
Hari ini adalah tanggal 14 Februari mungkin untuk orang lain ini adalah hari istimewa tapi tidak dengan Amel hari ini dia akan bekerja sangat ekstra mengawasi siswa-siswi yang tentunya tidak sedikit walaupun dia di bantu dengan tim panitia tetap saja dia yang harus memantau jalannya Tour kali ini,Sebenarnya tidak perlu serepot ini apalagi mereka bukanlah bocah SD yang harus selalu di awasi tapi apalah daya tugas harus tetap di jalankan
Amel meminta Mira dan Cika yang juga panitia untuk Mengabsen murid kelas 11 dan 12,sementara dia yang akan mengurus kelas 10
Saat Amel sedang mengabsen Cika dan Mira datang untuk melapor
"Mel Kelvin gak ada"Kata Mira
"Melan juga gak ada"Kata Cika menambahkan
"Yaudah kalian lanjut ajha biar gue yang cari" Kata amel dia kemudian meminta Berlin untuk melanjutkan absensi sementara dia kembali masuk ke sekolah dan mencari Kelvin dan Amel
"Dasar bucin bisanya cuman ngerepotin orang ajha" Batin Amel
Sementara itu di tempat lain
Kelvin yang habis dari toilet bergegas untuk turun tapi dia bertemu melan di koridor sekolah
"Lo ngapain di sini bukannya udah ngumpul"Kata kelvin datar
"Aku mau ngambil jaket aku ketinggalan di kelas,kamu temanin aku yah"Kata Melan
"Tap-"Belum sempat kelvin menyelesaikan pembicaraannya melan sudah menariknya terlebih dahulu,dia pun pasrah mengikuti melan ke kelasnya
Sesampainya di kelas Kelvin dan melan langsung masuk,sementara Melan mengobrak abrik laci meja mencari jaketnya Kelvin menunggunya sambil memainkan ponsel
Amel sudah sampai di lantai 2 sekolahnya dia berjalan menyusuri koridor sekolahnya,mencari pasangan bucin yang membuat kerepotan itu saat sedang berjalan dia melihat Kelas melan terbuka dia pun segera menuju ke sana
Melan sudah menemukan jaketnya ia segera berjalan ke arah Kelvin,namun saat sedang berjalan ia tersandung sontak membuat mereka berdua berpelukan
Di saat yang bersamaan Amel melihat Kelvin dan melan yang sedang berpelukan dia diam sebentar ia menitikkan air mata,namun celat-cepat ia menghapusnya dan membuang nafas kasar
"Amel Lo bukan cewek lemah"Batinnya
"Kalian ngapain di sini"pekik Amel menatap mereka tajam dan berpura-pura seolah dia baru datang
Mereka berdua yang mendengar suara Amel langsung melepaskan pelukan yang tidak di sengaja itu
"Tadi gue ambil Jaket gue ketinggalan di kelas" Kata melan gugup,siapa yang tidak gugup jika berhadapan dengan ketua OSIS satu ini
"Cih,ambil Jaket kok mesra-mesraan"Kata Amel tersenyum sinis
"Mel ini bukan yang kayak Lo bay-"
"Bukan urusan gue, gara-gara kalian kita udah telat 10 menit,dan ingat ini kalian berdua sudah dapat sekali teguran,sekali lagi kalian kedapetan mesra-mesraan selama kegiatan kalian bakal dapat hukuman sesuai dengan aturan yang udah di buat,Sekarang kalian berdua turun 5 menit kalian gak nyampe kita tinggalin"Kata Amel sambil berlalu pergi
Kelvin dan Melan masih diam di tempat
"Lo liat kan sekarang gue kena masalah"Kata Kelvin dingin
"Aku minta maaf aku gak tau kenapa bisa kesandung"Kata melan tertunduk
"Kalo ajha Lo gak narik gue ke sini,gak bakal gini jadinya"Kelvin bukan marah karena dia dapat teguran tapi dia kesal,karena membuat Amel marah padanya
Kelvin berlalu pergi tanpa menoleh sedikitpun pada Melan dia mengacak-acak rambutnya , sementara melan pun tidak berani berkata apa-apa lagi,dia sudah membuat kelvin marah padanya
__ADS_1
****
Amel sudah sampai di depan bis,dan anak-anak yang lain juga sudah masuk dia pun pergi mengecek satu per satu bis setelah itu dia menugaskan masing-masing Dua panitia dalam satu bis untuk mengawasi takut terjadi masalah
dia pun kembali ke bis nya dan duduk bersama dengan Rio,Begitu juga dengan Kelvin dia segera masuk dia menatap Amel sebentar tapi Amel memalingkan wajahnya kesal Kelvin pun hanya pasrah dan segera menuju kursinya
"Pak jalan"Kata Amel ke supir bis itu
Bis pun sudah berjalan,selama di perjalanan Amel menatap ke luar jendela,Rio yang melihat itupun bertanya
"Amel Lo kenapa"Tanya Rio keheranan
"Hah,gak papa gue cuman liat pemandangan ajha"Kata Amel berbohong
"Cielah,Michaela amelia seorang ketua OSIS yang terkenal judesnya bisa galau juga"Kata Rio mengejek
"Gue juga manusia Rio"Kata Amel
"Yang bilang Lo bukan manusia siapa"Kata Rio terkekeh geli
"Tau ah"Kata Amel memalingkan pandangannya lagi menatap ke luar
*****
Sementara itu di kediaman mewah milik keluarga Tanison di Jerman,Tuan Tanison adalah pengusaha no 1 cabang perusahaannya berada di berbagai negara tak terkecuali indonesia,dia juga masuk ke deretan konglomerat dunia
Analia mengusap pelan foto yang dia pegang,nampak dua orang gadis kecil sedang berpelukan dan tersenyum cerah sekali di sana,setiap malam ana selalu saja merengek merindukan kakak perempuannya yang hilang 12 tahun silam,Padahal usianya sekarang sudah 16 tahun dia masih saja menangis seperti anak kecil meminta permen setiap malam juga ibunya harus menjelaskan kalo mereka sedang berusaha mencari kakaknya itu
"Wo bist du? Ich vermisse dich(Dimana kamu?aku rindu kamu)"Rengek Analia sambil memeluk foto itu
"Du weinst wieder, komm schon wir versuchen auch deine Schwester zu finden(Kamu menangis lagi, ayolah kami akan mencoba mencari saudara perempuan kamu)"Nyonya Alice mengelus pelan rambut panjang Analia
"Das ist eine Lüge, du suchst nie nach ihr, die in Indonesien vermisst wird, du bist immer noch hier(Itu bohong, Kalian tidak pernah mencari dia yang hilang di Indonesia,Anda masih di sini)"Kata Analia dia sangat kesal kepada orang tuanya karena membuat kakaknya hilang,sebenarnya itu bukan sepenuhnya salah mereka tapi jika mereka tidak membawa dia ke Indonesia dia tidak akan hilang waktu itu
Analia mengambil tasnya dia pergi entah kemana,kedua orang tuanya membiarkan dia pergi setelah dia tenang nanti dia akan pulang lagi,Analia memang selalu begitu semenjak kehilangan kakaknya dia banyak berubah dia sangat emosional
"Bagaimana ini semakin hari Analia semakin menjauh dari kita,dia sangat menderita karena kehilangan kakaknya" Kata Nyonya Alice
"Sebenarnya aku sudah dapat beberapa petunjuk tentang keberadaan Melia" Kata Tuan Tanison dia berdiri sambil berjalan ke balkon kamar Analia
"Benarkah,itu berarti kita bisa membawa dia kembali ke Jerman"Kata Nyonya Alice bersemangat
"Benar,jadi aku memutuskan besok kita akan kembali ke Indonesia"Kata Tuan Tanison
"Baiklah,besok pagi kita akan memberi tahu Analia dia pasti sangat senang"Kata Nyonya Alice
"Tapi sepertinya Analia tidak usah ikut,aku takut kejadian yang sama menimpa Analia"Kata Tuan Tanison menunduk sedih
"Kita akan membahas ini besok bersama Analia,aku akan turun untuk menyiapkan makan malam"Kata nyonya Alice mengelus pelan pundak suaminya lalu menuju ke dapur
"Melia, wir holen dich bald ab(Melia kami akan segera menjemputmu) Ucap Tuan Tanison tersenyum senang,ia kemudian menyusul istrinya ke dapur
Di Indonesia
Amel dan teman-temannya sudah kembali dari tournya dan sekarang Amel sudah berada di kasur miliknya,dia ingin tidur tapi tidak bisa dia masih saja mengingat Saat melan dan Kelvin berpelukan
__ADS_1
"Apa aku harus menyerah,sepertinya Kelvin hanya menganggap aku sahabatnya"Kata Amel tak lama dia memejamkan matanya perlahan akhirnya dia bisa tertidur juga
*****
Pagi hari di Jerman
Keluarga Tanison sedang menikmati sarapan pagi mereka dalam keheningan
" Analia,mother wants to talk(Analia,ibu ingin bicara) Kata ibu Alania
"Talk quickly I don't have much time(Bicara dengan cepat saya tidak punya banyak waktu) Kata Alania ia masih kesal dengan orang tuanya
"your father has managed to find a clue about your sister's whereabouts and today mom and dad are going to Indonesia(ayahmu telah berhasil menemukan petunjuk tentang keberadaan kakakmu dan hari ini ibu dan ayah pergi ke Indonesia)"Kata nyonya Alice
"Seriously, I'll come along(Serius,aku akan ikut)"Kata Analia bersemangat
"No, Dad won't let you go, Dad afraid that this will happen again(Tidak, Ayah tidak akan membiarkan kamu pergi, Ayah khawatir ini akan terjadi lagi)Kata Tuan Tanison
"I will keep coming, remember my sister lost because of you guys, and I will make sure he comes back safely(Aku akan terus datang, ingat saudara perempuanku hilang karena kalian, dan aku akan memastikan dia kembali dengan selamat)Kata Analia tegas dia tidak akan membiarkan kakaknya hilang lagi
"Ok"Kata ayahnya pasrah dia tidak bisa memaksa anaknya lagi dia tidak mau anaknya membencinya
Analia sangat senang dia segera menuju ke kamarnya dan merapikan barang-barangnya
setelah mereka siap keluarga Tanison terbang ke Indonesia dengan menggunakan jet pribadi
****
Sementara itu Amelia sedang berada di sekolah,dan dia baru saja selesai rapat
Dia kembali ke kelasnya saat di depan kelas Kelvin menahan tangan Amel
"Kenapa kamu menjauhiku" Kelvin menatap Amel
"Gue cuman gak mau jadi orang ketiga"Kata Amel dingin sambil terus menatap kosong ke depan
"Apa harus dengan cara menjauhiku"Kata Kelvin penuh penekanan
"Cukup Kelvin stop gak usah drama,gue muak sama sikap Lo itu jadi berhenti dekatin gue dan jangan buat gue kesal gue bisa aja menghukum lo karena kesalahan yang Lo buat kemarin" Amel menatap Kelvin dengan sorot mata tajam
"Hukum gue hukum,kalo itu buat lo berh-"
"Stop,Let me go"Pekik Amel,Kelvin pun melepaskan genggaman tangannya
"I'm disappointed with you And remember this, I'm not your puppet, I'm not a lowly girl like your other women, so stop and stay away from me"Kata Amel dengan suara yang keras lalu dia pergi menuju ruang Osis dan tidak jadi masuk ke kelas
Bak tersambar petir Kelvin terhenyak dia berusaha berdiri tegar dan masuk ke kelas dia nampak sangat terpukul dengan apa yang Amel katakan tadi
"Apa aku salah,aku salah sudah membuat dia kecewa,aku berpacaran dengan wanita lain
agar mereka tidak sakit hati dan menyalahkanku,tapi ternyata aku malah membuat wanita yang kucintai kecewa"Batin kelvin dia mengacak-acak rambutnya kasar perkataan Amel terus saja berputar di kepalanya
Sementara Amel dia berjalan tapi tatapannya kosong dia tidak memperdulikan orang di sekitarnya yang tersenyum padanya,dia terus memikirkan kejadian tadi di kepalanya sesampainya di ruang Osis dia duduk di kursi andalannya di sana dia termenung
Di saat yang bersamaan dan tempat yang berbeda Kelvin dan amel sama-sama menundukkan kepala mereka ke meja
__ADS_1