seperti menyerahkan nyawa padanya. Itu menandakan kalau aku mengalah, apa bibi mau aku hanya akan tinggal sebuah nama seperti mama dan papa?''


''Nona muda!!'' Sambar Yuri yang sudah menatap tajam.


''Aku tau bi, aku sudah tau semuanya. Mereka meninggal dengan tragis namun.....Namun....Di dunia ini mereka di anggap sebagai penjahat...'' Ucap Nadine dengan suara yang sudah serak menahan tangis.


Tak ada yang bicara, mereka sama-sama terlarut dalam cerita hidup Nadine.


''12 tahun.....Aku membenci mereka berdua. Selama itu aku membawa rasa benci untuk menghancurkan kehidupan mereka namun!! Saat aku sampai disini, semuanya ternyata berubah....Mereka, mereka yang ku benci meninggal setelah sehari kepergian ku.'' Nadine tak sanggup melanjutkan ucapannya, Tyaga hanya bisa menatap sendu.


Tak hanya Nadine yang ada di lubang tak berujung itu. Dirinya juga masuk kedalam sana, tanpa ada yang bisa menolong mereka ataupun sekedar memberi semangat.

__ADS_1


Berjalan terus tanpa arah, tanpa terlihat cahaya yang jelas. Hingga akhirnya Tyaga berhenti dan kembali berjalan saat Nadine datang membawa cahayanya sendiri.


''Nona mu-da.....Maafkan bibi.....'' Ujar Yuri lalu memeluk Nadine, meski begitu tangis Nadine tak pecah. Ia tidak mau itu akan memperlihatkan kelemahannya.


.


.


.


.


.


.


''Nona, apa keputusan anda yakin? Ini tidak akan mudah.'' Ujar Yuri yang kini sudah bisa tenang dan duduk bersama.


''Hmmm.....Jika seperti ini nona memang sangat mirip dengan nyonya, tak ada yang bisa mengalahkan beliau dalam hal kebenaran.'' Ujar Yuri menunduk, mengingat mendiang Olivia dan Christian membuat matanya tak tahan menahan air mata.


''Jangan bersedih, jaga saja Tante cantikku disana....'' Ujar Nadine tiba-tiba membuat Yuri menatap syok. Tak ada yang tau bahwa dirinya yang menjada Chalondra.


Brian selalu menekankan bahwa jika sampai berita Chalondra yang di jaga oleh Yuri terdengar oleh Justin maka dirinya akan di pisahkan oleh Chalondra.


Kenapa dirahasiakan bukan? Karena saat ini, Chalondra tidak baik-baik saja. Wanita yang selalu kuat dan penyayang itu kini sedang terbaring dengan bantuan oksigen rumah sakit. Sudah lebih dari 10 tahun Chalondra hanya terbaring setelah mendengar kematian saudara dan iparnya.


Hanya saudara yang ia punya setelah kepergian almarhum ibu dan neneknya. Brian yang tidak mau harta Chalondra jatuh ke tangan Justin maka dari itu Brian membuat Chalondra tinggal di luar negri dengan alasan untuk bisnis. Padahal Justin tidak tau, mamanya selama 10 tahun lebih sedang berjuang antara hidup dan mati.


Brian tidak membiarkan Chalondra mati meski sudah beberapa kali mengalami kritis hanya dengan alasan tidak mau hartanya jatuh pada Justin. Dan Brian juga sengaja tidak membiarkan Chalondra sadar hanya karena tidak mau hartanya menghilang.


Pria dengan topeng itu menjadi Chalondra sebagai patung yang hanya bisa bernafas tanpa bisa bangun ataupun meninggal.

__ADS_1


''Bagaiman nona bisa tau?'' Tanya Yuri menatap Nadine.


''Itu mudah di tebak, kalian sudah bersama layaknya saudara. Jagalah tanteku, jangan biarkan pria itu menyentuhnya meski seujung rambut sekalipun. Dan jangan biarkan Justin tau tentang itu, hati kakakku itu terlalu lembut untuk mengetahui hal yang menyakitkan seperti ini.'' Ujar Nadine menggenggam tangan Yuri.


Jika ada Yuri maka tantenya akan aman selama dirinya sedang memperjuangkan hak.


''Hah....Membayangkan mata tuan muda tergenang air mata saja membuat hati bibi runtuh apa lagi melihatnya secara langsung.'' Ujar Yuri kembali meneteskan air matanya.


''Jangan terus menangis Bu, aku jadi sedih....Kau bahkan melupakan kami berdua dan menghampiri Xavier lebih dulu.'' Ujar Laurinda dengan cemberut.


Yuri memeluk anak gadisnya yang tidak lagi gadis karena keputusan yang ia ambil. ''Anak ibu apa kabar? Kalian baik-baik saja bukan? Vije , ada apa dengan tuan muda Ivander? Kenapa ibu dengar dirinya di penjara?'' Tanya Yuri yang belum mengetahui kejadian itu.


Nadine menatap Laurinda yang terlihat menunduk. Pasti sulit baginya menjelaskan hal yang menurutnya memalukan. ''Kalian bicaralah di atas, mungkin kalian membutuhkan ruang.'' Ujar Nadine saat tau wajah takut Laurinda, Vijendra merangkul ibunya dan mengajaknya untuk naik bersama dengan Laurinda.


''Selanjutnya apa? Kita akan bagaimana?'' Tanya William yang memecah keheningan saat Vijendra dan ibunya pergi.


''Kita akan diam, ada saat yang tepat kita akan membuat sisi mengakui semuanya.'' Sahut Nadine.


''Apa yang kalian rencanakan? Siapa sisi?'' Tanya Bu Ida yang ternyata masih ada di antar mereka.


''Ahaha.....Sisi, yang ada di film ggs itu loh Bu....Yang cewek cerewet dan manja itu. Bu Ida kan sering nonton, masa lupa....'' Ujar Anindira menyahuti pertanyaan Bu Ida.


''Ohhh yang ada serigala genteng itu ya? Kalau ada serigala seganteng mereka sudah pasti Bu Ida mau di terkam hidup-hidup.'' Ujar Bu Ida yang mulai ngelantur jika sudah membicarakan sinema kesukaannya.


''Inget umur Bu....Sudah punya anak juga suka sama berondong.'' Ujar Anindira mengingatkan.


''Alah apalah umur jika sudah cinta. Tapi, sepertinya bukan film yang kalian bicarakan.'' Bu Ida ternyata tak mudah di bohongi.


''Kalau begitu terima kasih atas makanannya Bu...Kami akan ke atas.'' Ujar Tyaga yang sudah berdiri di ikuti oleh yang lain.


Tak ingin Bu Ida bertanya lebih lanjut, maka dari itu lebih baik tak ada di hadapannya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2